Tampilkan postingan dengan label lalulintas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lalulintas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2016

Inovasi Siak Menuju Peringkat 35 Besar Nasional



Sempena kegiatan Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Surabaya, Bupati Siak Syamsuar Terima Anugerah TOP 99 Inovasi Publik Nasional Tahun 2016 dari Menteri PAN RB Yudhi Chrisnandi.

SURABAYA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), resmi menerbitkan Surat Keputusan No. 51/2016, tentang penetapan 99 inovasi pelayanan publik terbaik, hasil penilaian dari 2.476 inovasi usulan peserta kompetisi inovasi pelayanan publik 2016.

Dari kumpulan 99 inovasi itu, terpilih 11 inovasi milik lembaga kementerian, 5 lembaga negara, 5 BUMN, 25 Provinsi, 13 Pemerintah Kota, dan 40 Kabupaten yang memiliki bobot penilaian terbaik. Termasuk diantaranya inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ yang digagas Dinas Bina Marga (BMP) Kabupaten Siak, setelah melalui tahapan Pekan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Ini kali kedua Kabupaten Siak jadi wakil Riau mengikuti penilaian ini. Tahun lalu, Sistem Perizinan Online dan Tracking System (SPOTS) Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Siak juga masuk 40 besar”, kata Bupati Siak Syamsuar, saat menghadiri Anugerah TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik di gedung Jatim Expo Kamis pagi (31/03).

Atas prestasi itu, orang nomor satu Kabupaten Siak ini juga berharap inovasi ini dapat terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Dari 1077 inovasi yang diusulkan kabupaten se-Indonesia, Alhamdulillah kita sudah tembus 40 besar untuk kategori Kabupaten, secara keseluruhan kita sudah masuk TOP 99 yang dapat penghargaan. Tapi yang jelas Inovasi ini outputnya kemudahan dan kenyamanan kepada masyarakat, tahun lalu juga begitu, tapi dalam hal kemudahan perizinan” jelas Syamsuar.

Nantinya, 99 inovasi terbaik ini, akan diseleksi kembali untuk menjadi 35 besar. "kalau sudah masuk 35 besar, nanti akan diumumkan sewaktu pelaksanaan Musrenbangnas mendatang, dan penghargaannya diserahkan langsung oleh Presiden Jokowi " sebut Syamsuar. 



Kedepan, Syamsuar juga menghimbau masyarakat luas agar dapat berpartisipasi aktif dengan melaporkan kerusakan jalan kabupaten yang ditemui untuk meminimalisir resiko kecelakaan maupun tingkat kerusakan kendaraan. “Ini berkaitan kenyamanan dijalan raya, apabila ada kerusakan jalan-jalan kabupaten, masyarakat bisa SMS melalui call center atau website, bisa langsung ditangani dinas BMP, biar jalannya jadi bagus” harapnya.

Syamsuar juga bercerita kalau inovasi ini sebenarnya sudah lama diterapkan di Kabupaten Siak. Namun berdasarkan arahan KemenPANRB yang mengharuskan tiap-tiap daerah mengajukan usulan program terobosan baru yang bermanfaat luas bagi masyarakat, tahun ini inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ baru diusulkan untuk dinilai. “Tahun depan, bakal adalagi inovasi yang akan digagas, tapi karena ada aturan-aturan yang mengikat, terkait persyaratan dan penilaian, nanti akan kita usulkan secara bertahap“ ungkap mantan Kepala Inspektorat Provinsi Riau ini.

Sementara itu Irving Kahar, Kepala Dinas BMP Kabupaten Siak, menceritakan dari mana ia dan tim mendapatkan ide untuk membuat inovasi ini. Kata dia, kondisi struktur tanah di Kabupaten Siak yang sebagian besarnya gambut, membuat Dinas BMP harus putar otak mengatasi kerusakan jalan yang seringkali muncul karena kendaraan angkutan industri dan perkebunan bertonase berat melintas setiap hari.

“Banyak yang menyumpah saya karena jalan berlubang, daripada merasa bersalah terus, akhirnya saya berfikir mencari jalan keluar bagaimana agar jalan berlubang bisa ditutup secepatnya’ kata dia.

Prosesnya kata Irving, pekerjaan dilaksanakan secara swakelola. Sebab dengan sistem kontrak, pengerjaan tidak akan bisa dilakukan dengan cepat. “Lelang itu saja prosesnya sudah makan waktu hingga 45 hari, sementara masyarakat ndak mau tau, yang penting jalan harus selalu bagus” ungkapnya.

Alhasil lanjut Irving, ‘Reaksi Perbaikan Jalan Rusak’ ini sudah berjalan sejak 2012 lalu. Ini pulalah yang disebut Ketua Harian Pengkab ISSI Siak ini menjadi salah satu faktor kunci perhelatan Tour de Siak tiga kali sukses digelar.

“Sejak pelaksanaan PON cabang Olahraga Balap Sepeda yang lalu, jalan di Siak sudah bagus, sayang kalau tak dirawat. Iven tahunan Tour de Siak yang selalu terlaksana tepat waktu jadi salah satu indikator, bahwa perawatan jalan harus kita laksanakan terus-menerus” sebutnya.

Senada dengan Bupati Syamsuar, sebenarnya Irving mengaku tak begitu ngotot inovasi ini harus sampai pada target berapa besar, namun ia melihat, visi dan misi pembangunan Kabupaten Siak untuk memberikan pelayanan publik terbaik di Riau tahun 2016, jauh lebih penting untuk terus dikembangkan. “Ini hanya salah satu upaya untuk mengukur, sejauh mana capaian kinerja kita mendukung mutu pelayanan publik” sebutnya.

Ia juga mengaku sebagaimana juga satuan-satuan kerja lain di Pemkab Siak, tim Dinas BMP tidak akan berhenti berinovasi. Sebut Irving, tahun depan ide yang digagas sudah beda lagi, ‘Merangkai Kampung Dengan Satu Jari’ namanya. “Dengan menggunakan teknologi informasi, kita akan bikin database jalan yang rusak di kampung-kampung. Saya dan tim sudah diskusi, bagaimana nanti kita ajukan lagi untuk diukur sebagai salah satu inovasi” tutupnya.

Kamis pagi (31/03), sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga negara, provinsi, serta kabupaten dan kota berbaur bersama 1600 orang undangan yang hadir, pada acara Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Jatim Expo (JX) Internasional Surabaya. Selain itu dilokasi yang sama, juga diadakan pameran gelar inovasi TOP 99 terbaik oleh lembaga dan daerah inovator.


Baca selengkapnya

Jumat, 18 Maret 2016

Agam Kini Bisa Berjalan Lagi.


Tekan lakalantas, Kampung Tualang dicanangkan jadi Desa Pelopor Keselamatan Berlalulintas.

TUALANG- Tangis Agam akhirnya pecah, sama sekali ia tak menyangka bisa berjalan lagi dengan dua kaki. Kapolres Siak AKBP Ino Haryanto SIK, disaksikan Bupati Siak Syamsuar, langsung menyarungkan kaki palsu buatan ke kaki kanan Agam. Dibimbing Kapolres dan Bupati, ia pun kini mulai bisa berjalan lagi.

Tentu pria bernama asli Isma Putra ini kembali optimis memandang hidupnya kedepan. Warga Kampung Tualang ini adalah salah satu korban kecelakaan lalulintas di Kabupaten Siak. Cerita naas itu terjadi tahun 2012 lalu saat Agam mengemudikan mobilnya dan mengalami kecelakaan parah, hingga kakinya terjepit dan patah. Agam lalu divonis dokter harus menjalani amputasi.

“Terimakasih Pak Kapolres dan Pak Bupati, semoga senantiasa panjang umur dan murah rezeki” kata warga Kampung Tualang ini terbata-bata dihadapan sejumlah orang penting dan masyarakat yang hadir, sempena acara Pencanangan Kampung Tualang sebagai Desa Pelopor Keselamatan Berlalulintas, Jumat Siang (18/03/16).

“Cukuplah saya sendiri yang mengalami semua ini, setelah ini hendaknya jangan ada lagi. Semoga kita semua bisa berhati-hati dijalanraya” kenang dia dia sesegukan. Sangking harunya, Bupati Siak Syamsuar yang berdiri disebelahnya, harus memandu Agam saat didaulat memberi sambutan.  

Tak hanya itu, ia bersama Kepala Kampung Tualang Jufrianto, dan beberapa warga lain juga didaulat sebagai pelopor keselamatan berlalulintas. Bupati Syamsuar, berkesempatan pula memasangkan kaos putih, sebagai simbol bagi para warga yang didaulat sebagai pelopor keselamatan di jalan raya itu.

Pencanangan Desa Pelopor Keselamatan Berlalulintas itu, adalah inovasi yang kesekian kalinya dilakukan jajaran Korps Bhayangkara di negeri istana. Sebelumnya, trik mobil samaran yang dipasang Satuan Lalulintas Polres Siak di beberapa titik rawan lintas Siak Sri Indrapura-Pekanbaru, sukses menekan angka kecelakaan dari peringkat kedua di tahun 2015, menjadi peringkat kelima hingga Maret 2016 ini.

Kondisi ini diapresiasi Syamsuar, orang nomor satu di ‘Negeri Istana’ itu senang, besarnya resiko dijalan raya itu akhirnya bisa ditekan. Kedepan, Datuk Setia Amanah ini juga ingin diseluruh Kabupaten Siak bisa mencontoh inovasi yang diterapkan di Tualang.

“Semoga program ini nantinya bisa ada di seluruh kecamatan. Biar nanti bisa juga jadi percontohan bagi daerah lain di Riau yang ingin tahu suasana yang benar-benar tertib dalam berlalulintas. Bisa jadi nanti orang juga berwisata tematik kesini” beber Syamsuar saat memberi sambutan.

Tak hanya itu, Syamsuar juga berpesan agar semua pihak turut aktif menjaga jalan agar tak cepat rusak dan memanfaatkan jalan sesuai peruntukannya “ Kita akan kerjasama dengan Polres, supaya mobil angkutan barang kelebihan tonase bisa didenda, akan dibuatkan perdanya. Anak-anak muda juga saya himbau jangan kebut-kebutan dijalan, bahaya” pungkas Syamsuar.
Baca selengkapnya

Senin, 14 Maret 2016

Kemenhub Puji Taman Lalulintas Siak


Sejumlah kelengkapan baru bakal dibangun oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Taman Lalulintas itu.
 
Siak – Taman Lalu Lintas yang berdekatan dengan komplek perkantoran Tanjung Agung Siak Sri Indrapura itu kedatangan tamu istimewa, kemarin (14/3); Kasubdit Promosi dan Kemitraan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Firdaus Rasyid.
 
Satu persatu rambu-rambu yang ada di taman seluas sekitar setengah hektar itu dia tengok. sesekali dia nampak manggut-manggut. “Kami sangat mengapresiasi Pemkab Siak yang sudah membikin taman sebagus ini. Lantaran ini pula kami datang ke sini. Melihat apa-apa saja yang sebaiknya diperbaiki dan apa yang bakal ditambah untuk melengkapi fasilitas yang ada di sini,” katanya usai menengok rambu-rambu lalulintas yang ada di taman itu.

Kementerian Perhubungan kata Firdaus sudah menyiapkan duit untuk membangun sejumlah fasilitas untuk melengkapi pengembangan taman lalulintas tadi. Ada miniatur jalur kereta api dan pelabuhan yang bakal dibikin. Kawasan tempat bersepada juga ada. Termasuk pedestrian untuk kaum difabel --- orang yang memiliki keterbatasan diri.
 
Biar pembangunannya tuntas tahun ini, Firdaus minta supaya Pemkab Siak segera menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) nya. “Hanya saja kita minta supaya kawasan ini disebut sebagai Taman Edukasi Lalulintas. Bukan lagi taman lalulintas. Sebab ilmu banyak di sini,” pintanya.
 
Jadi kata Firdaus, yang tadinya orang yang datang ke taman itu hanya bermain, nanti sudah tidak lagi. Tapi datang untuk belajar rambu-rambu lalulintas. “Makanya nanti tiap rambu dikasi penjelasan. Taman ini sangat penting jadi bekal bagi anak-anak untuk patuh berlalulintas di jalan raya,” katanya.
 
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system