Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2016

Alfedri hadiri Pelantikan ketua umum terpilih dpp kemari Chevron periode 2016 2021.

Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri M.Si menghadiri acara Pelantikan Ketua umum terpilih DPP Keluarga Melayu Riau-Kepri (KEMARI) Chevron periode 2016 2021,Sabtu 19 November 2016.

Bertempat di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau dilaksanakan nya acara Pelantikan Ketua umum terpilih DPP Keluarga Melayu Riau-Kepri (KEMARI) Chevron periode 2016-2021 yang terpilih H Syafaat sebagai Ketua.turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri M.Si.tujuan dari pelantikan ini adalah sebagai untuk menjalin Talisilaturahmi antara Melayu Riau-Kepri dengan masa Khidmad 2016-2021.

Usai melaksanakan Pengukuhan kepengurusan sebanyak 30 orang yang telah dikukuhkan,dikatakan oleh Gunernur Riau H Arsyadjuliandi Rahman, tentunya atas nama Pemerintah Provinsi Riau memberikan selamat atas pelantikan kepengurusan Kemari yang baru.semoga dengan dilantik nya kepengurusan ini bisa mewujudkan pembangunan yang ada di Riau ini sesuai dengan program yang telah dibuat dengan harapan bisa disesuaikan dengan kondisi pada saat ini.

Seiring dengan perkembangan seperti yang dirasakan saat ini,kemari telah berjalan selama 18 tahun,telah banyak berbagai program yang telah dilaksanakan dengan tujuan untuk berkontribusi langsung kepada Negri ini.kata Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rahman.

"Diharapkan agar KEMARI bisa menyusun program nya kedepan sesuai dengan kondisi yang ada seperti saat ini.tentunya juga bisa berkontribusi kepada negri ini sehingga bisa bersama sama mewujudkan untuk membangun di Negri ini sesuai dengan tema pada acara ini kata dia".

Selain Riau mempunyai Visi 2020,beliau menghimbau agar visi tersebut sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan oleh Riau pada saat ini,yaitu berkaitan dibidang Ekonomi dan Kebudayaan.tentu nya diawal tahun nanti Pemerinyah akan memulai kembali kebudayaan melayu serta sekaligus menjadi fasilitator antara puak puak yang ada di Riau ini.itu lah tugas dari Dinas Kebudayaan.tentu nya wajib bagi masyarakat Riau untuk ikut turut andil dalam menyukseskan Visi Riau 2020,tandas nya.
Baca selengkapnya

Jumat, 18 November 2016

Ghatib Beranyut di Sugai Jantan

Pemerintah Kabupaten Siak bekerjasama dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Siak serta Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Siak menggelar acara Ghatib Beranyut, sebagai agenda kegiatan tahunan, untuk membangkitkan kembali budaya asli Siak, kegiatan digelar Jumat malam (18/11/16) dimulai pukul 19.30 WIB, Ba’da Isya.
Dalam kegiatan tahunan yang bernuansa Islami tersebut, hadir juga Ketua Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau Kabupaten Siak Zulkifli, Forkompinda Kabupaten Siak, Dewan Pengurus Lembaga Adat Melayu Kabupaten Siak, Pejabat Lingkungan Kabupaten Siak, beserta para tokoh Agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Siak.

Ketua Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau Kabupaten Siak Zulkifli mengajak masyarakat untuk khusyuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan syarat dan rukunnya.

"Marilah kita suluh dan cuci negeri ini dari berbagai yang tidak senonoh dan segala yang tidak patut," ujar Zulkifli.

Sementara itu Syamsuar mengatakan bahwa kegiatan religi ini tentunya sangat bermakna, terutama dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan diri kepada Allah SWT.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan agama, sakral, dan religius, karena bukan sembarangan kita beranyut melainkan berzikir kepada Allah SWT," ucap Syamsuar.

"Semoga apa yang kita hajatkan ini, Negeri kita terhindar dari segala musibah dan dijauhkan dari marabahaya, dan semoga juga masyarakat diberi kemurahan rezeky, cucuran rahmat, nikmat, serta disayangi Allah SWT," lanjutnya.

Pada kegiatan Ghatib beranyut kali ini, para peserta yang mengikuti doa dan zikir bersama, di atas sungai Siak tersebut menggunakan Ferry besar Belantik, yang dimulai dari Pelabuhan LASDAP menuju arah ke Belantik.

Ghatib beranyut adalah kegiatan zikir yang dilakukan di atas perahu, dan seiring derasnya arus sungai Siak membuat perahu hanyut. Istilah Ghatib beranyut merupakan kalimat dari dua unsur kata, Ghatib merupakan orang alim bersama rombongan hanyut di atas perahu. Kegiatan Ghatib beranyut diikuti sejulah jamaah Masjid dan Mushalla serta warga Muslim Kabupaten Siak. Selama kegiatan doa dan zikir didengungkan di tengah Sungai.
Baca selengkapnya

Senin, 14 November 2016

Budayakan Hidup Sehat mulai dari Keluarga Kita

Bupati Siak Syamsuar pimpin acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 52 tahun 2016, bertempat di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Senin (12/11/16).

Sebagaimana diketahui bahwa tanggal 12 November merupakan Hari Kesehatan Nasional yang diselenggarakan setiap tahunnya dan untuk Hari Kesehatan Nasional (HKS) ke-52 tahun 2016 ini mengambil tema “Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat”.

Senada dengan Tema HKN ke-52 tahun 2016 itu, Bupati Siak Syamsuar yang membacakan langsung Sambutan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Farid Moeloek mengatakan  untuk membangkitkan kembali pesan-pesan kesehatan bahwa sehat itu harus dijaga, bergaya hidup sehat, berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional. Sehingga nantinya, akan terbangun kemandirian masyarakat yang sadar akan kesehatan untuk mencapai Indonesia Kuat”.

Pada saat ini, Indonesia tengah menghadapi Tantangan kesehatan berupa triple burden, yaitu masih tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular dan muncul kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi.

Menurut Global Burden of Disease 2010 dan Health Sector Review 2014, kematian yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular, yaitu Stroke menduduki peringkat pertama. Dengan demikian, trend ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup di masyarakat.”Tambahnya.

Selian itu, Beliau juga menjelaskan bahwa pada tanggal 15 November mendatang, Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo akan meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau disingkat dengan GERMAS. Yaitu suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Tujuan GERMAS ini, agar masyarakat berperilaku sehat, sehingga diharapkan berdampak pada kesehatan yang terjaga, terciptanya lingkungan yang bersih, sehingga jika dalam kondisi sehat, produktivitas masyarakat meningkat dan biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk berobat akan berkurang, dengan cara melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban”. ucap Datuk Setia Amanah itu dalam menyampaikan Sambutan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Diakhir sambutannya, Syamsuar mengharapkan Kepada seluruh jajaran kesahatan, termasuk Para Camat dan Penghulu agar dapat membantu mensukseskan Program Siak sebagai Kabupaten Sehat.

Dalam acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ini, juga diadakan Deklarasi Stop Buang Air Besar yang diikuti oleh beberapa Kecamatan dan Kampung yang ada di Kabupaten Siak.

Deklarasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan kebiasaan, bahaya dan manfaat buang air besar di jamban serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berprilaku hidup sehat dan hidup bersih.

Kampung yang mengikuti Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan, untuk Kecamatan Dayun, Kampung Lubuk Tilan, Kampung Dayun, Kampung Sawit Permai, Kampung Suka Mulya, Kampung Sialang Sakti, Kampung Teluk Merbau, Kampung Merangkai, Kampung Berumbung Baru, Kampung Buana Makmur, Kampung Banjar Seminai, Kampung Pangkalan Makmur.

Selain di Kecamatan Dayun, ada beberapa Kampung lain yang mengikuti Deklarasi ini seperti Kampung Tasik Seminai, Kampung Keranji Guguh yang ada Kecamatan Koto Gasip. Kemudian Kampung Seminai, Kampung Buantan Baru yang ada di Kecamatan Kerinci Kanan, Kemudian Kampung Sri Gading, Kampung Rawang Kao Barat yang berada di Kecamatan Lubuk Dalam.

Diakhir acara, Bupati Siak berkesempatan memberikan penghargaan kepada Kecamatan Koto Gasib Atas Paritsipasi Pembinaan terhadap Kinerja Posyandu, Desa Siaga Aktif, PHBS dan Toga, Kecamatan Dayun atas Prestasinya Stop Buang Air Besar Sembarangan tahun 2016, UPTD Puskesmas Kecamatan Koto Gasip atas Prestasi Juara pertama Lomba Tanaman Toga tingkat Kabupaten Siak dan Juara dua Tingkat Provinsi Riau tahun 2016, Posyandu Nurati Satu Kampung Tasik Seminai Kecamatan Koto Gasib atas Prestasinya Juara satu Lomba Posyandu tingkat Kabupaten dan Provinsi tahun 2016, Kampung Tasik Seminai Kecamatan Koto Gasib sebagai Juara dua dalam Penilaian Lomba Desa Siaga tingkat Provinsi Riau tahun 2016 dan Ibu Rianti sebagai Kader Posyandu masa bakti lebih dari 20 tahun di Kabupaten Siak.
Baca selengkapnya

Minggu, 13 November 2016

Syamsuar Sambut Kunjungan DMDI

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi Sambut kedatangan Rombongan Delegasi DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam) di Rumah kediaman  Bupati siak  nya Minggu 13 November 2016.
Sebanyak 8 orang dari Rombongan Delegasi DMDI Malaka berkunjung ke Kabupaten Siak. Kehadiran dari Rombongan tersebut disambut langsung oleh Bu
pati Siak Drs H Syamsuar,MS,i yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah,Kadisparpora Hendrisan,Kepala Dinas Perindag Wan Bukhari.tujuan dari kedatangan rombongan Delegasi DMDI Malaka  tersebut sebagai Upaya menjalin serta untuk mempererat tali silaturahmi serta untuk menjalin kerja sama dibidang pariwisata antara Malaka dan Siak.


"Dengan tujuan untuk mempromosikan siak di Malaysia terutama dalam masukan kami nanti nya akan kami buat seperti promosi 1 hari siak yang khusus mempromosikan wisata siak dimalaka.jadi dalam 14 hari kami khusus kan 1 hari setiap bulan nya.hal itu yang disampaikan Tuan Nazary Ahmad selaku ketua Kabiro Kepariwisataan Dunia Melayu Dunia Islam Malaka(DMDI)

"Kita telah dipercayakan oleh Mentri kerajaan malaka untuk mempromosikan wisata malaka,terutama wisata air.
Yang jelas nya kita akan menghubungkan antara siak dan malaka yang terdiri dari dua negara terutama bagi para Wisatawan dengan tujuan untuk memakmurkan ekonomi rakyat,seperti hal nya mempromosikan makanan daerah siak jelas.

"Insyaallah kalau siak mempunyai Potensi Wisata,tentunya kami kan siap membantu untuk mempromosikannya"kata Nazary Ahmad".
 

Dikemukakan juga oleh Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi mengatakan,kami mengharapkan kedepan adanya kerja sama dengan malaka yang jelas dampak nya bisa di rasakan oleh masyarakat.tentu nya kami juga harus banyak belajar dari malaka terutama dalam hal Pariwisata.apa lagi orang Riau paling banyak ke malaka,sebut Dia.
Selain itu,beliau juga menjelaskan,Pemerintah Indonesia khusus nya Kabupaten Siak, juga membuka  Promosi kerja sama seperti Pariwisata.apa lagi seperti malaka lebih berkembang pesat dalam menarik minat wisatawan,tandas nya.

Diakhir acara Bupati Syamsuar yang di dampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H T.Said Hamzah,Kadisparpora Hedrisan,Kadisperindag Wan Bukhari menyerahkan cindera mata kepada Tuan Nazary Ahmad.
Baca selengkapnya

Selasa, 01 November 2016

Mewakili Kabupaten Siak, Koto Gasip mudah-mudahan menjadi yang terbaik

Tim Penilai Evaluasi Kinerja Kecamatan (EKK) Tingkat Provinsi Riau melakukan penilaian di Kecamatan Koto Gasib, Selasa (1/11/16). Kecamatan Koto Gasib mewakili Kabupaten Siak untuk menjadi yang terbaik di Riau.

Kedatangan tim penilai disambut langsung oleh Asisten Administrasi Umum Jamaludin didampingi Camat Koto Gasib Syafrizal.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Umum Setda Provinsi Riau Rahima Erna, Ketua Tim Penilai Rahyunir, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kab.Siak, Budi L Yuwono, Kepala UPTD Kecamatan Kandis, Kepala Bagian Organisasi Setda Kab.Siak Kharial Azmi, Kapolsek Koto Gasib, penghulu serta tokoh masyarakat.

Asisten Administrasi Umun Jamaludin dalam sambutannya mengatakan bahwa EKK ini merupakan kegiatan yang terprogram dan bertujuan memotivasi camat "Kegiatan EKK ini Memang suatu kegiatan yg memang sudah diprogramkan, disamping menilai kecamatan sekaligus juga menilai camatnya. Jadi di Siak ini hampir 5 tahun melakukan kegiatan ini dan tujuannya untuk memotivasi camat beserta jajarannya serta masyarakat untuk berlomba-lomba bersama kita membangun kecamatan yang kita cintai" katanya.

"Dengan adanya kegiatan ini alhamdulillah kita dapat saksikan geliat pembangunan yang sudah kita rasakan di Kecamatan Kabupaten Siak ini. Sejalan dengan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab.Siak juga sejak tahun 2012 lalu sudah melimpahkan izin dan kewenangan Kabupaten kepada Kecamatan dan juga kepala desa. Terdapat 76 izin dan rekomendasi yang merupakan kewenangan Kabupaten diserahkan ke kecamatan dan desa, dengan tujuan mempercepat pelayanan dan efisiensi" lanjutnya.

Dalam kesempatan itu juga Rahima menyatakan, EKK merupakan agenda tahunan guna mencari kecamatan dengan pelayanan publik terbaik. "Kegiatan ini semacam pemberian reward dan motivasi kinerja pemerintah kecamatan untuk pelayanan terhadap masyarakat, "ujarnya.

"Kami bersama tim datang ke Kabupaten Siak ini sudah tidak meragukan lagi, baik di tingkat Provinsi maupun nasional siak sudah dikenal. kami sangat banggakan Siak, termasuk kepada pariwisata serta ikon lainnya terutama Istana Siak" Lanjutnya,

Diakuinya dengan keunggulan dan potensi yang dimiliki Kabupaten Siak akan sulit dikejar Kabupaten lain. semua Kecamatan di kabupaten hampir sama, dengan melihat pada Kecamatannya yang minim akan konflik, memiliki banyak prestasi dan juga kinerja aparatur yang bagus serta masyarakatnya yg welcome.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Provinsi Riau DR Rahyunir Rauf, menjelaskan, sesuai Peraturan Gubernur No.50 tahun 2014, ada empat indiaktor penilaian.

Pertama, indikator pendelegasian kewenangan dari Bupati kepada Camat yang disebut dengan tugas delegatif camat. Artinya sejauh mana camat menyelengarakan tugas yang dilimpahkan oleh Bupati.

Kedua, tugas umum pemerintahan, kontek pemerintahan disebut tugas atributif camat. Ini melekat pada personal camat itu sendiri.

Ketiga, pelaksanaan tugas lain. Artinya tugas di luar atribut dan delegelatif, sifatnya insidentil, di luar pelimpahan wewenang.

Keempat, inovasi Camat dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah. Dan kelima indikator yang ditambah tim penilai, prestasi yang diraih kecamat.

Dan untuk tekhnik penilaian, dengan melakukan wawancara terhadap camat, kapolsek, danramil, penghulu serta perangkat lainnya yg ada d lingkungan kecamatan koto gasib, menggunakan tekhnik dokumentasi, observasi pengamatan secara langsung di kantor camat.

"Ini merupakan tahun yg ke lima kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerinta Provinsi Riau, dan di tahun kelima ini kami turun di Kabupaten Siak. Pemerintah Daerah Kabupaten Siak senantiasa mengikuti kegiatan ini, dan tidak pernah absen menjadi juara di setiap tahunnya" tutup dia.
Baca selengkapnya

Rabu, 19 Oktober 2016

Ada Lukah Gilo, Gasing dan Tarian Olang-Olang Suku Sakai di TMII Jakarta

Pemerintah Kabupaten Siak ikut ambil bagian dalam Pameran Budaya tahun 2016 yang berlangsung 19-23 Oktober 2016. Pameran budaya ini diberi nama Pekan Produk Budaya Nusantara Expo & Forum 2016 yang digagas oleh Kementrian  Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dibuka secara resmi oleh Mentri PMK Puan Maharani, di Taman Mini Indonesia Indah Rabu 19/10/2016.

Dalam keikutsertaannya Pemerintah Kabupaten Siak menampilkan beberapa atraksi budaya yang diambil dari permainan rakyat Siak. Ada permainan Lukah Gilo dari masyarakat Sabak Auh, permainan gasing tradisional dan gasing buah kulim dari masyarakat lubuk dalam dan tualang sekaligus hadirnya perwakilan masyarakat Suku Sakai Minas yang mendapatkan  kesempatan memainkan tarian olang-olang. Termasuk dengan menampilkan sejarah singkat perjalanan kerajaan Siak lengkap dengan peninggalan-peninggalan sejarahnya.

Khusus untuk permainan rakyat ini, para pemain dan penampilnya merupakan penggiat seni asli dari dari kecamatan. Mereka baru saja unjuk kebolehan pada saat pawai budaya Festival Siak Bermadah 2016 di Siak beberapa waktu lalu. Ikut juga bersama rombongan ini adalah T Firdaus. Beliau adalah salah seorang pengrajin dan tokoh kenamaan Siak yang merupakan pakar pembuat gambus. Dari tanggannyalah kayu-kayu dipahat sampai kemudian bisa bernada dan mengalunkan nyanyian khas melayu yang kemudian dipadankan dengan tarian zapin. Gambus hasil karya T Firdaus ini kemudian dipajang khusus di stan pameran Siak.

Penampilan beberapa kreasi budaya dari pemerintah kabupaten Siak ini menurut Syamsuar adalah bagian dari apresiasi budaya. Budaya yang harus dijaga, dilestarikan dan kemudian diperkenalkan kepada daerah lain yang kemudian dapat menjadi bagian dari promosi daerah. Tampilan yang disajikan pada pekan produk budaya ini dapat menceriminkan dinamika dan produk-produk budaya masyarakat Siak. “Dari sini kita coba memberikan cerminan tentang budaya masyarakat Siak, ini seperti sebuah penegasan soal slogan Siak the Trully Malay. Bahwa apa yang kita tampilkan ini kesemuanya adalah bagaian dari tradisi dan Produk budaya melayu itu,” ujar Syamsuar.

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi usai menghadiri acara pembukan Pekan produk budaya juga berkesempatan mendampingi Puan Maharani, Mendagri Tjahyo Kumolo, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Ja’far juga meninjau langsung produk-produk yang ditampilkan di stand Pameran Kabupaten Siak. Puan juga berbincang banyak soal keberadaan kesultanan Siak beserta peninggalan-peninggalannya yang hingga saat ini masih terjaga, melihat produk-produk kerajinan tenun Siak serta produk asli makanan khas Siak. Puan Maharani beserta para mentri lainnya begitu bergairah mendengarkan penjelesan langsung dari Bupati Siak. Ia memberikan apresiasi yang luar biasa ketika melihat kerajinan tenun Siak serta ketika melihat berbagai peninggalan sejarah yang masih ada di Siak.
Baca selengkapnya

Selasa, 18 Oktober 2016

Opening Ceremoni Tour de Siak 2016



Usai dilaksanakannya parade atlit dan funbike pagi tadi, siangnya tepat pukul 14.00 wib dilanjutkan dengan Pembukaan Tour De Siak yang dikemas dengan dua penampilan spesial, yakni parade gasing dan parade seribu kompang, Selasa (18/10/2016).

"Tim musium rekor Indonesia menjadi saksi sekaligus mencatat perhelatan superlatif yang kami yakini semangat kebanggaan bangsa yang berkobar hanya terjadi dimpersada nusantara yang kita banggakan pada hari ini" seru Awan Rahargo direktur museum Indonesia.

Lalu dikatakannya, dan pada hari ditunjukkan dalam rangka pembukaan Tour De Siak dimana para pelaku pelajar se-Kabupaten Siak telah mampu menorehkan pencapaian prestasi rekor indonesia. Dan juga kami yakini bahwa gema yang begitu maha dahsyat pada hari ini telah diperdengarkan kami yakini ini mampu mencatatkan sebagai rekor dunia.

Lanjutnya, kali ini merupakan peristiwa superlatif yang pertama kalinya yang pagelarkan oleh anak-anak pelajar sebanyak 2676.oleh karnanya ini pencapaian prestasi karya dan karsa anak bangsa yang patut kita dukung penuh dan kita apresiasi.

Dalam kesempatan yang sama Syamsuar mengatakan, "Upaya untuk mengemas iven ini agar senantiasa menjadi lebih baik, serta lebih semarak dengan nuansa budaya melayu terus kita lakukan. Pada tahun ini, sebagai bagian dari rangkaian iven Tour de Siak, juga dilaksanakan kegiatan eksibisi seni budaya, seperti parade gasing tradisional dan penampilan seribu kompang oleh masyarakat Kabupaten Siak".

Empat tahun terakhir, berbagai dampak positif dari dilaksanakannya kegiatan ini telah mulai dapat kita rasakan. Misalnya Pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan geliatnya disektor pariwisata. Sejumlah UKM baru bermunculan seiring dilaksanakannya beberapa iven promosi Daerah.

Disisi lain, infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat dikawasan ini berkembang jauh lebih baik seiring dilaksanakannya iven ini. sebagaimana kita maklumi, ketersediaan infrastruktur jalan yang baik selalu berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Lalu Lanjutnya, terkait wacana untuk menjadikan Tour de Siak sebagai ikon Riau dan Nasional ini, Pemerintah Kabupaten Siak menyatakan membuka diri dan siap mendukung rencana Bapak Gubernur dan Kementerian Pariwisata, untuk melibatkan kabupaten dan kota tetangga serta negeri jiran untuk terlibat dalam pelaksanaan iven ini kedepan. Terlebih lagi, beberapa penambahan lintasan balap yang diusulkan melewati daerah-daerah lain yang masih memiliki hubungan historis dengan Kabupaten Siak.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman membuka secara resmi Tour De Siak 2016, disampaikannya "Dengan Tour De Siak ini menurut kami bukan hanya sekadar untuk kita berlomba di balap sepeda tapi jadikan magnet pariwisata Provinsi Riau ini dari Kabupaten Siak ini".

Hal ini dibuktikan dengan adanya Tour De Siak ini, juga membawa nama Riau ke mancanegara dan nasional lalu melihat bagaimana dukungan dari kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif mempromosikan Tour De Siak ini baik di Indonesia maupun di luar Indonesia.

"Feeling saya ini bukan hanya sampai melaka saja Tour De Siak ini, bisa jadi sampai ke Thailand dan negara-negara lain. Saya tidak tau, sama-sama kita saksikan nanti ini bisa juga menyaingi Tour The France. Tidak apalah kita mimpi-mimpi dulu" pungkasnya.


Baca selengkapnya

2.676 Orang Penabuh Kompang, Siak mendapatkan Rekor MURI.

Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat rekor baru yakni Parade Penabuh Kompang terbanyak se-Indonesia dengan total penabuh sebanyak 2.676 orang. Keseluruhan penabuh Kompang tersebut merupakan gabungan dari pelajar dari SD hingga SMA se Kabupaten Siak.

Senior Manajer MURI, Awan Rahargo mengatakan pencatatan ini merupakan rekor baru yang belum pernah dilakukan oleh siapapun. Awan mengaku pencatatan rokor pada bidang kebudayaan adalah rekor yang membanggakan yang harus terus dilestarikan.

"Ini adalah rekor baru. Kita memberikan apresiasi besar kepada seluruh pelajar yang memainkan Kompang dengan sangat baik dan meriah," kata Awan, Selasa, 18 Oktober 2016.


Bupati Siak, Syamsuar sendiri merasa sangat bangga pada seluruh pelajar se Kabupaten Siak yang selama beberapa hari telah melakukan latihan secara rutin untuk mencetak rekor Muri ini.

(Sumber : RiauOnline.co.id)
Baca selengkapnya

Minggu, 27 Maret 2016

Doa Syamsuar untuk Suyatno


Doa Syamsuar Untuk Suyatno.








Suyatno dikukuhkan jadi Datuk Setia Amanah Rokan Hilir, Syamsuar doakan agar dimudahkan pikul amanah.

SIAK- Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Rokan Hilir (Rohil) resmi menabalkan gelar Datuk Setia Amanah kepada Bupati Rohil Suyatno, Kamis pagi (24/03/16).

Upacara adat Pengukuhan Gelar Kehormatan Melayu ini, berlangsung di gedung LAM Riau Rohil dengan disaksikan beberapa tamu penting dan undangan kehormatan.

Bupati Siak Syamsuar, tampak hadir berbaur dengan hadirin undangan sempena upacara penabalan gelar sahabatnya yang dilaksanakan di Batu Enam Bagan Siapi-api itu. Syamsuar dan Suyatno sebenarnya sudah kenal lama, keduanya sama-sama jebolan Akademi Pemerintahan Dalam Nageri (APDN) Pekanbaru.

Sebelum menjadi orang nomor satu di Siak dan Rohil, mereka juga pernah bertugas didaerah yang sama, tepatnya di Kabupaten Bengkalis sebelum dimekarkan menjadi beberapa Daerah Otonomi Baru (DOB) Siak dan Rokan Hilir.

Usai menyaksikan prosesi adat, Syamsuar secara khusus mendoakan Suyatno, setelah menjadi Datuk Setia Amanah, orang nomor satu Rohil itu dimudahkan dalam mengemban amanah, sesuai harapan masyarakat dan pengurus LAM Riau dan Rohil.

"Ini merupakan amanah dari lembaga adat Melayu yang harus kita jaga. Mudah-mudahan pak Suyatno bisa mengemban amanahnya dengan baik supaya bermanfaat bagi kepentingan masyarakat yang ada di Rohil" kata Syamsuar, Datuk Setia Amanah Negeri Istana.

Sementara itu, usai dikukuhkan menjadi Datuk Setia Amanah Rokan Hilir, Suyatno menyatakan komitmennya untuk mendorong agar peran dan kiprah LAM semakin dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

"Saya terharu dan bangga, ini pertama kali kepala daerah Rohil diberikan gelar itu," ungkapnya.
Kedepan, Suyatno juga bertekad mendukung cita-cita Provinsi Riau sebagai pusat kebudayaan melayu di Asia Tenggara 2020, sebagaimana halnya Kabupaten Siak dengan spirit "The Truly Malay" nya.
Baca selengkapnya

Rabu, 16 Maret 2016

Geliat Olahraga Para Raja di 'Negeri Istana' 



Geliat Olahraga Para Raja di 'Negeri Istana' 

Siak - Dari Desember tahun lalu, olahraga para raja sudah hadir di Kabupaten Siak. Namanya Persatuan Panahan Indonesia (Perpani).

Dibilang olahraga para raja lantaran panahan sudah menjadi pengetahuan wajib di lingkungan kerajaan. 
Inilah yang membikin olahraga panahan ini akan menjadi lebih istimewa di Siak dibanding di kabupaten lain yang ada di Riau.
Sebab semua orang tahu, Siak adalah negeri para raja; Negeri Istana. 

"Dan ini pulalah yang membikin beban moral kami lebih besar untuk mengembangkan olahraga ini di Siak," cerita Siswanto, sekretaris Perpani Kabupaten Siak Kamis (17/3). Dia ditemani Ketua Perpani Siak, Alfarizi.  

Meski baru hitungan bulan, Perpani Siak kata Siswanto sudah menggeber banyak hal. Mulai dari perekrutan calon atlit, sosialisasi dan siap-siap menyusun pengurus minimal di lima kecamatan. 

"Sampai sekarang kami sudah punya 6 orang calon atlit. Mereka, 4 orang siswa SMP dan sisanya SMA. Mereka dilatih saban Senin, Selasa, Kamis dan Minggu oleh tiga orang pelatih. Dua orang pelatih lokal dan satu lagi dari provinsi. Saya juga ikut melatih. Kebetulan saya sudah punya sertifikat pelatih Traning ForTrainer Indonesian Archery School Program (TFT INASP)," kata lelaki 38 tahun ini. 

"Kalau anak-anak kami mau ikut latihan, datang saja ke pelataran parkir Gedung LAMR Siak di kawasan jalan Hang Tuah Siak Sri Indrapura di hari-hari yang disebut tadi," Alfarizi mengajak. 

Lelaki 43 tahun ini mengaku semangat mengembangkan olahraga panahan lantaran semangat Pemkab Siak untuk melestarikan kebudayaan melayu Siak.
"Seperti dibilang tadi, panahan ini olahraga tradisi kerajaan. Bahkan di jaman para nabi, mahir  memanah itu dianjurkan nabi. Kata nabi, ajarilah anakmu berenang, memanah dan berkuda," ujar Alfarizi. 
   
Ini pula kata Alfarizi yang membikin sejarah di Indonesia mencatat bahwa ketua pertama olahraga panahan dijabat oleh Sri Paku Alam VIII, dari keraton Yogya.   

"Saya berharap orang tua kami yang ada di Siak, menganjurkan anak-anaknya untuk mau belajar memanah. Sebab itu tadi, selain selaras dengan misi pemerintah dan tradisi kita sebagai orang melayu yang notabene beragama islam. Olaraga ini juga sangat bagus untuk meyehatkan tulang belakang, lho" ujar Alfarizi. 

Panahan juga kata Siswanto cocok dikembangkan di Siak Sri Indrapura yang sudah jadi destinasi wisata. "Kita bisa membikin panahan ini jadi semacam archery tag games. Ini kan bisa menambah warna objek wisata yang bisa dinikmati orang saat datang ke 'Negeri Istana," ujarnya. (hms)  

Baca selengkapnya

Jumat, 26 Februari 2016

Direktur Kebudayaan TMII Salut Dengan Syamsuar




Direktur Kebudayaan TMII Salut Dengan Syamsuar
 
Siak –Direktur Kebudayaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ade F Meliala, mengaku salut dengan rencana jangka panjang yang dibikin oleh Bupati Siak, Syamsuar, soal upaya menjaga tradisi dan budaya yang ada di ‘Negeri Istana’ di tengah modernisasi yang ada. Membangun dan mengembangkan pariwisata Siak yang berbasis kebudayaan melayu.
 
“Ini luar biasa. Banyak orang yang hanya berfikiran jangka pendek soal pengembangan pariwisata. Paling lima tahun. Ini tidak. Bapak berfikir jauh ke depan. Saya salut,” kata perempuan ini saat menggelar pertemuan di Zamrud Room komplek rumah dinas bupati Siak di kawasan jalan Raja Kecik, Siak Sri Indrapura, Kamis (25/2) malam. Dia bersama rombongan dari Jakarta dan Pekanbaru.
 
Ade yang sudah kali kedua datang ke Siak ini mengaku bahwa dia bersama rombongan sudah keliling Kota Siak. Kota Siak semakin indah, kota yang luar biasa. Tak hanya indah, tapi Siak punya roh untuk lebih maju lagi.
 
Sebelumnya Syamsuar cerita panjang lebar soal asal mula kerajaan Siak yang dibangun pertama kali oleh Raja Kecik pada tahun 1723 silam. Terus dia juga cerita soal potensi besar yang ada di Kabupaten Siak yang bisa dijual hingga ke mancanegara. Ada peninggalan sejarah seperti Istana Siak, Tangsi Belanda, gudang mesiu, sejumlah museum, makam para raja dan sederet peninggalan sejarah lain.
 
Siak juga punya sejumlah tasik, hutan alam seperti Cagar Biosfer, Suaka Margasatwa Zamrud dengan danau unik yang punya pulau yang bisa berpindah-pindah. “Kami sudah mengusulkan kawasan ini menjadi Taman Nasional Zamrud. Mudah-mudahan segera terwujud. Sebab di jaman Presiden SBY persis saat meresmikan jembatan tengku Agung Sultanah Latifah, kawasan ini sudah diresmikan sebagai Taman Nasional Zamrud. Tapi secara administrasi sampai sekarang belum kelar,” katanya.
 
Jika kelak menjadi Taman Nasional, potensi yang ada di sana kata Syamsuar akan bisa digarap maksimal sebagai kawasan ekowisata dan konservasi yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Dan jika sudah jadi taman nasional, Pemkab Siak pun akan bisa membikin zonasi.
 
Lantas ada lagi objek wisata buatan semacam sumur minyak bersejarah di Minas dan Pusat Latihan Gajah (PLG) di Minas yang berdekatan dengan Taman Hutan Raya (Tahura). “Makanya saya bilang sama banyak orang. Di Siak mau sebentar apa mau lama? Mau sebentar kami punya sumur minyak bersejarah dan PLG tadi. Sangat dekat dengan Pekanbaru,” katanya.  
 
Untuk mengembangkan semua potensi tadi, Pemkab Siak kata Syamsuar sudah membikin Grand Disain pengembangan kebudayaan melayu. Ini sengaja dibikin supaya saat berganti pimpinan, rencana pengembangan kebudayaan tadi tidak berubah.
 
Pembenahan-pembenahan kata Syamsuar juga sudah dilakukan. Mulai dari restorasi tempat-tempat bersejarah tadi, pembinaan kampung-kampung adat, memasukkan kurikulum kebudayaan melayu di sekolah, hingga pembangunan dan penataan sejumlah museum sudah dilakukan. “Kami lakukan semuanya berbasis kebudayaan. Dan ini juga sejalan dengan misi Pemprov Riau,” katanya.
 
Pertemuan dengan rombongan Ade tadi tak hanya oleh Syamsuar sendiri. Tapi ada sejumlah pimpinan SKPD dan tokoh masyarakat serta tokoh adat. Besoknya (hari ini), Ade dan rombongan masih akan keliling Siak. Sebab ada satu misi yang akan mereka jalankan. Membantu Pemkab Siak ‘menjual’ potensi besar tadi ke seluruh penjuru. (hms

Baca selengkapnya

Kamis, 11 Februari 2016

Kerisauan Syamsuar di Raker LAM



Siak - Nampaknya Bupati Siak, Syamsuar, sudah lama memendam kerisauan tentang keseharian masyarakat melayu Siak. Tentang kecintaan pada agama, kebudayaan hingga siapnya mental masyarakat melayu Siak menghadapi perkembangan jaman.

Kerisauan tadi pun tumpah saat Datuk Setia Amanah ini didaulat memberikan arahan pada acara Rapat Kerja Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak di lantai dua gedung LAMR di kawasan jalan Hang Tuah, Siak Sri Indrapura, siang ini.

"Kita sudah berada pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sekarang sudah banyak warga di beberapa negara yang sengaja kursus di negaranya biar bisa bekerja di Indonesia. Ada warga Vietnam, Thailand, Philipina dan Myanmar. Mereka bahkan belajar budaya indonesia. Mereka bekerja di Indonesia bukan di sektor skill. Tapi malah ada yang cuma jadi supir taksi. Sepintas ini kelihatan sepele. Tapi sebenarnya serius," katanya. 

Masyarakat Siak kata Syamsuar musti siap dengan skillnya kalau mau menghadapi situasi semacam ini. "Di sini, peran LAM sangat dibutuhkan. Yuk dorong anak kemanakan kita untuk menjadi pekerja keras. Jangan lagi larut dengan kejayaan masa lalu. Sebab itu sudah berlalu," Syamsuar mengingatkan. 

Pemkab Siak sendiri kata Syamsuar sudah membikin garam cara untuk menghadapi MEA tadi. Yang paling sederhana adalah menggandeng salah satu perusahaan industri besar di Riau untuk membikin pelatihan bagi guru-guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

"Kerjasama ini bukan bertujuan supaya anak-anak SMK atau guru-guru itu bisa bekerja di sana. Tapi justru biar mereka tahu apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh perusahaan industri sekarang ini. Kalau kita sudah tahu, tentu kita bisa melakukan persiapan," ujarnya. 

Dan yang paling penting kata Syamsuar, biar guru-guru bisa lebih kreatif saat mengajar. Tidak hanya sekadar menghabiskan jam kurikulum. "Kalau cuma menghabiskan jam kurikulum, alamat kiamatlah kita," katanya. 

Syamsuar juga mengingatkan generasi muda Siak soal pentingnya menjaga budaya melayu. "Orang luar saja mau belajar budaya melayu. Kalau sempat pula orang melayu ndak mau berbudaya melayu, alamat akan karamlah kita," Syamsuar mengingatkan. 

Masih banyak kerisauan yang dilontarkan Syamsuar di acara itu. Termasuk mengajak LAM untuk sama-sama mengingatkan anak kemanakan saat maghrib untuk tidak lagi berleha di luar. 

"Jadi, saya sangat berharap peran LAM untuk bersama pemerintah membikin terobosan demi mempertahankan dan menjaga kemelayuan tadi," pintanya. 

Ketua Umum LAMR Kabupaten Siak, Wan Anwar, mengamini apa yang menjadi kerisauan Syamsuar tadi. Dia pun langsung menegaskan kalau LAM Kabupaten Siak akan lebih getol lagi menjalankan program-program yang ada di LAM. 

Selain membikin sederet pelatihan tentang adat istiadat melayu, LAM kata Wan juga akan masuk ke sekolah-sekolah. Mereka akan menebar apa itu adat istiadat melayu. 

"Tahun ini bakal kami jalankan. Termasuk juga menyusun hukum adat untuk hal-hal tertentu. Ini sedang kami himpun bersama semua LAM yang ada di kecamatan," katanya. 
Baca selengkapnya

Minggu, 07 Desember 2014

Sinergi Pemkab Siak dan PWI diharapkan dapat terus berlanjut.


Pemerintah daerah Kabupaten Siak berkomitmen penuh memajukan sejarah dan budaya lokal yang ada di Kabupaten Siak melalui penerapan berbagai bentuk strategi dan kebijakan yang ada. Demikian disampaikan Bupati Siak Drs. H.Syamsuar M.Si pada acara Dialog Kebudayaan Kabupaten Siak 2014 di Century Hotel Jakarta (7/12/14) yang dirangkai dengan penyerahan hadiah lomba karya tulis wartawan bertema “Siak”, sempena Kegiatan Temu Redaktur Budaya 2014 yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Dihadapan Sekjen PWI Pusat Henry CH.Bangun bersama sejumlah pengurus dan wartawan budaya nasional yang hadir, Syamsuar mengatakan Pemkab Siak akan terus berupaya menanamkan nilai-nilai sejarah dan  budaya khususnya dikalangan pelajar melalui pelaksanaan berbagai kegiatan atraktif. Untuk itu pihaknya berkeinginan untuk memperbanyak buku yang memuat hasil tulisan para pemenang lomba karya tulis tentang Siak yang digagas PWI pusat tersebut. “sumbangsih tulisan ini tentu menjadi bahan pembelajaran bagi para pelajar di sekolah yang sudah mulai diperkenalkan dengan sejarah budaya daerah, karena banyak tulisan tersebut yang mengungkap hal-hal yang banyak tidak diketahui orang banyak”ujar Syamsuar.

Karenanya menurut Bupati, kegiatan perlombaan penulisan ini tentu akan sangat bermanfaat bagi Kabupaten Siak khususnya dibidang sejarah dan kebudayaan karena turut memperkenalkan Siak sebagai bagian dari khasanah kekayaan budaya nasional yang tidak hilang. “Semoga kedepan kita masih bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan baik kebudayaan maupun berkenaan sejarah daerah yang dapat mengangkat nama Siak baik ditingkat nasional maupun internasional “katanya.

Setelah melakukan penilaian terhadap berbagai tulisan para peserta Temu Redaktur Kebudayaan 2014, khususnya yang masuk dalam babak final sebanyak 37 feature, esai, dan berita mendalam yang terbit sepanjang Juli-September 2014 , Dewan Juri perlombaan yang terdiri dari Hendry Ch.Bangun, Priyambodo RH, dan Yusuf Sulsilo Hartono memutuskan 6 tulisan berseri yang terbit di harian Palangka Post oleh Saripudin keluar sebagai Juara I, disusul 2 tulisan berseri dan 4 berita di media Lombok Post yang ditulis Nurul Hayati mendapat posisi juara II, serta sebuah tulisan tiga perempat halaman yang terbit di Harian Kompas yang ditulis oleh Putu Fajar Arcana meraih juara ke III. “tulisan pemenang akan dijadikan buku, yang akan dilaunching bertepatan Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2015 mendatang” kata Hendry Ch.Bangun, selaku Ketua Dewan Juri perlombaan yang juga menjabat sebagai Sekjend PWI Pusat ini.
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system