Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2016

Assesment Jabatan Tinggi Pratama, Siak Gandeng Tim Psikologi Angkatan Darat Bandung


Syamsuar buka secara resmi kegiatan Assessment Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak tahun 2016 diruang rapat Raja Indra Pahlawan, selasa (1/11/16). Beliau berpesan agar para peserta Assasment bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini.

Demi menciptakan aparatur yang profesional, berkopetensi, berprestasi kerja dan sesuai dengan tingkat Jabatannya tanpa memandang jenis kelamin, agama, Suku dll  guna mewujudkan pelayanan yang baik terhadap masyarakat, Pemerintah Kabupaten Siak mengadakan Assasment Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang langsung bekerjasama dengan Dinas Psikologi Angkatan Darat Bandung.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, diharapkan peningkatan kemampuan pejabat struktural dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak dari aspek psikologis, mental dan kapabelitas akan semakin baik” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah Lukman.

Kegiatan Assisment ini laksanakan selama tiga hari terhitung mulai tanggal 2 November sampai dengan 5 november 2016 di Hotel Grand Mempura dan diikuti oleh 83 orang peserta, tambahnya.

Pelaksaaan Assessment ini merupakan implementasi dari UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Reformasi Birokrasi Republik Indonesia No. 15 Tahun 2014 Tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Senada dengan itu, Bupati Siak Syamsuar mengatakan kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan psikologi ini dengan serius dan penuh rasa tanggung jawab agar hasil yang didapatkan bisa memuaskan.

“Pada kesempatan tahun lalu, tidak semua peserta yang serius mengikuti kegiatan ini dan hasilnya tidan semua yang memperoleh hasil memuaskan. Akan tetapi untuk tahun ini, tesnya berbeda dengan tahun sebelumnya jadi diharapkan agar semua peserta serius mengikutinya” harap bg Syam.

Selain itu, beliau juga menyinggung sedikit tentang kedisiplinan PNS yang berada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak.

“Saya kemarin sudah berdiskusi dengan Kemempan, mereka menegaskan jangan sampai adanya pungutan liar di Kabupaten Siak terhadap pelayanan kepada masyarakat, kemudian penyalahgunaan narkoba dan terhadap PNS yang tidak disiplin, berkinerja buruk dan tidak bertanggung jawab akan segera diberhentikan” tegasnya.

Kemudian, Dinas Psikologi Angkatan Darat Bandung yang sekaligus Ketua Tim Assesment Jabatan Tinggi Pratama Kolonel Anshari Joni menjelaskan sedikit tentang kegiatan tersebut.

“Kegiatan akan kita awali dengan Psikometri atau mengukur potensi kita karna ini bisa berubah-ubah, Group Discussion disini kita akan mendiskusikan suatu masalah dan mengambil keputusan terhadap masalah tersebut, kemudian kita akan adakan wawancara sesuai dengan pekerjaan bapak dan ibuk masing-masing dan masih banyak lagi tes yang akan kami lakukan”. Jelas Kolonel itu.

Diharapkan kepada bapak dan ibuk selama mengikuti kegiatan ini dengan hati yang senang, iklas dan bersemangat. Karna untuk satu kali tes akan memakan waktu lima sampai dengan enam jam, tutupnya sambil tersenyum.
Baca selengkapnya

Jumat, 30 September 2016

Gesa KITB, Kemenperin Akan Kumpulkan Stakeholder

Direktur Pengambangan Prasarana Industri Wilayah II Kementerian Perindusterian RI, berjanji akan segera mengumpulkan lintas kementerian dan instansi terkait rencana pembangunan KITB.

Hal itu terungkap saat Kemenperin dan Pemkab Siak melaksanakan rapat koordinasi, menyusul akan di operasikannya KITB untuk industri pengolahan cangkang dan briket.
Agar rencana tersebut berjalan, Direktur Pengembangan Prasarana Industri Wilayah II Busharmaidi mengatakan akan secepatnya membangun infrastruktur jalan dalam luar kawasan.

Selain itu kata dia, listrik dan air bersih juga tak luput dari perhatian.
"Kita akan segera menjalin koordinasi lintas sektoral ditingkat kementerian, untuk membicarakan dukungan pembangunan KITB" kata dia.

Bupati Siak Syamsuar, dukungan percepatan pembangunan KITB dapat segera terealisasi. Ia berharap pemerintah pusat segera membangun infrastruktur pendukung beroperasinya kawasan industri masa depan itu.

"Kemampuan kita amat terbatas untuk menyiapkan seluruh infrastruktur, sementara pengoperasian kawasan industri sangat mendesak untuk dilaksanakan. Kita ingin perekonomian daerah bangkit lagi meski harga minyak dan penerimaan daerah terus menurun" sebut Syamsuar.

Bupati dua periode ini juga menyebut semua program yang akan dilaksanakan di KITB telah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah, baik RPJMN maupun RPJMD Provinsi maupun Kabupaten.

"Kita berharap, tahun depan semua infrastruktur yang diperlukan untuk pengolahan cangkang sudah tersedia. DEDnya akan segera dipersiapkan sedemian rupa" tutupnya.

Turut hadir bersama Bupati Siak, Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, Kepala DPPKAD, Kepala Dinas Perindag, Kepala BPMP2T, serta sejumlah pejabat dilingkungan Pemprov Riau, serta Manajemen PT Bosowa, selaku calon investor pengolahan cangkang di Buton.
Baca selengkapnya

Sabtu, 19 Maret 2016

Kerja Sebulan Setengah Hari.


Kecamatan Sungai Mandau manfaatkan keunggulan Combine Harvester dan varietas padi Logawa dan Inpari 30 untuk tingkatkan hasil produksi pertanian.

SIAK- Kampung Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau, mendadak ramai Sabtu pagi (19/03/16). Bupati Siak Syamsuar yang ditemani Camat Irwan Kurniawan, tampak hadir di hamparan areal persawahan terluas ketiga di Kabupaten Siak itu. selain itu, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau (BPTP) Masganti, bersama beberapa utusan dari dinas terkait Provinsi Riau juga ada disana.

Kedatangan sejumlah orang penting itu, untuk menghadiri agenda panen raya Kecamatan Mandau. Selain itu juga dilaksanakan serah-terima 2 unit Combine Harvester, mesin panen canggih yang dihibahkan BPTP Riau kepada kelompok tani disana. Para petani dikesempatan itu, juga akan dilatih menggunakan mesin Combine Harvester, agar proses panen jadi makin cepat dan efisien.

Menariknya, hasil panen lahan pertanian di Sungai Mandau ini, merupakan hasil pembenihan yang akan dibawa keseluruh pelosok Provinsi Riau, untuk dibagikan ke daerah-daerah yang cocok sesuai spesifikasi lahan. Sebab lahan sawah yang dipanen ini merupakan percontohan penangkaran BPTP.

Bupati Siak mengaku mendukung penuh semangat masyarakat Sungai Mandau yang lagi gencar-gencarnya menanam padi. Sebab kata dia, trend ini tentu selaras dengan program pemerintah pusat dibidang kedaulatan pangan.

“Pemkab bersama BPTP senantiasa mendukung masyarakat agar memiliki pengetahuan pertanian modern sehingga mampu menggunakan alat pertanian canggih. Nantinya, hasil pertanian dengan benih unggul dan didukung teknologi pertanian modern ini akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani” kata Syamsuar usai mencoba mesin anyar Combine Harvester, bersama Kepala BPTP Riau.

Senada Syamsuar, upaya mekanisasi pertanian itu kata Masganti, adalah solusi konkrit atas permasalahan umum yang dialami dibidang pertanian, yaitu keterbatasan tenaga kerja dan panjangnya rentang waktu yang dibutuhkan saat masa tanam dan panen.

“Alat ini jadi solusi, kita tahu ada tiga fase krisis tenaga kerja dalam usaha tanam padi, yaitu saat mengolah tanah, menanam, dan panen, lebih-lebih kalau panen dilakukan bersamaan. Untuk satu bidang lahan saja bisa makan waktu 28 hari dengan cara manual. Dengan alat ini tuntas dalam 6 jam saja” terang Profesor Riset Pertama Alumnus Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa ini. Tak hanya itu, kata dia gabah hasil panen juga lebih bersih, langsung dikarungin tak perlu pilah-pilih lagi, kata petani harganya jadi naik sekitar 50 rupiah.

Jenis padi yang dipanen lanjut Masganti, tergolong vaerietas Logawa dan Inpari 30 yang ditanam pada aksi cetak sawah baru tahun 2010 silam. “Hasil panen varietas ini, didukung efesiensi mesin panen Combine Harvester, bila dihitung dari hasil ubinan bisa menghasilkan 6,7 ton gabah per hektar” jelasnya.

Sungai Mandau, disebut kawasan yang digadang-gadangkan sebagai lumbung padi ‘negeri istana’ dimasa depan. Lantaran data Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Siak menyebutkan kecamatan ini masih punya 4.404 Ha lahan potensi pertanian pangan berkelanjutan lagi yang masih bisa dikembangkan. Rencananya, BPTP Riau juga akan membangun Taman Teknologi Pertanian dikawasan ini.
Baca selengkapnya

Kamis, 25 Februari 2016

Syamsuar Tertarik Karya Josaphat


Syamsuar Tertarik Karya Josaphat

Ada suasana berbeda di Lantai III Gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Riau, Jumat pagi (26/02/16). Bupati Siak Syamsuar bersama beberapa pemangku kepentingan lain berkumpul disana sempena Focus Group Discussion UIR. Diantara yang hadir bersama Syamsuar adalah Rektor UIR Detri Karya, utusan sejumlah instansi terkait Pemerintah Provinsi Riau, perwakilan PT Chevron Pasific, sejumlah guru besar dan dosen lintas keilmuan dari kampus UIR.

Profesor Josaphat Tetuko Sri Sumantyo Phd, ilmuwan dunia asal Indonesia yang jadi pusat perhatian seisi ruangan, tengah serius bercerita tentang penemuan sistem radar yang dikembangkannya di Joshapat Microwave Remote Sensing Laboratory, sebagai pusat riset remote sensing di Chiba University Jepang.

Temuan Josaphat ini tak tanggung-tanggung, menyangkut hajat hidup orang banyak. Pesawat tanpa awak terbesar di Asia bikinan dia yang dipadukan dengan sistem rasdar canggih, bisa di pakai untuk banyak kegunaan.

"Sistem radar remote sensing yang kita kembangkan bisa memprediksi kejadian gempa dan tanah longsor, pemetaan tanah gambut, pemetaan potensi sumber daya alam, pemantauan karlahut dan lain-lain" jelas guru besar teknologi geologi Jepang ini.

"Ada lima model satelit berkinerja akurat, misalnya untuk dapatkan info pergeseran tanah tiap jam atau setidaknya dua kali sehari yang bisa menolong nyawa banyak manusia" jelas Josaphat.

Dia juga bilang, informasi data satelit ini, Pemerintah Daerah sebagai user bisa bertindak lebih cepat menangani bencana, karena 5 hari sebelum terjadi sudah bisa diketahui untuk dilaksanakan evakuasi. "Dalam satu tahun, pergerakan tanah satu milimeter pun bisa kita deteksi" imbuhnya.

Bupati Syamsuar yang diundang hadir tampak antusias. Dukungan pun mengalir dari orang nomor satu negeri istana ini. "Saya bangga karena Karya Prof Josaphat ini luar biasa dan banyak sekali manfaatnya, misalnya untuk mengetahui perkiraan akurat berapa perkiraan cadangan minyak bumi yang dimiliki daerah, ini erat kaitannya dengan peluang investasi" terang Syamsuar buka suara.

Selain itu kata dia, dengan alat ini pemetaan lahan gambut akan lebih mudah, sehingga kebijakan yang akan diberlakukan Pemda tepat guna dan tepat sasaran. "Kan tidak harus semua masyarakat menanam sawit, mengingat lahan gambut kita kedalannya bisa lebih dari 20 meter. Kaitannya deteksi titik karlahut" terang dia.

Ditegaskan Syamsuar, Pemerintah Kabupaten Siak yang telah menjalin kemitraan dengan UIR mendukung penuh kerjasama UIR dan Chiba University Jepang berkenaan alih teknologi dan terapan remote sensing ini.

"Ini tentu sangat dibutuhkan Pemkab ini. Khusus tentang karlahut, kita juga butuh teknologi baru yang dapat membantu Pemda deteksi dini dan pencegahan karlahut yang lebih akurat. Tentu UIR dan Chiba sudah siap membantu untuk ini" tutup pria tiga anak ini.



Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system