Tampilkan postingan dengan label sosial masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial masyarakat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2016

Ghatib Beranyut di Sugai Jantan

Pemerintah Kabupaten Siak bekerjasama dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Siak serta Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Siak menggelar acara Ghatib Beranyut, sebagai agenda kegiatan tahunan, untuk membangkitkan kembali budaya asli Siak, kegiatan digelar Jumat malam (18/11/16) dimulai pukul 19.30 WIB, Ba’da Isya.
Dalam kegiatan tahunan yang bernuansa Islami tersebut, hadir juga Ketua Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau Kabupaten Siak Zulkifli, Forkompinda Kabupaten Siak, Dewan Pengurus Lembaga Adat Melayu Kabupaten Siak, Pejabat Lingkungan Kabupaten Siak, beserta para tokoh Agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Siak.

Ketua Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau Kabupaten Siak Zulkifli mengajak masyarakat untuk khusyuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan syarat dan rukunnya.

"Marilah kita suluh dan cuci negeri ini dari berbagai yang tidak senonoh dan segala yang tidak patut," ujar Zulkifli.

Sementara itu Syamsuar mengatakan bahwa kegiatan religi ini tentunya sangat bermakna, terutama dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan diri kepada Allah SWT.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan agama, sakral, dan religius, karena bukan sembarangan kita beranyut melainkan berzikir kepada Allah SWT," ucap Syamsuar.

"Semoga apa yang kita hajatkan ini, Negeri kita terhindar dari segala musibah dan dijauhkan dari marabahaya, dan semoga juga masyarakat diberi kemurahan rezeky, cucuran rahmat, nikmat, serta disayangi Allah SWT," lanjutnya.

Pada kegiatan Ghatib beranyut kali ini, para peserta yang mengikuti doa dan zikir bersama, di atas sungai Siak tersebut menggunakan Ferry besar Belantik, yang dimulai dari Pelabuhan LASDAP menuju arah ke Belantik.

Ghatib beranyut adalah kegiatan zikir yang dilakukan di atas perahu, dan seiring derasnya arus sungai Siak membuat perahu hanyut. Istilah Ghatib beranyut merupakan kalimat dari dua unsur kata, Ghatib merupakan orang alim bersama rombongan hanyut di atas perahu. Kegiatan Ghatib beranyut diikuti sejulah jamaah Masjid dan Mushalla serta warga Muslim Kabupaten Siak. Selama kegiatan doa dan zikir didengungkan di tengah Sungai.
Baca selengkapnya

Syamsuar Tinjau kemah pengungsian

Usai membuka upacara kegiatan lomba sempena HUT 71 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tahun 2016, Bupati Siak Syamsuar langsung meninjau tenda pengungsian korban banjir yang berlokasi di Kampung Tuah Indrapura Kecamatan Bungaraya, Jumat (18/11) petang kemarin.

Syamsuar yang saat itu ditemani oleh ketua DPRD Siak Indra Gunawan langsung menyapa para warga sambil memberikan rasa simpati. Pada kesempatan itu Syamsuar juga memberikan bantuan berupa, telur dan bahan sembako lainnya.

Ia mengajak warga yang terkena musibah agar selalu berdoa dan memperkuat iman dalam menghadapi cobaan ini. Selain itu ia pun mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan, apalagi anak-anak kecil yang rentan terhadap penyakit.

Dilain sisi, salah seorang pengungsi Sudarni mengaku sangat senang atas kunjungan dari petinggi negeri ini. Ia beserta kawan-kawannya berharap kepada pihak Pemerintah agar segera mengupayakan agar air bisa kembali surut.

"Kami sudah tiga hari disini, rumah kami di dusun Kolam Hijau Kampung Buantan Besar terendam air. Meskipun kami tidur dalam satu tenda tapi paling nggak, ada tempat untuk kami berteduh” ujarnya.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB dikarenakan curah hujan diatas normal dan mengakibatkan tanggul miliki PT TKWL jebol. Akibatnya rumah warga yang berlokasi di RT 03/ RW 002 Dusun Kolam Hijau terendam air.

Sebelumnya Badan Penangulangan Bencana Daerah kabupaten Siak, Camat, Dinas Sosial, Asisten I Setdakab Fauzi Asni, dan pihak kepolisaan sudah datang ke lokasi pegungsian untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir pada Kamis kemarin (17/11).

Sebanyak 207 jiwa dari 57 keluarga warga Dusun Kolam Hijau terdiri dari Balita sebanyak 35 orang, anak-anak dan remaja 61 orang remaja 97 orang, ibu hamil 3 orang dan lansia sebanyak 11 orang tinggal disana.
Baca selengkapnya

Siak Optimis bisa jadi Kota Pusaka

Bupati Siak Syamsuar optimis bisa menjadikan daerah setempat masuk dalam kategori kota pusaka dunia karena memiliki cagar budaya dan peninggalan sejarah yang ada terpelihara dengan baik.
"Saat ini kami sudah masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Jadi ada organisasi yang menghimpun semua daerah yang memiliki nilai sejarah," kata Bupati Siak Syamsuar usai menyambut rombongan Roadshow Pekansikawan, Jumat (18/11) di ruang Sri Indrapura.

Dia mengatakan, Siak memiliki peninggalan-peninggalan sejarah seperti pada masa penjajahan Belanda dan punya Istana Siak, dan beberapa peninggalan lainnya yang dijadikan sebagai cagar budaya.
"Kedepan ini kami akan berupaya menjadikan Siak sebagai kota pusaka dunia. Itulah yang akan mempunyai nilai jual dalam rangka meningkatkan pariwisata Siak," ucapnya.

Dia berharap program Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan (Pekansikawan) mampu membuat pariwisata kabupaten Siak semakin terangkat dan jadi sektor unggulan. 

"Harapan kami melalui Pekansikawan, potensi inilah kami harapkan bisa menjadi panduan kerjasamakan terutama dibidang pariwisata," katanya lagi.

Lebih lanjut dia katakan, jika berbicara soal pariwisata berarti terkait dengan infrastruktur, perhubungan, listrik, air bersih, serta yang lainnya sebagai sarana dan prasana pendukung untuk menjadikan industri wisata jadi andalan Riau.

"Bagaiamanapun caranya, jika pariwisata tidak didukung oleh infrastruktur maka tidak akan berkembang. Apapun itu potensi yang ada di daerah jika tidak ada dukungan infrastruktur maka orang tidak akan mau datang berkunjung. Itulah yang akan kami kembangkan disini,"paparnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Siak masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia pada Seminar Internasional dan Rapat Kerja Nasional JKPI V di Kota Banda Aceh, tanggal 10 Mei 2016 lalu. Menjadi daerah urutan ke-54 dari 58 kabupaten/kota yang tergabung.

Masih kata Syamsuar, masuknya kabupaten Siak dalam JKPI akan memberikan peluang strategis pada daerah setempat untuk diakui oleh UNESCO sebagai salah satu kota warisan dunia melalui dukungan pemerintah Indonesia.
Baca selengkapnya

Suryono petani ber omzet 15 juta per bulan

Bupati Siak Syamsuar, Jum’at (18/11) menerima kunjungan Suryono petani sukses asal Tualang yang diundang ke Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB di Marrakesh, Maroko. Saat itu Suryono tidak sendirian ia ditemani Aep Mahmudin Humas Distrik Minas Raso Kuning PT Arara Abadi bersama empat orang stafnya.

Syamsuar yang saat itu didampingi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Robiati mengaku bangga atas keberhasilan dan kegigihan dari petani tersebut. “Saya merasa bangga atas keberhasilan Pak Suryono. Inikan aneh ya, disaat orang-orang menanam sawit ia malah beralih menanam sayuran,” canda Syam.
Bupati dengan senyum khasnya meminta agar Suryono bisa membagi ilmu dan pengalamannya kepada petani lain. Mudah-mudahan banyak petani sawit kita yang berangsur-angsur menanam sayuran, harapnya.

Bertani atau berkebun lanjutnya, bisa dijadikan andalan untuk memberdayakan perekonomian keluarga. Ia juga meminta agar masyarakat tidak merasa malu menjadi petani, walaupun sekedar bercocok tanam di pekarangan rumah.

Suryono pria 41 tahun saat dijumpai menceritakan perihal dirinya bisa diundang mengikuti acara KTT Perubahan Iklim 2016 di Maroko tersebut.

“Jujur saya bangga dan bersyukur jadi orang Indonesia, karena kita diberi tanah yang subur tidak seperti di Maroko yang tandus,” sebut dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan kenapa ia beralih dari petani sawit ke petani holtikultura. Tanaman hortikultura jauh lebih gampang dibanding sawit, karena para petani bisa menggarap lahan yang sama hingga berkali-kali panen tanpa perlu membuka lahan baru.
Karena itu, Suryono mulai menaman beberapa jenis sayuran antara lain kangkung, bayam, cabai, melon, semangka, kacang panjang, timun, pepaya dan jagung.

Sawit memang telah menjadi sumber penghasilan mayoritas warga di Dusun Sukajaya, Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Namun dengan kerja keras dan ketekunan, Suryono mampu membalikkan persepsi umum masyarakat kampungnya.

“Sayur bayam menjadi andalan saya. Dengan lahan ½ hektar, sayur ini bisa menghasilkan 15 juta rupiah per bulan. Waktu itu 1 hektar lahan sawit saya hanya menghasilkan Rp 2-3 juta per bulan saja,” akunya.

Sementara itu Aep Mahmudin Humas PT Arara Abadi mengatakan, program yang kami jalankan adalah Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang kita gulirkan di Desa Pinang Sebatang Barat kecamatan Tualang. Bantuannya berupa budidaya Sapi, Kambing, Perikanan dan budidaya tanaman holtikultura.

Dana yang kami gulirkan sebesar 229 juta rupiah untuk desa-desa binaan kami, yang selanjutnya akan di berikan kepada petani-petani dan peternak lainnya. Sehingga dana yang kami kucurkan tersebut dapat berkembang lagi. Dan Hasil tanaman holtikultura dari para petani tersebut kita bantu untuk memasarkannya, jelasnya.

Cerita Suryono:

Karena keberhasilannya, Suryono akhirnya diakui oleh Pemerintah Kabupaten Siak melalui penghargaan Adikarya Pangan Nusantara 2015, dan Petani Terbaik Siak Bidang Hortikultura 2016. 

Keberhasilan Suryono kini dianggap menjadi inspirasi bagi petani lain, sehingga membawanya untuk menghadiri KTT PBB Perubahan Iklim (COP-22) di Marrakesh, Maroko, pada 7-18 November 2016.

Suryono yang aktif kegiatan Progam Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di daerahnya. Progam dari DMPA tersebut bertujuan adalah untuk praktik pertanian yang berjalan beriringan dengan konservasi lingkungan, meliputi hutan alam dan Hutan Tanaman Industri (HTI), termasuk pencegahan kebakaran hutan melalui peran aktif komunitas lokal.

“Mungkin dengan beralih dari petani sawit ke tanaman holtikulutura ini saya di undang ke Maroko,” karena selain bertani saya juga menjaga kelestarian lingkungan sekitar,” akunya polos.
"kemudian dari DMPA tersebut saya dapat bantuan alat berat untuk bikin embung air, pembuatan infrastruktur jalan ke kebun sampai membantu kami untuk memasarkan hasil panen tersebut," tutur Suryono.
Baca selengkapnya

Senin, 14 November 2016

Budayakan Hidup Sehat mulai dari Keluarga Kita

Bupati Siak Syamsuar pimpin acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 52 tahun 2016, bertempat di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Senin (12/11/16).

Sebagaimana diketahui bahwa tanggal 12 November merupakan Hari Kesehatan Nasional yang diselenggarakan setiap tahunnya dan untuk Hari Kesehatan Nasional (HKS) ke-52 tahun 2016 ini mengambil tema “Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat”.

Senada dengan Tema HKN ke-52 tahun 2016 itu, Bupati Siak Syamsuar yang membacakan langsung Sambutan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Farid Moeloek mengatakan  “untuk membangkitkan kembali pesan-pesan kesehatan bahwa sehat itu harus dijaga, bergaya hidup sehat, berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional. Sehingga nantinya, akan terbangun kemandirian masyarakat yang sadar akan kesehatan untuk mencapai Indonesia Kuat”.

Pada saat ini, Indonesia tengah menghadapi Tantangan kesehatan berupa triple burden, yaitu masih tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular dan muncul kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi.

“Menurut Global Burden of Disease 2010 dan Health Sector Review 2014, kematian yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular, yaitu Stroke menduduki peringkat pertama. Dengan demikian, trend ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup di masyarakat.”Tambahnya.

Selian itu, Beliau juga menjelaskan bahwa pada tanggal 15 November mendatang, Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo akan meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau disingkat dengan GERMAS. Yaitu suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Tujuan GERMAS ini, agar masyarakat berperilaku sehat, sehingga diharapkan berdampak pada kesehatan yang terjaga, terciptanya lingkungan yang bersih, sehingga jika dalam kondisi sehat, produktivitas masyarakat meningkat dan biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk berobat akan berkurang, dengan cara melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban”. ucap Datuk Setia Amanah itu dalam menyampaikan Sambutan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Diakhir sambutannya, Syamsuar mengharapkan Kepada seluruh jajaran kesahatan, termasuk Para Camat dan Penghulu agar dapat membantu mensukseskan Program Siak sebagai Kabupaten Sehat.

Dalam acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ini, juga diadakan Deklarasi Stop Buang Air Besar yang diikuti oleh beberapa Kecamatan dan Kampung yang ada di Kabupaten Siak.

Deklarasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan kebiasaan, bahaya dan manfaat buang air besar di jamban serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berprilaku hidup sehat dan hidup bersih.

Kampung yang mengikuti Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan, untuk Kecamatan Dayun, Kampung Lubuk Tilan, Kampung Dayun, Kampung Sawit Permai, Kampung Suka Mulya, Kampung Sialang Sakti, Kampung Teluk Merbau, Kampung Merangkai, Kampung Berumbung Baru, Kampung Buana Makmur, Kampung Banjar Seminai, Kampung Pangkalan Makmur.

Selain di Kecamatan Dayun, ada beberapa Kampung lain yang mengikuti Deklarasi ini seperti Kampung Tasik Seminai, Kampung Keranji Guguh yang ada Kecamatan Koto Gasip. Kemudian Kampung Seminai, Kampung Buantan Baru yang ada di Kecamatan Kerinci Kanan, Kemudian Kampung Sri Gading, Kampung Rawang Kao Barat yang berada di Kecamatan Lubuk Dalam.

Diakhir acara, Bupati Siak berkesempatan memberikan penghargaan kepada Kecamatan Koto Gasib Atas Paritsipasi Pembinaan terhadap Kinerja Posyandu, Desa Siaga Aktif, PHBS dan Toga, Kecamatan Dayun atas Prestasinya Stop Buang Air Besar Sembarangan tahun 2016, UPTD Puskesmas Kecamatan Koto Gasip atas Prestasi Juara pertama Lomba Tanaman Toga tingkat Kabupaten Siak dan Juara dua Tingkat Provinsi Riau tahun 2016, Posyandu Nurati Satu Kampung Tasik Seminai Kecamatan Koto Gasib atas Prestasinya Juara satu Lomba Posyandu tingkat Kabupaten dan Provinsi tahun 2016, Kampung Tasik Seminai Kecamatan Koto Gasib sebagai Juara dua dalam Penilaian Lomba Desa Siaga tingkat Provinsi Riau tahun 2016 dan Ibu Rianti sebagai Kader Posyandu masa bakti lebih dari 20 tahun di Kabupaten Siak.
Baca selengkapnya

Kamis, 10 November 2016

Curah Hujan Tinggi, Akibatkan Banjir dan Jalan Rusak.

Tingginya curah hujan akhir-akhir ini di Kabupaten Siak, telah memicu banjir dan kerusakan jalan disejumlah tempat. Untuk merespon kondisi tersebut, Bupati Siak Syamsuar Kamis Pagi (10/11/16), meninjau sejumlah lokasi banjir dan jalan rusak yang menjadi keluhan warga.
Usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2016, Ditemani Kepala Dinas Tata Ruang Cipta Karya Irving Kahar dan Camat Siak Wan Syaiful, Bupati Syamsuar bertolak kejalan Meranti Kelurahan Kampung Rempak Siak Sri Indrapura.  Disana, ia meninjau kawasan yang baru dibuka menjadi pemukiman itu dan menanyakan status lahan yang dijadikan jalan oleh beberapa warga yang bermukim.
“Ada keluhan dari warga kita tentang jalan yang rusak di Kota Siak. Paling tidak, jalan kita ratakan dulu agar tidak becek dan berkubang, kasihan warga” kata dia.

Untuk itu kepada camat, dia meminta untuk secepatnya mencari tahu status lahan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Kepala Dinas Tata Ruang Cipta Karya untuk selanjutnya ditindaklanjuti. “Kumpulkan Pak RT, tanyakan riwayat perihal jalan ini. Kalau sifatnya hibah, kumpulkan surat-suratnya” perintah Syamsuar.
Menurut Irving Kahar, kalau status lahan jelas, pihaknya akan segera membersihkan dan meratakan jalan agar lebih layak dipergunakan warga. “InsyaAllah kita kliring sampai ujung pemukiman sana, supaya jangan berair-air lagi” jelasnya.
Usai meninjau Kampung Rempak, rombongan bergegas meluncur ke Kecamatan Koto Gasib. Disana Camat Koto Gasib Syafrizal bersama upika menanti Syamsuar untuk meninjau banjir yang tengah melanda sejumlah pemukiman warga, persis dipinggiran jalan lintas depan Surau Suluk Tarekat Naqsabandiyah Kampung Pangkalan Pisang.
Sekitar 15 menit berdialog dengan warga, Syamsuar dan rombongan yang tengah meninjau menemukan penyebab meluapnya anak Sungai Buatan yang menjadi penyebab Banjir. Tepat diperbatasan kampung Buatan II – Pangkalan Pisang, gorong-gorong yang ada tidak mampu menampung debit air yang melimpah dikarenakan tingginya curah hujan. Selain itu, disekitar anak sungai juga telah terjadi penyempitan.
“Sungai Siak ini sepanjang riwayat yang kita tahu, selalu pasang surut dan tak pernah meluap. Kalau banjir begini, pasti ada yang salah dengan kondisi anak sungai” ujar salah seorang warga pada Syam.

Menyikapi usulan warga tersebut, orang nomor satu Negeri Istana itu segera mencari solusi agar banjir yang merendam rumah warga segera tertangani.

“Anak Sungai perlu kita normalisasi lagi, turunkan alat berat kita. Biar cepat kelar kita minta perusahaan sekitar untuk membantu menurunkan alat berat, target kita hari ini tuntas” perintah Syamsuar pada Kadis Tarcip dan Camat. Bahkan, Syamsuar tampak langsung menelpon salah satu petinggi di manajemen perusahaan dimaksud agar langsung turun membantu.
"Jangan lupa tanaman pandan duri yang ada dipindahkan supaya tak mati, tanaman itu mulai langka dan susah kita jumpai" pesan Syamsuar sebelum beranjak kembali kekantor.
Baca selengkapnya

Senin, 07 November 2016

Siak siap menjadi Kabupaten sehat

Bupati Siak Syamsuar pimpin Rapat serta Sosialisasi Pembentukan Tim Pembina Kabupaten Sehat yang dilaksanakan di ruang Pucuk Rebung kantor Bupati Siak, Senin (07/11) pagi. Turut hadir Wakil Bupati Siak Alfedri, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Tengku Said Hamzah dan diikuti oleh sejumlah pimpinan SKPD yang terkait.

Syamsuar menyebutkan dalam rangka untuk mewujudkan Indonesia sehat banyak melibatkan masyarakat, itu berkaitan dengan petemuan di Padang pada beberapa waktu yang lalu.

“Selain itu, kami melihat sebagian besar dilaksanakan baru setingkat kota. Jadi untuk kabupaten belum ada, untuk itu dikarenakan program pemerintah Indonesia sehat, kita ingin apa yang telah dibuat bisa mengacu pada indikator Indonesia sehat,” sebutnya.

Ia berharap kegiatan ini digerakan oleh masyarakat sedangkan pemerintah hanya sebagai pendukung  serta memfasilitasi. Kalau ini bisa terlaksana lanjutnya, maka masyarakat akan merasa nyaman hidup di siak ini. Selain itu kami juga akan mendirikan 5 (lima) rumah sakit tipe D untuk tahun depan, antara lain di Kandis, Perawang, Sungai Apit, Lubuk Dalam dan Kerinci Kanan.

"Ini sangat perlu kita laksanakan, sebab kita ingin rakyat sehat, dan akan menjadi rakyat yang berkualitas. Untuk itu kita harus merubah sistem pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tegas Syamsuar penuh semangat.

Saya berharap agar ini bisa dengan segera di sosialisasikan baik kepada masyarakat maupun kepada sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Siak ini dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama, agar semuanya bisa terlaksana dengan sukses untuk Kabupaten Siak yang sehat,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Tony Chandra mengatakan Kabupaten Sehat adalah suatu lokasi dimana kabupaten berada dalam bersih aman nyaman dan sehat, yang dihuni oleh masyarakat. Hal ini bisa terwujud atas integrasi beberapa pihak yang dilaksanakan atas keinginan masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah.

Turut hadir Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Siak Muharrom, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Fauzi Asni, Asisten Perekonomian Pembangunan Syafrilenti, Asisten Administrasi Umum Jamaluddin serta Kepala Kantor.
Baca selengkapnya

Minggu, 06 November 2016

Syamsuar : Kepercayaan Kunci Utamanya.

Bupati Siak Syamsuar hadiri acara Koperasi Karyawan (Kopkar) Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Expo yang digelar di lapangan basket KPR Perawang Kecamatan Tualang, Minggu (6/11/16).


“Acara ini diselenggarakan dalam rangkat Hari Ulang Tahun Kopkar IKPP yang ke 21 serta meningkatkan tali silaturahmi antara ketua, pengawas, pengurus, karyawan, anggota koperasi dan masyarakat sekitar” ucap pengurus Kopkar IKPP Piving Arianto dengan Semangat.


acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan PT. Capella Medan (Daihatsu), Adira Finance dan Tribune Pekanbaru.


Lanjut, iya juga mengatakan bahwa Alhamdulilah ketika Hari Koperasi Nasional ke-69 Tingkat Provinsi Riau yang diselenggarakan di Kabupaten Siak Agustus lalu, Kopkar IKPP kita mendapatkan penghargaan sebagai koperasi yang mempunyai omset terbesar di Kabupaten Siak.


“Semoga dengan adanya koperasi ini, dapat meninggkatkan kesejahteraan Anggota Koperasi serta masyarakat sekitar. Dan juga dapat membantu program-program Pemerintah untuk pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Siak” tutup Piving.


Senada dengan hal itu, Bupati Siak menjelaskan bahwa Koperasi Karyawan IKPP ini bisa menjadi contoh bagi Koperasi Karyawan lainnya yang ada di Kabupaten Siak.


“Kalaulah kita ingin menjadi yang terbaik dan bahan contoh bagi Kopkar yang lainnya, kita harus terus melakukan yang terbaik dari segi apa pun baik itu Management, segi Keterbukaan termasuk segi Kesejahteraan bagi para anggota koperasi. ” pesan Datuk Setia Amanah itu.


Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa semuanya tergantung kepada kepercayaan anggota koperasi kepada pengurus kiranya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.


“jangankan lima puluh ribu rupiah, seribu rupiah pun tak akan mau orang memberi kalau sudah tidak percaya kepada kita” tegas Syam sambil tersenyum.


Diakhir sambutannya, Syamsuar juga mengharapkan semoga dengan adanya Kepercayaan, Pengelolaan Koperasi yang baik dll, Koperasi ini bisa menjadi panutan bukan hanya untuk Koperasi Karyawan saja tapi juga untuk Koperasi yang lainnya yang ada di Kabupaten Siak bahkan untuk Koperasi yang ada di Provinsi Riau.


Acara ini diawali dengan Jalan Santai dan dilanjutkan dengan senam sehat serta dimeriahkan dengan diadakannya perlombaan seperti Lomba Mewarnai untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Lomba memasak untuk ibu-ibu.


Selain Bupati Siak, acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Siak Indra Gunawan, Camat Tualang Zulkifli serta Pengurus Kopkar IKPP serta para peserta yang terdiri dari masyarakat dan anak-anak.
Baca selengkapnya

Selasa, 01 November 2016

Mewakili Kabupaten Siak, Koto Gasip mudah-mudahan menjadi yang terbaik

Tim Penilai Evaluasi Kinerja Kecamatan (EKK) Tingkat Provinsi Riau melakukan penilaian di Kecamatan Koto Gasib, Selasa (1/11/16). Kecamatan Koto Gasib mewakili Kabupaten Siak untuk menjadi yang terbaik di Riau.

Kedatangan tim penilai disambut langsung oleh Asisten Administrasi Umum Jamaludin didampingi Camat Koto Gasib Syafrizal.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Umum Setda Provinsi Riau Rahima Erna, Ketua Tim Penilai Rahyunir, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kab.Siak, Budi L Yuwono, Kepala UPTD Kecamatan Kandis, Kepala Bagian Organisasi Setda Kab.Siak Kharial Azmi, Kapolsek Koto Gasib, penghulu serta tokoh masyarakat.

Asisten Administrasi Umun Jamaludin dalam sambutannya mengatakan bahwa EKK ini merupakan kegiatan yang terprogram dan bertujuan memotivasi camat "Kegiatan EKK ini Memang suatu kegiatan yg memang sudah diprogramkan, disamping menilai kecamatan sekaligus juga menilai camatnya. Jadi di Siak ini hampir 5 tahun melakukan kegiatan ini dan tujuannya untuk memotivasi camat beserta jajarannya serta masyarakat untuk berlomba-lomba bersama kita membangun kecamatan yang kita cintai" katanya.

"Dengan adanya kegiatan ini alhamdulillah kita dapat saksikan geliat pembangunan yang sudah kita rasakan di Kecamatan Kabupaten Siak ini. Sejalan dengan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab.Siak juga sejak tahun 2012 lalu sudah melimpahkan izin dan kewenangan Kabupaten kepada Kecamatan dan juga kepala desa. Terdapat 76 izin dan rekomendasi yang merupakan kewenangan Kabupaten diserahkan ke kecamatan dan desa, dengan tujuan mempercepat pelayanan dan efisiensi" lanjutnya.

Dalam kesempatan itu juga Rahima menyatakan, EKK merupakan agenda tahunan guna mencari kecamatan dengan pelayanan publik terbaik. "Kegiatan ini semacam pemberian reward dan motivasi kinerja pemerintah kecamatan untuk pelayanan terhadap masyarakat, "ujarnya.

"Kami bersama tim datang ke Kabupaten Siak ini sudah tidak meragukan lagi, baik di tingkat Provinsi maupun nasional siak sudah dikenal. kami sangat banggakan Siak, termasuk kepada pariwisata serta ikon lainnya terutama Istana Siak" Lanjutnya,

Diakuinya dengan keunggulan dan potensi yang dimiliki Kabupaten Siak akan sulit dikejar Kabupaten lain. semua Kecamatan di kabupaten hampir sama, dengan melihat pada Kecamatannya yang minim akan konflik, memiliki banyak prestasi dan juga kinerja aparatur yang bagus serta masyarakatnya yg welcome.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Provinsi Riau DR Rahyunir Rauf, menjelaskan, sesuai Peraturan Gubernur No.50 tahun 2014, ada empat indiaktor penilaian.

Pertama, indikator pendelegasian kewenangan dari Bupati kepada Camat yang disebut dengan tugas delegatif camat. Artinya sejauh mana camat menyelengarakan tugas yang dilimpahkan oleh Bupati.

Kedua, tugas umum pemerintahan, kontek pemerintahan disebut tugas atributif camat. Ini melekat pada personal camat itu sendiri.

Ketiga, pelaksanaan tugas lain. Artinya tugas di luar atribut dan delegelatif, sifatnya insidentil, di luar pelimpahan wewenang.

Keempat, inovasi Camat dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah. Dan kelima indikator yang ditambah tim penilai, prestasi yang diraih kecamat.

Dan untuk tekhnik penilaian, dengan melakukan wawancara terhadap camat, kapolsek, danramil, penghulu serta perangkat lainnya yg ada d lingkungan kecamatan koto gasib, menggunakan tekhnik dokumentasi, observasi pengamatan secara langsung di kantor camat.

"Ini merupakan tahun yg ke lima kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerinta Provinsi Riau, dan di tahun kelima ini kami turun di Kabupaten Siak. Pemerintah Daerah Kabupaten Siak senantiasa mengikuti kegiatan ini, dan tidak pernah absen menjadi juara di setiap tahunnya" tutup dia.
Baca selengkapnya

Senin, 31 Oktober 2016

Dewan Bandaraya Kuala Lumpur Persatuan Mencegah Dadah malaysia (Pemadam) Kunjungi Kab Siak

Terkait dengan  peran serta pemerintah daerah dalam upaya pencegahan pemberantasan penyelahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di wilayah Kabupaten Siak, sebagaimana tujuan dari pertemuan kali ini, yaitu sebagai  pertukaran informasi terkait penanggulangan kejahatan narkotika dan zat adiktif di daerah.hal itu yang disampaikan Seretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah ketika menghadiri acara Audiensi dan Silaturahmi Dewan Bandaraya Kuala Lumpur Persatuan Mencegah Dadah malaysia(Pemadam) bertempat di Gedung Tengku Mahratu Senin 31 Oktober 2016.

Untuk Daerah Kabupaten Siak sendiri, secara geografis terletak pada lokasi yang amat strategis, yaitu berada pada jantung Provinsi Riau,letak Kabupaten Siak berdekatan dengan selat Melaka yang dikenal sebagai jalur lalu lintas terpadat didunia, yang menjadi growth triangle atau segitiga pertumbuhan tiga negara, Indonesia, Malaysia dan Singapura.untuk itu Kedudukan Badan Narkotika Kabupaten Siak, ialah sebagai lembaga non struktural yang berada dibawah koordinasi, sekaligus bertanggung jawab langsung kepada Bupati dan Walikota. Tugasnya antara lain mengkoordinir perangkat daerah dan instansi perintah daerah dalam rangka mengimplementasikan P4GN.

Dewan bandaraya Kuala lumpur H Zaharudin bin Datuk Basiron setia usaha kehormat pemadam kuala lumpur Persatuan Mencegah Dadah malaysia mengatakan kami hadir sebanyak42 orang rombongan dari Malaysia.tentunya kami mengucapkan terimakasih telah disambut begitu dikagumi terang nya.

Dikatakan oleh H Zaharudin,isu dadah yang di indonesia disebut sebagai Narkoba  ini adalah isu yang paling rumit,untuk itu hal yang kita lakukan  harus berupaya untuk bersama sama memberantas nya.pemadam rengkap wilayah merupakan suatu perkara serius guna memperkuatkan jiwa muda serta mempelajari daerah khusus nya daerah riau yang kami tuju.selain itu sebagai untuk menjalin hubungan kehasrmonisan serumpun melayu malaysia dan indonesia.

"Kami mengucapkan terimaksaih kepada Pemkab Siak,terutama kekaguman kami pada peninggalah sejarah,kami bersyukur bisa berada disini sesuai dengan program yang kami laksanakan,usai dari ini kami akan bertolak ke pekanbaru dengan tujuan yang sama untuk mencari langkah langkah sebagai upaya mencari serta memberantas isu isu dadah yang bisa merusak bangsa.terang nya".

Dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah menjelaskan secara singkat tentang sejarah kerajaan siak kepada rombongan yang hadir.apa lagi para rombongan telah mebyempatkan diri untuk singgah ke Istana Aserraya El Hasyimiah yang juga merupakan bukti peninggalan sejarah melayu siak.

Selain itu dikatakan oleh Drs H Tengku Said Hamzah,BNK juga berperan membentuk satuan tugas sesuai kebijakan operasional BNN yang terdiri atas untur perangkat daerah dan instansi daerah sesuai tugas, fungsi, dan wewenang masing-masing.

Beberapa fungsi Badan Narkotika Kabupaten Siak diantaranya, pengkoordinasian perangkat daerah dan instansi daerah, oengoperasian satgas, pelaksanaan pemutusan jaringan peredaran gelap narkoba, psikotripika, prekusir dan bahan adiktif lainnya melalui satgas, serta pengembangan sistem informasi sesuai kebijakan BNN.

Dijelas kan oleh nya,Dalam mengatasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kabupaten Siak, Pemerintah Daerah, Badan Narkotika Kabupaten dan jajarab Polres Siak terus melaksanakan berbagai upaya, baik bersifat refresif melalui penegakan tindakan hukum, maupun melalui upaya yang bersifat preventif melalui penyuluhan kepada masyarakat umum dan pelajar. Dalam strategi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba ini, jajaran kepolisian dan BNK telah menyelesaikan 48 kasus dengan 75 orang tersangka sepanjang tahun 2013, 49 kasus dengan 79 orang tersangka pada tahun 2014, dan 67 kasus dengan 111 orang tersangka pada tahun 2015.

faktor kerawanan wilayah yang dimanfaatkan oleh mafia dan gembong penyelelundup narkoba. Diantaranya kawasan ini memiliki jalur laut  dan darat yang rawan digunakan untuk menyelundupkan narkoba. Selain itu kawasan ini juga memiliki wilayah pesisir pantai yang luas, sehingga kerap dijadikan jalur tikus penyelundupan narkoba karena berdekatan dengan perairan internasional.

terdapat beberapa pintu yang biasa dipergunakan sebagai  jalur tikus penyelundupan narkoba di Provinsi Riau. Untuk jalur rawan shabu-shabu dan dan ekstasi, umumnya masuk lewat jalur bengkalis dan seterusnya ke Kebupaten Siak. Hal ini membuat Kabupaten Siak berada pada kategori kuning dengan status menengah, sehingga perlu segera diwaspadai agar jangan sampai terjadi peningkatan status.

Bagi pencandu dan pelaku penyalahgunaan narkoba, BNK, BNN dan Dinas Sosial juga melakukan upaya rehabilitasi dengan mengirimkan pecandu ke pusat rehabilitasi narkoba di Lido Bogor, maupun ke RSJ Tampan. dalam kurun tahun 2013-2015, 6 orang pecandu telah dikirim untuk menjalani rehabilitasi pungkas nya.

Diahir acara dilakukannya penyerahan cindera mata oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah Kepada H Zaharudin selaku ketua rombongan Pemadam.
Baca selengkapnya

Jumat, 28 Oktober 2016

Syamsuar : Teruslah berlatih jika ingin menjadi yang terbaik


Setelah berhasil meraih juara tiga, Syamsuar berkenan secara langsung memberikan uang pembinaan kepada para peserta yang berhasil mendapatkan juara pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXV tingkat Provinsi Riau tahun 2016 bertempat di Balai Datuk empat Suku, jum’at (28/10/16). Sebelumnya acara diawali dengan makan bersama.

Dalam sambutannya, Bupati Siak sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Siak Syamsuar mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas prestasi yang telah di raih oleh Qari-Qariah Kabupaten Siak yang berhasil meraih juara tiga dengan nilai 44 pada MTQ Tingkat Provinsi Riau di Pekanbaru yang lalu.

“Alhamdulilah untuk tahun ini kita bisa mendapatkan juara 3 dan ini merupakan sebuah peningkatan prestasi dari tahun-tahun sebelumnya, akan tetapi ini semua tidak lepas dari kerja keras para Bapak Ibuk guru yang telah membimbing anak-anak kita sehingga bisa menjadi juara” sahut bg Syam.

Sementara itu beliau juga menambahkan bahwa jangan mudah puas dengan hasil yang kita peroleh sekarang, jika kita sampai lalai maka untuk kedepannya prestasi kita bisa menurun jadi giatkanlah untuk terus berlatih, bahkan kami nantinya akan membawa guru Penguji MTQ Tingkat Provinsi Riau yang kemaren untuk mengajarkan kalian.

Diakhir sambutannya, Datuk Setia Amanah tersebut memberikan semangat kepada seluruh anak Siak yang lagi Kuliah, bahwasanya Pemerintah Kabupaten Siak sudah bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dari Kementrian Keuangan untuk S2 dan S3, jadi mereka nantinya akan membantu untuk memberikan beasiswa Pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Bagi anak Siak yang ingin kuliah hingga S3, manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin karena untuk Siak sendiri baru 4 orang yang mengambilnya. Untuk diketahui Beasiswa ini bukan hanya Ilmu Umum, akan tetapi Ilmu Agama juga masuk kedalamnya, jadi terserah kalian mau ngambil yang mana dan Universitas apa” tutupnya.

Dari berbagai cabang lomba yang kita ikuti pada MTQ ke XXXV Tingkat Provinsi Riau, inlah Qari dan Qariah berhasil mendapatkan juara, Fatahilah Al Hafiz juara satu Cabang Tilawah Golongan Remaja, Sabri Fazil juara satu cabang Tilawah Golongan Qira’at, Fitri Yanti juara satu Cabang Khath Naskah, Winda Hartati juara satu cabang Musabaqah Makalah Alquran  (MMQ), Putri Dwi Sofira dan Maulidi Thariq juara satu cabang Tahfiz 10 juz, Alfanza Fikri juara dua cabang Tilawah Golongan Tartil, Susiliani juara dua cabang Khath Dekorasi, Khairil Anwar juara dua cabang Musabaqah Makalah Alquran  (MMQ), Risanda Ismail juara dua cabang Tahfiz satu juz dan Elsa Desanti juara tiga cabang Group/Syarhil.

Senada dengan itu, Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Siak Wandi Utama berkata bahwa untuk MTQ Tingkat Provinsi Riau tahun ini, hasil pemantauan kami selama dilapangan bahwa selama anak-anak kita bertanding, tingkat keseriusan dan fokus mereka sangat tinggi dan ini barangkali salah satu faktor yang membuat mereka bisa meraih juara. 
Baca selengkapnya

Selasa, 18 Oktober 2016

Opening Ceremoni Tour de Siak 2016



Usai dilaksanakannya parade atlit dan funbike pagi tadi, siangnya tepat pukul 14.00 wib dilanjutkan dengan Pembukaan Tour De Siak yang dikemas dengan dua penampilan spesial, yakni parade gasing dan parade seribu kompang, Selasa (18/10/2016).

"Tim musium rekor Indonesia menjadi saksi sekaligus mencatat perhelatan superlatif yang kami yakini semangat kebanggaan bangsa yang berkobar hanya terjadi dimpersada nusantara yang kita banggakan pada hari ini" seru Awan Rahargo direktur museum Indonesia.

Lalu dikatakannya, dan pada hari ditunjukkan dalam rangka pembukaan Tour De Siak dimana para pelaku pelajar se-Kabupaten Siak telah mampu menorehkan pencapaian prestasi rekor indonesia. Dan juga kami yakini bahwa gema yang begitu maha dahsyat pada hari ini telah diperdengarkan kami yakini ini mampu mencatatkan sebagai rekor dunia.

Lanjutnya, kali ini merupakan peristiwa superlatif yang pertama kalinya yang pagelarkan oleh anak-anak pelajar sebanyak 2676.oleh karnanya ini pencapaian prestasi karya dan karsa anak bangsa yang patut kita dukung penuh dan kita apresiasi.

Dalam kesempatan yang sama Syamsuar mengatakan, "Upaya untuk mengemas iven ini agar senantiasa menjadi lebih baik, serta lebih semarak dengan nuansa budaya melayu terus kita lakukan. Pada tahun ini, sebagai bagian dari rangkaian iven Tour de Siak, juga dilaksanakan kegiatan eksibisi seni budaya, seperti parade gasing tradisional dan penampilan seribu kompang oleh masyarakat Kabupaten Siak".

Empat tahun terakhir, berbagai dampak positif dari dilaksanakannya kegiatan ini telah mulai dapat kita rasakan. Misalnya Pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan geliatnya disektor pariwisata. Sejumlah UKM baru bermunculan seiring dilaksanakannya beberapa iven promosi Daerah.

Disisi lain, infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat dikawasan ini berkembang jauh lebih baik seiring dilaksanakannya iven ini. sebagaimana kita maklumi, ketersediaan infrastruktur jalan yang baik selalu berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Lalu Lanjutnya, terkait wacana untuk menjadikan Tour de Siak sebagai ikon Riau dan Nasional ini, Pemerintah Kabupaten Siak menyatakan membuka diri dan siap mendukung rencana Bapak Gubernur dan Kementerian Pariwisata, untuk melibatkan kabupaten dan kota tetangga serta negeri jiran untuk terlibat dalam pelaksanaan iven ini kedepan. Terlebih lagi, beberapa penambahan lintasan balap yang diusulkan melewati daerah-daerah lain yang masih memiliki hubungan historis dengan Kabupaten Siak.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman membuka secara resmi Tour De Siak 2016, disampaikannya "Dengan Tour De Siak ini menurut kami bukan hanya sekadar untuk kita berlomba di balap sepeda tapi jadikan magnet pariwisata Provinsi Riau ini dari Kabupaten Siak ini".

Hal ini dibuktikan dengan adanya Tour De Siak ini, juga membawa nama Riau ke mancanegara dan nasional lalu melihat bagaimana dukungan dari kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif mempromosikan Tour De Siak ini baik di Indonesia maupun di luar Indonesia.

"Feeling saya ini bukan hanya sampai melaka saja Tour De Siak ini, bisa jadi sampai ke Thailand dan negara-negara lain. Saya tidak tau, sama-sama kita saksikan nanti ini bisa juga menyaingi Tour The France. Tidak apalah kita mimpi-mimpi dulu" pungkasnya.


Baca selengkapnya

2.676 Orang Penabuh Kompang, Siak mendapatkan Rekor MURI.

Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat rekor baru yakni Parade Penabuh Kompang terbanyak se-Indonesia dengan total penabuh sebanyak 2.676 orang. Keseluruhan penabuh Kompang tersebut merupakan gabungan dari pelajar dari SD hingga SMA se Kabupaten Siak.

Senior Manajer MURI, Awan Rahargo mengatakan pencatatan ini merupakan rekor baru yang belum pernah dilakukan oleh siapapun. Awan mengaku pencatatan rokor pada bidang kebudayaan adalah rekor yang membanggakan yang harus terus dilestarikan.

"Ini adalah rekor baru. Kita memberikan apresiasi besar kepada seluruh pelajar yang memainkan Kompang dengan sangat baik dan meriah," kata Awan, Selasa, 18 Oktober 2016.


Bupati Siak, Syamsuar sendiri merasa sangat bangga pada seluruh pelajar se Kabupaten Siak yang selama beberapa hari telah melakukan latihan secara rutin untuk mencetak rekor Muri ini.

(Sumber : RiauOnline.co.id)
Baca selengkapnya

Selasa, 12 April 2016

Ekspedisi Islam Nusantara Akan Sambangi Siak.


SIAK - Jika tak ada aral melintang, diperkirakan Tim Ekspedisi Islam Nusantara yang ditaja Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, akan menyambangi Kota Siak Sri Indrapura 7 Mei 2016 mendatang. Rencana Kutakan njungan Tim Ekspedisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian tour nusantara dilakukan selama dua bulan di puluhan tempat dari Aceh hingga Papua. Demikian dikatakan Fauzi Azni, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Siak.  

“Tim Ekspedisi Islam Nusantara ini, rencananya akan melibatkan 30 orang yang dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh” Sebut Fauzi saat memimpin rapat persiapan penyambutan di Siak Sri Indrapura Meeting Room (13/04/16). Selain itu kata dia, romobongan juga akan mengikutsertakan beberapa wartawan media cetak, online, televisi, serta fotografer dan tim penulis khusus untuk kepentingan penyusunan buku. 

Tujuan dari ekspedisi ini kata Fauzi, mirip dengan kegiatan kapsul waktu yang pernah melintasi Kabupaten Siak beberapa waktu lalu, yaitu mengenang perjalanan sejarah yang ada ditiap-tiap daerah. “Mereka ingin mengenang sejarah kebesaran peradaban Islam dimasa lalu khususnya terkait Kerajaan Siak Sri Indrapura” sebutnya.

Tim ekspedisi ini dalam lawatannya ke Kabupaten Siak, akan melaksanakan agenda Coaching Clinic seputar “Deradikalisasi dan Anti Narkoba” oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) di SMAN 1 Siak. Selain itu juga akan dilaksanakan Seminar Lintas Iman dan Lingkungan di Gedung Tengku Maharatu, dengan menyandingkan Bupati Siak Syamsuar sebagai narasumber, bersama pembicara dari Kementerian Agama, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta Otoritas Jasa Keuangan.

Seperti halnya di beberapa daerah lain, tim ekspedisi akan melihat bagaimana nilai-nilai toleransi dan akulturasi agama dan kebudayaan membaur ditengah-tengah masyarakat, misalnyanya melalui spirit keislaman, kebhinnekaan dan solidaritas sosial, kesenian, tana busana dan tradisi lokal. 

“Rencananya kita juga akan tampilkan kesenian tradisional Melayu Siak, misalnya tari persembahan selamat datang pada hari pertama kedatangan” ungkap Fauzi.

Sementara itu Yurnalis, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Siak mengatakan, Kabupaten Siak terpilih menjadi 40 daerah yang akan dikunjungi tim ekspedisi tahun ini. Saat ini kata dia, berdasarkan informasi dari Wasekjen PB NU Imam Pituduh sudah memulai ekspedisi dan sudah berada di kota Gresik Jawa Timur. 

“InsyaAllah tanggal 6 Mei nanti, mereka tiba di Pekanbaru dan langsung menuju Siak Sri Indrapura. Puncak kegiatan rencananya akan dilaksanakan tanggal 7 dan 8 Mei nanti” kata Yurnalis sambil menyebut jadwal kunjungan tim ekspedisi cukup padat.


  
Baca selengkapnya

Minggu, 03 April 2016

Di Era MEA, Daya Saing Putra Daerah Diuji.



Minggu (03/04/16), Wakil bupati Siak Alfedri menghadiri sekaligus melantik Pengurus Kabinet Ceria HIPERMAKSI (Himpunan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Siak) periode kepengurusan 015-2017 di Hotel Madani Medan.

Rasa bangga dan haru dirasakan mahasiswa asal kabupaten Siak yang tengah menempuh pendidikan di Kota Medan atas kedatangan Alfedri. Ia datang atas undangan Mahasiswa kabupaten Siak sempena acara pelantikan kepengurusan baru HIPERMAKSI periode 2015-2017.

Jajaran pengurus yang dilantik ini jumlahnya 20 orang, dengan Wahyu Dwiyantoro Ketua Umum yang baru, sebelumnya perkumpulan mahasiswa dan pelajar di Kota Medan ini diketuai oleh Dien Tri Anjani untuk periode 2013-2015.

Alfedri dalam sambutannya berharap, kedepann organisasi mahasiswa pelajar yang ada dapat disatukan dalam satu wadah yang sama. Yang terpenting kata Alfedri, ketua organisasi harus mampu mengayomi dan merangkul anggotanya agar selalu kompak dan saling membantu, serta saling mengingatkan satu sama lain agar organisasi tetap utuh dan berjalan.

"Membangun Siak tidak mesti di Siak, semua pelajar dan mahasiswa yang tengah menuntut ilmu diluar daerah diharapkan mempersiapkan diri menghadapi persaingan yg ketat," kata Timbalan Datuk Setia Amanah Kabupaten Siak ini.

Dihadapan mahasiswa dan pelajar disana, Ketua Badan Narkotika Kabupaten Siak ini juga sempat cerita tentang perjalanan hidupnya. "Saya mulai dari kelas 4 hingga kelas 6 SD tidurnya disurau kampung, lalu hijrah ke Pekanbaru untuk sekolah di SMA 1 Pekanbaru.

Meski hidup merantau, Alhamdulillah selama sekolah dan kuliah, saya juara terus. Karena saya suka membaca dan mengajak kawan kawan untuk belajar kelompok’ tutur Alfedri.

Lebih lanjut ia berharap, mahasiswa dan pelajar Siak di Medan terus giat belajar dan menuntut ilmu. “Niatkan merantau jauh jauh ke Medan ini untuk belajar dan menerapkan ilmunya kepada orang lain, agar ilmu yang didapat jadi bermanfaat” harapnya.

Diakhir sambutan, Alfedri sempat berpesan pada pengurus dan anggota HIPERMAKSI, sebagai putera daerah sekarang harus selalu bersiap diri untuk bersaing, karna persaingan di dunia kerja sudah semakin ketat, terlebih lagi di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sekarang ini, tenaga kerja asing dari luar negeri bebas masuk ke Indonesia untuk mencari kerja.


Baca selengkapnya

Kamis, 31 Maret 2016

Inovasi Siak Menuju Peringkat 35 Besar Nasional



Sempena kegiatan Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Surabaya, Bupati Siak Syamsuar Terima Anugerah TOP 99 Inovasi Publik Nasional Tahun 2016 dari Menteri PAN RB Yudhi Chrisnandi.

SURABAYA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), resmi menerbitkan Surat Keputusan No. 51/2016, tentang penetapan 99 inovasi pelayanan publik terbaik, hasil penilaian dari 2.476 inovasi usulan peserta kompetisi inovasi pelayanan publik 2016.

Dari kumpulan 99 inovasi itu, terpilih 11 inovasi milik lembaga kementerian, 5 lembaga negara, 5 BUMN, 25 Provinsi, 13 Pemerintah Kota, dan 40 Kabupaten yang memiliki bobot penilaian terbaik. Termasuk diantaranya inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ yang digagas Dinas Bina Marga (BMP) Kabupaten Siak, setelah melalui tahapan Pekan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Ini kali kedua Kabupaten Siak jadi wakil Riau mengikuti penilaian ini. Tahun lalu, Sistem Perizinan Online dan Tracking System (SPOTS) Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Siak juga masuk 40 besar”, kata Bupati Siak Syamsuar, saat menghadiri Anugerah TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik di gedung Jatim Expo Kamis pagi (31/03).

Atas prestasi itu, orang nomor satu Kabupaten Siak ini juga berharap inovasi ini dapat terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Dari 1077 inovasi yang diusulkan kabupaten se-Indonesia, Alhamdulillah kita sudah tembus 40 besar untuk kategori Kabupaten, secara keseluruhan kita sudah masuk TOP 99 yang dapat penghargaan. Tapi yang jelas Inovasi ini outputnya kemudahan dan kenyamanan kepada masyarakat, tahun lalu juga begitu, tapi dalam hal kemudahan perizinan” jelas Syamsuar.

Nantinya, 99 inovasi terbaik ini, akan diseleksi kembali untuk menjadi 35 besar. "kalau sudah masuk 35 besar, nanti akan diumumkan sewaktu pelaksanaan Musrenbangnas mendatang, dan penghargaannya diserahkan langsung oleh Presiden Jokowi " sebut Syamsuar. 



Kedepan, Syamsuar juga menghimbau masyarakat luas agar dapat berpartisipasi aktif dengan melaporkan kerusakan jalan kabupaten yang ditemui untuk meminimalisir resiko kecelakaan maupun tingkat kerusakan kendaraan. “Ini berkaitan kenyamanan dijalan raya, apabila ada kerusakan jalan-jalan kabupaten, masyarakat bisa SMS melalui call center atau website, bisa langsung ditangani dinas BMP, biar jalannya jadi bagus” harapnya.

Syamsuar juga bercerita kalau inovasi ini sebenarnya sudah lama diterapkan di Kabupaten Siak. Namun berdasarkan arahan KemenPANRB yang mengharuskan tiap-tiap daerah mengajukan usulan program terobosan baru yang bermanfaat luas bagi masyarakat, tahun ini inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ baru diusulkan untuk dinilai. “Tahun depan, bakal adalagi inovasi yang akan digagas, tapi karena ada aturan-aturan yang mengikat, terkait persyaratan dan penilaian, nanti akan kita usulkan secara bertahap“ ungkap mantan Kepala Inspektorat Provinsi Riau ini.

Sementara itu Irving Kahar, Kepala Dinas BMP Kabupaten Siak, menceritakan dari mana ia dan tim mendapatkan ide untuk membuat inovasi ini. Kata dia, kondisi struktur tanah di Kabupaten Siak yang sebagian besarnya gambut, membuat Dinas BMP harus putar otak mengatasi kerusakan jalan yang seringkali muncul karena kendaraan angkutan industri dan perkebunan bertonase berat melintas setiap hari.

“Banyak yang menyumpah saya karena jalan berlubang, daripada merasa bersalah terus, akhirnya saya berfikir mencari jalan keluar bagaimana agar jalan berlubang bisa ditutup secepatnya’ kata dia.

Prosesnya kata Irving, pekerjaan dilaksanakan secara swakelola. Sebab dengan sistem kontrak, pengerjaan tidak akan bisa dilakukan dengan cepat. “Lelang itu saja prosesnya sudah makan waktu hingga 45 hari, sementara masyarakat ndak mau tau, yang penting jalan harus selalu bagus” ungkapnya.

Alhasil lanjut Irving, ‘Reaksi Perbaikan Jalan Rusak’ ini sudah berjalan sejak 2012 lalu. Ini pulalah yang disebut Ketua Harian Pengkab ISSI Siak ini menjadi salah satu faktor kunci perhelatan Tour de Siak tiga kali sukses digelar.

“Sejak pelaksanaan PON cabang Olahraga Balap Sepeda yang lalu, jalan di Siak sudah bagus, sayang kalau tak dirawat. Iven tahunan Tour de Siak yang selalu terlaksana tepat waktu jadi salah satu indikator, bahwa perawatan jalan harus kita laksanakan terus-menerus” sebutnya.

Senada dengan Bupati Syamsuar, sebenarnya Irving mengaku tak begitu ngotot inovasi ini harus sampai pada target berapa besar, namun ia melihat, visi dan misi pembangunan Kabupaten Siak untuk memberikan pelayanan publik terbaik di Riau tahun 2016, jauh lebih penting untuk terus dikembangkan. “Ini hanya salah satu upaya untuk mengukur, sejauh mana capaian kinerja kita mendukung mutu pelayanan publik” sebutnya.

Ia juga mengaku sebagaimana juga satuan-satuan kerja lain di Pemkab Siak, tim Dinas BMP tidak akan berhenti berinovasi. Sebut Irving, tahun depan ide yang digagas sudah beda lagi, ‘Merangkai Kampung Dengan Satu Jari’ namanya. “Dengan menggunakan teknologi informasi, kita akan bikin database jalan yang rusak di kampung-kampung. Saya dan tim sudah diskusi, bagaimana nanti kita ajukan lagi untuk diukur sebagai salah satu inovasi” tutupnya.

Kamis pagi (31/03), sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga negara, provinsi, serta kabupaten dan kota berbaur bersama 1600 orang undangan yang hadir, pada acara Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Jatim Expo (JX) Internasional Surabaya. Selain itu dilokasi yang sama, juga diadakan pameran gelar inovasi TOP 99 terbaik oleh lembaga dan daerah inovator.


Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system