Tampilkan postingan dengan label Birokrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Birokrasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2016

Inovasi Siak Menuju Peringkat 35 Besar Nasional



Sempena kegiatan Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Surabaya, Bupati Siak Syamsuar Terima Anugerah TOP 99 Inovasi Publik Nasional Tahun 2016 dari Menteri PAN RB Yudhi Chrisnandi.

SURABAYA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), resmi menerbitkan Surat Keputusan No. 51/2016, tentang penetapan 99 inovasi pelayanan publik terbaik, hasil penilaian dari 2.476 inovasi usulan peserta kompetisi inovasi pelayanan publik 2016.

Dari kumpulan 99 inovasi itu, terpilih 11 inovasi milik lembaga kementerian, 5 lembaga negara, 5 BUMN, 25 Provinsi, 13 Pemerintah Kota, dan 40 Kabupaten yang memiliki bobot penilaian terbaik. Termasuk diantaranya inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ yang digagas Dinas Bina Marga (BMP) Kabupaten Siak, setelah melalui tahapan Pekan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Ini kali kedua Kabupaten Siak jadi wakil Riau mengikuti penilaian ini. Tahun lalu, Sistem Perizinan Online dan Tracking System (SPOTS) Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Siak juga masuk 40 besar”, kata Bupati Siak Syamsuar, saat menghadiri Anugerah TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik di gedung Jatim Expo Kamis pagi (31/03).

Atas prestasi itu, orang nomor satu Kabupaten Siak ini juga berharap inovasi ini dapat terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Dari 1077 inovasi yang diusulkan kabupaten se-Indonesia, Alhamdulillah kita sudah tembus 40 besar untuk kategori Kabupaten, secara keseluruhan kita sudah masuk TOP 99 yang dapat penghargaan. Tapi yang jelas Inovasi ini outputnya kemudahan dan kenyamanan kepada masyarakat, tahun lalu juga begitu, tapi dalam hal kemudahan perizinan” jelas Syamsuar.

Nantinya, 99 inovasi terbaik ini, akan diseleksi kembali untuk menjadi 35 besar. "kalau sudah masuk 35 besar, nanti akan diumumkan sewaktu pelaksanaan Musrenbangnas mendatang, dan penghargaannya diserahkan langsung oleh Presiden Jokowi " sebut Syamsuar. 



Kedepan, Syamsuar juga menghimbau masyarakat luas agar dapat berpartisipasi aktif dengan melaporkan kerusakan jalan kabupaten yang ditemui untuk meminimalisir resiko kecelakaan maupun tingkat kerusakan kendaraan. “Ini berkaitan kenyamanan dijalan raya, apabila ada kerusakan jalan-jalan kabupaten, masyarakat bisa SMS melalui call center atau website, bisa langsung ditangani dinas BMP, biar jalannya jadi bagus” harapnya.

Syamsuar juga bercerita kalau inovasi ini sebenarnya sudah lama diterapkan di Kabupaten Siak. Namun berdasarkan arahan KemenPANRB yang mengharuskan tiap-tiap daerah mengajukan usulan program terobosan baru yang bermanfaat luas bagi masyarakat, tahun ini inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ baru diusulkan untuk dinilai. “Tahun depan, bakal adalagi inovasi yang akan digagas, tapi karena ada aturan-aturan yang mengikat, terkait persyaratan dan penilaian, nanti akan kita usulkan secara bertahap“ ungkap mantan Kepala Inspektorat Provinsi Riau ini.

Sementara itu Irving Kahar, Kepala Dinas BMP Kabupaten Siak, menceritakan dari mana ia dan tim mendapatkan ide untuk membuat inovasi ini. Kata dia, kondisi struktur tanah di Kabupaten Siak yang sebagian besarnya gambut, membuat Dinas BMP harus putar otak mengatasi kerusakan jalan yang seringkali muncul karena kendaraan angkutan industri dan perkebunan bertonase berat melintas setiap hari.

“Banyak yang menyumpah saya karena jalan berlubang, daripada merasa bersalah terus, akhirnya saya berfikir mencari jalan keluar bagaimana agar jalan berlubang bisa ditutup secepatnya’ kata dia.

Prosesnya kata Irving, pekerjaan dilaksanakan secara swakelola. Sebab dengan sistem kontrak, pengerjaan tidak akan bisa dilakukan dengan cepat. “Lelang itu saja prosesnya sudah makan waktu hingga 45 hari, sementara masyarakat ndak mau tau, yang penting jalan harus selalu bagus” ungkapnya.

Alhasil lanjut Irving, ‘Reaksi Perbaikan Jalan Rusak’ ini sudah berjalan sejak 2012 lalu. Ini pulalah yang disebut Ketua Harian Pengkab ISSI Siak ini menjadi salah satu faktor kunci perhelatan Tour de Siak tiga kali sukses digelar.

“Sejak pelaksanaan PON cabang Olahraga Balap Sepeda yang lalu, jalan di Siak sudah bagus, sayang kalau tak dirawat. Iven tahunan Tour de Siak yang selalu terlaksana tepat waktu jadi salah satu indikator, bahwa perawatan jalan harus kita laksanakan terus-menerus” sebutnya.

Senada dengan Bupati Syamsuar, sebenarnya Irving mengaku tak begitu ngotot inovasi ini harus sampai pada target berapa besar, namun ia melihat, visi dan misi pembangunan Kabupaten Siak untuk memberikan pelayanan publik terbaik di Riau tahun 2016, jauh lebih penting untuk terus dikembangkan. “Ini hanya salah satu upaya untuk mengukur, sejauh mana capaian kinerja kita mendukung mutu pelayanan publik” sebutnya.

Ia juga mengaku sebagaimana juga satuan-satuan kerja lain di Pemkab Siak, tim Dinas BMP tidak akan berhenti berinovasi. Sebut Irving, tahun depan ide yang digagas sudah beda lagi, ‘Merangkai Kampung Dengan Satu Jari’ namanya. “Dengan menggunakan teknologi informasi, kita akan bikin database jalan yang rusak di kampung-kampung. Saya dan tim sudah diskusi, bagaimana nanti kita ajukan lagi untuk diukur sebagai salah satu inovasi” tutupnya.

Kamis pagi (31/03), sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga negara, provinsi, serta kabupaten dan kota berbaur bersama 1600 orang undangan yang hadir, pada acara Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Jatim Expo (JX) Internasional Surabaya. Selain itu dilokasi yang sama, juga diadakan pameran gelar inovasi TOP 99 terbaik oleh lembaga dan daerah inovator.


Baca selengkapnya

Rabu, 30 Maret 2016

Kali Kedua Wakili Riau, Inovasi Siak Tembus 99 Besar Nasional


Sempena kegiatan Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Surabaya, Bupati Siak Syamsuar dijadwalkan terima Anugerah TOP 99 Inovasi Publik Nasional Tahun 2016.

SURABAYA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), resmi menerbitkan Surat Keputusan No. 51/2016, tentang penetapan 99 inovasi pelayanan publik terbaik, hasil penilaian dari 2.476 inovasi usulan peserta kompetisi inovasi pelayanan publik 2016.

Dari 99 kumpulan inovasi terbaik itu, 11 inovasi terpilih milik lembaga kementerian, 5 lembaga negara, 5 BUMN, 25 Provinsi, 13 Pemerintah Kota, dan 40 Kabupaten. Inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ yang digagas Dinas Bina Marga (BMP) Kabupaten Siak, terpilih setelah melalui tahapan Pekan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Ini kali kedua Kabupaten Siak jadi wakil Riau mengikuti penilaian ini. Tahun lalu, Sistem Perizinan Online dan Tracking System (SPOTS) Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Siak juga masuk 40 besar”, kata Bupati Siak Syamsuar, saat meninjau persiapan pameran TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik di gedung Jatim Expo Rabu malam (30/03).

Orang nomor satu Kabupaten Siak ini berharap, inovasi dari negeri istana itu mampu membawa pencapaian prestasi yang lebih baik bagi Kabupaten Siak tahun ini. “Dari 1077 inovasi yang diusulkan kabupaten se-Indonesia, alhamdulillah kita sudah tembus 40 besar untuk kategori Kabupaten, untuk keseluruhan kita sudah masuk TOP 99. InsyaAllah besok akan diumumkan kita urutan keberapa persisnya” jelas Syamsuar.

Kamis pagi, sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga negara, provinsi, serta kabupaten dan kota diundang untuk menerima penghargaan TOP 99 Inovasi pelayanan publik terbaik, pada acara Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Jatim Expo (JX) Internasional Surabaya. Selain itu, juga diadakan pameran untuk mereplikasi inovasi yang telah dinilai Kementerian PANRB.    


Baca selengkapnya

Minggu, 27 Maret 2016

Doa Syamsuar untuk Suyatno


Doa Syamsuar Untuk Suyatno.








Suyatno dikukuhkan jadi Datuk Setia Amanah Rokan Hilir, Syamsuar doakan agar dimudahkan pikul amanah.

SIAK- Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Rokan Hilir (Rohil) resmi menabalkan gelar Datuk Setia Amanah kepada Bupati Rohil Suyatno, Kamis pagi (24/03/16).

Upacara adat Pengukuhan Gelar Kehormatan Melayu ini, berlangsung di gedung LAM Riau Rohil dengan disaksikan beberapa tamu penting dan undangan kehormatan.

Bupati Siak Syamsuar, tampak hadir berbaur dengan hadirin undangan sempena upacara penabalan gelar sahabatnya yang dilaksanakan di Batu Enam Bagan Siapi-api itu. Syamsuar dan Suyatno sebenarnya sudah kenal lama, keduanya sama-sama jebolan Akademi Pemerintahan Dalam Nageri (APDN) Pekanbaru.

Sebelum menjadi orang nomor satu di Siak dan Rohil, mereka juga pernah bertugas didaerah yang sama, tepatnya di Kabupaten Bengkalis sebelum dimekarkan menjadi beberapa Daerah Otonomi Baru (DOB) Siak dan Rokan Hilir.

Usai menyaksikan prosesi adat, Syamsuar secara khusus mendoakan Suyatno, setelah menjadi Datuk Setia Amanah, orang nomor satu Rohil itu dimudahkan dalam mengemban amanah, sesuai harapan masyarakat dan pengurus LAM Riau dan Rohil.

"Ini merupakan amanah dari lembaga adat Melayu yang harus kita jaga. Mudah-mudahan pak Suyatno bisa mengemban amanahnya dengan baik supaya bermanfaat bagi kepentingan masyarakat yang ada di Rohil" kata Syamsuar, Datuk Setia Amanah Negeri Istana.

Sementara itu, usai dikukuhkan menjadi Datuk Setia Amanah Rokan Hilir, Suyatno menyatakan komitmennya untuk mendorong agar peran dan kiprah LAM semakin dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

"Saya terharu dan bangga, ini pertama kali kepala daerah Rohil diberikan gelar itu," ungkapnya.
Kedepan, Suyatno juga bertekad mendukung cita-cita Provinsi Riau sebagai pusat kebudayaan melayu di Asia Tenggara 2020, sebagaimana halnya Kabupaten Siak dengan spirit "The Truly Malay" nya.
Baca selengkapnya

Kerjasama dengan BPN, Tiga Satker di ganjar Penghargaan



Hingga Mei 2016 nanti, Pemerintah Kabupaten Siak bekerjasama dengan Badan Pertananhan Nasional (BPN), akan membagikan 2500 sertifikat tanah Prona dan 350 persil tanah di Kabupaten Siak.

Dari 2500 sertifikat Program Nasional (Prona) itu, nantinya akan dibagikan pada masyarakat ekonomi menengah kebawah. Sementara dari jumlah total persil tanah yang turut dibagikan, 100 persil (bidang tanah) diantaranya telah diperuntukkan bagi nelayan, sedangkan 250 persil lagi telah diplot kepada usaha kecil menengah (UKM) yang ada.

Sekretaris Daerah Kabupaten Siak H.T.S Hamzah, bercerita bahwa Penyerahan sertifikat Prona ini terselenggara berkat bekerjasama Pemkab Siak dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten. Penerimanya tersebbar di 14 kecamatan se-Kabupaten Siak.

“Untuk prona, sudah terealisasi sekitar 800 sertifikat, sedangkan persil yang dimaksud bagi nelayan dan UKM sudah tuntas. Namun kita targetkan hingga bulan Mei ini, keseluruhan proses sertifikasi Prona sudah bisa kelar" kata Hamzah usai menghadiri kunjungan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan di Kantor Wilayah BPN Riau, Kamis (24/3/2016).

Kata dia, Pemkab amat mendukung keberlanjutan proses sertifikasi tanah masyarakat ini, karena sudah tentu masyarakat penerima akan langsung dapat merasakan kemudahan dan manfaatnya. “Dalam waktu dekat ini, juga akan dilaksanakn MoU sertifikat tanah desa dengan jumlah 643 persil" imbuhnya.

Kepala Badan Pertanahan Siak Martony juga membeberkan pola kerjasama yang telah terbentuk dengan Pemerintah Daerah di ‘Negeri Istana’. Kata dia, secara teknis data lahan yang disertifikasi sebelumnya telah diusulkan oleh masing-masing penghulu dan lurah di Kabupaten Siak.

"Kita hanya menerima usulan dari Penghulu Kampung dan Lurah saja, BPN kemudian akan menerbitkan sertifikat tanah dimaksud. Kecuali program nelayan dan UKM, teknisnya diserahkan kepada dinas terkait. Mudah-mudahan, bulan Mei atau paling lambat Juni, semuanya sudah kelar" jelas Martony.

Dalam kegiatan yang sama, tiga Satuan Serja (Satker, red) dilingkungan Pemkab Siak, diantaranya Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Peternakan dan Perikanan menerima penghargaan dari Kepala Kanwil BPN Provinsi Riau, H Armansyah Salam.

Penghargaan itu diraih atas dukungan dan partisipasi aktif satuan kerja tersebut dalam mensukseskan kegiatan program strategis pertanahan yang dicanangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN tahun 2016 ini.

Terkait itu, Sekda H.T.S Hamzah mengaku senang, karena dalam satu acara, tiga satuan kerja sekaligus berhasil meraih penghargaan yang sama. "Tentu prestasi ini menjadi kebanggaan bagi kita, karena 3 satker meraih penghargaan dalam menjalankan program strategis pemerintah pusat," ungkap Hamzah.

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Siak Susilawati menyebutkan, realisasi Program Nasional pada instansi yang dipimpinnya, ditujukan untuk memberikan bantuan sertifikat tanah pada nelayan di Kabupaten Siak.

"100 persil lahan ini sudah tuntas kita kerjakan semua, target yang diberikan sebenarnya hingga bulan Mei, tapi Alhamdulillah hingga pertengahan bulan Maret sudah kita tuntaskan semuanya," ujar Susi.

Hal yang sama kata dia, juga dilakukan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), yang turut menyelesaikan tugas pokok dan fungsinya dalam mendukung program strategis besutan Kementerian Agraria itu.
Baca selengkapnya

Rabu, 16 Maret 2016

Syamsuar: Jangan Cuma Pandai Memakai Duit Yang Ada


Siak – Wajah Bupati Siak, Syamsuar, nampak sangat serius saat akan membuka Forum Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di ruang pertemuan Raja Indra Pahlawan di lantai dua Kantor Bupati Siak, Rabu (16/3).

Selain semua kepala SKPD dan camat, Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan dan Wakil Ketua DPRD Siak Hendri Pangaribuan juga ada di sana.

Banyak hal yang dia tegasi kepada semua anak buahnya itu. Mulai dari soal anggaran, hingga ke Pekan Imunisasi Nasional (PIN). Yang paling dia tegasi, para kepala SKPD tidak cuma bisa kreatif membikin dan menjalankan program. Tapi mencari duit untuk membiayai program tadi justru harus lebih kretaif.

Banyak duit yang bisa ditarik dari provinsi maupun pusat. Belum lagi kalangan swasta juga bisa. “Jangan cuma bisa mengandalkan duit yang ada di APBD Siak. Cari duit keluar. Saya baru mengatakan saudara hebat kalau saudara kreatif mencari pembiayaan. Kalau tak bisa cari duit, terjun ke Sungai Siak sajalah,” kata Syamsuar setengah bercanda.

Bukan lantaran Dana Bagi Hasil (DBH) yang berkurang saja yang membikin Syamsuar  menggeber semangat para anak buahnya itu. Tapi sudah sejak lama. Bahwa seorang kepala SKPD musti bisa mencocokan kegiatannya dengan apa yang menjadi rencana di provinsi maupun pusat biar anggaran bisa mengocor ke daerah.

“Dana bagi hasil sudah jauh berkurang. Saya minta kepada saudara untuk sangat berhati-hati menggunakan anggaran yang ada. Pakailah duit itu secara efektif, efisien dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Bikinlah kegiatan yang benar-benar bermanfaat, punya sasaran yang jelas dan cocok dengan visi jangka menangah dan panjang,” pintanya.

Bagi yang minta dinaikkan pagu anggaran, Syamsuar juga minta supaya kepala SKPD bisa menjelaskan secara detil, kenaikan pagu itu untuk apa. Jelas ndak outcomenya.

Selain itu, Syamsuar juga mengingatkan para kepala SKPD untuk tetap membikin program terhadap sekolah menengah dan atas, listrik desa serta kehutanan meski kewenangan ini sudah diambil oleh provinsi.

Biar semua program bisa jalan, Syamsuar minta supaya para kepala SKPD keroyokan. “Jangan kerja sendiri-sendiri,” katanya.

Soal ancaman kebakaran lahan dan hutan, giliran camat yang diingatkan. “Sampai bulan besok cuaca masih sangat panas terus. Tolong dipantau terus potensi-potensi yang akan memicu kebakaran lahan dan hutan. Di situ mendengar ada kejadian, langsung turun. Jangan dibiarkan membesar dan jangan suruh orang ke sana. Tapi saudara sendiri harus turun,” tegasnya.

Lantaran Pekan Imunisasi Nasional (PIN) masih jalan, Syamsuar juga minta supaya semua petugas medis turun hingga ke kampung-kampung. Datangi rumah-rumah mereka. Kasihan jika sampai ada bayi yang tak kebagian imunisasi. Anggap saja ini ibadah, biar semangat terus,” katanya. (hms)

Baca selengkapnya

Selasa, 15 Maret 2016

Pemkab Palas Belajar LPPD ke Siak



Siak – Meski Sumatera Utara (Sumut) punya 33 kabupaten/kota, tapi tak satupun dari daerah itu yang membikin Kabupaten Padang Lawas (Palas) kecantol untuk belajar soal penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD).

Kabupaten baru di Sumut yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau ini justru lebih memilih Kabupaten Siak. Jelang siang Selasa (15/3), Staf ahli Bidang Hukum dan Politik Pemkab Palas, Anwar Benni yang langsung memimpin rombongan.

Tim penyusun LPPD yang berjumlah 12 orang ini disambut Pelaksana Harian (Plh) Sekda Siak Fauzi Asni di Sri Indrapura Meeting Room Kantor Bupati Siak di kawasan perkantoran Tanjung Agung Siak Sri Indrapura.

“Kami diutus oleh Bupati ke sini untuk belajar soal kiat penyusunan LPPD. Sekaliguslah kami ingin berteman dan bekerjasama. Sebab daerah kami adalah daerah pemekaran. Kami ingin mengikuti jejak Siak. Mudah-mudahan sepulang dari sini, kami bisa lebih baik lagi dan bisa mendapat 20 besar soal penyusunan LPPD,” kata Anwar berterus terang.

Sebelum cerita teknis penyusunan LPPD, Fauzi pun cerita penjang lebar soal perjalanan Pemkab Siak hingga bisa menjadi kabupaten 20 besar terbaim penyusunan LPPD di Indonesia. “Tahun 2011 silam Pemkab Siak masih di posisi 119. Setahun kemudian peringkat Siak naik dua level. Tapi di tahun 2013, peringkat kita melonjak hingga di posisi 19,” terang lelaki yang juga Asisten I Setda Setdakab Siak ini.

“Kunci utamanya sih komitmen setiap Satuan Kerja (Satkermengisi formulir sesuai ketentuan. Kekompakan dan koordinasi yang kuat lintas Satker juga sangat penting. Termasuk dari kecamatan, desakelurahan hingga dusun.” katanya.

Secara garis besar, Fauzi akhirnya menjelaskan strategi penyusunan LPPD tadi. Dimulai dari pembentukan tim penyusun dan tim pengolahan data dari setiap SKPD. Penyusunan dimulai di awal tahun.

Selanjutnya, pengawasan terhadap pengendalian pencapaian kinerja setiap Indikator Kinerja Kunci (IKK). Nah SKPD yang belum menyerahkan data dan tidak bisa mencapai prestasi tinggi, dikasi teguran.

Soal studi banding, pemerintahan yang datang ke Siak tidak hanya belajar soal LPPD tadi. Tapi juga belajar tentang seperti apa Siak bisa membikin sistim Pelayananan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Sampai-sampai Kemendagri banyak merekomendasikan daerah untuk belajar ke Siak.

Selain itu ada juga sederet daerah yang datang untuk belajar soal reformasi birokrasi. Maklum, sejak dua tahun lalu Kemen PAN-RB sudah menetapkan Siak sebagai kabupaten percontohan reformasi birokrasi di Riau. (hms)

Baca selengkapnya

Senin, 29 Februari 2016

Sempena HUT Damkar, Syamsuar Terima Penghargaan.


Sempena HUT Damkar, Syamsuar Terima Penghargaan.

Dari alun-alun Simpang Lima Kota Semarang Jawa Tengah (01/03/16), dihadapan puluhan Kepala Daerah dan 1500 pasukan Pemadam Kebakaran (Damkar), Bupati Siak Syamsuar menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo. 

Penghargaan kali kedua yang diterima sempena Upacara Peringatan HUT Damkar ke 97 Tingkat Nasional itu, merupakan bentuk reward atas upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dikawasan gambut disepanjang tahun 2015 lalu.

Inspektur Upacara, Mendagri Tjahyo Kumolo, mengingatkan seluruh kepala daerah di Indonesia, bahwa tiap-tiap daerah harus sudah punya satuan dan armada damkar. "Target paling lama 15 menit harus sudah tiba di TKP" kata Tjahyo.

Selain itu dalam amanatnya, Pemerintah Daerah juga diingatkan untuk senantiasa bersinergi dengan semua elemen terkait didaerah dalam rangka pecegahan kebakaran didaerah nya. "Koordinasi dan kerjasama dan kesiagaan harus terus dijaga dengan baik dengan Kepolisian, BPBD, maupun Damkar" tutup Menteri Kabinet Kerja Ini.

Usai mengikuti rangkaian upacara, Bupati Syamsuar rencananya didaulat untuk membeberkan upaya dan strategi yang dilakukan Pemkab Siak saat menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan beberapa tahun terakhir.

Baca selengkapnya

Selasa, 16 Februari 2016

Tahniah dan Doa Dari ‘Negeri Istana’



Terhitung mulai hari ini, ada empat pasang kepala daerah yang akan segera menjalankan amanah rakyat. Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti serta Walikota dan Wakil Walikota Dumai.

Tiga dari pasangan kepala daerah ini masih serumpun dengan Kabupaten Siak. Sebab berasal dari kabupaten induk yang sama, Kabupaten Bengkalis. Dimana Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis terpilih sendiri juga menjadi bagian dari pasangan yang segera menjalankan amanah itu.

Selaku rekan sejawat dan saudara serumpun, Bupati Syamsuar yang didampingi sang istri Hj Misnarni Syamsuar, bercerita bahwa momen ini sangat berarti bagi Kabupaten Siak yang berjuluk negeri istana.

"Kelak, akan banyak hal yang bisa kita diskusikan, kita kerjasamakan, demi mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan selaksa kebhinekaan potensi di daerah kita masing-masing" Kata Syamsuar usai menghadiri acara Pelantikan empat kepala daerah di Balai Serindit Kediaman Gubri (17/02).

Begitu juga dengan Kabupaten Indragiri Hulu kata Syamsuar. Ada banyak kesamaan potensi daerah yang bisa dikerjasamakan. "Khususnya potensi pariwisata peninggalan sejarah yang sama-sama kita punya" lanjutnya.

Sebagai daerah yang mengusung semangat Siak The Truly Malay, Datuk Setia Amanah ini menyimpan keyakinan, bahwa tiap daerah punya tujuan yang sama. Yaitu sama-sama berusaha untuk memajukan daerah dan mensejahterakan rakyat.

"Untuk itu saya Bupati Siak Syamsuar dan Wakil Bupati Siak Alfedri, bersama seluruh masyarakat Kabupaten Siak mengucapkan Tahniah. Doa kami, kiranya Allah SWT selalu mengawal langkah kita, hari-hari kita dalam menjalankan amanah itu, demi satu tujuan; memajukan daerah demi terwujudnya masyarakat yang agamis dan sejahtera" tutupnya.

Baca selengkapnya

Kamis, 06 Agustus 2015

Lulus Diklat Pola Baru, Proyek Perubahan Wajib Terealisasi.



Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV dilingkungan Pemkab Siak resmi ditutup (4/08/2015). Diklat yang dilaksanakan di Siak Sri Indrapura untuk meningkatkan "leadership" bagi Aparatur Sipil Negara ini merupakan diklat dengan pola baru, yang dilaksanakan dengan pola di dalam dan diluar kampus.

Asisten Administrasi Umum, Drs H Djamaluddin yang dalam kesempatan itu didampingi Kepala BKD H Lukman MPD saat menutup secara resmi pelaksanaan Diklat mengatakan, setelah lulus peserta diharapkan dapat menunjukkan peningkatan kualitas kepemimpinan sebagai pejabat eselon IV. "Sesuai aturan, pejabat eselon harus lulus diklat maksimal 2 tahun setelah mulai menjabat". Katanya.

Ia juga berharap para pejabat eselon IV sebagai motor penggerak roda pemerintahan harus mampu memberikan contoh bagi bawahan dan masyarakat. "Sebagai agen perubahan harus menunjukkan keteladanan ditengah masyarakat, dan memiliki skill mumpuni dalam bertugas" tambahnya.

Sementara itu Arif Hamidi, Kabid Diklat BKD Kabupaten Siak dalam laporannya mengatakan, diklat  kali ini dilaksanakan dari April-Agustus 2015. "Sebanyak dua peserta tidak dapat mengikuti diklat hingga akhir, satu orang mengundurkan diri karena sakit diawal diklat, dan satu orang meninggal dunia saat cuti lebaran" katanya.

Dalam pelaksanaan Diklat ini, 10 peserta terbaik direkomendasikan untuk dipertahankan pada jabatannya hingga pelaksanaan proyek perubahan yang menjadi syarat kelulusan peserta selesai diimplementasikan. Sebanyak 76 orang dari 78 peserta yang di uji seminarkan dinyatakan lulus, sementara 2 orang dinyatakan ditunda untuk melengkapi administrasi lebih lanjut. "Selamat bertugas para pemimpin perubahan" tutupnya.

Diklat Pim IV yang terlaksana atas kerjasama BKD Kabupaten Siak dan UPT Diklat Kepegawaian Provinsi Riau itu dilaksanakan dalam 5 tahapan yang harus dijalani Peserta diklat, yang terbagi dalam angkatan III dan IV.
Baca selengkapnya

Minggu, 05 April 2015

Diklatpim IV Resmi Dibuka, Peserta Diharapkan Mampu Jadi Agen Perubahan Birokrasi.

Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi membuka secara resmi pelaksanaan Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Angkatan III dan IV Provinsi Riau dilingkungan Pemkab Siak Tahun Anggaran 2015 di Siak Sri Indrapura, Senin (6/4/2015).

Dihadapan Kapusdiklat LAN dan Kepala BKD Provinsi yang turut hadir dalam kesempatan itu, Wabup dalam sambutannya berharap para peserta nantinya mampu memimpin perubahan dilingkungan kerjanya. "Belajarlah menganalisa unit kerja untuk terapkan perubahan yang diperlukan" kata Ketua BNK Siak ini.

Ia juga berharap para atasan langsung peserta diklat dapat melakukan pembinaan dan dukungan pada peserta dalam melaksanakan proyek perubahan yang akan diusung. "Para mentor harus memberikan kesempatan pada para peserta menerapkan ilmu yang didapatnya dari diklat tentang proyek perubahan" jelasnya.

Kepala Pusdiklat LAN, Dra.Purwastuti MBA dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan Diklatpim saat ini memang berbeda dengan sebelumnya. "Diklatpim IV dengan pola baru ini mendapat respon positif Kepala LAN, kita berharap diharapkan birokrasi akan berubah" katanya. Dikatakannya lagi era globalisasi saat ini menuntut pola pendidikan diklat yang mampu mewarnai kebijakan operasional di unit kerja.

Selain itu dengan sistem on dan off campus, peserta menjalani 5 tahapan pendidikan baik di asrama maupun di unit kerja. "Karena itulah peran dan dukungan atasan langsung sangat diperlukan sebagai mentor peserta didik" jelasnya.

Diklat Kepemimpinan Tingkat IV dengan pola pendidikan baru ini, akan dilaksanakan selama 97 hari kerja kedepan hingga awal Agustus 2015. Sebanyak 80 peserta yang terbagi dalam dua angkatan akan diasramakan di Grand Royal Hotel Siak Sri Indrapura.


Baca selengkapnya

Senin, 30 Maret 2015

Bupati Siak Melaporkan SPT Tahunan PPh Tahun 2014 via e-Filing


Kamis, 26 Maret 2015, bertempat di Gedung Mahratu Siak Sri Indrapura, Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, MSi melakukan Penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun 2014. Dengan didampingi oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Riau dan Kepulauan Riau, Pontas Pane, Bupati melaporkan SPT melalui aplikasi e-Filing yang telah disediakan oleh Ditjen Pajak. 

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Siak Indra Gunawan, SE; Sekda Kabupaten Siak Drs. H Tengku Said Hamzah dan Kapolres Siak AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK, Msi serta segenap jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Siak. Adapun kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Siak, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pangkalan Kerinci dan Bank Riau Kepri Cabang Siak Sri Indrapura.  

Usai melakukan pelaporan SPT Tahunannya, Bupati Siak menyampaikan pernyataan bahwa “melalui aplikasi e-Filing, lapor pajak sekarang menjadi begitu mudah, tanpa perlu mengantri di kantor pajak, bisa dari mana saja dan kapan saja bahkan dari meja kerja kita. Oleh karenanya tidak ada alasan lagi untuk tidak melaporkan SPT Tahunan.”katanya.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJP Riau dan Kepulauan Riau memberikan apresiasi atas peran serta Pemerintah Daerah dan seluruh jajaran SKPD Kabupaten Siak dalam melaksanakan pemenuhan kewajiban perpajakannya. Dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut, KPP Pratama Pangkalan Kerinci berhasil mencapai target yang dibebankan, salah satunya buah dari dukungan dan sumbangsih Pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Siak.

Dalam acara tersebut Kepala Kanwil DJP Riau dan Kepulauan Riau juga memberikan penghargaan kepada SKPD-SKPD di lingkunan Pemkab Siak yang paling tertib dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya selama tahun 2014 yaitu Dinas Bina Marga dan Pengairan, DPPKAD, Dinas Pendidikan, Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, Sekretariat Kantor Bupati, dan Sekretariat DPRD.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Bank Riau Kepri Cabang Siak Sri Indrapura sebagai bank persepsi  atas peran serta aktif dan kerjasamanya mendukung  kelancaran pembayaran Pajak di wilayah Kabupaten Siak. Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Bank Riau Kepri Cabang Siak Sri Indrapura, Tengku Toyib.

Baca selengkapnya

Minggu, 07 Desember 2014

Siak Siap Wujudkan Birokrasi Yang Efektif dan Efesien.



Pemerintah Kabupaten Siak siap melaksanakan arahan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tentang kebijakan efisiensi oleh pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan efektifitas birokrasi di Indonesia, khususnya dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Siak Drs.H.Alfedri,M.Si usai mengikuti kegiatan Penyerahan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten/Kota Tahun 2014 oleh Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi kemarin (8/12/14).

              “Sejak awal periode jabatan tahun 2011 lalu, kita memang sudah mempersiapkan diri untuk itu. Sesuai dengan Visi-Misi di RPJMD, kita ingin Siak menjadi menjadi Kabupaten dengan pelayanan publik terbaik di Provinsi Riau” kata Alfedri.  Menurutnya untuk mencapai skala pelayanan terbaik, efesiensi diberbagai bidang memang harus dilakukan termasuk dalam hal efisiensi waktu. “Artinya kita harus punya target, yaitu mencapai outcame yang diharapkan dengan waktu seminimal mungkin. Pelayanan cepat dan tepat akan memberikan kepuasan pada masyarakat”jelasnya.

Namun tuntutan reformasi birokrasi yang dihadapi saat ini bukan berarti tanpa kendala. Dijelaskan pria yang juga menjabat sebagai Ketua BNK Kabupaten Siak ini, rentang jarak yang jauh antar kecamatan dengan ibukota Kabupaten Siak Sri Indrapura dirasakan menjadi tantangan tersendiri dalam efisiensi birokrasi. “Rentang jarak beberapa kecamatan yang cukup jauh ini mobilisasi dan transportasi yang cukup memakan waktu, namun kedepan kita sedang memikirkan untuk mengatasi jarak dengan sistem online. Jadi prinsip e-Government mau tidak mau memang harus kita lakukan”ungkapnya. Bahkan menurutnya saat ini Kabupaten Siak telah memulai pelaksanaan pelayanan online di BPM2T Kabupaten Siak, dan telah mendapatkan pengakuan terbaik di Provinsi Riau dan terbaik peringkat III Nasional pada Investment Award 2014 lalu. “barangkali kedepan bisa kita terapkan bentuk e-Government yang lain, misalnya teleconference dengan para camat yang bertugas dikecamatan yang cukup jauh, atau bisa dalam bentuk lain” tutupnya.

Sebelumnya dalam kegiatan yang dilaksanakan di Balai Kartini Jakarta tersebut, Menteri PAN dan RB penyerahan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kota Tahun 2014. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai implementasi dan pengembangan akuntabilitas kinerja dilingkungan instansi pemerintah dalam rangka mendorong terwujudnya pemerintahan yang berorientasi pada hasil (result oriented government) sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang pelaporan keuangan dan kinerja instansi pemerintah.
Baca selengkapnya

Selasa, 14 Oktober 2014

Laporan IGI Mengejutkan, Kabupaten Siak DOB Terbaik Nasional

Kabupaten Siak dinobatkan sebagai Kabupaten Daerah Otonom Baru (DOB) terbaik se-Indonesia oleh Indonesian Governance Index (IGI). Berdasarkan laporan eksekutif Hasil Indeks Tata Kelola Pemerintahan hasil kerjasama segitiga Kemitraan Partnership - Kemendagri - Australian Aid terungkap, tim peneliti IGI melakukan penelitian di 34 sampel daerah, dimana 10 daerah diantaranya merupakan DOB. Hasilnya hanya 2 daerah yang berada di atas rata-rata nasional yaitu Kabupaten Siak dengan nilai 6,85 yang disusul Kabupaten Lombok Utara dengan nilai 5,92. Predikat tersebut sekaligus menempatkan daerah berjuluk Negeri Istana tersebut pada peringkat terbaik ke 5 pada indeks tata kelola 34 kabupaten dan kota se-Indonesia dengan nilai 5.92.

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi yang diundang menjadi pembicara pada seminar Peluncuran Nasional IGI bertempat di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta (14/10/2014), mengaku tidak menyangka Kabupaten Siak menjadi sampel penelitian IGI. Seperti halnya sejumlah pimpinan daerah lain, orang nomor satu di Kabupaten Siak ini mengaku terkejut karena tiba-tiba mendapat undangan presentasi.

Saat ekspose perkembangan pembangunan IPM dan EKKPD Kabupaten Siak dihadapan para peneliti IGI, ia mengatakan kerjasama dan komunikasi yang baik menjadi kunci kelancaran perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Kabupaten Siak. "Barangkali menjalin komunikasi dari hati ke hati menjadi andalan kami dalam upaya menjalin sinergi dan menyatukan persepsi dengan DPRD selaku mitra kerja Pemkab Siak dalam mensukseskan setiap kebijakan pembangunan"ujarnya.

Beberapa poin data dan penyampaian kebijakan pembangunan yang disampaikan Syamsuar, Koordinator tim peneliti IGI Dr Abdul Malik Gismar memberikan beberapa catatan khusus terhadap program pencanangan gratis wajib belajar 12 tahun oleh Pemerintah Kabupaten Siak. "kita harus tahu bahwa jumlah anak lulusan SMA di Indonesia hanya 50% saja, karena itu niat dan kebijakan dari Pemkab Siak untuk menjamin tidak ada anak Siak yang tidak lulus SMA itu luar biasa dan hendaknya dapat diikuti daerah lain" paparnya.

Sebelumnya ia juga mengatakan bahwa 10 DOB yang menjadi sampel dari 34 daerah objek penelitian melahirkan data menarik karena hanya dua kabupaten DOB saja yang berada diatas nilai rata-rata nasional. "Hanya Kabupaten Siak dan Lombok Utara saja yang mendapat berpredikat baik dengan nilai diatas rata-rata nasional, artinya tercatat 80% DOB tidak mampu mensejahterakan rakyatnya" ujar pentolan Universitas Paramadina tersebut.

34 kabupaten kota yang menjadi sampel penelitian dipilih berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri. Pada tahun ini IGI juga menyatakan Kabupaten Siak merupakan daerah percontohan yang memiliki performa tinggi dengan biaya operasional tidak melebihi 30%.

Dalam laporan eksekutif yang diluncurkannya, IGI juga memberikan dorongan untuk terus meningkatkan investasi pada peningkatan SDM, Infrastruktur dan teknologi dimasa yang akan datang.   Keterangan Foto : Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menerima piagam penghargaan dari Direktur Eksekutif KEMI IGI Wicaksono Sarosa PHD atas capaian Indeks Tata Kelola Pemerintahan Tertinggi Dari 34 Kabupaten Kota se-Indonesia, di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta (14/10/2014).

Baca selengkapnya

Selasa, 09 September 2014

Siak dianugerahi Piala WTN oleh Pemerintah Pusat.

Dinilai berhasil mengembangkan sistem transportasi ideal didaerah, Pemkab Siak dianugerahi Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Piala WTN untuk kategori kota kecil tersebut diserahkan oleh Menteri Perhubungan E.E.Mangindaan kepada Wakil Bupati Siak Drs.H Alfedri.M.Si sempena puncak peringatan Hari Transportasi 2014 di Smesco convention centre Jakarta kemarin (10/9/2014). 

Menhub E.E. Mangindaan selepas penyerahan Anugerah WTN kepada sejumlah pimpinan daerah mengatakan, kedepan indikator yang dipergunakan dalam penilaian WTN diharapkan lebih kompleks dan terintegrasi. "Saya berharap standar penilaian WTN kedepan harus ada peningkatan dari single moda menjadi multi moda" ungkapnya. Untuk itu ia berharap Kabupaten/kota penerima anugerah WTN dapat mengembangkan sistem transportasi terintegrasi antar moda dengan memberikan perhatian pada pengembangan transportasi laut dan perairan. 

Senada dengan hal tersebut, Dirjen Perhubungan darat Suroyo Alimoeso dalam laporannya mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pembinaan pemerintah kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terhadap penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan. "Harapan kita, kedepan tercipta sistem lalu lintas dan angkutan kota yang tertib, lancar, aman, selamat dan efisien, berkelanjutan serta menjamin ekuitas pengguna hak jalan"ungkapnya. Untuk itu ia juga berharap agar penghargaan ini tidak menjadi tujuan akhir yang hendak dicapai pemerintah daerah, namun justru menjadi jembatan penyelenggaraan sistem transportasi berkualitas dimasa yang akan datang.

Penghargaan WTN merupakan penghargaan yang diberikan setiap tahunnya kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota atas kemampuan daerah dan peranserta masyarakat dalam meningkatkan penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan. Kegiatan puncak peringatan Hari Transportasi tahun ini juga dirangkai dengan pameran moda transportasi dengan tema "peluang bisnis masa depan transportasi indonesia". Selain itu juga diadakan forum bisnis yg diisi oleh narasumber akademisi dan pengusaha serta praktisi transportasi di indonesia.

Baca selengkapnya

Bupati hadiri Rakornas Persiapan Pemilu.

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi didampingi Kakan Kesbangpol dan Linmas Kab.Siak Yurnalis Basri S.Sos,MSi bersama Forkopimda Kabupaten Siak, menghadiri Rakornas Pemantapan Pelaksanaan Pemilu Anggota DPR,DPD, dan DPRD tahun 2014 yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Rapat Koordinasi tersebut dihadiri oleh Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI Boediono bertempat di Balai Sidang Jakarta Covention Center, 11 Februari 2014 dengan agenda Pemantapan pelaksanaan penyelenggaraan Pemilu sesuai amanat UU No 15 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan Pemilu. Turut hadir sebagai peserta dalam kesempatan tersebut, jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para Gubernur dan Bupati/Walikota se-Indonesia, Mabes TNI dan Polri, Kejagung, para Pangdam dan Kapolda, Kajari dan Kapolres, para Kakan Kesbangpol, serta Ketua KPUD dan Bawaslu Kab/Kota se-Indonesia.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan Kegiatan Rakornas ini memiliki nilai penting dan strategis sebagai upaya menjalin sinergi dalam rangka menyongsong pemilu yang akan dilaksanakan lebih kurang 57 hari lg. "Sesuai pasal 126 UU 15 Tahun 201, dimana Pemda wjb memberikan bantuan dan fasilitas dlm rangka membantu kelancaran pemilu, hasil rakor wajib ditindaklanjuti ditingkat daerah agar terjalin pemilu yang jujur dan adil" paparnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono dalam arahannya memaparkan 13 intruksi terkait persiapan Pemilu Legislatif yang akan datang. Diantaranya berkenaan kesiapan pemerintah daerah dalam membantu kelancaran pelaksanaan Pemilu dan akuntabilitas penggunaan anggaran. "Saya mengajak semua elemen bangsa untuk memberikan perhatian pada 13 instruksi terkait pemilu legislatif. Mari kita sukseskan pemilu legislatif, beberapa waktu yang lalu kita mampu melaksanakan Pilpres dgn sukses dan dunia memberikan apresiasi, mari ukir sejarah baru agar Pemilu legislatif 2014 juga dapat berlangsung dengan sukses. Mari kita ambil pelajaran pada pemilu lalu, ambil yg baik, dan pelajari kekurangannya dengan tetap berpedoman pada aturan pemilu" paparnya.

Selain itu, Presiden juga berharap para pimpinan daerah untuk dapat memahami tugas dan kewajiban masing-masing serta mencegah berbagai bentuk pelanggaran dan intimidasi serta benturan horizontal.Selain pengarahan langsung dari Presiden RI berkenaan persiapan Pemilu Legislatif, acara dilanjutkan dengan berbagai pemaparan. Diantaranya pemaparan dari Mendagri, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN, Ketua KPU, Ketua Bawaslu dan Menkopolhukam. 

Baca selengkapnya

Bupati Siak: Staf Harus Bisa Lebih Berprestasi Dari Saya.

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, ingin Aparatur Pegawai Negeri di Kabupaten Siak dari hari-kehari semakin berkualitas dan disiplin.Sebagai orang yang pernah merintis dari jenjang karir paling bawah didunia birokrasi, ia bahkan ingin jajaran PNS yang dipimpinnya mencapai prestasi dan karir yang lebih tinggi dari pencapaiannya saat ini.
"Saya ingin bapak ibu bisa lebih hebat dari saya nantinya. Sebagai orang yang pernah menjalani karir sebagai honorer dan pegawai bawahan, saya akan sangat bangga kalau suatu saat ada staf saya yang lebih tinggi prestasinya dari saya" ujarnya saat memberikan ceramah substantif dihadapan peserta Diklat Pra Jabatan yang ditaja Badan Kepegawaian Kabupaten Siak di Grand Royal Hotel (28/4/14). 
Untuk mencapai prestasi tertinggi, menurutnya diperlukan kerja keras, disiplin,dan semangat dalam melaksanakan tugas. Karena itu ia meminta para Calon Pegawai Negeri Sipil yang akan menjadi Pegawai Negeri Sipil nantinya agar dapat bekerja dengan sebaik-baiknya berkenaan tugas dan kepercaaan yang diberikan pimpinan serta tidak memilah-milih pekerjaan.
Dihadapan 106 CPNS Kategori 1 yang mengikuti Diklat Prajabatan tersebut, Syamsuar juga menjelaskan bahwa untk menjadi CPNS saat ini sangat tidak mudah. Menjadi PNS zaman sekarang menurutnya harus melalui tahapan seleksi ekstra ketat dan terpusat oleh KementerianReformasi Birokrasi. "Menjadi PNS itu nikmat dari tuhan yang mesti disyukuri. kemarin saya menemui Menpan untuk meminta kuota CPNS Kategori 2 lebih banyak kuotanya. Meskipun tidak semua, Alhamdulillah 30% kuota yang ditetapkan sebelumnya, ternyata lebih dari 70% peserta tes K2 yang lulus"jelasnya. 
Seleksi Kelulusan menurutnya seluruhnya menjadi kewenangan pusat sementara daerah hanya sekedar mengusulkan kebutuhan formasi saja.Selain bersaing agar lulus dalam rekrutmen, para pegawai negeri juga dihadapkan dalam persaingan kinerja dan prestasi dalam penentuan promosi jabatan. Untuk itu ia meminta pada Peserta Diklat Prajabatan Golongan III ini agar tetap menjaga kebiasaan baik yang didapat selama pendidikan serta tidak ikut-ikutan larut dalam kebiasaan sebagian PNS yang tidak disiplin dan cenderung bermalas-malasan.
 "Siapapun pimpinan tentu ingin mendapatkan teamwork yang dapat melaksanakan tugas dengan baik dan penuh disiplin. Sebaliknya kalau bekerja tidak profesional melaksanakan tugas sebagaimana digaji maka kita sudah berdosa karena korupsi waktu"jelas Syamsuar. Menutup materi ceramahnya, orang nomor satu di Kabupaten Siak ini juga mendorong aparatur pegawai senantiasa meningkatkan kapasitas dan skill melalui program diklat, bimtek dan izin belajar yang bermanfaat bagi pengembangan wawasan dan karir kepegawaian. 
Baca selengkapnya

Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur, Bupati Siak Hadiri Musrenbangnas 2014.

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Siak menghadiri  Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Murenbangnas) tahun 2014 di hotel Bidakara Jakarta (30/4/2014). Rapat akbar tahunan yang membicarakan agenda dan program pembangunan setahun kedepan ini dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Presiden SBY dalam kesempatan tersebut memberikan arahan dan membuka secara resmi Musrenbangnas 2014. Sebelumnya Bupati Siak, para Gubernur serta Bupati/Walikota undangan lainnya mendengarkan paparan mengenai rancangan RKP 2015 yang dilaporkan oleh Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana.Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan buku "Pencapaian Kinerja Pembangunan Kabinet Indonesia Bersatu I (2004-2009) dan KIB II (2009-2014).

Siang harinya, Musrenbangnas juga menyajikan sidang pleno I yang membahas empat tema. Pertama, terkait rencana dan kebijakan pembangunan di 2015 oleh Kepala Bappenas. Kedua, penguatan pemerintahan daerah dalam mendukung pembangunan 2015 oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi. Ketiga, kebijakan fiskal dan kualitas pelaksanaan anggaran 2015 dari Menteri Keuangan Chatib Basri dan keempat, pengendalian inflasi daerah dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.

Pada sesi berikutnya juga dilaksanakan sidang pleno II yang menyuguhkan dialog interaktif dengan menghadirkan para direktur utama (Dirut) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan tema "Breakthrough : Solusi Percepatan Pembangunan Infrastruktur". Para pejabat perusahaan pelat merah itu, antara lain Dirut PT Pelindo II (Persero) RJ Lino, Dirut PT Angkasa Pura I (Persero) Tommy Soetomo, Dirut PT Jasa Marga Tbk Adityawarman, Dirut PT PLN (Persero) Nur Pamudji, Dirut PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Gatot M Suwono dan Kepala BPN Hendarman Supandji.

Dalam sesi terakhir, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Azwar Abubakar juga turut memberi penghargaan inovasi pelayanan publik selain dilaksanakannya peluncuran buku "Peta Jalan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Bidang Ketenagakerjaan" oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono. Di akhir acara, Musrenbangnas 2014 ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Boediono.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Siak yang memprioritaskan fokus pembangunan pada bidang infrastruktur ini telah melaksanakan Musrenbang RKPD 2014 tingkat Kabupaten Siak yang berlangsung di Hotel Grand Mempura, Siak Sri Indrapura, Rabu (19/3/2014) Dalam kegiatan tersebut hadir Sekretaris Bappeda Riau, para unsur pimpinan daerah, legislatif, BUMD, dan lainnya.

Setelah itu,  Pemkab Siak turut menjadi peserta dalam kegiatan Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Provinsi Riau, di Hotel Labersa, Kampar, Selasa (22/4/2014). Dalam kegiatan ini Gubernur Riau, H Annas Maamun menyerahkan penghargaan Anugerah Bina Perencanaan Riau 2014 kepada Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi atas pencapaian Kabupaten dengan perencanaan pembangunan terbaik di Provinsi Riau.

Baca selengkapnya

Lagi, Siak Lambungkan Nama Riau di tingkat NasionalUntuk kesekian kali,

Kabupaten Siak kembali menorehkan prestasi ditingkat nasional. Sempena puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XI dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 42 tingkat nasional kemarin di Jakarta (22/5/2014), Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyerahkan plakat penghargaan kepada Bupati Siak Drs.H.Syamsuar M.Si.
Predikat juara dua nasional untuk kategori Desa Pelaksana Terbaik Gotong Royong Masyarakat diberikan kepada Desa Seminai Kabupaten Siak untuk tingkat nasional, predikat tersebut diberikan berdasarkan penilaian tim Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Dalam Negeri yang turun ke Desa Seminai Kecamatan Kerinci Kanan beberapa waktu lalu. Sebagai satu-satunya perwakilan untuk kategori desa dari Provinsi Riau, prestasi yang berhasil diraih Kabupaten Siak tersebut sekaligus juga melambungkan nama Riau ditingkat nasional.
Usai menerima penghargaan, Bupati Siak yang hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Siak Hj.Misnarni Syamsuar mengaku bangga dengan hasil menggembirakan tersebut." Penghargaan ini saya harapkan dapat memberikan motivasi bagi desa-desa lain untuk mengikuti keberhasilan yang diraih Desa Seminai. Momentum ini juga membuat jajaran Pemerintah daerah maupun pemerintah kecamatan dan desa bersama masyarakat untuk senantiasa memelihara semangat gotong royong ditengah masyarakat" jelasnya. Orang nomor satu di Kabupaten Siak ini juga berharap tingkat partisipasi masyarakat di desa-desa akan semakin membaik dalam hal mengejar ketertinggalan pembangunan dari desa-desa yang telah maju saat ini. 
Hal senada juga disampaikan Kepala BPMPD Kabupaten Siak, Abdul Razak juga berharap prestasi Desa Seminai dapat memotivasi desa-desa lain untuk mempersiapkan diri mengikuti kegiatan serupa tahun depan. "Desa yang sudah meraih juara sesuai aturan tidak diikutsertakan kembali tahun depan, jadi desa-desa yang lain diharapkan untuk dapat bersiap-siap mewakili Kabupaten Siak di ajang lomba desa sempena BBGRM tahun mendatang" ujarnya.
Disatukannya pelaksanaan BBGRM dan HKG tingkat nasional tahun ini, dikatakan Mendagri Gamawan Fauzi sengaja dilaksanakan bersamaan mengingat keduanya merupakan dua hal penting yang satu sama lain sama-sama penting tidak terpisahkan. "Jangan hanya sekedar seremonial diulang2, tapi pelaksanaan kegiatan ini bermakna kita harus mampu menjadi pemersatu nilai gotong royong dlm keluarga, jangan menjadi orang indonesia yang berkepribadian asing"ujarnya.
Tampak hadir mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua TP PKK Kabuapten Siak Hj Rosyidah Alfedri, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Siak Hj Rahimawati Hamzah, Camat Kerinci Kanan Zainal Abidin SSTP, MSi, dan Kepala Desa Seminai Abdul Salam. Rangkaian acara dilaksanakan selama 4 hari dengan agenda pameran produk kerajinan PKK, Sosialisasi UU Desa, dan ditutup kegiatan puncak peringatan BBGRM dan HKG PKK ke 42 di halaman kantor Ditjen PMD Jakarta.
Baca selengkapnya

Kali Ketiga, Siak Raih Opini WTP

Kabupaten Siak kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Provinsi Riau dalam hal pengelolaan keuangan dan aset. Hal tersebut disampaikan saat penyerahan dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Riau Drs.Widiyatmantoro kepada Bupati Siak Drs.H.Syamsuar MSi, dan Ketua DPRD Kabupaten Siak Zulfi Mursal,SH di Pekanbaru (28/5/2014).

Dikatakan Widiyatmantoro, opini WTP tersebut diberikan atas dasar hasil penilaian tim pemeriksa, terhadap penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kabupaten Siak Tahun Anggaran 2013. “BPK sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan menilai laporan keuangan Pemkab Siak TA 2013 telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan tanggal 31 Desember 2013, realisasi anggaran, arus kas dan catatan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut” ujar pria ramah senyum ini.

Usai menerima LHP LKPD berpredikat opini WTP tersebut, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi tampak bahagia menyambut prestasi kali ketiga yang berhasil diraih diperiode kepemimpinannya yang pertama. “Harapan kita berkenaan LKPD ini tentunya semakin membaik dari tahun ketahun, untuk itu kami berkomitmen untuk senantiasa mengikuti seluruh upaya pembinaan dan arahan BPK RI Perwakilan Provinsi Riau baik yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan maupun aset” ujarnya.

Ditambahkan orang nomor satu di Kabupaten Siak ini, beberapa hal yang menjadi catatan perbaikan untuk ditindaklanjuti dari BPK RI, akan segera ditindaklanjuti sebagaimana ketentuan dan action plann yang telah ditandatangani Pemkab Siak dan BPK RI Perwakilan Provinsi Riau sehingga prestasi ini kedepan dapat dipertahankan. “Pencapaian ini tentu ada manfaatnya bagi kita sehingga perlu kita pertahankan, beberapa waktu lalu atas prestasi yang sama kita diberikan DID oleh pusat sebesar 22 Miliar Rupiah yang diarahkan untuk pembangunan bidang pendidikan” tambahnya.

Bantuan dana ini sebut Syamsuar selain dikarenakan predikat WTP, merupakan bentuk reward atas pengesahan APBD dan laporan yang disampaikan pada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat tepat waktu.Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Siak Zulfi Mursal SH berharap, kedepan prestasi pengelolaan keuangan dan aset ini dapat dipertahankan serta menjadi motivasi seluruh pihak terkait.

“Mudah-mudahan dengan prestasi yang ketiga kali diraih ini, kedepan semakin memacu kinerja kita meningkatkan efektifitas dan efesiensi penggunaan anggaran kedepan yang semakin lebih baik”ujarnya. Ia juga berharap koordinasi dan kerjasama yang selama ini terjalin antara BPK dan Pemkab-DPRD Siak dapat lebih ditingkatkan sehingga prestasi yang dicapai tetap terjaga dan memberikan hasil yang membanggakan.LHP atas LKPD Kabupaten Siak TA 2013 yang diserahkan BPK RI Perwakilan Provinsi Riau dalam kesempatan tersebut dikemas dalam tiga buku, buku satu memuat Laporan Keuangan Pemkab Siak dan opini atas laporan keuangan tersebut, buku dua memuat LHP atas Sistem Pengendalian Intern serta buku tiga memuat kepatuhan terhadap perundang-undangan. Selain di hadiri Bupati Siak dan Ketua DPRD, acara tersebut juga tampak dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Inspektur dan sejumlah kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak.

Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system