Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2016

Riau Trailrun Race 2016 berlangsung Sukses

Ajang lomba lari Riau Trailrun Race 2016 berlangsung meriah dengan beragam atraksi. Iven yang ditaja komunitas Trail Runner Pekanbaru di Taman Hutan Rakyat Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), Minggu pagi (20/11/16) itu turut dihadiri Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman dan Wabup Siak Alfedri. Gubernur dan Wabup, berkesempatan melepas para peserta di garis finish dengan dua kategori, masing-masing 10 dan 21 kilometer.

Sebelum dilepas, peserta lomba kategori 10 kilometer asal Malaysia Sharrin Sidek, mendapatkan kehormatan pengalungan rangkaian bunga oleh Robinson dan Ngatini, dua gajah terlatih asal Pusat Pelatihan Gajah Riau yang berlokasi di Tahura SSH itu.

Gubri Andi Rahman dan Wabup Alfedri tampak sempat bercengkrama dengan peserta dari negeri Jiran itu. “Besok kalau ada iven ini lagi, datang lagi ya” kata Gubri. Sedangkan Wagub Alfedri sempat menanyakan kota asal Shahrin, “Malaysianya dari kota mana?” tanya Alfedri. Kepada Wabup, Shahrin lalu menjelaskan ia sengaja datang dari Kuala Lumpur untuk mengikuti perlombaan unik ini. Selain Shahrin, sejumlah peserta berkewarganegaraan asing lain juga mengikuti ajang lomba lari lintas alam ini, diantaranya dari Kenya,New Zealand, Malaysia, dan Australia.

Tepat pukul 07.00 Wib, selepas Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, 50 orang peserta kategori lomba 21 km dilepas perdana oleh Gubri Andi Rahman. “Terimakasih atas partisipasi peserta semuanya, jangan lupa bulan depan ada iven marathon 10 K di Siak Sri Indrapura. Jangan lupa hadir ya, kalau kesulitan kendaraan beritahu saya, nanti disiapkan bus dari Pemprov” sebut Andi yang disambut gemuruh tepuk tangan peserta.

Beberapa waktu kemudian, giliran Wabup Alfedri melepas ratusan peserta kategori 10 km digaris start. Sebelumnya, peserta sempat dihibur atraksi pencak silat dari perguruan Perisai Diri, dan atraksi gajah.

Setelah lebih kurang dua jam berlari, akhirnya satu-persatu peserta tiba di garis finish. Samson Karega Kamau berhasil finish perdana dengan meninggalkan jauh peserta kategori 21 km lainnya. Barulah sekitar 15 menit kemudian, M.Rozi dan Masri finish dengan posisi masing-masing di urutan 2 dan 3.

“Ini kali pertama saya ke Indonesia dan kegiatan ini jadi iven pertama saya setelah tiba dua minggu yang lalu. Saya sempat belajar bahasa Indonesia dari smartphone, dan kebetulan tahu ada iven ini dari situs internet. Setelah ini saya akan ke Surabaya untuk mengikuti iven yang sama” terang lelaki 24 tahun ini.

Dari pantauan, meskipun hujan sempat turun cukup deras hampir disepanjang perlombaan, para peserta tampak sangat antusias dan gembira mengikuti perlombaan. Beberapa diantara mereka bahkan sengaja melakukan selebrasi bersama rekan saat tiba digaris finish. Masing-masing peserta, larut dalam kegembiraan dan selebrasi bergaya unik.

Diakhir kegiatan, Wabup Alfedri dan Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Siak Dr.Toni menyerahkan hadiah secara simbolis pada para pemenang. Dikategori wanita 21 km, Tiana Daulay, Meri Deslima dan Reflesia Novlina berhasil meraih tiga besar. Sementara dikategori 10 km, dua pelajar dari Kabupaten Siak atas nama Zidane asal Sabak Auh dan Radius Aruan asal Suak Lanjut berhasil meraih peringkat satu dan dua.
Baca selengkapnya

Jumat, 18 November 2016

Siak Optimis bisa jadi Kota Pusaka

Bupati Siak Syamsuar optimis bisa menjadikan daerah setempat masuk dalam kategori kota pusaka dunia karena memiliki cagar budaya dan peninggalan sejarah yang ada terpelihara dengan baik.
"Saat ini kami sudah masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Jadi ada organisasi yang menghimpun semua daerah yang memiliki nilai sejarah," kata Bupati Siak Syamsuar usai menyambut rombongan Roadshow Pekansikawan, Jumat (18/11) di ruang Sri Indrapura.

Dia mengatakan, Siak memiliki peninggalan-peninggalan sejarah seperti pada masa penjajahan Belanda dan punya Istana Siak, dan beberapa peninggalan lainnya yang dijadikan sebagai cagar budaya.
"Kedepan ini kami akan berupaya menjadikan Siak sebagai kota pusaka dunia. Itulah yang akan mempunyai nilai jual dalam rangka meningkatkan pariwisata Siak," ucapnya.

Dia berharap program Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan (Pekansikawan) mampu membuat pariwisata kabupaten Siak semakin terangkat dan jadi sektor unggulan. 

"Harapan kami melalui Pekansikawan, potensi inilah kami harapkan bisa menjadi panduan kerjasamakan terutama dibidang pariwisata," katanya lagi.

Lebih lanjut dia katakan, jika berbicara soal pariwisata berarti terkait dengan infrastruktur, perhubungan, listrik, air bersih, serta yang lainnya sebagai sarana dan prasana pendukung untuk menjadikan industri wisata jadi andalan Riau.

"Bagaiamanapun caranya, jika pariwisata tidak didukung oleh infrastruktur maka tidak akan berkembang. Apapun itu potensi yang ada di daerah jika tidak ada dukungan infrastruktur maka orang tidak akan mau datang berkunjung. Itulah yang akan kami kembangkan disini,"paparnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Siak masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia pada Seminar Internasional dan Rapat Kerja Nasional JKPI V di Kota Banda Aceh, tanggal 10 Mei 2016 lalu. Menjadi daerah urutan ke-54 dari 58 kabupaten/kota yang tergabung.

Masih kata Syamsuar, masuknya kabupaten Siak dalam JKPI akan memberikan peluang strategis pada daerah setempat untuk diakui oleh UNESCO sebagai salah satu kota warisan dunia melalui dukungan pemerintah Indonesia.
Baca selengkapnya

Senin, 14 November 2016

Siap-siap, Ada Riau Trailrun Race di Tahura

Sekitar 600 pelari akan adu cepat di lintasan alam Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), di Minas Minggu 20 November mendatang. Peserta yang datang dari 6 negara ini akan menjajal areal yang terkenal sebagai pusat pelatihan gajah Provinsi Riau, dalam iven Riautrailrun Race (RTR) yang ditaja komunitas Trailrunner Pekanbaru bersama Pemkab Siak.

Rencananya, perlombaan yang melibatkan pelari dari beragam latarbelakang profesi itu dibagi menjadi dua kategori. Kategori 10 Kilometer akan melibatkan 300 pelajar dan 250 peserta umum, sementara kategori 21 Kilometer akan melibatkan 50 peserta dari Indonesia, Kenya, Malaysia, Australia, dan New Zealand.

“Kita ingin turut memperkenalkan Tahura SSH sebagai salah satu ecotourism, sebagai salah satu kekayaan Riau yang masih amat terjaga” kata Erick, penanggungjawab iven saat gelar ekspos bersama Pemkab Siak.

“Sebelumnya, kita sudah pernah laksanakan iven serupa di Danau Buatan Limbungan, tapi dengan skala iven baru sekitaran kota. Kali ini kita surprise karena animo peserta luar biasa bahkan sampai kemancanegara” ujar dokter yang hobi berlari ini.

Erick menjelaskan, target peserta yang dipasang panitia hanya berkisar 500 peserta, namun hingga jelang penutupan registrasi, panitia terpaksa menambah kuota untuk mengakomodir minat pendaftar.

Sementara itu Bupati Siak Syamsuar, mengaku senang dengan pelaksanaan iven unik ini. Orang nomor satu Negeri Istana ini bahkan berancang-ancang untuk menjadikan iven ini sebagai ikon baru sporttourism di Kabupaten Siak.

“Karena ini pertama kali, kita harus memberikan yang terbaik bagi peserta. Kita ingin jadikan iven ini ikon baru Riau. Kita juga akan promosikan hingga Melaka karena kita ada hubungan kerjasama promosi wisata, supaya kedepan makin banyak peserta mancanegara ikut serta” terang Syamsuar saat memimpin rapat persiapan RTR di Siak Sri Indrapura (14/11/16). Turut hadir dalam rapat itu panitia RTR, Kabag Ops Polres Siak, serta sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Siak.

Lomba lari akan dimulai tepat pukul 07.00 Wib, dengan pelepasan rombongan pelari 10 km terlebih dahulu. Selisih satu jam setelahnya, puluhan pelari profesional yang akan bertanding di kategori 21 km akan menyusul dari garis start.

Selain mengikuti lomba lari, peserta juga akan dihibur dengan atraksi gajah binaan Pusat Pelatihan Gajah Riau di Tahura SSH. Sensasi berlari di alam hutan asri yang menantang, dipadu daya tarik kesenian daerah yang akan ditampilkan, ternyata mampu menarik minat peserta hingga ke mancanegara untuk ikut serta dalam lomba trailrun ini.
Baca selengkapnya

Minggu, 13 November 2016

Syamsuar Sambut Kunjungan DMDI

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi Sambut kedatangan Rombongan Delegasi DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam) di Rumah kediaman  Bupati siak  nya Minggu 13 November 2016.
Sebanyak 8 orang dari Rombongan Delegasi DMDI Malaka berkunjung ke Kabupaten Siak. Kehadiran dari Rombongan tersebut disambut langsung oleh Bu
pati Siak Drs H Syamsuar,MS,i yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah,Kadisparpora Hendrisan,Kepala Dinas Perindag Wan Bukhari.tujuan dari kedatangan rombongan Delegasi DMDI Malaka  tersebut sebagai Upaya menjalin serta untuk mempererat tali silaturahmi serta untuk menjalin kerja sama dibidang pariwisata antara Malaka dan Siak.


"Dengan tujuan untuk mempromosikan siak di Malaysia terutama dalam masukan kami nanti nya akan kami buat seperti promosi 1 hari siak yang khusus mempromosikan wisata siak dimalaka.jadi dalam 14 hari kami khusus kan 1 hari setiap bulan nya.hal itu yang disampaikan Tuan Nazary Ahmad selaku ketua Kabiro Kepariwisataan Dunia Melayu Dunia Islam Malaka(DMDI)

"Kita telah dipercayakan oleh Mentri kerajaan malaka untuk mempromosikan wisata malaka,terutama wisata air.
Yang jelas nya kita akan menghubungkan antara siak dan malaka yang terdiri dari dua negara terutama bagi para Wisatawan dengan tujuan untuk memakmurkan ekonomi rakyat,seperti hal nya mempromosikan makanan daerah siak jelas.

"Insyaallah kalau siak mempunyai Potensi Wisata,tentunya kami kan siap membantu untuk mempromosikannya"kata Nazary Ahmad".
 

Dikemukakan juga oleh Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi mengatakan,kami mengharapkan kedepan adanya kerja sama dengan malaka yang jelas dampak nya bisa di rasakan oleh masyarakat.tentu nya kami juga harus banyak belajar dari malaka terutama dalam hal Pariwisata.apa lagi orang Riau paling banyak ke malaka,sebut Dia.
Selain itu,beliau juga menjelaskan,Pemerintah Indonesia khusus nya Kabupaten Siak, juga membuka  Promosi kerja sama seperti Pariwisata.apa lagi seperti malaka lebih berkembang pesat dalam menarik minat wisatawan,tandas nya.

Diakhir acara Bupati Syamsuar yang di dampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H T.Said Hamzah,Kadisparpora Hedrisan,Kadisperindag Wan Bukhari menyerahkan cindera mata kepada Tuan Nazary Ahmad.
Baca selengkapnya

Rabu, 09 November 2016

Waw, kedepannya TDSi akan melibatkan 10 Kabupaten/Kota

Bupati Siak Syamsuar menandatangani MoU   terkait pengembangan Tour de Siak, Destinasi dan Iven-iven Pariwisata di ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau, Rabu (8/11).

Selain Bupati Siak, sebanyak 10 Bupati/Walikota se Riau turut serta menandatangani Nota Kesepahaman Bersama antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Riau tentang Pengembangan Tour de Siak, Destinasi dan Even-even Pariwisata.

Diawal sambutannya Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menuturkan bahwa yang menjadi perbincangan kita kali ini adalah bagaimana caranya kita bisa mensinergikan potensi pariwisata kita.
Melihat Potensi Pariwisata yang ada di Provinsi Riau diperlukan strategi Pengembangan wisata untuk lebih megenalkan Provinsi Riau baik ditingkat Nasional maupun Internasional, tambahnya.

Ia menambahkan bahwa jika ada Kabupaten/Kota yang mempunyai beberapa Ivent besar baik itu Bidang Olahraga, Agama maupun Kesenian yang di selenggarakan setiap tahunnya agar bisa di sinergikan, seperti Tour de Siak, Karena berpayungkan masyarakat ekonomi asean. Kedepan kita upayakan Tour de Siak menambah rute sampai 10 Kabupaten/kota, agar menarik peserta lebih banyak lagi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fahmizal mengatakan kami mengharapkan kerjasama dari Kabupaten/kota untuk bisa meningkatkan Pariwisata yang ada di daerahnya masing-masing.
Ia menerangkan pernambahan rute Tour de Siak, pihaknya sudah berjumpa langsung dengan perwakilan Malaka. Ternyata pihak Malaka memberikan respon positif terhadap rencana ini.

Senada dengan itu Bupati Siak Syamsuar menyampaikan beberapa usulan. Pertama, ia mengharapkan keterlibatan setiap daerah untuk Iven Tour de Siak yang akan berlangsung di daerah mereka. Kedua untuk jadwal iven yang akan berlangsung agar disesuaikan dan ditetapkan tanggalnya karena daerah lain ingin ikut berparstisipasi.

“kedepan kami juga sudah merencanakan akan menggelar lomba sampan tingkat Nasional, nantinya akan disesuaikan dengan pacu jalur dari kuansing, kata Syamsuar.
Setelah dari Kuansing mereka tidak payah pulang dan bisa langsung ke Siak. ini merupakan salah satu cara untuk menarik wisatawan agar betah di daerah kita, jelasnya.

Syamsuar menambahkan agar kita (pemprov Riau) bekerjasama dengan Agen Perjalanan Tour and Travel, karena nantinya mereka akan membantu kita untuk mempromosikan Pariwisata yang ada di daerah kita," pungkasnya.

Selain Kabupaten Siak, pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Daerah dari Pekanbaru, Kuansing, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Pelelawan, Inhu, Bengkalis.
Baca selengkapnya

Jumat, 04 November 2016

Festival HAKI di Riau, Siak siap ikut berpartisipasi

Bupati Siak Syamsuar di dampingi Kepala Inspektorat Kabupaten Siak Faly Wurendarasto menghadiri pertemuan terkait Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Rembug Integritas Nasional (RIN) dan rangkaian festival Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2016 bertempat di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Jumat (04/11/16).

Hadir dalam pertemuan tersebut Gubernur Riau Arsyajuliandi, Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Riau Arlisman agus, Ketua DPRD Provinsi Riau, Bupati dan Walikota se Provinsi Riau, Perwakilan KPK Bidang Pencegahan Anto Ikayadi, Forkompinda, BUMN, BUMD, serta pejabat terkait lainnya.

"Yang penting bagimana menyukseskan kedua iven yang akan dilaksanakan sekaligus di pekanbaru ini. Dan ini merupakan hasil rapat terakhir kami dengan pimpinan KPK dengan mempresentasikan persiapan-persiapan yang ada sekaligus di harapkan presiden untuk melounching aplikasi yg di persiapkan oleh kpk dan juga akan langsung di integrasikan di dalam 34 provinsi serta juga akan diberlakukan secara nasional" kata gubernur di awal sambutannya.

"Tidak hanya itu, Kpk juga akan mendirikan pendidikan anti korupsi, dan ini bukan hanya untuk Pemerintah melainkan juga masyarakat, dan Sebetulnya juga dengan acara HAKI ini kpk sudah memulai mengajak masyarakat mendidik komunitas untuk bagaimana mengelola acara ini dengan transparan dan mencegah anti korupsi" lanjutnya.

Sementara itu Anto menyampaikan, Pemilihan Riau bukan sesuatu yang negatif, melainkan Riau ditunjuk secara aklamasi dan demokrasi. "Riau memiliki banyak pesaing, namun pada akhirnya Riau lah yang terpilih menjadi tuan rumah, suatu kehebatan buat Riau dan dengan semangat itulah kami meyakini Riau akan menjadi lebih baik lagi. Dengan tagline yang sudah ditentukan oleh Gubernur Riau " Ayo riau bergerak untuk indonesia tangguh", kalau riau sudah bergerak maka pergerakan akan mengalir keseluruh penjuru nusantara".

"Ini merupakan kesempatan menunjukkan ke daerah dan lembaga lain bahwa riau sudah berubah dan menjadi lebih baik dari yang lalu. Pada saat kegiatan nanti ini bukan sekedar perayaan melainkan menjadi salah satu ikon wisata di riau dan akan menjadi pesta rakyat melayu yang ada di Riau" lanjutnya.

Ditambahkannya juga bahwa Provinsi Riau merupakan tuan rumah HAKI pertama yang berada di luar pulau Jawa, dan dengan ini kita akan menjadikan Provinsi Riau sebagai contoh positif untuk daerah lainnya dalam pencegahan Korupsi di Indonesia.

Acara Festival HAKI dan RIN akan diselenggarakan tanggal 7 – 10 Desember 2016. Kegiatan HAKI akan melibatkan masyarakat di 12 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau dan juga 33 Provinsi lainnya di Indonesia.

Secara garis besar kegiatannya antara lain Jalan Santai/Kirab, Ekspo dan bazar, Seminar, Jual-beli pantun dan syair, Pagelaran seni budaya, menulis surat (Siswa SD, SLTP dan SLTA ) kepada Gubernur/Presiden, Fotografi. Sementara RIN akan dilakukan dalam bentuk Deklarasi Riau dan Workshop Integritas Anggota DPRD Provinsi Riau.

Dijumpai seusai acara Syamsuar mengatakan bahwa hasil dari pertemuan ini akan disampaikan ke masyarakat Kabupaten Siak ,"Tentunya hasil dari pertemuan ini kita akan sampaikan kepada masyarakat Kabupaten Siak bahwa Riau menjadi tuan rumah untuk perayaan HAKI (Hari Anti Korupsi Internasional) 2016".

"Seperti yang dikatakan tadi bahwa ini merupakan iven besar dengan meliputi seluruh elemen masyarakat di 12 Kabupaten di Provinsi Riau dan 33 Provinsi lainnya, Kita menyambut baik perayaan iven ini dan kita siap ikut berpartisipasi serta meramaikan iven besar ini, dan tentunya kita akan berikan yang terbaik untuk capaian kesuksesan iven ini"pungkasnya.
Baca selengkapnya

Senin, 31 Oktober 2016

Dewan Bandaraya Kuala Lumpur Persatuan Mencegah Dadah malaysia (Pemadam) Kunjungi Kab Siak

Terkait dengan  peran serta pemerintah daerah dalam upaya pencegahan pemberantasan penyelahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di wilayah Kabupaten Siak, sebagaimana tujuan dari pertemuan kali ini, yaitu sebagai  pertukaran informasi terkait penanggulangan kejahatan narkotika dan zat adiktif di daerah.hal itu yang disampaikan Seretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah ketika menghadiri acara Audiensi dan Silaturahmi Dewan Bandaraya Kuala Lumpur Persatuan Mencegah Dadah malaysia(Pemadam) bertempat di Gedung Tengku Mahratu Senin 31 Oktober 2016.

Untuk Daerah Kabupaten Siak sendiri, secara geografis terletak pada lokasi yang amat strategis, yaitu berada pada jantung Provinsi Riau,letak Kabupaten Siak berdekatan dengan selat Melaka yang dikenal sebagai jalur lalu lintas terpadat didunia, yang menjadi growth triangle atau segitiga pertumbuhan tiga negara, Indonesia, Malaysia dan Singapura.untuk itu Kedudukan Badan Narkotika Kabupaten Siak, ialah sebagai lembaga non struktural yang berada dibawah koordinasi, sekaligus bertanggung jawab langsung kepada Bupati dan Walikota. Tugasnya antara lain mengkoordinir perangkat daerah dan instansi perintah daerah dalam rangka mengimplementasikan P4GN.

Dewan bandaraya Kuala lumpur H Zaharudin bin Datuk Basiron setia usaha kehormat pemadam kuala lumpur Persatuan Mencegah Dadah malaysia mengatakan kami hadir sebanyak42 orang rombongan dari Malaysia.tentunya kami mengucapkan terimakasih telah disambut begitu dikagumi terang nya.

Dikatakan oleh H Zaharudin,isu dadah yang di indonesia disebut sebagai Narkoba  ini adalah isu yang paling rumit,untuk itu hal yang kita lakukan  harus berupaya untuk bersama sama memberantas nya.pemadam rengkap wilayah merupakan suatu perkara serius guna memperkuatkan jiwa muda serta mempelajari daerah khusus nya daerah riau yang kami tuju.selain itu sebagai untuk menjalin hubungan kehasrmonisan serumpun melayu malaysia dan indonesia.

"Kami mengucapkan terimaksaih kepada Pemkab Siak,terutama kekaguman kami pada peninggalah sejarah,kami bersyukur bisa berada disini sesuai dengan program yang kami laksanakan,usai dari ini kami akan bertolak ke pekanbaru dengan tujuan yang sama untuk mencari langkah langkah sebagai upaya mencari serta memberantas isu isu dadah yang bisa merusak bangsa.terang nya".

Dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah menjelaskan secara singkat tentang sejarah kerajaan siak kepada rombongan yang hadir.apa lagi para rombongan telah mebyempatkan diri untuk singgah ke Istana Aserraya El Hasyimiah yang juga merupakan bukti peninggalan sejarah melayu siak.

Selain itu dikatakan oleh Drs H Tengku Said Hamzah,BNK juga berperan membentuk satuan tugas sesuai kebijakan operasional BNN yang terdiri atas untur perangkat daerah dan instansi daerah sesuai tugas, fungsi, dan wewenang masing-masing.

Beberapa fungsi Badan Narkotika Kabupaten Siak diantaranya, pengkoordinasian perangkat daerah dan instansi daerah, oengoperasian satgas, pelaksanaan pemutusan jaringan peredaran gelap narkoba, psikotripika, prekusir dan bahan adiktif lainnya melalui satgas, serta pengembangan sistem informasi sesuai kebijakan BNN.

Dijelas kan oleh nya,Dalam mengatasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kabupaten Siak, Pemerintah Daerah, Badan Narkotika Kabupaten dan jajarab Polres Siak terus melaksanakan berbagai upaya, baik bersifat refresif melalui penegakan tindakan hukum, maupun melalui upaya yang bersifat preventif melalui penyuluhan kepada masyarakat umum dan pelajar. Dalam strategi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba ini, jajaran kepolisian dan BNK telah menyelesaikan 48 kasus dengan 75 orang tersangka sepanjang tahun 2013, 49 kasus dengan 79 orang tersangka pada tahun 2014, dan 67 kasus dengan 111 orang tersangka pada tahun 2015.

faktor kerawanan wilayah yang dimanfaatkan oleh mafia dan gembong penyelelundup narkoba. Diantaranya kawasan ini memiliki jalur laut  dan darat yang rawan digunakan untuk menyelundupkan narkoba. Selain itu kawasan ini juga memiliki wilayah pesisir pantai yang luas, sehingga kerap dijadikan jalur tikus penyelundupan narkoba karena berdekatan dengan perairan internasional.

terdapat beberapa pintu yang biasa dipergunakan sebagai  jalur tikus penyelundupan narkoba di Provinsi Riau. Untuk jalur rawan shabu-shabu dan dan ekstasi, umumnya masuk lewat jalur bengkalis dan seterusnya ke Kebupaten Siak. Hal ini membuat Kabupaten Siak berada pada kategori kuning dengan status menengah, sehingga perlu segera diwaspadai agar jangan sampai terjadi peningkatan status.

Bagi pencandu dan pelaku penyalahgunaan narkoba, BNK, BNN dan Dinas Sosial juga melakukan upaya rehabilitasi dengan mengirimkan pecandu ke pusat rehabilitasi narkoba di Lido Bogor, maupun ke RSJ Tampan. dalam kurun tahun 2013-2015, 6 orang pecandu telah dikirim untuk menjalani rehabilitasi pungkas nya.

Diahir acara dilakukannya penyerahan cindera mata oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah Kepada H Zaharudin selaku ketua rombongan Pemadam.
Baca selengkapnya

Kamis, 27 Oktober 2016

Disambut Misnarni Syamsuar Saat Melancong ke Kota Istana, Rahayu Ingin Dirikan DPC APJI di Kabupaten Siak

Sebagai daerah tujuan wisata di Provinsi Riau, Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Rahayu Setiowati bersama rombongan mengunjungi Kota Istana, Siak Sri Indrapura, Kamis (27/10/2016).

Kedatangan rombongan APJI yang baru saja menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pekanbaru langsung disambut Ketua TP PKK Kabupaten Siak Misnarni Syamsuar di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Siak.

"Kami sangat menyambut baik dan berterima kasih atas kunjungan para tamu APJI, dengan kunjungan ini bisa melihat produk asli daerah kita dan produk yang kita miliki ini tentunya dapat pula dijadikan contoh untuk daerah lain," kata istri Bupati Siak ini

Sementara itu, Ketua Umum DPP APJI Rahayu Setiowati mengaku senang bisa sampai ke Kota Istana. Dia juga menjelaskan kegiatan yang baru saja dilaksanakan di Kota Pekanbaru, dimana mengemas 350 menu yang terbuat dari bahan sagu.

"Sagu ini kan bisa juga pengganti beras. Bagaimana kita mampu mengolah agar makanan dari sagu ini disukai masyarakat dan bisa juga kita promosikan di luar negeri," sebutnya

"Selain sagu, tentunya kita juga mencari makanan khas Riau lainnya yang bisa dipromosikan ke luar negeri. Saya optimis masih banyak menu makanan yang sangat menarik di Riau ini, khususnya di Siak," ujarnya.

Rahuyu berkeinginan, ke depan hendaknya mendirikan pengurus DPC APJI di Kabupaten Siak ini, sehingga produk-produk daerah dengan mudah dipromosikan.

"Saya ingin sekali ada DPC APJI di sini. Tentunya kita harapkan juga dukungan dari ibu Misnarni," ujarnya

Usai bersilaturahmi dengan istri Bupati, kemudian rombongan mengunjungi Istana Siak. Di sini, Rahayu begitu terkagum-kagum dengan peninggalan kerajaan Siak yang masih terjaga dengan baik. Misnarni pun menjelaskan setiap pertanyaan yang diberikan Rahayu berserta rombongan terkait peninggalan-peninggalan kerajaan yang berada di Istana Siak. 


Baca selengkapnya

Minggu, 23 Oktober 2016

Lomba Pacu Handtractor, hiburan bagi para petani

Sidik warga Kampung Buantan Lestari berhasil tampil terdepan dan membawa pulang piala bergilir penghulu Buantan Lestari. Tak hanya Sidik, peserta lainnya seperti Sirin dan Doni dari kampung yang sama pada posisi kedua dan tiga. Selain itu pada posisi ke empat diraih oleh Sadimun yang berasal dari kampung Kemuning Muda.

Hampir sama dengan pacu jawi di Sumbar, Pacu handtractor di kampung Buantan Lestari kecamatan Bungaraya menggunakan handtractor. Begitu bendera start diangkat para peserta berlarian menuju handtracktor masing-masing pada sebidang sawah yang berlumpur milik masyarakat.
 
Sebelumnya Bupati Siak Syamsuar setibanya dilokasi Minggu, (23/10) menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat atas kreativitas dan semangat gotong royong hingga suksesnya acara tersebut.
Bupati berharap agar para petani muda bisa dan handal menggunakan handtractor yang sudah diberikan oleh pemerintah, dengan begitu mereka bisa meningkatkan produksi pertanian. Kegiatan seperti ini menurut Syamsuar sangat baik sekali.
 
Nanti kedepannya kata Bupati, lomba pacu handtractor ini akan memperebutkan piala Bupati, agar pesertanya semakin bertambah dan sekaligus bisa mempromosikan wisata, jelas Syamsuar.
Mudah-mudahan lomba pacu handtractor ini tambah besar, dan pesertanya tidak hanya dari kabupaten Siak saja, dan masuk kedalam kalender pariwisata, harapnya.
 
Lomba ini dimulai dari tanggal 22 hingga 23 Oktober 2016 yang ditaja pihak Kampung Buantan Lestari sempena penyambutan petani untuk turun bersawah dan juga penyambutan tahun baru Islam 1438 Hijrah. Diikuti sebanyak 100 orang peserta yang terdiri dari petani dari Bungaraya, Sabak Auh, Sungai Apit dan kampung Teluk Lanus.
 
Ketua panitia Chadi mengatakan perlombaan pacu Handtraktor ini Merupakan kali perdana yang dilakukan serta kedepan menurutnya akan dimasukkan dalam agenda resmi masyarakat setempat.
"Kedepan Iven pacu Handtraktor akan terus kita taja disetiap tahunnya. Kegiatan pacu Handtraktor digelar guna membangun senergiritas masyarakat agar saling membangun kebersamaan," ujarnya, 
Peserta dibagi menjadi dua grup, yang akan dimulai dari penyisihan grup, Semi Final dan Final.
Bungaraya ini merupakan wilayah penghasil beras terbesar di Kabupaten Siak, setiap musim petani yang akan turun ke sawah untuk menanam padi akan diadakan berbagai acara sebagai bentuk kesiapan mereka dalam bercocok tanam.
 
Pada kesempatan itu Bupati Siak menyerahkan bantuan handtractor kepada petani. Bantuan itu diharapkan bisa membantu untuk meningkatkan produksi padi. Orang nomor satu di Kabupaten Siak itu berkesempatan meninjau kebun cabe milik masyarakat. Selain piala dan piagam para pemenang juga diberikan hadiah berupa uang tunai sebagai dana pembinaan. (hms)
Baca selengkapnya

Sabtu, 22 Oktober 2016

Akhirnya, Pebalap asal Indonesia Unjuk gigi di Etape ke IV TDSi 2016.

Tiga tim pebalap asal Indonesia berhasil menguasai podium pada etape IV Tour De Siak 2016 ini dengan rute "Siak City Circuit Race" sepanjang 87,28 kilometer, Sabtu (22/20).

Pada posisi pertama direbut oleh PGN Road Cycling Team asal Jakarta Selatan, Alvin Firlandi dengan nomor star 83 melaju di garis finish. Disusul tim tuan rumah BSP Siak, Zerry Riadi.

Peringkat tiga dikuasai tim BRCC Banyuwangi, Nur Arif Prayogo Dealton. Ketiga pebalap mencatat waktu bersamaan, dengan masing-masingnya 1 jam 55 menit 7 detik.

"Pada posisi 40 km menjelang finish tiga pebalap jawara mendahului dan berhasil memisahkan diri dari rombongan kecil," ujar Race Director Tour de Siak 2016 Erwin Anwar.

Kemudian disusul oleh tujuh pebalap dalam sebuah rombongan kecil. Tiga diantaranya pemain luar negeri, empatnya lagi pebalap dalam negeri, dengan waktu masing-masing 1 jam 55 menit 13 detik.

Pada etape IV yang menjadi hari terakhir balap sepeda Tour De Siak 2016 ini, 61 pebalap memutari kota Siak Sri Indrapura sebanyak lima putaran.

Reno Yudo Sansako tim Lombok Bike Community, Erik Andrianto dari PRB Pessel Bank Nagari, Abdul Gani tim KFC, dan Kevin Tutuarima asal CCC Team berhasil leading di intermediate sprint pertama pada putaran kedua.

Pada "intermediate sprint" kedua menuju putaran keempat giliran Nur Arif Prayogo Dealton dari BRC, Zerry Riyadi dari BSP Siak, dan Alvin Tutuarima dari CCC uang mengambil posisi tercepat.

Pebalap-pebalap asal Indonesia pada etape IV ini lebih aktif dalam melakukan pergerakan dengan kerjasama secara tim.

Sedangkan pebalap Indonesia terbaik pada etape IV ini adalah meraka yang berhasil merebut podium, yakni Alvin Firlandi, Zerry Riyadi dan Nur Arif Prayogo Dealton.

Tepat pada pukul 09.00 WIB, seluruh pebalap melakukan start, dilepas oleh Bupati Siak Syamsuar.

Pukul 10.55 WIB para pebalap yang tergabung dalam Tim PRB Pessel Bank Nagari, Lombok Bike Community, Custom Cycling Club, BSP Siak, PGN Road Cycling Team, KFC Cycling Team, BRCC Banyuwangi, United Bike Kencana, ACC, Lof Cycling Team Philippines, Vietnam National Team, dan Black Ink CCN Cycling Team finish di Raja Kecik atau depan RSUD Tengku Rafian Siak Sri Indrapura.

(Sumber : Arah.com)
Baca selengkapnya

Jumat, 21 Oktober 2016

Sudah tiga Etape, Pebalap Indonesia belum berhasil menjadi yang terbaik

Akhirnya ajang Balap sepeda Tour de siak 2016 sampai di Etape III yakni dengan rute Siak menuju Sungai Apit dan kembali lagi ke Siak sepanjang 115.45 Kilometer. 

Untuk etape ini, Bupati Siak Syamsuar berkesempatan langsung  melepas para pebalap pada kurang lebih pukul 13.45 Wib selepas Shalat Jum'at di depan Istana Siak, Jum'at (21/10/2016). 

Pada etape ketiga ini para pebalap melewati 2 jembatan yang juga merupakan Icon Kabupaten Siak yakni jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah dan jembatan Sultan Abdul Djalil Rachmad Syah, selain itu mereka akan disuguhkan dengan keindahan sawah yang terbentang luas di daerah Bungaraya.

Setelah melintasi berbagai rintangan sepanjang 115.45 Kilometer, akhirnya para pebalap tiba di Siak pada pukul 16.00 Wib dan keluar sebagai pemenang Dengan No punggung 32 Thanh Tam Nguyen Negara Vietnam dari Team Vietnam National Team, dengan Waktu Tempuh 02 Jam 40 Menit 30 detik. Sedangkan diurutan ke Dua di peroleh pebalap No punggung 12 Chen Chien-Liang asal Negara Taiwan dari Tim ACT Action Cycling Team dengan Waktu Tempuh 02 Jam 40 Menit 30 Detik, dan pada urutan Ke Tiga dari Negara Malaysia dengan No Punggung 41 Arsyaf Naim Bin Ling dari Tim SEL Selangor Malaysia dengan waktu tempuh 02 jam 40 menit 30 detik.
Baca selengkapnya

Kamis, 20 Oktober 2016

Pebalap Vietnam Kembali Kuasai Etape II TDSi 2016

Pebalap asal Vietnam National Team kembali merebut podium di Tour de Siak 2016 pada etape II yang menempuh rute dari depan istana Siak Sri Indrapura menuju Perawang sepanjang 182,12 kilometer, Kamis, 20 Oktober 2106.

Jika sebelumnya di etape I Thanh Dien Tran, kali ini Duc Tam Trinh asal Vietnam nomor start 31 keluar sebagai pemenang. Disusul pebalap CNN Cycling Team asal Singapura, Lewis Fellas.

Pada posisi ketiga kembali diisi pebalap KFC Cycling Team dari Jakarta, Selamat Juangga. "Ketiga pebalap itu menempel sangat ketat sejak 10 km menuju garis finish hingga mencatat waktu yang sama," ujar Race Director Tour de Siak 2016 Erwin Anwar.

Mereka memisahkan diri dari rombongan pebalap lain sebelum 10 km menuju finish dengan torehan waktu yang sama yakni 4 jam 17 menit 53 detik.

Aiman Cahyadi asal PGN Road Cycling Team, Hari Fitrianto dari CNN Cycling Team, Ryan Ariehan asal CCC Team dan Muhamad Nur Fathoni berhasil leading di intermediate sprint pertama di kilometer 94,14 Perawang.

Pada "intermediate sprint" kedua di kilometer 147, giliran Aiman Cahyadi dari PGN Road Cycling Team, Heksa Priya Prasetya asal CCC, disusul M. Imam Arifin asal Tim KFC Jakarta.

"Dari star hingga 30 km pertama semua pebalap memilih santai tidak ada pergerakan, kemudian tim PGN, CCN dan CCC mendahului dan meninggalkan rombongan," kata Erwin.

Memasuki Jembatan Sultan Syarif Hasyim di Perawang dengan panjang 1.474 meter, 17 pembalap saling beriringan, kemudian memisah dari rombongan pada saat keluar dari jembatan.

Sementara itu tiga orang pebalap asal Indonesia terbaik pada etape II ini adalah Selamat Juangga, Aiman Cahyadi, dan Ryan Ariehan.

Tepat pada pukul 09.00 WIB, seluruh pebalap melakukan start, dilepas oleh Kapolres Siak AKBP Restika P Nainggolan

Pukul 13.30 Wib, para pebalap yang tergabung dalam Tim PRB Pessel Bank Nagari, Lombok Bike Community, Custom Cycling Club, BSP Siak, PGN Road Cycling Team, KFC Cycling Team, BRCC Banyuwangi, United Bike Kencana, ACC, Lof Cycling Team Philippines, Vietnam National Team, dan Black Ink CCN Cycling Team finish di Raja Kecik atau depan RSUD Tengku Rafian Siak Sri Indrapura.
(sumber : Tempo.co)
Baca selengkapnya

Rabu, 19 Oktober 2016

Pebalap Vietnam Rajai Etape Pertama.


Pebalap Indonesia asal Surakarta, Muhammad Imam Arifin, menyelamatkan muka Indonesia di etape I Tour de Siak, Rabu (19/10), di Siak Sri Indrapuri, Riau. Imam menjadi wakil Indonesia di podium juara dengan menempati posisi ketiga. Sementara posisi pertama direbut pebalap Vietnam, Thanh Dien Tran, dengan waktu 3 jam 25 menit 2 detik.
 
Para pebalap Tour de Siak 2016 di etape pertama, Rabu (19/10), harus enam kali melintasi jembatan Siak yang merupakan salah satu infrastruktur penanda Kota Siak. Meski lintasan yang harus dilalui relatif datar, para pebalap harus menghadapi tantangan udara yang cukup panas dan lembab. Tak heran, jarak Siak-Simpang Dayun-Siak sepanjang 154,18 kilometer yang harus dilalui terasa melelahkan.


Imam yang tergabung di KFC Cycling Team hanya terpaut 4 detik dari pebalap Vietnam itu dan masuk bersamaan dengan pebalap Taiwan, Ping Hsu Hsuang, yang menempati posisi kedua. Pada 500 meter terakhir menjelang finis, Imam beradu sprint dengan pebalap Taiwan itu, tetapi kemudian harus mengakui keunggulan lawan. 


"Hari ini luar biasa. Tadi sempat keluar dari rombongan di lap kedua, tetapi kurang dari 10 kilometer ditangkap rombongan lagi. Sempat kabur lagi di 6 kilometer terakhir, pas turunan dari jembatan Siak," tutur Imam yang lulusan PPLP Solo tahun 2013. 


"Sebenarnya kurang dari satu kilometer sudah kritis karena terus-menerus diserang Action (Cycling Team). Namun, setelah melihat ke belakang, ternyata rombongan tertinggal jauh. Saya kemudian memaksakan diri untuk mencapai hasil terbaik," ungkap Imam yang berusia 20 tahun.


Secara umum, di kelompok 10 besar pebalap tercepat, Indonesia masih bisa menempatkan tujuh pebalap, tiga di antaranya dari tim KFC. Adapun di kelompok pebalap Indonesia, posisi kedua ditempati Ryan Ariehan dari Custom Cycling Club (CCC), sedangkan posisi ketiga ditempati Alvin Firlandi dari PGN Road Cycling Team (P-RCT).


Dengan hasil di etape I itu, KFC hampir dipastikan menempati posisi teratas tim. Selain Imam, dua pebalap KFC yang masuk 10 besar adalah Jamal Hibatullah dan Abdul Gani. Meski demikian, pelatih tim KFC, Mat Nur, mengaku belum puas.



"Memang saya sudah instruksikan supaya melepaskan diri dari grup besar karena, kalau soal endurance, para pebalap kami sudah punya. Namun, saya juga tidak ingin memaksa karena ini baru hari pertama dan masih ada tiga etape lain. Saya yakin, untuk etape-etape berikutnya, kami bisa tampil lebih baik," paparnya.


Lawan udara panas

Bagi pebalap Taiwan, Ping Hsu Hsuang, hasil di posisi kedua itu sangat menggembirakan karena dia harus berjuang melawan udara panas di Siak. "Awalnya memang berat karena udaranya lebih panas daripada di Taiwan, tetapi setelah beradaptasi saya kemudian bisa menemukan ritme lebih baik. Bagian akhir balapan memang berat karena terus saling menyerang," kata pebalap yang juga ikut Tour de Singkarak, Agustus lalu.

Aiman Cahyadi yang merupakan motor PGN mengakui fisiknya belum kembali ke stamina terbaik. Pasalnya, setelah PON, dia libur berlatih lebih dari seminggu sehingga hanya bisa berlatih seminggu di Subang sebelum ke Tour de Siak 2016.
(Sumber: Berita Kompas)
Baca selengkapnya

Ada Lukah Gilo, Gasing dan Tarian Olang-Olang Suku Sakai di TMII Jakarta

Pemerintah Kabupaten Siak ikut ambil bagian dalam Pameran Budaya tahun 2016 yang berlangsung 19-23 Oktober 2016. Pameran budaya ini diberi nama Pekan Produk Budaya Nusantara Expo & Forum 2016 yang digagas oleh Kementrian  Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dibuka secara resmi oleh Mentri PMK Puan Maharani, di Taman Mini Indonesia Indah Rabu 19/10/2016.

Dalam keikutsertaannya Pemerintah Kabupaten Siak menampilkan beberapa atraksi budaya yang diambil dari permainan rakyat Siak. Ada permainan Lukah Gilo dari masyarakat Sabak Auh, permainan gasing tradisional dan gasing buah kulim dari masyarakat lubuk dalam dan tualang sekaligus hadirnya perwakilan masyarakat Suku Sakai Minas yang mendapatkan  kesempatan memainkan tarian olang-olang. Termasuk dengan menampilkan sejarah singkat perjalanan kerajaan Siak lengkap dengan peninggalan-peninggalan sejarahnya.

Khusus untuk permainan rakyat ini, para pemain dan penampilnya merupakan penggiat seni asli dari dari kecamatan. Mereka baru saja unjuk kebolehan pada saat pawai budaya Festival Siak Bermadah 2016 di Siak beberapa waktu lalu. Ikut juga bersama rombongan ini adalah T Firdaus. Beliau adalah salah seorang pengrajin dan tokoh kenamaan Siak yang merupakan pakar pembuat gambus. Dari tanggannyalah kayu-kayu dipahat sampai kemudian bisa bernada dan mengalunkan nyanyian khas melayu yang kemudian dipadankan dengan tarian zapin. Gambus hasil karya T Firdaus ini kemudian dipajang khusus di stan pameran Siak.

Penampilan beberapa kreasi budaya dari pemerintah kabupaten Siak ini menurut Syamsuar adalah bagian dari apresiasi budaya. Budaya yang harus dijaga, dilestarikan dan kemudian diperkenalkan kepada daerah lain yang kemudian dapat menjadi bagian dari promosi daerah. Tampilan yang disajikan pada pekan produk budaya ini dapat menceriminkan dinamika dan produk-produk budaya masyarakat Siak. “Dari sini kita coba memberikan cerminan tentang budaya masyarakat Siak, ini seperti sebuah penegasan soal slogan Siak the Trully Malay. Bahwa apa yang kita tampilkan ini kesemuanya adalah bagaian dari tradisi dan Produk budaya melayu itu,” ujar Syamsuar.

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi usai menghadiri acara pembukan Pekan produk budaya juga berkesempatan mendampingi Puan Maharani, Mendagri Tjahyo Kumolo, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Ja’far juga meninjau langsung produk-produk yang ditampilkan di stand Pameran Kabupaten Siak. Puan juga berbincang banyak soal keberadaan kesultanan Siak beserta peninggalan-peninggalannya yang hingga saat ini masih terjaga, melihat produk-produk kerajinan tenun Siak serta produk asli makanan khas Siak. Puan Maharani beserta para mentri lainnya begitu bergairah mendengarkan penjelesan langsung dari Bupati Siak. Ia memberikan apresiasi yang luar biasa ketika melihat kerajinan tenun Siak serta ketika melihat berbagai peninggalan sejarah yang masih ada di Siak.
Baca selengkapnya

Selasa, 18 Oktober 2016

Opening Ceremoni Tour de Siak 2016



Usai dilaksanakannya parade atlit dan funbike pagi tadi, siangnya tepat pukul 14.00 wib dilanjutkan dengan Pembukaan Tour De Siak yang dikemas dengan dua penampilan spesial, yakni parade gasing dan parade seribu kompang, Selasa (18/10/2016).

"Tim musium rekor Indonesia menjadi saksi sekaligus mencatat perhelatan superlatif yang kami yakini semangat kebanggaan bangsa yang berkobar hanya terjadi dimpersada nusantara yang kita banggakan pada hari ini" seru Awan Rahargo direktur museum Indonesia.

Lalu dikatakannya, dan pada hari ditunjukkan dalam rangka pembukaan Tour De Siak dimana para pelaku pelajar se-Kabupaten Siak telah mampu menorehkan pencapaian prestasi rekor indonesia. Dan juga kami yakini bahwa gema yang begitu maha dahsyat pada hari ini telah diperdengarkan kami yakini ini mampu mencatatkan sebagai rekor dunia.

Lanjutnya, kali ini merupakan peristiwa superlatif yang pertama kalinya yang pagelarkan oleh anak-anak pelajar sebanyak 2676.oleh karnanya ini pencapaian prestasi karya dan karsa anak bangsa yang patut kita dukung penuh dan kita apresiasi.

Dalam kesempatan yang sama Syamsuar mengatakan, "Upaya untuk mengemas iven ini agar senantiasa menjadi lebih baik, serta lebih semarak dengan nuansa budaya melayu terus kita lakukan. Pada tahun ini, sebagai bagian dari rangkaian iven Tour de Siak, juga dilaksanakan kegiatan eksibisi seni budaya, seperti parade gasing tradisional dan penampilan seribu kompang oleh masyarakat Kabupaten Siak".

Empat tahun terakhir, berbagai dampak positif dari dilaksanakannya kegiatan ini telah mulai dapat kita rasakan. Misalnya Pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan geliatnya disektor pariwisata. Sejumlah UKM baru bermunculan seiring dilaksanakannya beberapa iven promosi Daerah.

Disisi lain, infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat dikawasan ini berkembang jauh lebih baik seiring dilaksanakannya iven ini. sebagaimana kita maklumi, ketersediaan infrastruktur jalan yang baik selalu berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Lalu Lanjutnya, terkait wacana untuk menjadikan Tour de Siak sebagai ikon Riau dan Nasional ini, Pemerintah Kabupaten Siak menyatakan membuka diri dan siap mendukung rencana Bapak Gubernur dan Kementerian Pariwisata, untuk melibatkan kabupaten dan kota tetangga serta negeri jiran untuk terlibat dalam pelaksanaan iven ini kedepan. Terlebih lagi, beberapa penambahan lintasan balap yang diusulkan melewati daerah-daerah lain yang masih memiliki hubungan historis dengan Kabupaten Siak.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman membuka secara resmi Tour De Siak 2016, disampaikannya "Dengan Tour De Siak ini menurut kami bukan hanya sekadar untuk kita berlomba di balap sepeda tapi jadikan magnet pariwisata Provinsi Riau ini dari Kabupaten Siak ini".

Hal ini dibuktikan dengan adanya Tour De Siak ini, juga membawa nama Riau ke mancanegara dan nasional lalu melihat bagaimana dukungan dari kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif mempromosikan Tour De Siak ini baik di Indonesia maupun di luar Indonesia.

"Feeling saya ini bukan hanya sampai melaka saja Tour De Siak ini, bisa jadi sampai ke Thailand dan negara-negara lain. Saya tidak tau, sama-sama kita saksikan nanti ini bisa juga menyaingi Tour The France. Tidak apalah kita mimpi-mimpi dulu" pungkasnya.


Baca selengkapnya

2.676 Orang Penabuh Kompang, Siak mendapatkan Rekor MURI.

Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat rekor baru yakni Parade Penabuh Kompang terbanyak se-Indonesia dengan total penabuh sebanyak 2.676 orang. Keseluruhan penabuh Kompang tersebut merupakan gabungan dari pelajar dari SD hingga SMA se Kabupaten Siak.

Senior Manajer MURI, Awan Rahargo mengatakan pencatatan ini merupakan rekor baru yang belum pernah dilakukan oleh siapapun. Awan mengaku pencatatan rokor pada bidang kebudayaan adalah rekor yang membanggakan yang harus terus dilestarikan.

"Ini adalah rekor baru. Kita memberikan apresiasi besar kepada seluruh pelajar yang memainkan Kompang dengan sangat baik dan meriah," kata Awan, Selasa, 18 Oktober 2016.


Bupati Siak, Syamsuar sendiri merasa sangat bangga pada seluruh pelajar se Kabupaten Siak yang selama beberapa hari telah melakukan latihan secara rutin untuk mencetak rekor Muri ini.

(Sumber : RiauOnline.co.id)
Baca selengkapnya

Kamis, 08 September 2016

Ternyata Siak itu Indah Bro...


Untuk Ncik Tuan Puan yang akhir pekan niy nak melancong ke Kota Siak Sri Indrapura, jangan lewatkan jadwal pertunjukan Air Mancur Tengku Maharatu. 

Setiap malam ahad dan malam senin serta malam hari libur lainnya pukul 8 sampai 10 malam. Atau ahad siang dan hari libur lainnya, pukul 1 sampai 3 petang.

yakin gak mau ke Siak ????

Baca selengkapnya

Rabu, 23 Maret 2016

Siak Gesa Persiapan Porseni Nasional



SIAK- Pasca ditetapkannya Kabupaten Siak sebagai tuan rumah pelaksana Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 2016, berbagai persiapan terus digesa panitia lokal. Bertempat di Siak Sri Indrapura Meeting Room Selasa petang (22/03/16), Pengurus PGRI Kabupaten Siak melaporkan progress terkini persiapan iven nasional itu kepada Bupati Siak Syamsuar.

Bupati Syamsuar yang saat itu ditemani Asisten Administrasi Umum Fauzi Azni, tampak serius mendengarkan laporan Ketua PGRI Kabupaten Siak Lukman. Satu-persatu rincian kegiatan dicrosscheck detil. Karena Syamsuar jelas tak ingin hajat ini terkesan tak siap nantinya.

“Yang datang ini kan tamu-tamu dari berbagai daerah, ya jangan sampai kita malu nantinya. Akomodasi, transport, peralatan, keamanan, medis, dan lain-lain harus dipersiapkan betul-betul menghadapi iven selama lima hari ini” kata Syamsuar.

Dalam waktu dekat kata Syamsuar, harus sudah ada rapat lanjutan dengan melibatkan seluruh panitia lokal dengan agenda memantapkan rencana pelaksanaan kegiatan.

“Nanti kira rapat lagi untuk kelanjutan sebelum ekspos kesiapan ditingkat provinsi dan nasional, libatkan tim medis, keamanan, dan seluruh panitia kegiatan” kata dia.  

Menurut Ketua PGRI Siak Lukman, diperkirakan seribuan orang anggota PGRI dari berbagai provinsi dan kabupaten/ kota tetangga akan meramaikan kegiatan yang rencananya dilaksanakan  tanggal 21-25 Agustus mendatang itu.

“Jumlah utusan peserta dari masing-masing provinsi saja diperkirakan 750 orang, belum termasuk pendamping dan undangan dari kabupaten dan kota tetangga” terang Kepala BKD Kabupaten Siak ini.

Pertengahan bulan Desember lalu kata dia, tim pemantau dari PB PGRI telah datang ke Siak untuk melihat kondisi tempat pelaksanaan kegiatan sebelum pelaksanaan Konferensi Kerja PGRI Nasional di Ambon.

“Kita sudah sampaikan kemarin kepada PB PGRI bahwa jalannya kegiatan akan lebih kurang sama dengan pelaksanaan kemah budaya nasional kemarin” jelasnya.

Dari ekspos panitia PGRI Siak, kegiatan Porseni PGRI tingkat nasional ini akan mempertandingkan tiga cabang olahraga, diantaranya bulutangkis, tenis meja, senam PGRI. Sementara dibidang seni, panitia akan mempertandingkan Nyanyian solo, melukis, tari tunggal, kreatifitas pembelajaran, seni baca Al Qur’an, dengan total kontingen dari masing-masing provinsi berjumlah 23 orang.

Sementara untuk lokasi seremonial pembukaan kegiatan direncanakan didepan Istana Siak, wellcome party di Balai Datuk Empat Suku, technical meeting di Aula SMAN 1 Siak, cabang olahraga bulutangkis di Siak Sport Hall, tenis meja aula SD Islamik center, dan senam PGRI di panggung belakang LAM Siak. “Khusus lokasi perlombaan cabang seni nyanyian solo dan bazaar ekraf, panitia masih dipertimbangkan dua alternatif lokasi, yaitu gedung LAM dan lapangan depan DPRD Siak” tutup Lukman.
Baca selengkapnya

Jumat, 18 Maret 2016

Agam Kini Bisa Berjalan Lagi.


Tekan lakalantas, Kampung Tualang dicanangkan jadi Desa Pelopor Keselamatan Berlalulintas.

TUALANG- Tangis Agam akhirnya pecah, sama sekali ia tak menyangka bisa berjalan lagi dengan dua kaki. Kapolres Siak AKBP Ino Haryanto SIK, disaksikan Bupati Siak Syamsuar, langsung menyarungkan kaki palsu buatan ke kaki kanan Agam. Dibimbing Kapolres dan Bupati, ia pun kini mulai bisa berjalan lagi.

Tentu pria bernama asli Isma Putra ini kembali optimis memandang hidupnya kedepan. Warga Kampung Tualang ini adalah salah satu korban kecelakaan lalulintas di Kabupaten Siak. Cerita naas itu terjadi tahun 2012 lalu saat Agam mengemudikan mobilnya dan mengalami kecelakaan parah, hingga kakinya terjepit dan patah. Agam lalu divonis dokter harus menjalani amputasi.

“Terimakasih Pak Kapolres dan Pak Bupati, semoga senantiasa panjang umur dan murah rezeki” kata warga Kampung Tualang ini terbata-bata dihadapan sejumlah orang penting dan masyarakat yang hadir, sempena acara Pencanangan Kampung Tualang sebagai Desa Pelopor Keselamatan Berlalulintas, Jumat Siang (18/03/16).

“Cukuplah saya sendiri yang mengalami semua ini, setelah ini hendaknya jangan ada lagi. Semoga kita semua bisa berhati-hati dijalanraya” kenang dia dia sesegukan. Sangking harunya, Bupati Siak Syamsuar yang berdiri disebelahnya, harus memandu Agam saat didaulat memberi sambutan.  

Tak hanya itu, ia bersama Kepala Kampung Tualang Jufrianto, dan beberapa warga lain juga didaulat sebagai pelopor keselamatan berlalulintas. Bupati Syamsuar, berkesempatan pula memasangkan kaos putih, sebagai simbol bagi para warga yang didaulat sebagai pelopor keselamatan di jalan raya itu.

Pencanangan Desa Pelopor Keselamatan Berlalulintas itu, adalah inovasi yang kesekian kalinya dilakukan jajaran Korps Bhayangkara di negeri istana. Sebelumnya, trik mobil samaran yang dipasang Satuan Lalulintas Polres Siak di beberapa titik rawan lintas Siak Sri Indrapura-Pekanbaru, sukses menekan angka kecelakaan dari peringkat kedua di tahun 2015, menjadi peringkat kelima hingga Maret 2016 ini.

Kondisi ini diapresiasi Syamsuar, orang nomor satu di ‘Negeri Istana’ itu senang, besarnya resiko dijalan raya itu akhirnya bisa ditekan. Kedepan, Datuk Setia Amanah ini juga ingin diseluruh Kabupaten Siak bisa mencontoh inovasi yang diterapkan di Tualang.

“Semoga program ini nantinya bisa ada di seluruh kecamatan. Biar nanti bisa juga jadi percontohan bagi daerah lain di Riau yang ingin tahu suasana yang benar-benar tertib dalam berlalulintas. Bisa jadi nanti orang juga berwisata tematik kesini” beber Syamsuar saat memberi sambutan.

Tak hanya itu, Syamsuar juga berpesan agar semua pihak turut aktif menjaga jalan agar tak cepat rusak dan memanfaatkan jalan sesuai peruntukannya “ Kita akan kerjasama dengan Polres, supaya mobil angkutan barang kelebihan tonase bisa didenda, akan dibuatkan perdanya. Anak-anak muda juga saya himbau jangan kebut-kebutan dijalan, bahaya” pungkas Syamsuar.
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system