Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2016

Ghatib Beranyut di Sugai Jantan

Pemerintah Kabupaten Siak bekerjasama dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Siak serta Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Siak menggelar acara Ghatib Beranyut, sebagai agenda kegiatan tahunan, untuk membangkitkan kembali budaya asli Siak, kegiatan digelar Jumat malam (18/11/16) dimulai pukul 19.30 WIB, Ba’da Isya.
Dalam kegiatan tahunan yang bernuansa Islami tersebut, hadir juga Ketua Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau Kabupaten Siak Zulkifli, Forkompinda Kabupaten Siak, Dewan Pengurus Lembaga Adat Melayu Kabupaten Siak, Pejabat Lingkungan Kabupaten Siak, beserta para tokoh Agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Siak.

Ketua Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau Kabupaten Siak Zulkifli mengajak masyarakat untuk khusyuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan syarat dan rukunnya.

"Marilah kita suluh dan cuci negeri ini dari berbagai yang tidak senonoh dan segala yang tidak patut," ujar Zulkifli.

Sementara itu Syamsuar mengatakan bahwa kegiatan religi ini tentunya sangat bermakna, terutama dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan diri kepada Allah SWT.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan agama, sakral, dan religius, karena bukan sembarangan kita beranyut melainkan berzikir kepada Allah SWT," ucap Syamsuar.

"Semoga apa yang kita hajatkan ini, Negeri kita terhindar dari segala musibah dan dijauhkan dari marabahaya, dan semoga juga masyarakat diberi kemurahan rezeky, cucuran rahmat, nikmat, serta disayangi Allah SWT," lanjutnya.

Pada kegiatan Ghatib beranyut kali ini, para peserta yang mengikuti doa dan zikir bersama, di atas sungai Siak tersebut menggunakan Ferry besar Belantik, yang dimulai dari Pelabuhan LASDAP menuju arah ke Belantik.

Ghatib beranyut adalah kegiatan zikir yang dilakukan di atas perahu, dan seiring derasnya arus sungai Siak membuat perahu hanyut. Istilah Ghatib beranyut merupakan kalimat dari dua unsur kata, Ghatib merupakan orang alim bersama rombongan hanyut di atas perahu. Kegiatan Ghatib beranyut diikuti sejulah jamaah Masjid dan Mushalla serta warga Muslim Kabupaten Siak. Selama kegiatan doa dan zikir didengungkan di tengah Sungai.
Baca selengkapnya

Jumat, 28 Oktober 2016

Syamsuar : Teruslah berlatih jika ingin menjadi yang terbaik


Setelah berhasil meraih juara tiga, Syamsuar berkenan secara langsung memberikan uang pembinaan kepada para peserta yang berhasil mendapatkan juara pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXV tingkat Provinsi Riau tahun 2016 bertempat di Balai Datuk empat Suku, jum’at (28/10/16). Sebelumnya acara diawali dengan makan bersama.

Dalam sambutannya, Bupati Siak sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Siak Syamsuar mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas prestasi yang telah di raih oleh Qari-Qariah Kabupaten Siak yang berhasil meraih juara tiga dengan nilai 44 pada MTQ Tingkat Provinsi Riau di Pekanbaru yang lalu.

“Alhamdulilah untuk tahun ini kita bisa mendapatkan juara 3 dan ini merupakan sebuah peningkatan prestasi dari tahun-tahun sebelumnya, akan tetapi ini semua tidak lepas dari kerja keras para Bapak Ibuk guru yang telah membimbing anak-anak kita sehingga bisa menjadi juara” sahut bg Syam.

Sementara itu beliau juga menambahkan bahwa jangan mudah puas dengan hasil yang kita peroleh sekarang, jika kita sampai lalai maka untuk kedepannya prestasi kita bisa menurun jadi giatkanlah untuk terus berlatih, bahkan kami nantinya akan membawa guru Penguji MTQ Tingkat Provinsi Riau yang kemaren untuk mengajarkan kalian.

Diakhir sambutannya, Datuk Setia Amanah tersebut memberikan semangat kepada seluruh anak Siak yang lagi Kuliah, bahwasanya Pemerintah Kabupaten Siak sudah bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dari Kementrian Keuangan untuk S2 dan S3, jadi mereka nantinya akan membantu untuk memberikan beasiswa Pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Bagi anak Siak yang ingin kuliah hingga S3, manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin karena untuk Siak sendiri baru 4 orang yang mengambilnya. Untuk diketahui Beasiswa ini bukan hanya Ilmu Umum, akan tetapi Ilmu Agama juga masuk kedalamnya, jadi terserah kalian mau ngambil yang mana dan Universitas apa” tutupnya.

Dari berbagai cabang lomba yang kita ikuti pada MTQ ke XXXV Tingkat Provinsi Riau, inlah Qari dan Qariah berhasil mendapatkan juara, Fatahilah Al Hafiz juara satu Cabang Tilawah Golongan Remaja, Sabri Fazil juara satu cabang Tilawah Golongan Qira’at, Fitri Yanti juara satu Cabang Khath Naskah, Winda Hartati juara satu cabang Musabaqah Makalah Alquran  (MMQ), Putri Dwi Sofira dan Maulidi Thariq juara satu cabang Tahfiz 10 juz, Alfanza Fikri juara dua cabang Tilawah Golongan Tartil, Susiliani juara dua cabang Khath Dekorasi, Khairil Anwar juara dua cabang Musabaqah Makalah Alquran  (MMQ), Risanda Ismail juara dua cabang Tahfiz satu juz dan Elsa Desanti juara tiga cabang Group/Syarhil.

Senada dengan itu, Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Siak Wandi Utama berkata bahwa untuk MTQ Tingkat Provinsi Riau tahun ini, hasil pemantauan kami selama dilapangan bahwa selama anak-anak kita bertanding, tingkat keseriusan dan fokus mereka sangat tinggi dan ini barangkali salah satu faktor yang membuat mereka bisa meraih juara. 
Baca selengkapnya

Selasa, 12 April 2016

Ekspedisi Islam Nusantara Akan Sambangi Siak.


SIAK - Jika tak ada aral melintang, diperkirakan Tim Ekspedisi Islam Nusantara yang ditaja Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, akan menyambangi Kota Siak Sri Indrapura 7 Mei 2016 mendatang. Rencana Kutakan njungan Tim Ekspedisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian tour nusantara dilakukan selama dua bulan di puluhan tempat dari Aceh hingga Papua. Demikian dikatakan Fauzi Azni, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Siak.  

“Tim Ekspedisi Islam Nusantara ini, rencananya akan melibatkan 30 orang yang dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh” Sebut Fauzi saat memimpin rapat persiapan penyambutan di Siak Sri Indrapura Meeting Room (13/04/16). Selain itu kata dia, romobongan juga akan mengikutsertakan beberapa wartawan media cetak, online, televisi, serta fotografer dan tim penulis khusus untuk kepentingan penyusunan buku. 

Tujuan dari ekspedisi ini kata Fauzi, mirip dengan kegiatan kapsul waktu yang pernah melintasi Kabupaten Siak beberapa waktu lalu, yaitu mengenang perjalanan sejarah yang ada ditiap-tiap daerah. “Mereka ingin mengenang sejarah kebesaran peradaban Islam dimasa lalu khususnya terkait Kerajaan Siak Sri Indrapura” sebutnya.

Tim ekspedisi ini dalam lawatannya ke Kabupaten Siak, akan melaksanakan agenda Coaching Clinic seputar “Deradikalisasi dan Anti Narkoba” oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) di SMAN 1 Siak. Selain itu juga akan dilaksanakan Seminar Lintas Iman dan Lingkungan di Gedung Tengku Maharatu, dengan menyandingkan Bupati Siak Syamsuar sebagai narasumber, bersama pembicara dari Kementerian Agama, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta Otoritas Jasa Keuangan.

Seperti halnya di beberapa daerah lain, tim ekspedisi akan melihat bagaimana nilai-nilai toleransi dan akulturasi agama dan kebudayaan membaur ditengah-tengah masyarakat, misalnyanya melalui spirit keislaman, kebhinnekaan dan solidaritas sosial, kesenian, tana busana dan tradisi lokal. 

“Rencananya kita juga akan tampilkan kesenian tradisional Melayu Siak, misalnya tari persembahan selamat datang pada hari pertama kedatangan” ungkap Fauzi.

Sementara itu Yurnalis, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Siak mengatakan, Kabupaten Siak terpilih menjadi 40 daerah yang akan dikunjungi tim ekspedisi tahun ini. Saat ini kata dia, berdasarkan informasi dari Wasekjen PB NU Imam Pituduh sudah memulai ekspedisi dan sudah berada di kota Gresik Jawa Timur. 

“InsyaAllah tanggal 6 Mei nanti, mereka tiba di Pekanbaru dan langsung menuju Siak Sri Indrapura. Puncak kegiatan rencananya akan dilaksanakan tanggal 7 dan 8 Mei nanti” kata Yurnalis sambil menyebut jadwal kunjungan tim ekspedisi cukup padat.


  
Baca selengkapnya

Minggu, 27 Maret 2016

Doa Syamsuar untuk Suyatno


Doa Syamsuar Untuk Suyatno.








Suyatno dikukuhkan jadi Datuk Setia Amanah Rokan Hilir, Syamsuar doakan agar dimudahkan pikul amanah.

SIAK- Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Rokan Hilir (Rohil) resmi menabalkan gelar Datuk Setia Amanah kepada Bupati Rohil Suyatno, Kamis pagi (24/03/16).

Upacara adat Pengukuhan Gelar Kehormatan Melayu ini, berlangsung di gedung LAM Riau Rohil dengan disaksikan beberapa tamu penting dan undangan kehormatan.

Bupati Siak Syamsuar, tampak hadir berbaur dengan hadirin undangan sempena upacara penabalan gelar sahabatnya yang dilaksanakan di Batu Enam Bagan Siapi-api itu. Syamsuar dan Suyatno sebenarnya sudah kenal lama, keduanya sama-sama jebolan Akademi Pemerintahan Dalam Nageri (APDN) Pekanbaru.

Sebelum menjadi orang nomor satu di Siak dan Rohil, mereka juga pernah bertugas didaerah yang sama, tepatnya di Kabupaten Bengkalis sebelum dimekarkan menjadi beberapa Daerah Otonomi Baru (DOB) Siak dan Rokan Hilir.

Usai menyaksikan prosesi adat, Syamsuar secara khusus mendoakan Suyatno, setelah menjadi Datuk Setia Amanah, orang nomor satu Rohil itu dimudahkan dalam mengemban amanah, sesuai harapan masyarakat dan pengurus LAM Riau dan Rohil.

"Ini merupakan amanah dari lembaga adat Melayu yang harus kita jaga. Mudah-mudahan pak Suyatno bisa mengemban amanahnya dengan baik supaya bermanfaat bagi kepentingan masyarakat yang ada di Rohil" kata Syamsuar, Datuk Setia Amanah Negeri Istana.

Sementara itu, usai dikukuhkan menjadi Datuk Setia Amanah Rokan Hilir, Suyatno menyatakan komitmennya untuk mendorong agar peran dan kiprah LAM semakin dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

"Saya terharu dan bangga, ini pertama kali kepala daerah Rohil diberikan gelar itu," ungkapnya.
Kedepan, Suyatno juga bertekad mendukung cita-cita Provinsi Riau sebagai pusat kebudayaan melayu di Asia Tenggara 2020, sebagaimana halnya Kabupaten Siak dengan spirit "The Truly Malay" nya.
Baca selengkapnya

Al-Quran Benteng dari Kenakalan Remaja.




Agar terhindar dari persoalan kenakalan remaja, Wabup Alfedri himbau generasi muda agar selalu menghayati kandungan isi Al-Qur’an.

SIAK-  Wakil Bupati Siak berkeinginan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kecamatan Minas ke XV Tahun 2016 yang dibuka di Kampung Minas Timur Jumat (25/2) malam, tidak hanya menjadi ajang seremonial dan syiar semata. Namun lebih jauh dari itu, dia ingin hajat ini jadi momentum untuk menggalang kesadaran ummat, agar senantiasa waspada terhadap berbagai fenomena penyakit masyarakat yang merusak generasi muda.

Dihadapan Camat dan Upika, serta ratusan tokoh masyarakat Minas, Alfedri bercerita bahwa saat ini Pemkab Siak bersama aparat terkait tengah waspada dengan berbagai kasus kenakalan remaja. Termasuk diantaranya kasus penyalahgunaan zat dengan efek mirip narkoba, semisal lem perekat yang beredar bebas dipasaran.

“Beberapa laporan bahkan sudah ditindaklanjuti baik oleh Satpol PP maupun kepolisian” ungkap Alfedri.

Ketua Badan Narkotika Kabupaten Siak ini juga minta perhatian semua pihak terkait penyimpangan sosial ini, karena dampak negatifnya yang memiliki kemiripan dengan narkotika, dimana si pengguna akan terganggu akal sehatnya. 

“Para pedagang juga diminta lebih teliti, kalau ada indikasi disalahgunakan saya harap jangan dijual kepada yang bersangkutan. Kalau sudah setiap hari beli lem, untuk apa? ini harus jadi perhatian kita bersama” tegasnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung dua hari dengan memperlombakan 94 Qari dan Qari’ah dalam 6 perlombaan itu. Wabup juga menitipkan harapan kepada generasi muda, agar mampu melindungi diri agar tidak terjerumus pada persoalan kenakalan remaja, yang mulai marak akhir-akhir ini. Salah satu jalan keluar, kata Alfedri adalah kembali kepada Al-Quran.

“Kenakalan remaja saat ini sudah mengkhawatirkan, karena itu jadikan Al-Qur’an sebagai benteng diri dari pengaruh buruk dengan menghayati isi kandungannya” kata Alfedri.

Kegiatan MTQ, selain sejatinya menjadi salah satu metoda pembinaan generasi muda agar lekat dengan nilai-nilai Al-Quran, kata Camat Minas Afrizal juga bertujuan melahirkan qari dan qari’ah terbaik, untuk menghadapi pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Siak mendatang.

“Kita akui, Prestasi Minas naik turun, dan pernah berada di peringkat ke 12 MTQ tingkat Kabupaten Siak. Karena menjadi target kita untuk memperbaiki pencapaian sebelumnya dan meraih prestasi semaksimal mungkin” tutup Afrizal.
Baca selengkapnya

Selasa, 22 Maret 2016

Selamatkan Siak Dunia Akhirat.



Penyakit masyarakat marak di Siak, Pemkab Siak dan Forkompinda kompak berantas maksiat.

SIAK- Kasus asusila terkait kenakalan remaja, dan keberadaan warung remang-remang yang mulai marak di Kabupaten Siak, menjadi buah bibir sempena Rapat Sinkronisasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Siak 2016, di Siak Sri Indrapura Selasa pagi (11/03/16).

Kegiatan yang bertujuan untuk menyatukan visi dan persepsi terhadap berbagai isu 
terkini dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak itu, dipimpin langsung Bupati Siak Syamsuar. Syamsuar tak sendiri, dia ditemani Ketua DPRD Siak Indra Gunawan, Kajari Siak Zondri, Ketua PN Asmudi, Wakapolres Indra Andriarta, dan Danramil  Suharman.

Dihadapan ratusan pejabat setingkat eselon II dan III dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah, Syamsuar meminta seluruh jajaran dibawahnya bertindak cepat agar penyakit masyarakat (Pekat) dapat diberantas. Kata dia, pekat bisa diawasi dengan membentuk tim terpadu ditingkat kecamatan untuk mempersingkat rentang kendali, seperti yang Kecamatan Tualang baru-baru ini. Disana, Camat Tualang Zulkifli bersama Upika di Kota Industri itu mengamankan puluhan pasangan muda mudi dalam razia pekat Senin malam     (21/03/16).

“Malam tadi mereka menjaring 12 pasang anak muda usia pelajar SMP dan SMA, tepatnya disekitar titik Jembatan Sultan Syarif Hasyim dan Terminal Tualang, minggu kemarin Satpol PP juga menangkap sepasang ABG berbuat mesum diseputar jembatan Siak. Saya sampaikan terimakasih” kata Syamsuar mengapresiasi.

Datuk Setia Amanah ini lantas berharap beberapa kecamatan lain turut melaksanakan aksi serupa. “Saya harap aksi ini tak bisa hanya dilakukan di Kecamatan Siak dan Tualang saja, kecamatan-kecamatan lain bagaimana? Ape yang dah dibuat? harapan saya dengan adanya gerakan bersama ini ya diikuti, apa salahnya ikuti yang baik. ”sentil Syamsuar pada beberapa camat yang masih abai dengan fenomena ini. 

Orang nomor satu ‘Negeri Istana’ itu sadar betul bahwa ‘aib’ itu harus diberantas, bukan malah disembunyikan. “Marilah kita berbuat supaya negeri ini diselamatkan dunia dan akhirat. Kalau tidak kita tak berbuat bedoso kito selaku pemimpin negeri ini” tegas dia dihadapan peserta rapat yang memadati Raja Indra Pahlawan Room itu.

Tak hanya soal kenakalan remaja, Syamsuar juga memerintahkan Korps Praja Wibawa untuk melalukan sweeping warung remang-remang yang meresahkan warga karena diduga menjual miras dan terlibat prostitusi.

“Bagaimanapun, nanti miras itu ujung-ujungnya nanti narkoba, menyusul nanti macam-macam bentuk kriminal. Kalau sampai banyak tempat maksiat, bagaimana negeri kita bisa dicucuri rahmat dan dijauhi dari musibah. Walaupun dari pagi kemesjid saja kerja berzikir, selama ada tempat maksiat yang dibiarkan, bagaimana Allah akan sayang pada kita” tegas Syam meminta pengawasan pekat dilakukan kontinyu dan tidak boleh berhenti.

Senada Syamsuar, Ketua DPRD Indra Gunawan juga memberi dukungan agar satuan kerja terkait makin giat berantas pekat. Kata dia, saat malam hari, diantara perkebunan kelapa sawit dipinggir jalan raya sering dijumpai beberapa warung mencurigakan.

“Kalau perlu Satuan Pol PP patroli minimal dua kali seminggu untuk memberantas ini, biar berkurang juga fenomena ‘lampu colok’ itu” harap dia. Istilah ‘lampu colok’ itu mucul karena aktivitas yang dimaksud hanya muncul pada malam hari.

Soal prostitusi kata Kompol Indra Andriata, Wakapolres Siak yang juga hadir didalam rapat itu, maksiat bisa diberantas tidak hanya dengan sweeping, tapi juga bisa dilakukan pendekatan yang tepat. “Dari dulu memang fenomena prostitusi sulit hilang, apalagi kalau terlanjur menyangkut aktivitas ekonomi warga sekitar. Tapi bukan berarti tak bisa diberantas, lokalisasi terbesar di Asia Tenggara saja bisa ditutup berkat pendekatan yang tepat” ungkapnya dia.

Khusus soal penjualan miras diwarung remang-remang, Kajari Siak Zondri dalam forum itu mengusulkan agar jalur distribusinya diawasi ketat. “Razia itu khan upaya represif, disisi lain kita juga harus upayakan bagaimana caranya agar miras tak di perdagangkan di toko-toko dan agen ilegal ” kata mantan Jaksa Koordinator Asdatun Kajati Kalimantan Timur ini.     
Baca selengkapnya

Jumat, 19 Februari 2016

Berharap Siak Negeri Barokah




Semangat Syamsuar Syiar Agama
Berharap Siak Negeri Barokah
Siak - Urusan tugas negara, kemampuan Syamsuar dan Alfedri tak diragukan lagi. Hampir semua lini yang dikerjakan oleh Bupati dan Wakil Bupati Siak ini selalu mendapat reward. Tak kurang dari 140 penghargaan didapat dalam kurun waktu empat tahun belakangan. Ada yang dari pemerintah provinsi dan banyak pula dari Pemerintah Pusat.
Tapi urusan tugas akhirat, keduanya masih gamang. Sebab sebagai pemimpin yang  beragama islam, ada sederet persoalan pada masyarakat melayu islam, khususnya di Siak, yang musti mereka runut, biar on the track lagi.
Setidaknya, mendekati apa yang pernah terjadi pada masa silam. Pada masa para Sultan memimpin Siak. Pada masa aqidah menjadi rambu keseharian. Pada masa suluh mengantar tetua dan yang muda menjejali langgar.
Pada masa prosedur dan ketetapan (protap) akad pernikahan menjadi ritual yang sakral dan pada masa ghatib beghanyut, khatam Quran, berzanji menjadi kebutuhan rutin. “Dulu orang tua sangat malu apabila anaknya tidak khatam Quran saat akan menikah. Ini semua menjadi beban moral kami di masa sekarang,” Syamsuar mulai buka-bukaan jelang meresmikan masjid Sultan Ismail Abdul Jalil Jalaluddin Syah di kawasan jalan Padat Karya Kampung Benteng Hilir Kecamatan Mempura, jelang siang tadi. Dia didapuk berdiri di podium yang disiapkan panitia.
Masjid Sultan Ismail berkapasitas 800 orang itu adalah masjid besar kedua yang diresmikan oleh Syamsuar sepekan belakangan. Masjid Sultan Ismail yang berornamen benteng itu seluas 1015 meter persegi. Berdiri di atas lahan hasil wakaf masyarakat setempat, seluas 5.200 meter persegi.
Empat qubah bertengger di bagian atas. Di sisi depan, kanan, kiri dan tengah. Qubah terakhir menjadi qubah yang paling besar. Berdiameter sekitar 8 meter. Bangunan tempat wudhu di sisi kiri masjid menjadi pelengkap.
Sehari sebelumnya Syamsuar meresmikan masjid Abdul Djalil Rachmad Syah di Kecamatan Lubuk Dalam. Sama seperti di masjid Sultan Ismail itu, Syamsuar juga menumpahkan unek-uneknya soal keadaan melayu islam sekarang.
Keadaan yang tak hanya terjadi di Siak, tapi juga di zajirah melayu yang ada di Riau. Banyak orang risau lantaran sudah kehilangan melayu islam di daerahnya. “Makanya sekarang, satu-satunya yang diharapkan adalah Siak. Siak bisa menjadi daerah melayu islam. Harapan ini jugalah yang membikin kami keukeuh melakukan banyak hal demi tegaknya syariah,” ujar Syamsuar.   
Bahwa pembangunan masjid di semua kecamatan dan bahkan di kampung kata lelaki 61 tahun ini adalah bagian dari pengembalian kegemilangan melayu islam di masa lalu. Sebab di masjid, banyak ilmu yang bisa dikorek. Banyak obat mujarab yang bisa didapat. “Sejak lama masjid sudah menyodorkan manajemen keuangan yang transparan. Tiap minggu, bahkan tiap hari selalu ada laporan keuangan," katanya.
Masjid juga menjadi tempat yang ampuh untuk menghadirkan ketenangan jiwa, mempererat silaturrahim. “Kalau jiwa sudah tenang dan silaturrahim berjalan, ini sudah jadi modal besar bagi kita untuk membangun negeri ini,” Syamsuar meyakinkan.  
Berharap Menjadi Gerakan
Adalah makam Syeh Abdurrahman di kampung Rempak Siak Sri Indrapura yang belum lama ini diziarahi oleh Dahlan Iskan, mantan menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).  
Di Mempura, ada pula jalan Indragiri yang sejak lama tak boleh diganti. Sebab jalan itu punya cerita tersendiri pada perjalanan Siak di masa lalu. Bahwa dulu ada syeh dari Indragiri yang datang ke Siak layaknya Syeh Abdurrahman dari tanah jawa. Syeh Abdurahman dan syeh dari Indragiri ini menjadi bagian dari banyaknya orang-orang soleh di Siak.
  
Syamsuar kemudian menceritakan seperti apa Syeh Burhanuddin yang selalu membawa payung saat akan sholat ke masjid Syahabuddin yang ada di seberang Istana. “Tuan Syeh selalu bawa payung. Tapi bukan untuk jaga-jaga kalau kemudian turun hujan. Tapi untuk penutup saat dia berpapasan dengan perempuan. Dia tak ingin melihat perempuan itu,” katanya.
Dan suatu saat, kala Tuan Syeh tak sholat ke masjid Syahabuddin, adalah orang tergopoh-gopoh datang ke rumah tuan syeh. Orang ini melapor kalau anak tuan syeh nyebur ke sungai. Tuan syeh tidak langsung panik. Malah dia bilang,” Iyalah. Saya sholat dulu. Habis sholat, tuan syeh baru datang ke sungai dan menolong anaknya yang ternyata sehat walafiat,” Syamsuar cerita.
Soal tuan syeh yang dari Indragiri, sangking sholehnya, tubuh syeh ini tak basah saat diguyur hujan. “Saya menceritakan ini sebagai gambaran saja betapa indahnya kehidupan beragama di masa silam. Nah sekarang, sayang kalau masa lalu yang indah itu berubah jelek,” kata Syamsuar.
Demi masa lalu yang indah itulah kemudian Syamsuar mengajak semua masyarakat untuk menjadi lebih baik. “Caranya ya berpeganglah pada Quran, hidupkan Tahfis dan majelis taklim. Sungguh, saya sangat berharap dalam hidup, ada peningkatan ibadah. Pedulilah pada quran dan negeri. Biar jadi barokah,” katanya.  
Khusus soal majelis taklim kata Syamsuar, bapak-bapak dan ibu-ibu tidak hanya menjadi bagian dari syiar islam itu. Tapi juga akan menjadi corong pemerintah untuk menyampaikan kabar terbaru. “Peliharalah masjid, biar kita termasuk orang yang ikut membangun masjid di surga jannatunnaim,” pintanya.
Syamsuar juga minta supaya tradisi islami masa silam dihidupkan kembali. Mulai dari ghatib beghanyut, ritual sakral akad nikah, khatam quran dan sederet tradisi lain. “Yuk kita jadikan ini menjadi sebuah gerakan bersama. Sebab tanpa andil masyarakat, semua ini tak akan bisa jalan. Sebagai orang tua, marilah kita menjadi pelopor kebaikan di rumah tangga masing-masing,” pintanya.
Kepada sekolah-sekolah yang ada di Siak, Syamsuar juga berharap supaya mengarahkan anak-anak untuk senang dengan sejarah keislaman masa silam. Soal agama, sekolah negeri jangan malu belajar ke ibtidaiyah. Sebab di ibtidaiyah tak ada yang berubah.
Lantas, walau Siak sudah digesah menjadi destinasi wisata kata Syamsuar, pembangunan masyarakat agamis tetap yang paling utama. “Sebab soal wisata pun, kami membikin sesuai agama. Jadi jangan heran kalau karaoke keluarga tak boleh ada di Siak. Termasuk organisasi-organisasi yang justru lebih banyak mudoratnya. Saya berharap masyarakat Siak tidak gampang tergiur untuk masuk organisasi. Tidak gampang tergiur dengan baju seragam dan iming-iming lain,” pintanya.
Apa-apa yang dikatakan Syamsuar tadi, sebenarnya juga dia sampaikan kepada puluhan ustadz yang sengaja dia undang pengajian di kediaman bupati Siak di kawasan jalan Raja Kecik. Tiap malam jumat pekan terakhir kata Syamsuar, pengajian dan diskusi bakal rutin dilakukan. Syamsuar akan giliran mengundang ustadz-ustadz dari semua kecamatan.
Satu hal yang penting lagi kata Syamsuar, sejak lama Siak sudah dihuni oleh masyarakat yang heterogen. Gerakan mengembalikan kejayaan melayu islam di masa silam tidak akan menjadi ganjalan bagi umat beragama lain. Sebab kata Syamsuar, di agama manapun tak akan pernah ada ajaran membangunan permusuhan.  

Baca selengkapnya

Rabu, 25 Maret 2015

MTQ Momentum Pembelajaran “Fastabiqul Khairat”



Meskipun Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an ke XV Tingkat Kabupaten Siak telah resmi ditutup, tidak berarti penerapan filosofi “Fastabiqul Khairat bagi kaum muslimin telah pula berakhir. Justru dalam kehidupan sehari-hari, kaum muslim akan terus ditempa dalam kompetisi lahiriah sebagai wujud tuntunan berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Demikian dikatakan Wakil Bupati Siak Drs.H.Alfedri,MSi saat menutup secara resmi kegiatan tersebut Rabu malam (25/03/2015).

Apabila selama pelaksanaan MTQ ke XV Tingkat Kabupaten Siak kali ini, kita berlomba-lomba dalam penguasaan ilmu Al-Qur’an dengan pengawasan Dewan Hakim, maka dalam kehidupan sehari-hari, kita tengah berlomba-lomba mengaplikasikan tuntunan Al Qur’an dan sunnah dibawah pengawasan Allah SWT sebagai sebaik-baik penilai” kata Alfedri.

Dalam kesempatan itu Wabup Alfedri juga mengajak semua pihak untuk terus mempelajari kandungan ilmu Al Qur’an, khususnya berkenaan aplikasi perintah dan larangan dalam agama. Tadabbur Al Qur’an tersebut dimaksudkan agar kehidupan masyarakat Kabupaten Siak semakin berkah dan memperoleh keselamatan baik didunia maupun akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist riwayat Bukhari, sebaik-baik manusia adalah orang-orang  yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya" jelas Ketua BAZ Kabupaten Siak ini.

Usai seremonial penutupan, Bupati Siak Drs.H.Syamsuar M.Si yang turut menghadiri kegiatan tersebut mengatakan, bahwa qari dan qariah terbaik pertama dan kedua akan menjalani pembinaan khusus untuk menghadapi pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Siak beberapa bulan mendatang. “Kita harapkan tiap-tiap kafilah dapat mempersiapkan qari dan qari’ahnya untuk mengikuti pelatihan, lokasi pelatihannya bisa di dalam Kabupaten Siak, Kota Pekanbaru, atau bahkan diluar Provinsi Riau” kata Syamsuar.

Dijelaskannya lagi, hasil evaluasi dalam rapat yang dilaksanakan oleh LPTQ Kabupaten Siak menunjukkan adanya trend peningkatan perolehan jumlah nilai para peserta, dimana Kecamatan Siak yang juga meraih juara pertama pada tahun lalu memperoleh nilai 101 poin, namun pada tahun ini perolehan nilainya meningkat menjadi 121 poin.
Baca selengkapnya

Kamis, 19 Maret 2015

Buka MTQ Tingkat Kabupaten, Bupati Ajak Semua Pihak Renungi Urgensi Syahadatain


Penerapan nilai-nilai ajaran islam yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah, menunjukkan komitmen selaku muslim terhadap urgensi syahadatain. Demikian disampaikan Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si saat membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kabupaten Siak ke XV di Kecamatan Pusako Kamis malam (19/03/2015). “Mari kita aplikasikan Qur’an dan Sunnah sebagai bagian dari bentuk perenungan dari Urgensi Syahadatain” kata orang nomor satu di Kabupaten Siak ini.

Dijelaskannya, urgensi syahadatain dimaksud bermakna suatu bentuk pengakuan mendalam terhadap Allah SWT sebagai Illah Yang Maha Tinggi, dan mengakui Rasulullah SAW sebagai pembawa Islam risalah yang agung. “Pengakuan inilah yang membuat kita dengan sukarela melaksanakan segala perintahNya dan meninggalkan segala larangan” katanya.

Untuk itu, melalui momentum MTQ Kabupaten Siak ke XV ia mengajak seluruh kaum muslimin untuk hidup berjamaah dalam bingkai ajaran islam yang kaffah. “Melalui pendekatan islam yang kaffah inilah, kita akan mampu menjadikan Qur’an sebagai sarana tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa, untuk mencapai derajat insan yang kamil” ajaknya.

Dalam kesempatan itu Syamsuar, Bupati yang hampir merampungkan periode pertama masa kepemimpinannya ini mengajak semua pihak untuk bersama-sama mempersiapkan SDM generasi muda yang tangguh baik intelektual maupun spiritual. Untuk itu katanya, pembenahan pendidikan keagamaan harus menjadi salah satu poin penting, agar mampu menjawab tuntutan globalisasi dunia. “Sudah saatnya kita jadikan Al Qur’an sebagai media pengajaran, serta mewujudkan pengamalan isi kandungannya untuk membentuk anak-anak kita menjadi generasi yang Qur’ani” tambahnya.

Selain bertujuan mensyiarkan Al-Qur’an agar tetap lekat ditengah-tengah masyarakat, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai ajang persiapan bagi qari dan qari’ah Kabupaten Siak untuk menghadapi MTQ ke 34 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2015, dimana Kabupaten Siak akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan iven religius itu pada bulan Oktober nanti. Selain dihadiri ribuan masyarakat, seremonial pembukaan yang berlangsung khidmat itu juga dihadiri Kepala Kantor Kemenag Provinsi Riau Drs. H. Tarmidzi Tohor, MA, Wabup Siak Drs. H. Alfedri. MSi, Sekda Kabupaten Siak Drs. H. T. Said Hamzah, unsur Forkopimda serta pejabat dilingkungan Pemkab Siak.  


Baca selengkapnya

Selasa, 09 September 2014

Kualitas spiritual Ummat, Fokus Pemerintahan Kedepan

Sebagai salah satu bentuk ibadah, seluruh urusan penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan Pemkab Siak kedepan akan diarahkan sebagai media dakwah dan syiar islam pada masyarakat. Demikan disampaikan Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi dihadapan jamaah Mesjid Al-Fattah Siak Sri Indrapura sempena Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriah kemarin (26/05/2014).

“Urusan penyelenggaraan kepemerintahan kedepan harus dapat meningkatkan kualitas spiritual masyarakat Kabupaten Siak melalui berbagai kesempatan dan kebijakan” ujar Alfedri.Upaya meningkatkan kualitas spiritual masyarakat tersebut dikatakan Alfedri, merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk melaksanakan perintah Allah SWT dalam hal amar ma’ruf nahi munkar di negeri istana.

“Mari bersama-sama kita meningkatkan kualitas spiritual ummat agar keberkahan terus mengalir kepada kita, dan segala bentuk azab senantiasa dijauhkan” tambah pemangku gelar adat datuk timbalan setia amanah ini.Dijelaskan Wabup, kualitas ibadah bisa ditingkatkan dalam berbagai bentuk kebijakan pembangunan. Misalnya gerakan maghrib mengaji, pengajian rutin, shalat berjamaah hingga menggalakkan gerakan membayar zakat ditengah masyarakat.

“Alhamdulillah gerakan zakat penghasilan terus meningkat, ini bentuk peningkatan kualitas spiritual ummat” jelasnya. Ditambahkannya, keberhasilan pembangunan di kabupaten Siak yang diukur dari banyaknya apresiasi dan penghargaan yang diterima, boleh jadi merupakan bentuk keberkahan yang datang dari Allah SWT dalam bentuk memudahkan pemangunan daerah. 

Kabupaten Siak beberapa tahun terakhir menerima sederet penghargaan nerskala nasional atas keberhasilan pembangunan daerah diberbagai bidang. Diantaranya piala Adipura, Wahana Tata Nugraha, Kota Layak Anak, Opini WTP, Anugerah Parahita Eka Prahaya, Paten, dan terakhir Juara II Lomba Desa BBGRM Nasional dan Anugrah K3. Namun disisi lain menurut Wabup, Pemkab Siak juga terus berikhtiar menuntaskan sejumlah permasalahan sosial yang dihadapi seperti kenakalan remaja dan kekerasan terhadap anak.

Kegiatan peringatan Isra' Mi'raj tersebut dihadiri ratusan masyarakat Kota Siak Sri Indrapura dan PNS dilingkungan Pemkab Siak. Kegiatan diisi dengan Tabligh Akbar dan doa bersama oleh da'i kondang H.Abdul Somad, lc, MA dari kelompok kajian Islam Tafaqquh Pekanbaru.

Baca selengkapnya
Masyarakat Islam Kabupaten Siak Kutuk Pembantaian Muslim Gaza

Masyarakat Islam Kabupaten Siak Kutuk Pembantaian Muslim Gaza

Umat Islam ibarat satu tubuh, apabila satu bagian sakit maka bagian lain juga merasakannya. Sebagai bagian dari umat islam dunia, masyarakat muslim diKabupaten Siak turut menunjukkan keprihatinan atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di bumi Palestina saat Israel melakukan invasi militer ke jalur gaza, yang kehidupannya selama ini terisolasi dan terblokade bertahun-tahun oleh rezim zionis yahudi.

“saat ini  bangsa yahudi Israel tengah memporak-porandakan saudara-saudara seiman kita jalur gaza. Kita disini mungkin tidak bisa berbuat fisabilillah, namun perjuangan doa dan infaq masih bisa kita lakukan untuk palestina”, demikian disampaikan Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi sempena peringatan Nuzul Quran di Islamic Center Siak (14/7/14).

Pada kegiatan Nuzul Quran yang dihadiri PNS dijajaran Pemkab dan masyarakat Kota Siak Sri Indrapura tersebut, Bupati juga menghimbau kaum muslimin untuk turut menyumbangkan harta terbaik untuk Palestina.“Alangkah baiknya kami juga mengetuk pintu hati bapak-ibu yang dimulai dari saya sendiri untuk menyumbangkan apa yang bisa kita sumbangkan sesuai kemampuan kita masing-masing untuk membantu kelurga kita yang ada disana” serunya.

Selain itu orang nomor satu di Kabupaten Siak ini juga mengajak kaum muslimin untuk selalu mendoakan keselamatan kaum muslimin di Palestina. “Saya juga mengajak ketua MUI dan kaum muslimin dan muslimat, agar dihari jumat nanti saat pelaksanaan shalat jumat kita juga bersama-sama  membacakan doa qunut nadzilah” himbaunya.

Ditambahkannya lagi, bulan suci Ramadhan merupakan waktu yang baik untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. “mudah2an doa kita diwaktu yang mustajab ini dijawab oleh Allah SWT, sehingga Israel dikutuk dan dihancurkan oleh Allah SWT” harap Syamsuar.Panitia pelaksanaan kegiatan Nuzulul Quran dalam kesempatan tersebut berhasil menggalang infaq sebesar Rp.10.890.000 yang sepenuhnya akan disumbangkan untuk muslim Gaza.

Keprihatinan kaum muslimin diKabupaten Siak sebagaimana umumnya di Indonesia juga ditunjukkan dengan menggalang dana di berbagai majlis ta’lim dan jalanan. Berbagai kecaman juga terlontar selain dikarenakan keterikatan persaudaraan seiman, Bangsa Palestina saat ini juga tengah melaksanakan ibadah puasa. Telah banyak jatuh korban didominasi anak-anak yang diantaranya para penghafal Alquran.

Baca selengkapnya
JCH Siak Ikuti Manasik Haji

JCH Siak Ikuti Manasik Haji

Ratusan orang jamaah calon haji yang telah masuk daftar kuota haji tahun ini mengikuti Manasik Haji tingkat Kabupaten Siak yang dilaksanakan di Grand Royal Hotel Siak Sri Indrapura (11/08/14). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi dan diikuti oleh 180 orang calon jamaah haji dari seluruh Kabupaten Siak.

Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri yang membuka secara langsung kegiatan tersebut berharap agar melalui kegiatan manasik haji, Calon Jamaah Haji Kabupaten Siak benar-benar dapat mengikuti manasik ini dengan baik. “Manasik ini kita laksanakan dengan tujuan agar nantinya ditanah suci teori dan praktik manasik haji dapat dijadikan pedoman saat mengerjakan rukun dan wajib haji” jelas Alfedri. Ditambahkan pria yang juga menjabat sebagai Ketua BAZ Kabupaten Siak ini, pada dasarnya manasik haji diadakan untuk memberikan pemahaman kepada calon jamaah haji tentang aspek-aspek ibadah haji dan dilaksanakan setiap tahunnya dengan harapan nanti ketika di Tanah Suci, para calon jamaah haji lancar dan tertib dalam melaksanakan semua ritual ibadah haji.

Sementara itu Kabag Kesra Setdakab Siak mengatakan pelaksanaan manasik haji berjalan lancar sebagaimana harapan. “Alhamdulillah tadi malam telah berlangsung Manasik Haji bagi Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Siak yang berjumlah 180 orang untuk Tahun 2014 bertempat di Grand Hotel Mempura” ujar Kabag Kesra Drs.H.Darussalim dalam kesempatan kegiatan tersebut.Dikatakannya, kegiatan manasik haji tingkat Kabupaten Siak ini akan berlangsung selama 4 hari yang akan dimulai dari tanggal 11 hingga 14 Agustus mendatang. “ Manasik teori pelaksanaan haji akan dilaksanakan di dalam ruangan, sementara untuk praktek manasik nantinya akan digelar dilapangan Siak Bermadah yang tepat berada depan Istana Siak” lanjut Darussalim.

Baca selengkapnya

Minggu, 18 Mei 2014

Bupati Yang Tak Ingin Kalah Dari Toni Blair

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi mengaku tak ingin kalah dan malu hati dengan Toni Blair, Mantan Perdana Menteri Inggris yang kini menjabat Duta Besar Timur Tengah untuk PBB, AS, Uni Eropa dan Rusia. Hal tersebut disampaikannya dihadapan ratusan masyarakat Kecamatan Lubuk Dalam Kabupaten Siak, saat membuka secara resmi Kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Kecamatan Lubuk Dalam di Desa Sialang Palas (14 Mei 2014). 

Dikatakan Syamsuar, dirinya beberapa waktu yang lalu diberi tahu oleh salah satu ulama sekaligus koleganya di Jakarta bahwa Toni Blair memiliki kebiasaan unik, yaitu kecanduan membaca Al-Quran setiap hari. Hal itulah menurut orang nomor satu di Kabupaten Siak ini, menjadi alasan tak ingin kalah dengan mantan orang nomor satu di salah satu Negara maju dieropa tersebut. “Toni Blair Mantan Perdana Inggris punya hobi yang unik, disela kesibukannya yang luar biasa ia masih sempat membaca Al-Quran sekaligus memahami makna yang terkandung didalamnya. Dalam sebuah buku ia mengaku hobinya itu semakin membuat ia kecanduan dengan Al-Quran padahal ia bukan seorang muslim” kata Syamsuar.

Hal tersebut diakui Syamsuar memberikan motivasi bagi dirinya untuk semakin dekat dengan Al-Quran dengan menyempatkan diri membacanya setiap hari. “Seorang Perdana Menteri non muslim yang luar biasa sibuk saja masih menyempatkan diri membaca Quran. Karena itu betapa malu dan terpukulnya kalaulah saya yang hanya menjabat Bupati ini saja tak sempat membaca Al-Quran” jelasnya. Syamsuar juga mengajak masyarakat untuk memuhasabah diri, sudah sejauh mana penghayatan dan kecintaan sebagai muslim terhadap Alquran sebagai sumber segala ilmu dan kebenaran. “mudah-mudahan dengan adanya program maghrib mengaji yang telah kita galakkan mendapat dukungan masyarakat khususnya orang tua, sebagai bagian dari tanggungjawab kita mendidik anak-” harapnya.

Karena itu disampaikannya, program Pemerintah Kabupaten Siak yang bersentuhan langsung dengan pembangunan keagamaan khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Siak sudah sangat tepat. Selain menggalakkan budaya Maghrib Mengaji, Pemkab juga mengirim putera-puteri terbaik para calon imam-imam mesjid ke beberapa pesantren tahfidz di Indonesia, menghidupkan Pendidikan Diniyah Takmiliah Awaliyah (PDTA) disetiap desa sebagai syarat wajib melanjutkan pendidikan ke SMP dan SMA melalui Perda, bekerjasama dengan pemerintah pusat mendirikan MAN Internasional Insan Cendekia di Tualang, hingga memberikan perhatian khusus kepada perkembangan kaderisasi Qori dan Qoriah di Kabupaten Siak yang sudah diakui kiprahnya baik ditingkat Provinsi hingga Nasional. 

Mengikuti perkembangan pembelajaran Al-Quran di beberapa sekolah-sekolah umum yang biasanya pelajaran agama tidak selengkap Madrasah dan Pesantren, Syamsuar mengaku amat senang dan berbangga hati. “Saya sangat apresiasi pada inisiatif beberapa sekolah untuk membudayakan membaca Quran sebelum mulai belajar. Kalau bisa dihafal lebih bagus, kemarin anak-anak kita semangati untuk menghafal Surah Yasin, nanti kita tingkatkan lagi pada Surah Al Mulk dan Al Kahfi, dan begitu seterusnya. Untuk itu para orang tua harus dapat memberikan dukungan, baik melalui pendampingan maupun memberikan motivasi pada anak misalnya berupa hadiah atau kado sederhana” tutup Syamsuar.

Baca selengkapnya

Rabu, 14 Mei 2014

MTQ V Lubuk Dalam Nuansa Khas ala Nahdiyin

MTQ V Lubuk Dalam Nuansa Khas ala Nahdiyin

Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Kecamatan Lubuk Dalam Kabupaten Siak terasa berbeda dengan pelaksanaannya yang bernuansa khas ala nahdiyin. Kegiatan rutin tahunan yang bertujuan mensyiarkan Al Quran ditengah masyarakat tersebut dilaksanakan Kamis (14 Mei 2014) di Desa Sialang Palas dengan dihadiri Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, yang berkesempatan membuka secara resmi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Nuansa tersebut terlihat dari hiburan marawis berbahasa jawa khas nahdiyin, mayoritas masyarakat suku jawa yang berbondong-bondong hadir, serta hadirnya wajah tokoh pendiri NU KH. Hasyim Ashari di salah satu baliho yang terpampang dilokasi acara. Hadirnya sentuhan khas salah satu ormas islam terbesar ditanah air tersebut membuat jalannya kegiatan semakin semarak, serta membuktikan bahwa kerukunan hidup yang heterogen budaya dan agama berjalan harmonis di kawasan ini.

Pihak Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, beserta masyarakat bahu membahu mensukseskan pelaksanaan MTQ yang digelar kali kelima ini. Tercatat sebanyak 6 desa dan 202 peserta turut meramaikan 4 cabang perlombaan yang dipertandingkan. Menurut salah satu tokoh masyarakat, jumlah peserta yang ingin ikut serta sebenarnya jauh lebih banyak, namun terpaksa dibatasi mengingat keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan.

Masyarakat setempat berharap, melalui kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas silahturahmi dan kualitas menghayati dan menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam kehidupan. Untuk itu para santri yang belajar Alquran diharapkan dapat bersabar dan tidak terburu-buru dalam mempelajari Alquran agar pembelajaran semakin berkualitas dan tidak terjebak pada seremonial perlombaan.

Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system