Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2016

Syamsuar Tinjau kemah pengungsian

Usai membuka upacara kegiatan lomba sempena HUT 71 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tahun 2016, Bupati Siak Syamsuar langsung meninjau tenda pengungsian korban banjir yang berlokasi di Kampung Tuah Indrapura Kecamatan Bungaraya, Jumat (18/11) petang kemarin.

Syamsuar yang saat itu ditemani oleh ketua DPRD Siak Indra Gunawan langsung menyapa para warga sambil memberikan rasa simpati. Pada kesempatan itu Syamsuar juga memberikan bantuan berupa, telur dan bahan sembako lainnya.

Ia mengajak warga yang terkena musibah agar selalu berdoa dan memperkuat iman dalam menghadapi cobaan ini. Selain itu ia pun mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan, apalagi anak-anak kecil yang rentan terhadap penyakit.

Dilain sisi, salah seorang pengungsi Sudarni mengaku sangat senang atas kunjungan dari petinggi negeri ini. Ia beserta kawan-kawannya berharap kepada pihak Pemerintah agar segera mengupayakan agar air bisa kembali surut.

"Kami sudah tiga hari disini, rumah kami di dusun Kolam Hijau Kampung Buantan Besar terendam air. Meskipun kami tidur dalam satu tenda tapi paling nggak, ada tempat untuk kami berteduh” ujarnya.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB dikarenakan curah hujan diatas normal dan mengakibatkan tanggul miliki PT TKWL jebol. Akibatnya rumah warga yang berlokasi di RT 03/ RW 002 Dusun Kolam Hijau terendam air.

Sebelumnya Badan Penangulangan Bencana Daerah kabupaten Siak, Camat, Dinas Sosial, Asisten I Setdakab Fauzi Asni, dan pihak kepolisaan sudah datang ke lokasi pegungsian untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir pada Kamis kemarin (17/11).

Sebanyak 207 jiwa dari 57 keluarga warga Dusun Kolam Hijau terdiri dari Balita sebanyak 35 orang, anak-anak dan remaja 61 orang remaja 97 orang, ibu hamil 3 orang dan lansia sebanyak 11 orang tinggal disana.
Baca selengkapnya

Siak Optimis bisa jadi Kota Pusaka

Bupati Siak Syamsuar optimis bisa menjadikan daerah setempat masuk dalam kategori kota pusaka dunia karena memiliki cagar budaya dan peninggalan sejarah yang ada terpelihara dengan baik.
"Saat ini kami sudah masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Jadi ada organisasi yang menghimpun semua daerah yang memiliki nilai sejarah," kata Bupati Siak Syamsuar usai menyambut rombongan Roadshow Pekansikawan, Jumat (18/11) di ruang Sri Indrapura.

Dia mengatakan, Siak memiliki peninggalan-peninggalan sejarah seperti pada masa penjajahan Belanda dan punya Istana Siak, dan beberapa peninggalan lainnya yang dijadikan sebagai cagar budaya.
"Kedepan ini kami akan berupaya menjadikan Siak sebagai kota pusaka dunia. Itulah yang akan mempunyai nilai jual dalam rangka meningkatkan pariwisata Siak," ucapnya.

Dia berharap program Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan (Pekansikawan) mampu membuat pariwisata kabupaten Siak semakin terangkat dan jadi sektor unggulan. 

"Harapan kami melalui Pekansikawan, potensi inilah kami harapkan bisa menjadi panduan kerjasamakan terutama dibidang pariwisata," katanya lagi.

Lebih lanjut dia katakan, jika berbicara soal pariwisata berarti terkait dengan infrastruktur, perhubungan, listrik, air bersih, serta yang lainnya sebagai sarana dan prasana pendukung untuk menjadikan industri wisata jadi andalan Riau.

"Bagaiamanapun caranya, jika pariwisata tidak didukung oleh infrastruktur maka tidak akan berkembang. Apapun itu potensi yang ada di daerah jika tidak ada dukungan infrastruktur maka orang tidak akan mau datang berkunjung. Itulah yang akan kami kembangkan disini,"paparnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Siak masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia pada Seminar Internasional dan Rapat Kerja Nasional JKPI V di Kota Banda Aceh, tanggal 10 Mei 2016 lalu. Menjadi daerah urutan ke-54 dari 58 kabupaten/kota yang tergabung.

Masih kata Syamsuar, masuknya kabupaten Siak dalam JKPI akan memberikan peluang strategis pada daerah setempat untuk diakui oleh UNESCO sebagai salah satu kota warisan dunia melalui dukungan pemerintah Indonesia.
Baca selengkapnya

Suryono petani ber omzet 15 juta per bulan

Bupati Siak Syamsuar, Jum’at (18/11) menerima kunjungan Suryono petani sukses asal Tualang yang diundang ke Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB di Marrakesh, Maroko. Saat itu Suryono tidak sendirian ia ditemani Aep Mahmudin Humas Distrik Minas Raso Kuning PT Arara Abadi bersama empat orang stafnya.

Syamsuar yang saat itu didampingi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Robiati mengaku bangga atas keberhasilan dan kegigihan dari petani tersebut. “Saya merasa bangga atas keberhasilan Pak Suryono. Inikan aneh ya, disaat orang-orang menanam sawit ia malah beralih menanam sayuran,” canda Syam.
Bupati dengan senyum khasnya meminta agar Suryono bisa membagi ilmu dan pengalamannya kepada petani lain. Mudah-mudahan banyak petani sawit kita yang berangsur-angsur menanam sayuran, harapnya.

Bertani atau berkebun lanjutnya, bisa dijadikan andalan untuk memberdayakan perekonomian keluarga. Ia juga meminta agar masyarakat tidak merasa malu menjadi petani, walaupun sekedar bercocok tanam di pekarangan rumah.

Suryono pria 41 tahun saat dijumpai menceritakan perihal dirinya bisa diundang mengikuti acara KTT Perubahan Iklim 2016 di Maroko tersebut.

“Jujur saya bangga dan bersyukur jadi orang Indonesia, karena kita diberi tanah yang subur tidak seperti di Maroko yang tandus,” sebut dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan kenapa ia beralih dari petani sawit ke petani holtikultura. Tanaman hortikultura jauh lebih gampang dibanding sawit, karena para petani bisa menggarap lahan yang sama hingga berkali-kali panen tanpa perlu membuka lahan baru.
Karena itu, Suryono mulai menaman beberapa jenis sayuran antara lain kangkung, bayam, cabai, melon, semangka, kacang panjang, timun, pepaya dan jagung.

Sawit memang telah menjadi sumber penghasilan mayoritas warga di Dusun Sukajaya, Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Namun dengan kerja keras dan ketekunan, Suryono mampu membalikkan persepsi umum masyarakat kampungnya.

“Sayur bayam menjadi andalan saya. Dengan lahan ½ hektar, sayur ini bisa menghasilkan 15 juta rupiah per bulan. Waktu itu 1 hektar lahan sawit saya hanya menghasilkan Rp 2-3 juta per bulan saja,” akunya.

Sementara itu Aep Mahmudin Humas PT Arara Abadi mengatakan, program yang kami jalankan adalah Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang kita gulirkan di Desa Pinang Sebatang Barat kecamatan Tualang. Bantuannya berupa budidaya Sapi, Kambing, Perikanan dan budidaya tanaman holtikultura.

Dana yang kami gulirkan sebesar 229 juta rupiah untuk desa-desa binaan kami, yang selanjutnya akan di berikan kepada petani-petani dan peternak lainnya. Sehingga dana yang kami kucurkan tersebut dapat berkembang lagi. Dan Hasil tanaman holtikultura dari para petani tersebut kita bantu untuk memasarkannya, jelasnya.

Cerita Suryono:

Karena keberhasilannya, Suryono akhirnya diakui oleh Pemerintah Kabupaten Siak melalui penghargaan Adikarya Pangan Nusantara 2015, dan Petani Terbaik Siak Bidang Hortikultura 2016. 

Keberhasilan Suryono kini dianggap menjadi inspirasi bagi petani lain, sehingga membawanya untuk menghadiri KTT PBB Perubahan Iklim (COP-22) di Marrakesh, Maroko, pada 7-18 November 2016.

Suryono yang aktif kegiatan Progam Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di daerahnya. Progam dari DMPA tersebut bertujuan adalah untuk praktik pertanian yang berjalan beriringan dengan konservasi lingkungan, meliputi hutan alam dan Hutan Tanaman Industri (HTI), termasuk pencegahan kebakaran hutan melalui peran aktif komunitas lokal.

“Mungkin dengan beralih dari petani sawit ke tanaman holtikulutura ini saya di undang ke Maroko,” karena selain bertani saya juga menjaga kelestarian lingkungan sekitar,” akunya polos.
"kemudian dari DMPA tersebut saya dapat bantuan alat berat untuk bikin embung air, pembuatan infrastruktur jalan ke kebun sampai membantu kami untuk memasarkan hasil panen tersebut," tutur Suryono.
Baca selengkapnya

Jumat, 11 November 2016

Pemkab Bekasi sambangi Siak

Ketahanan pangan sudah menjadi komitmen dari Pemerintah Kabupaten Siak yang menetapkan ketahanan pangan sebagai prioritas pembangunan nasional. Sebagai tindak lanjut komitmen ini, Pemerintah Kabupaten Siak telah meletakkan pembangunan ketahanan pangan sebagai prioritas pembangunan daerah.


Terkait hal tesebut sebanyak 22 orang rombongan Pemerintah Kabupaten Bekasi sengaja datang ke Kabupaten Siak untuk saling tukar informasi (studi konferehensif). Kedatangan Pemkab Bekasi yang diketuai oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP) Rohim Sutisna langsung diterima Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab. Siak Syafrilenti di ruang rapat Siak Sri Indrapura Kantor Bupati Siak, Jum’at (11/11).



Menurut Rohim Sutisna, komitmen Pemkab Siak terhadap pembangunan ketahanan pangan menjadi daya tarik kami untuk ke Negeri Istana ini. Lebih-lebih Siak telah dapat penghargaan Adikarya Pangan Nusantara Kategori Pembinaan Ketahanan Pangan yang diserahkan langsung oleh Presiden.



Jadi kami perlu melihat langsung bagaimana ketahanan pangan di sini (Siak). Selain itu program-program yang dikembangkan, sesuai dengan iklim Kabupaten Bekasi”, ungkapnya.



Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan setda. Kab. Siak Syafrilenti menyambut baik kedatangan rombongan tersebut. Ia didampingi Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab Siak Syahrial dan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH)  Robiati.



“Kami menyambut baik kedatangan Bapak-Ibu, juga ucapan terimakasih karena telah menjadikan Kabupaten Siak sebagai tujuan studi banding di bidang ketahanan pangan,” ungkap Lenti.



Dalam kesempatan tersebut ia menceritakan kondisi kabupaten Siak yang luas namun dengan jumlah penduduk yang sedikit. Termasuk lahan pertanian andalan yang meliputi empat kecamatan yaitu, Kecamatan Bungaraya, Sungai Apit, Sabak Auh dan Sungai Mandau. Untuk mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Siak, sepanjang tahun 2015 pemda membangun jaringan irigasi yang meliputi bangunan pintu air sebanyak 116 unit, jaringan primer 97.008 meter, jaringan sekunder 270.348 meter dan jaringan tersier 282. 374 meter.



Selanjutnya, melalui Dinas TPH memaksimalkan program Peningkatan Keterjangkauan Pangan, Peningkatan Diversifikasi Pangan serta Penanganan Kemiskinan untuk  menjamin ketersediaan dan konsumsi pangan yang cukup aman, bermutu, bergizi dan berkeseimbangan di tingkat daerah.



Dari program yang diusahakan sepanjang tahun 2015 telah menghasilkan produksi pertanian berupa, padi 30.306 ton, palawija 10.572 ton dan holtikultura 16.409 ton.



Upaya Pemda di bidang ketahanan pangan telah mendapat apresiasi yang luar biasa dari pihak pemerintah pusat. Hal ini ditunjukan dengan prestasi yang diraih yaitu Juara I Produk Pertanian Berdaya Saing Tingkat Nasional tahun 2013 kategori inovasi produk tanaman pangan, Juara I  Unit Pelayanan Jasa Alsintan Nasional Tahun 2013 kategori unit pelayanan jasa alsintan dan prestasi lain di tingkat Provinsi.


Pembangunan ketahanan pangan memerlukan penanganan terintegrasi dan saling bersinergi antar sektor dan subsektor dan antar wilayah. Oleh karena itu penyamaan persepsi dan penyatuan gerak langkah perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Baca selengkapnya

Minggu, 06 November 2016

Syamsuar : Kepercayaan Kunci Utamanya.

Bupati Siak Syamsuar hadiri acara Koperasi Karyawan (Kopkar) Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Expo yang digelar di lapangan basket KPR Perawang Kecamatan Tualang, Minggu (6/11/16).


“Acara ini diselenggarakan dalam rangkat Hari Ulang Tahun Kopkar IKPP yang ke 21 serta meningkatkan tali silaturahmi antara ketua, pengawas, pengurus, karyawan, anggota koperasi dan masyarakat sekitar” ucap pengurus Kopkar IKPP Piving Arianto dengan Semangat.


acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan PT. Capella Medan (Daihatsu), Adira Finance dan Tribune Pekanbaru.


Lanjut, iya juga mengatakan bahwa Alhamdulilah ketika Hari Koperasi Nasional ke-69 Tingkat Provinsi Riau yang diselenggarakan di Kabupaten Siak Agustus lalu, Kopkar IKPP kita mendapatkan penghargaan sebagai koperasi yang mempunyai omset terbesar di Kabupaten Siak.


“Semoga dengan adanya koperasi ini, dapat meninggkatkan kesejahteraan Anggota Koperasi serta masyarakat sekitar. Dan juga dapat membantu program-program Pemerintah untuk pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Siak” tutup Piving.


Senada dengan hal itu, Bupati Siak menjelaskan bahwa Koperasi Karyawan IKPP ini bisa menjadi contoh bagi Koperasi Karyawan lainnya yang ada di Kabupaten Siak.


“Kalaulah kita ingin menjadi yang terbaik dan bahan contoh bagi Kopkar yang lainnya, kita harus terus melakukan yang terbaik dari segi apa pun baik itu Management, segi Keterbukaan termasuk segi Kesejahteraan bagi para anggota koperasi. ” pesan Datuk Setia Amanah itu.


Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa semuanya tergantung kepada kepercayaan anggota koperasi kepada pengurus kiranya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.


“jangankan lima puluh ribu rupiah, seribu rupiah pun tak akan mau orang memberi kalau sudah tidak percaya kepada kita” tegas Syam sambil tersenyum.


Diakhir sambutannya, Syamsuar juga mengharapkan semoga dengan adanya Kepercayaan, Pengelolaan Koperasi yang baik dll, Koperasi ini bisa menjadi panutan bukan hanya untuk Koperasi Karyawan saja tapi juga untuk Koperasi yang lainnya yang ada di Kabupaten Siak bahkan untuk Koperasi yang ada di Provinsi Riau.


Acara ini diawali dengan Jalan Santai dan dilanjutkan dengan senam sehat serta dimeriahkan dengan diadakannya perlombaan seperti Lomba Mewarnai untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Lomba memasak untuk ibu-ibu.


Selain Bupati Siak, acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Siak Indra Gunawan, Camat Tualang Zulkifli serta Pengurus Kopkar IKPP serta para peserta yang terdiri dari masyarakat dan anak-anak.
Baca selengkapnya

Minggu, 23 Oktober 2016

Lomba Pacu Handtractor, hiburan bagi para petani

Sidik warga Kampung Buantan Lestari berhasil tampil terdepan dan membawa pulang piala bergilir penghulu Buantan Lestari. Tak hanya Sidik, peserta lainnya seperti Sirin dan Doni dari kampung yang sama pada posisi kedua dan tiga. Selain itu pada posisi ke empat diraih oleh Sadimun yang berasal dari kampung Kemuning Muda.

Hampir sama dengan pacu jawi di Sumbar, Pacu handtractor di kampung Buantan Lestari kecamatan Bungaraya menggunakan handtractor. Begitu bendera start diangkat para peserta berlarian menuju handtracktor masing-masing pada sebidang sawah yang berlumpur milik masyarakat.
 
Sebelumnya Bupati Siak Syamsuar setibanya dilokasi Minggu, (23/10) menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat atas kreativitas dan semangat gotong royong hingga suksesnya acara tersebut.
Bupati berharap agar para petani muda bisa dan handal menggunakan handtractor yang sudah diberikan oleh pemerintah, dengan begitu mereka bisa meningkatkan produksi pertanian. Kegiatan seperti ini menurut Syamsuar sangat baik sekali.
 
Nanti kedepannya kata Bupati, lomba pacu handtractor ini akan memperebutkan piala Bupati, agar pesertanya semakin bertambah dan sekaligus bisa mempromosikan wisata, jelas Syamsuar.
Mudah-mudahan lomba pacu handtractor ini tambah besar, dan pesertanya tidak hanya dari kabupaten Siak saja, dan masuk kedalam kalender pariwisata, harapnya.
 
Lomba ini dimulai dari tanggal 22 hingga 23 Oktober 2016 yang ditaja pihak Kampung Buantan Lestari sempena penyambutan petani untuk turun bersawah dan juga penyambutan tahun baru Islam 1438 Hijrah. Diikuti sebanyak 100 orang peserta yang terdiri dari petani dari Bungaraya, Sabak Auh, Sungai Apit dan kampung Teluk Lanus.
 
Ketua panitia Chadi mengatakan perlombaan pacu Handtraktor ini Merupakan kali perdana yang dilakukan serta kedepan menurutnya akan dimasukkan dalam agenda resmi masyarakat setempat.
"Kedepan Iven pacu Handtraktor akan terus kita taja disetiap tahunnya. Kegiatan pacu Handtraktor digelar guna membangun senergiritas masyarakat agar saling membangun kebersamaan," ujarnya, 
Peserta dibagi menjadi dua grup, yang akan dimulai dari penyisihan grup, Semi Final dan Final.
Bungaraya ini merupakan wilayah penghasil beras terbesar di Kabupaten Siak, setiap musim petani yang akan turun ke sawah untuk menanam padi akan diadakan berbagai acara sebagai bentuk kesiapan mereka dalam bercocok tanam.
 
Pada kesempatan itu Bupati Siak menyerahkan bantuan handtractor kepada petani. Bantuan itu diharapkan bisa membantu untuk meningkatkan produksi padi. Orang nomor satu di Kabupaten Siak itu berkesempatan meninjau kebun cabe milik masyarakat. Selain piala dan piagam para pemenang juga diberikan hadiah berupa uang tunai sebagai dana pembinaan. (hms)
Baca selengkapnya

Rabu, 19 Oktober 2016

Ada Lukah Gilo, Gasing dan Tarian Olang-Olang Suku Sakai di TMII Jakarta

Pemerintah Kabupaten Siak ikut ambil bagian dalam Pameran Budaya tahun 2016 yang berlangsung 19-23 Oktober 2016. Pameran budaya ini diberi nama Pekan Produk Budaya Nusantara Expo & Forum 2016 yang digagas oleh Kementrian  Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dibuka secara resmi oleh Mentri PMK Puan Maharani, di Taman Mini Indonesia Indah Rabu 19/10/2016.

Dalam keikutsertaannya Pemerintah Kabupaten Siak menampilkan beberapa atraksi budaya yang diambil dari permainan rakyat Siak. Ada permainan Lukah Gilo dari masyarakat Sabak Auh, permainan gasing tradisional dan gasing buah kulim dari masyarakat lubuk dalam dan tualang sekaligus hadirnya perwakilan masyarakat Suku Sakai Minas yang mendapatkan  kesempatan memainkan tarian olang-olang. Termasuk dengan menampilkan sejarah singkat perjalanan kerajaan Siak lengkap dengan peninggalan-peninggalan sejarahnya.

Khusus untuk permainan rakyat ini, para pemain dan penampilnya merupakan penggiat seni asli dari dari kecamatan. Mereka baru saja unjuk kebolehan pada saat pawai budaya Festival Siak Bermadah 2016 di Siak beberapa waktu lalu. Ikut juga bersama rombongan ini adalah T Firdaus. Beliau adalah salah seorang pengrajin dan tokoh kenamaan Siak yang merupakan pakar pembuat gambus. Dari tanggannyalah kayu-kayu dipahat sampai kemudian bisa bernada dan mengalunkan nyanyian khas melayu yang kemudian dipadankan dengan tarian zapin. Gambus hasil karya T Firdaus ini kemudian dipajang khusus di stan pameran Siak.

Penampilan beberapa kreasi budaya dari pemerintah kabupaten Siak ini menurut Syamsuar adalah bagian dari apresiasi budaya. Budaya yang harus dijaga, dilestarikan dan kemudian diperkenalkan kepada daerah lain yang kemudian dapat menjadi bagian dari promosi daerah. Tampilan yang disajikan pada pekan produk budaya ini dapat menceriminkan dinamika dan produk-produk budaya masyarakat Siak. “Dari sini kita coba memberikan cerminan tentang budaya masyarakat Siak, ini seperti sebuah penegasan soal slogan Siak the Trully Malay. Bahwa apa yang kita tampilkan ini kesemuanya adalah bagaian dari tradisi dan Produk budaya melayu itu,” ujar Syamsuar.

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi usai menghadiri acara pembukan Pekan produk budaya juga berkesempatan mendampingi Puan Maharani, Mendagri Tjahyo Kumolo, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Ja’far juga meninjau langsung produk-produk yang ditampilkan di stand Pameran Kabupaten Siak. Puan juga berbincang banyak soal keberadaan kesultanan Siak beserta peninggalan-peninggalannya yang hingga saat ini masih terjaga, melihat produk-produk kerajinan tenun Siak serta produk asli makanan khas Siak. Puan Maharani beserta para mentri lainnya begitu bergairah mendengarkan penjelesan langsung dari Bupati Siak. Ia memberikan apresiasi yang luar biasa ketika melihat kerajinan tenun Siak serta ketika melihat berbagai peninggalan sejarah yang masih ada di Siak.
Baca selengkapnya

Jumat, 30 September 2016

Gesa KITB, Kemenperin Akan Kumpulkan Stakeholder

Direktur Pengambangan Prasarana Industri Wilayah II Kementerian Perindusterian RI, berjanji akan segera mengumpulkan lintas kementerian dan instansi terkait rencana pembangunan KITB.

Hal itu terungkap saat Kemenperin dan Pemkab Siak melaksanakan rapat koordinasi, menyusul akan di operasikannya KITB untuk industri pengolahan cangkang dan briket.
Agar rencana tersebut berjalan, Direktur Pengembangan Prasarana Industri Wilayah II Busharmaidi mengatakan akan secepatnya membangun infrastruktur jalan dalam luar kawasan.

Selain itu kata dia, listrik dan air bersih juga tak luput dari perhatian.
"Kita akan segera menjalin koordinasi lintas sektoral ditingkat kementerian, untuk membicarakan dukungan pembangunan KITB" kata dia.

Bupati Siak Syamsuar, dukungan percepatan pembangunan KITB dapat segera terealisasi. Ia berharap pemerintah pusat segera membangun infrastruktur pendukung beroperasinya kawasan industri masa depan itu.

"Kemampuan kita amat terbatas untuk menyiapkan seluruh infrastruktur, sementara pengoperasian kawasan industri sangat mendesak untuk dilaksanakan. Kita ingin perekonomian daerah bangkit lagi meski harga minyak dan penerimaan daerah terus menurun" sebut Syamsuar.

Bupati dua periode ini juga menyebut semua program yang akan dilaksanakan di KITB telah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah, baik RPJMN maupun RPJMD Provinsi maupun Kabupaten.

"Kita berharap, tahun depan semua infrastruktur yang diperlukan untuk pengolahan cangkang sudah tersedia. DEDnya akan segera dipersiapkan sedemian rupa" tutupnya.

Turut hadir bersama Bupati Siak, Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, Kepala DPPKAD, Kepala Dinas Perindag, Kepala BPMP2T, serta sejumlah pejabat dilingkungan Pemprov Riau, serta Manajemen PT Bosowa, selaku calon investor pengolahan cangkang di Buton.
Baca selengkapnya

Minggu, 20 Maret 2016

Hadapi MEA Harus Sistemik.





Ketatnya persaingan yang muncul akibat kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), harus dihadapi dengan sinergi sistemik seluruh komponen kewirausahaan didaerah.

SIAK- Kebijakan MEA yang telah mulai diberlakukan, disatu sisi kerap kali menjadi batu sandungan pelaku usaha didaerah yang tidak memiliki daya saing mumpuni. Namun sejatinya, MEA justru menjadi peluang untuk ‘Go ASEAN’ apabila seluruh komponen daerah mampu membentuk ekosistem kewirausahaan tersinergi. 

“InsyaAllah MEA justru akan menjadi peluang kita untuk go ASEAN” kata Bupati Siak Syamsuar optimis, saat meresmikan gedung kantor baru Bank Riau-Kepri dan Kedai Bank Riau Kepri Sabak Auh dijantung kota Siak Sri Indrapura, Senin siang (20/03/16).

“Sinergi sistemik yang saya maksudkan, pengembangan sektor kewirausahaan didaerah, harus melibatkan secara menyeluruh stakeholder dan ekosistem kewirausahaan, diantaranya pelaku usaha, pengambil kebijakan, akademisi, pendamping, serta organisasi yang terkait dengan kegiatan kewirausahaan termasuk perbankan didaerah” cerita Syamsuar dihadapan sejumlah tokoh penting yang hadir. Diantaranya Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Riau M. Nurdin Subandi, dan Direktur Utama Bank Riau-Kepri Irvandi Gustari, serta Pimpinan Cabang Bank Riau-Kepri Siak Sri Indrapura Tengku Toyeb.

Isu MEA, belakangan memang sudah menjadi kerisauan tersendiri bagi Syamsuar. Beberapa bulan terakhir orang nomor satu di ‘negeri istana’ ini makin rajin menggalang kesadaran komponen daerah untuk bersatu menyatukan persepsi dan potensi untuk perbaikan daya saing. Selain pelaku usaha, sektor perbankan kali ini menjadi ‘concern’ dia.

“Peran serta Bank Riau Kepri sebagai aset daerah amat diharapkan sebagai stimulan bagi paraenterpreneur lokal untuk menguatkan daya saing. Masyarakat kita perlu terus didorong, dengan kemudahan pinjaman permodalan” pintanya.

Kalau keunggulan potensi produk dan jasa yang dihasilkan pengusaha lokal bisa bersaing di era MEA, Syamsuar optimis bumiputera tidak akan menjadi penonton dinegeri sendiri, tapi justru jadi pemain.

M.Nurdin Subandi,  juga senada dengan Syamsuar. Kepala OJK Riau ini berharap momentum peresmian Bank Riau-Kepri ini, kedepan mampu dijadikan pijakan untuk memacu kinerja sehingga mampu menciptakan iklim kewirausahaan yang baik di Kabupaten Siak. Secara khusus dia meminta Bank Riau-Kepri dapat meningkatkan fungsi intermediasi perbankan dan memberikan edukasi tentang perbankan pada masyarakat.

“Literasi keuangan masyarakat harus bisa kita tingkatkan sesuai Peraturan OJK Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan”  kata mantan pengawas Bank Indonesia Pusat Jakarta itu.

Nurdin juga berharap Bank Riau-Kepri senantiasa mempraktikkan kegiatan sektor perbankan dengan sehat sesuai prinsip kehati-hatian. Kalau sudah begini kata dia, masyarakat tinggal kita ajak untuk memanfaatkan layanan perbankan yang ada untuk memudahkan pengembangan usaha.
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system