Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2016

Syamsuar Tinjau kemah pengungsian

Usai membuka upacara kegiatan lomba sempena HUT 71 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tahun 2016, Bupati Siak Syamsuar langsung meninjau tenda pengungsian korban banjir yang berlokasi di Kampung Tuah Indrapura Kecamatan Bungaraya, Jumat (18/11) petang kemarin.

Syamsuar yang saat itu ditemani oleh ketua DPRD Siak Indra Gunawan langsung menyapa para warga sambil memberikan rasa simpati. Pada kesempatan itu Syamsuar juga memberikan bantuan berupa, telur dan bahan sembako lainnya.

Ia mengajak warga yang terkena musibah agar selalu berdoa dan memperkuat iman dalam menghadapi cobaan ini. Selain itu ia pun mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan, apalagi anak-anak kecil yang rentan terhadap penyakit.

Dilain sisi, salah seorang pengungsi Sudarni mengaku sangat senang atas kunjungan dari petinggi negeri ini. Ia beserta kawan-kawannya berharap kepada pihak Pemerintah agar segera mengupayakan agar air bisa kembali surut.

"Kami sudah tiga hari disini, rumah kami di dusun Kolam Hijau Kampung Buantan Besar terendam air. Meskipun kami tidur dalam satu tenda tapi paling nggak, ada tempat untuk kami berteduh” ujarnya.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB dikarenakan curah hujan diatas normal dan mengakibatkan tanggul miliki PT TKWL jebol. Akibatnya rumah warga yang berlokasi di RT 03/ RW 002 Dusun Kolam Hijau terendam air.

Sebelumnya Badan Penangulangan Bencana Daerah kabupaten Siak, Camat, Dinas Sosial, Asisten I Setdakab Fauzi Asni, dan pihak kepolisaan sudah datang ke lokasi pegungsian untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir pada Kamis kemarin (17/11).

Sebanyak 207 jiwa dari 57 keluarga warga Dusun Kolam Hijau terdiri dari Balita sebanyak 35 orang, anak-anak dan remaja 61 orang remaja 97 orang, ibu hamil 3 orang dan lansia sebanyak 11 orang tinggal disana.
Baca selengkapnya

Siak Optimis bisa jadi Kota Pusaka

Bupati Siak Syamsuar optimis bisa menjadikan daerah setempat masuk dalam kategori kota pusaka dunia karena memiliki cagar budaya dan peninggalan sejarah yang ada terpelihara dengan baik.
"Saat ini kami sudah masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Jadi ada organisasi yang menghimpun semua daerah yang memiliki nilai sejarah," kata Bupati Siak Syamsuar usai menyambut rombongan Roadshow Pekansikawan, Jumat (18/11) di ruang Sri Indrapura.

Dia mengatakan, Siak memiliki peninggalan-peninggalan sejarah seperti pada masa penjajahan Belanda dan punya Istana Siak, dan beberapa peninggalan lainnya yang dijadikan sebagai cagar budaya.
"Kedepan ini kami akan berupaya menjadikan Siak sebagai kota pusaka dunia. Itulah yang akan mempunyai nilai jual dalam rangka meningkatkan pariwisata Siak," ucapnya.

Dia berharap program Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan (Pekansikawan) mampu membuat pariwisata kabupaten Siak semakin terangkat dan jadi sektor unggulan. 

"Harapan kami melalui Pekansikawan, potensi inilah kami harapkan bisa menjadi panduan kerjasamakan terutama dibidang pariwisata," katanya lagi.

Lebih lanjut dia katakan, jika berbicara soal pariwisata berarti terkait dengan infrastruktur, perhubungan, listrik, air bersih, serta yang lainnya sebagai sarana dan prasana pendukung untuk menjadikan industri wisata jadi andalan Riau.

"Bagaiamanapun caranya, jika pariwisata tidak didukung oleh infrastruktur maka tidak akan berkembang. Apapun itu potensi yang ada di daerah jika tidak ada dukungan infrastruktur maka orang tidak akan mau datang berkunjung. Itulah yang akan kami kembangkan disini,"paparnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Siak masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia pada Seminar Internasional dan Rapat Kerja Nasional JKPI V di Kota Banda Aceh, tanggal 10 Mei 2016 lalu. Menjadi daerah urutan ke-54 dari 58 kabupaten/kota yang tergabung.

Masih kata Syamsuar, masuknya kabupaten Siak dalam JKPI akan memberikan peluang strategis pada daerah setempat untuk diakui oleh UNESCO sebagai salah satu kota warisan dunia melalui dukungan pemerintah Indonesia.
Baca selengkapnya

Senin, 14 November 2016

Budayakan Hidup Sehat mulai dari Keluarga Kita

Bupati Siak Syamsuar pimpin acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 52 tahun 2016, bertempat di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Senin (12/11/16).

Sebagaimana diketahui bahwa tanggal 12 November merupakan Hari Kesehatan Nasional yang diselenggarakan setiap tahunnya dan untuk Hari Kesehatan Nasional (HKS) ke-52 tahun 2016 ini mengambil tema “Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat”.

Senada dengan Tema HKN ke-52 tahun 2016 itu, Bupati Siak Syamsuar yang membacakan langsung Sambutan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Farid Moeloek mengatakan  untuk membangkitkan kembali pesan-pesan kesehatan bahwa sehat itu harus dijaga, bergaya hidup sehat, berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional. Sehingga nantinya, akan terbangun kemandirian masyarakat yang sadar akan kesehatan untuk mencapai Indonesia Kuat”.

Pada saat ini, Indonesia tengah menghadapi Tantangan kesehatan berupa triple burden, yaitu masih tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular dan muncul kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi.

Menurut Global Burden of Disease 2010 dan Health Sector Review 2014, kematian yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular, yaitu Stroke menduduki peringkat pertama. Dengan demikian, trend ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup di masyarakat.”Tambahnya.

Selian itu, Beliau juga menjelaskan bahwa pada tanggal 15 November mendatang, Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo akan meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau disingkat dengan GERMAS. Yaitu suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Tujuan GERMAS ini, agar masyarakat berperilaku sehat, sehingga diharapkan berdampak pada kesehatan yang terjaga, terciptanya lingkungan yang bersih, sehingga jika dalam kondisi sehat, produktivitas masyarakat meningkat dan biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk berobat akan berkurang, dengan cara melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban”. ucap Datuk Setia Amanah itu dalam menyampaikan Sambutan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Diakhir sambutannya, Syamsuar mengharapkan Kepada seluruh jajaran kesahatan, termasuk Para Camat dan Penghulu agar dapat membantu mensukseskan Program Siak sebagai Kabupaten Sehat.

Dalam acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ini, juga diadakan Deklarasi Stop Buang Air Besar yang diikuti oleh beberapa Kecamatan dan Kampung yang ada di Kabupaten Siak.

Deklarasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan kebiasaan, bahaya dan manfaat buang air besar di jamban serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berprilaku hidup sehat dan hidup bersih.

Kampung yang mengikuti Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan, untuk Kecamatan Dayun, Kampung Lubuk Tilan, Kampung Dayun, Kampung Sawit Permai, Kampung Suka Mulya, Kampung Sialang Sakti, Kampung Teluk Merbau, Kampung Merangkai, Kampung Berumbung Baru, Kampung Buana Makmur, Kampung Banjar Seminai, Kampung Pangkalan Makmur.

Selain di Kecamatan Dayun, ada beberapa Kampung lain yang mengikuti Deklarasi ini seperti Kampung Tasik Seminai, Kampung Keranji Guguh yang ada Kecamatan Koto Gasip. Kemudian Kampung Seminai, Kampung Buantan Baru yang ada di Kecamatan Kerinci Kanan, Kemudian Kampung Sri Gading, Kampung Rawang Kao Barat yang berada di Kecamatan Lubuk Dalam.

Diakhir acara, Bupati Siak berkesempatan memberikan penghargaan kepada Kecamatan Koto Gasib Atas Paritsipasi Pembinaan terhadap Kinerja Posyandu, Desa Siaga Aktif, PHBS dan Toga, Kecamatan Dayun atas Prestasinya Stop Buang Air Besar Sembarangan tahun 2016, UPTD Puskesmas Kecamatan Koto Gasip atas Prestasi Juara pertama Lomba Tanaman Toga tingkat Kabupaten Siak dan Juara dua Tingkat Provinsi Riau tahun 2016, Posyandu Nurati Satu Kampung Tasik Seminai Kecamatan Koto Gasib atas Prestasinya Juara satu Lomba Posyandu tingkat Kabupaten dan Provinsi tahun 2016, Kampung Tasik Seminai Kecamatan Koto Gasib sebagai Juara dua dalam Penilaian Lomba Desa Siaga tingkat Provinsi Riau tahun 2016 dan Ibu Rianti sebagai Kader Posyandu masa bakti lebih dari 20 tahun di Kabupaten Siak.
Baca selengkapnya

Kamis, 10 November 2016

Curah Hujan Tinggi, Akibatkan Banjir dan Jalan Rusak.

Tingginya curah hujan akhir-akhir ini di Kabupaten Siak, telah memicu banjir dan kerusakan jalan disejumlah tempat. Untuk merespon kondisi tersebut, Bupati Siak Syamsuar Kamis Pagi (10/11/16), meninjau sejumlah lokasi banjir dan jalan rusak yang menjadi keluhan warga.
Usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2016, Ditemani Kepala Dinas Tata Ruang Cipta Karya Irving Kahar dan Camat Siak Wan Syaiful, Bupati Syamsuar bertolak kejalan Meranti Kelurahan Kampung Rempak Siak Sri Indrapura.  Disana, ia meninjau kawasan yang baru dibuka menjadi pemukiman itu dan menanyakan status lahan yang dijadikan jalan oleh beberapa warga yang bermukim.
“Ada keluhan dari warga kita tentang jalan yang rusak di Kota Siak. Paling tidak, jalan kita ratakan dulu agar tidak becek dan berkubang, kasihan warga” kata dia.

Untuk itu kepada camat, dia meminta untuk secepatnya mencari tahu status lahan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Kepala Dinas Tata Ruang Cipta Karya untuk selanjutnya ditindaklanjuti. “Kumpulkan Pak RT, tanyakan riwayat perihal jalan ini. Kalau sifatnya hibah, kumpulkan surat-suratnya” perintah Syamsuar.
Menurut Irving Kahar, kalau status lahan jelas, pihaknya akan segera membersihkan dan meratakan jalan agar lebih layak dipergunakan warga. “InsyaAllah kita kliring sampai ujung pemukiman sana, supaya jangan berair-air lagi” jelasnya.
Usai meninjau Kampung Rempak, rombongan bergegas meluncur ke Kecamatan Koto Gasib. Disana Camat Koto Gasib Syafrizal bersama upika menanti Syamsuar untuk meninjau banjir yang tengah melanda sejumlah pemukiman warga, persis dipinggiran jalan lintas depan Surau Suluk Tarekat Naqsabandiyah Kampung Pangkalan Pisang.
Sekitar 15 menit berdialog dengan warga, Syamsuar dan rombongan yang tengah meninjau menemukan penyebab meluapnya anak Sungai Buatan yang menjadi penyebab Banjir. Tepat diperbatasan kampung Buatan II – Pangkalan Pisang, gorong-gorong yang ada tidak mampu menampung debit air yang melimpah dikarenakan tingginya curah hujan. Selain itu, disekitar anak sungai juga telah terjadi penyempitan.
“Sungai Siak ini sepanjang riwayat yang kita tahu, selalu pasang surut dan tak pernah meluap. Kalau banjir begini, pasti ada yang salah dengan kondisi anak sungai” ujar salah seorang warga pada Syam.

Menyikapi usulan warga tersebut, orang nomor satu Negeri Istana itu segera mencari solusi agar banjir yang merendam rumah warga segera tertangani.

“Anak Sungai perlu kita normalisasi lagi, turunkan alat berat kita. Biar cepat kelar kita minta perusahaan sekitar untuk membantu menurunkan alat berat, target kita hari ini tuntas” perintah Syamsuar pada Kadis Tarcip dan Camat. Bahkan, Syamsuar tampak langsung menelpon salah satu petinggi di manajemen perusahaan dimaksud agar langsung turun membantu.
"Jangan lupa tanaman pandan duri yang ada dipindahkan supaya tak mati, tanaman itu mulai langka dan susah kita jumpai" pesan Syamsuar sebelum beranjak kembali kekantor.
Baca selengkapnya

Senin, 07 November 2016

Siak siap menjadi Kabupaten sehat

Bupati Siak Syamsuar pimpin Rapat serta Sosialisasi Pembentukan Tim Pembina Kabupaten Sehat yang dilaksanakan di ruang Pucuk Rebung kantor Bupati Siak, Senin (07/11) pagi. Turut hadir Wakil Bupati Siak Alfedri, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Tengku Said Hamzah dan diikuti oleh sejumlah pimpinan SKPD yang terkait.

Syamsuar menyebutkan dalam rangka untuk mewujudkan Indonesia sehat banyak melibatkan masyarakat, itu berkaitan dengan petemuan di Padang pada beberapa waktu yang lalu.

“Selain itu, kami melihat sebagian besar dilaksanakan baru setingkat kota. Jadi untuk kabupaten belum ada, untuk itu dikarenakan program pemerintah Indonesia sehat, kita ingin apa yang telah dibuat bisa mengacu pada indikator Indonesia sehat,” sebutnya.

Ia berharap kegiatan ini digerakan oleh masyarakat sedangkan pemerintah hanya sebagai pendukung  serta memfasilitasi. Kalau ini bisa terlaksana lanjutnya, maka masyarakat akan merasa nyaman hidup di siak ini. Selain itu kami juga akan mendirikan 5 (lima) rumah sakit tipe D untuk tahun depan, antara lain di Kandis, Perawang, Sungai Apit, Lubuk Dalam dan Kerinci Kanan.

"Ini sangat perlu kita laksanakan, sebab kita ingin rakyat sehat, dan akan menjadi rakyat yang berkualitas. Untuk itu kita harus merubah sistem pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tegas Syamsuar penuh semangat.

Saya berharap agar ini bisa dengan segera di sosialisasikan baik kepada masyarakat maupun kepada sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Siak ini dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama, agar semuanya bisa terlaksana dengan sukses untuk Kabupaten Siak yang sehat,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Tony Chandra mengatakan Kabupaten Sehat adalah suatu lokasi dimana kabupaten berada dalam bersih aman nyaman dan sehat, yang dihuni oleh masyarakat. Hal ini bisa terwujud atas integrasi beberapa pihak yang dilaksanakan atas keinginan masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah.

Turut hadir Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Siak Muharrom, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Fauzi Asni, Asisten Perekonomian Pembangunan Syafrilenti, Asisten Administrasi Umum Jamaluddin serta Kepala Kantor.
Baca selengkapnya

Minggu, 06 November 2016

Syamsuar : Kepercayaan Kunci Utamanya.

Bupati Siak Syamsuar hadiri acara Koperasi Karyawan (Kopkar) Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Expo yang digelar di lapangan basket KPR Perawang Kecamatan Tualang, Minggu (6/11/16).


“Acara ini diselenggarakan dalam rangkat Hari Ulang Tahun Kopkar IKPP yang ke 21 serta meningkatkan tali silaturahmi antara ketua, pengawas, pengurus, karyawan, anggota koperasi dan masyarakat sekitar” ucap pengurus Kopkar IKPP Piving Arianto dengan Semangat.


acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan PT. Capella Medan (Daihatsu), Adira Finance dan Tribune Pekanbaru.


Lanjut, iya juga mengatakan bahwa Alhamdulilah ketika Hari Koperasi Nasional ke-69 Tingkat Provinsi Riau yang diselenggarakan di Kabupaten Siak Agustus lalu, Kopkar IKPP kita mendapatkan penghargaan sebagai koperasi yang mempunyai omset terbesar di Kabupaten Siak.


“Semoga dengan adanya koperasi ini, dapat meninggkatkan kesejahteraan Anggota Koperasi serta masyarakat sekitar. Dan juga dapat membantu program-program Pemerintah untuk pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Siak” tutup Piving.


Senada dengan hal itu, Bupati Siak menjelaskan bahwa Koperasi Karyawan IKPP ini bisa menjadi contoh bagi Koperasi Karyawan lainnya yang ada di Kabupaten Siak.


“Kalaulah kita ingin menjadi yang terbaik dan bahan contoh bagi Kopkar yang lainnya, kita harus terus melakukan yang terbaik dari segi apa pun baik itu Management, segi Keterbukaan termasuk segi Kesejahteraan bagi para anggota koperasi. ” pesan Datuk Setia Amanah itu.


Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa semuanya tergantung kepada kepercayaan anggota koperasi kepada pengurus kiranya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.


“jangankan lima puluh ribu rupiah, seribu rupiah pun tak akan mau orang memberi kalau sudah tidak percaya kepada kita” tegas Syam sambil tersenyum.


Diakhir sambutannya, Syamsuar juga mengharapkan semoga dengan adanya Kepercayaan, Pengelolaan Koperasi yang baik dll, Koperasi ini bisa menjadi panutan bukan hanya untuk Koperasi Karyawan saja tapi juga untuk Koperasi yang lainnya yang ada di Kabupaten Siak bahkan untuk Koperasi yang ada di Provinsi Riau.


Acara ini diawali dengan Jalan Santai dan dilanjutkan dengan senam sehat serta dimeriahkan dengan diadakannya perlombaan seperti Lomba Mewarnai untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Lomba memasak untuk ibu-ibu.


Selain Bupati Siak, acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Siak Indra Gunawan, Camat Tualang Zulkifli serta Pengurus Kopkar IKPP serta para peserta yang terdiri dari masyarakat dan anak-anak.
Baca selengkapnya

Selasa, 01 November 2016

Mewakili Kabupaten Siak, Koto Gasip mudah-mudahan menjadi yang terbaik

Tim Penilai Evaluasi Kinerja Kecamatan (EKK) Tingkat Provinsi Riau melakukan penilaian di Kecamatan Koto Gasib, Selasa (1/11/16). Kecamatan Koto Gasib mewakili Kabupaten Siak untuk menjadi yang terbaik di Riau.

Kedatangan tim penilai disambut langsung oleh Asisten Administrasi Umum Jamaludin didampingi Camat Koto Gasib Syafrizal.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Umum Setda Provinsi Riau Rahima Erna, Ketua Tim Penilai Rahyunir, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kab.Siak, Budi L Yuwono, Kepala UPTD Kecamatan Kandis, Kepala Bagian Organisasi Setda Kab.Siak Kharial Azmi, Kapolsek Koto Gasib, penghulu serta tokoh masyarakat.

Asisten Administrasi Umun Jamaludin dalam sambutannya mengatakan bahwa EKK ini merupakan kegiatan yang terprogram dan bertujuan memotivasi camat "Kegiatan EKK ini Memang suatu kegiatan yg memang sudah diprogramkan, disamping menilai kecamatan sekaligus juga menilai camatnya. Jadi di Siak ini hampir 5 tahun melakukan kegiatan ini dan tujuannya untuk memotivasi camat beserta jajarannya serta masyarakat untuk berlomba-lomba bersama kita membangun kecamatan yang kita cintai" katanya.

"Dengan adanya kegiatan ini alhamdulillah kita dapat saksikan geliat pembangunan yang sudah kita rasakan di Kecamatan Kabupaten Siak ini. Sejalan dengan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab.Siak juga sejak tahun 2012 lalu sudah melimpahkan izin dan kewenangan Kabupaten kepada Kecamatan dan juga kepala desa. Terdapat 76 izin dan rekomendasi yang merupakan kewenangan Kabupaten diserahkan ke kecamatan dan desa, dengan tujuan mempercepat pelayanan dan efisiensi" lanjutnya.

Dalam kesempatan itu juga Rahima menyatakan, EKK merupakan agenda tahunan guna mencari kecamatan dengan pelayanan publik terbaik. "Kegiatan ini semacam pemberian reward dan motivasi kinerja pemerintah kecamatan untuk pelayanan terhadap masyarakat, "ujarnya.

"Kami bersama tim datang ke Kabupaten Siak ini sudah tidak meragukan lagi, baik di tingkat Provinsi maupun nasional siak sudah dikenal. kami sangat banggakan Siak, termasuk kepada pariwisata serta ikon lainnya terutama Istana Siak" Lanjutnya,

Diakuinya dengan keunggulan dan potensi yang dimiliki Kabupaten Siak akan sulit dikejar Kabupaten lain. semua Kecamatan di kabupaten hampir sama, dengan melihat pada Kecamatannya yang minim akan konflik, memiliki banyak prestasi dan juga kinerja aparatur yang bagus serta masyarakatnya yg welcome.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Provinsi Riau DR Rahyunir Rauf, menjelaskan, sesuai Peraturan Gubernur No.50 tahun 2014, ada empat indiaktor penilaian.

Pertama, indikator pendelegasian kewenangan dari Bupati kepada Camat yang disebut dengan tugas delegatif camat. Artinya sejauh mana camat menyelengarakan tugas yang dilimpahkan oleh Bupati.

Kedua, tugas umum pemerintahan, kontek pemerintahan disebut tugas atributif camat. Ini melekat pada personal camat itu sendiri.

Ketiga, pelaksanaan tugas lain. Artinya tugas di luar atribut dan delegelatif, sifatnya insidentil, di luar pelimpahan wewenang.

Keempat, inovasi Camat dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah. Dan kelima indikator yang ditambah tim penilai, prestasi yang diraih kecamat.

Dan untuk tekhnik penilaian, dengan melakukan wawancara terhadap camat, kapolsek, danramil, penghulu serta perangkat lainnya yg ada d lingkungan kecamatan koto gasib, menggunakan tekhnik dokumentasi, observasi pengamatan secara langsung di kantor camat.

"Ini merupakan tahun yg ke lima kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerinta Provinsi Riau, dan di tahun kelima ini kami turun di Kabupaten Siak. Pemerintah Daerah Kabupaten Siak senantiasa mengikuti kegiatan ini, dan tidak pernah absen menjadi juara di setiap tahunnya" tutup dia.
Baca selengkapnya

Senin, 14 Maret 2016

Energi Baru Dari Gedung Manggala





Kehadiran BRG membikin Siak makin semangat menyelamatkan gambut.

Siak - Rapat Koordinasi (Rakor) Restorasi Gambut dan Pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Auditorium Manggala Wanabhakti Jakarta hari ini (14/3) menjadi energi tambahan bagi Pemkab Siak untuk menyelamatkan kawasan gambut yang ada di bumi 'Negeri Istana' itu.

Sebab bukan tidak ketulungan cemasnya Pemkab Siak menengok kondisi gambut yang ada di kawasan Semenanjung Kampar, kawasan Cagar Biosfer dan kawasan Danau Zamrud. Baik yang masih utuh maupun yang sudah rusak parah. 

"Kita punya lahan gambut 57,44 persen dari total luas wilayah Kabupaten Siak yang mencapai 8.556,09 kilometer persegi.Ketebalannya mencapai antara 3-15 meter. Kalau ini tidak kita selamatkan, saya ndak tahu seperti apa kelak Siak 50-100 tahun mendatang," kata Wakil Bupati Siak, Alfedri, usai mengikuti rapat itu. 
 
Gara-gara demi penyelamatan kawasan gambutlah kata Alfedri, Pemkab Siak sangat konsen menghadirkan tim penanggulangan kebakaran lahan dan hutan. "Kita sudah siapkan tim reaksi cepat. Harapan kita ya itu tadi, lahan bisa lebih cepat terselamatkan. Sekarang sudah ada kekuatan baru dari pusat. Ini tentu sangat membantu misi kita. Apalagi Bupati sudah mencanangkan Siak menjadi Kabupaten Hijau," ujarnya.  
 
Di rapat yang juga dhadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono itu kata Alfedri, banyak hal yang dibahas, khususnya tentang dukungan terhadap Badan Restorasi Gambut (BRG) yang sudah ada berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016.

Tugas lembaga baru yang dikomandani oleh Nazir Foead ini adalah mengkoordinasikan dan memfasilitasi restorasi gambut di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat,  Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua. Adapun target pemulihan gambut hingga lima tahun ke depan mencapai 2 juta hektar.

Alfedri makin bersemangat soal penyelamatan gambut di Siak lantaran Plt Gubernur Riau langsung mengatakan siap bekerja bersama dengan Bupati/Walikota soal penyelamatan gambut tadi.
Baca selengkapnya

Rabu, 24 Februari 2016

Cara Siak Kurangi Sampah



Siak - Bupati Siak, Syamsuar, mendadak datang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kawasan Buantan Rabu (24/02). Dia ditemani Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan, Irving Kahar serta Kadis Pasar Kebersihan dan Pertamanan (PKP).

Di lahan seluas 4 hektar itu Syamsuar melongok satu persatu aktifitas di sana. Mulai dari pemilahan sampah-sampah organik dan an organik hingga penimbangan sampah yang baru masuk ke komplek yang dijejali 10 ton sampah per hari itu. Sampah-sampah yang berasal dari kawasan Sabak Auh, Bunga Raya, Sungai Apit dan sekitarnya serta Kota Siak Sri Indrapura.  

Kedatangan Syamsuar ke TPA tadi adalah bagian dari keinginan dan misi Pemkab Siak untuk menjadikan “Negeri Istana’ menjadi Kabupaten Hijau. Termasuk oleh misi Siak yang menjadi destinasi wisata di Provinsi Riau. “Siak jadi destinasi wisata, kalau ndak bersih kan ndak elok,”
katanya.

Tak hanya sekadar bersih, Syamsuar ingin volume sampah yang masuk ke TPA makin hari makin berkurang. Caranya, pemkab akan lebih gencar sosialisasi kepada masyarakat dan komplek perumahan pemerintah untuk memilah sampah lebih dahulu, sebelum ditaruh di penumpukan sementara.

Sebab sebahagian sampah itu bisa jadi duit. Misalnya plastik, kardus dan botol plastik. Bank sampah yang sudah sejak tiga tahun lalu beroperasi di dekat Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Siak di kawasan jalan Panglima Undan komplek perkantoran Sungai Betung. “Sampai sekarang nasabahnya sudah mencapai 200 orang,” terang Kadis Pasar, Wan Ibrahim.

Terus, sampah-sampah yang ada di TPA juga didaur ulang. Ada yang jadi biji plastik, ada pula yang dibikin hiasan. Yang layak jadi biogas, didaur jadi biogas. Makanya Syamsuar bilang sangat memungkin ada tempat pembuatan biogas di TPA Parit Baru maupun TPA di Perawang yang kedatangan sekitar 16 ton sampah tiap hari. “Saya ingin TPA yang ada ditata. Biar kelihatan bersih. TPA juga bisa jadi tempat wisata kalau penataannya bagus,” ujar Syamsuar.

Biar misi tadi tercapai, Syamsuar sangat berharap peran aktif masyarakat. Sebab tanpa itu semua, misi pemerintah tak akan tercapai. “Saya berharap masyarakat semakin cinta dengan daerah ini, cinta lingkungan, biar misi daerah ini tercapai; menjadi kabupaten hijau dan destinasi wisata yang selalu dirindukan orang. Kebersamaan sangat penting untuk mencapai tujuan mulia ini,” Syamsuar berharap.
Sampai sekarang kata Wan, ada 5 dump truk, 3 amrul dan 4 pick up yang saban hari mengantar sampah ke TPA tadi. 

Sebelumnya, Kepala Kelompok Kerja (Pokja) Pemugaran BPCB Sumbar, Nedik Tri Nurcahyo,  mengatakan kalau Siak sangat layak menjadi Kota Pusaka dan destinasi wisata yang mumpuni. Sebab Siak punya sederet peninggalan sejarah yang lengkap. Mulai dari istana, tangsi belanda, makam bersejarah dan sederet peninggalan lain. “Tata kotanya juga indah,” katanya.

Siak juga dikelilingi hutan alam yang masih sangat bagus. Ada kawasan Cagar Biosfer, kawasan Danau Zamrud, kawasan Semenanjung Kampar dan Taman Hutan Rakyat. Soal kawasan hutan ini lah makanya baru-baru ini Syamsuar mengajak sejumlah pegiat lingkungan diskusi, gimana caranya supaya hutan yang ada bisa lestari dan bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. (hms)
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system