Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 November 2016

Gemarikan, Siak kembali meraih Penghargaan.

Ketua TP-PKK Kabupaten Siak Hj.Misnarni Syamsuar Sabtu (12/11/16) menerima penghargaan gerakan memasyarakatkan gemar makan ikan (gemarikan) dari Direktorat Jendral Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Perikanan dan Kelautan, di Jakarta Internasional Expo (JIE) Kemayoran Jakarta.

Sekaligus juga menghadiri Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional ke-14 dan Indonesia Seafood Expo (ISE) 2016, dalam hal ini Kabupaten Siak mengirimkan utusan dari Kabupaten Yang menang di tingkat Provinsi.

Hadir juga Ketua Forikan Kabupaten Siak Rasyidah Alfedri, Ketua DWP Kabupaten Siak Rahimawati Hamzah, Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Susilawati, serta pengurus Forikan lainnya.

"Saya sangat berbangga dan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT atas penghargaan yang diraih sebagai Forikan terbaik di Provinsi Riau, dan juga menjadi satu-satunya Kabupaten Kota di Provinsi Riau yang berkontribusi mengkampanyekan memasyarakatkan makan ikan secara maksimal" ungkap beliau saat dijumpai seusai acara.

Disampaikannya juga bahwa selain menerima penghargaan tersebut, dalam lomba tingkat nasional kali ini Kabupaten Siak mendapat Juara harapan II untuk menu keluarga dan secara keseluruhan Riau menjadi juara favorit. "Mudah-mudahan kedepannya kita mendapat prestasi yg lebih baik lagi" Katanya.

Ketua Forikan Kabupaten Siak Rasyidah Alfedri menambahkan, Penghargaan itu kita dapatkan berkat kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari Dinas Kelautan Kabupaten Siak, Forikan Kabupaten, Kecamatan dan Desa serta CSR BSP yang telah mensosialisasikan gerakan gemar makan ini kepada seluruh masyarakat.


"Penghargaan ini merupakan dorongan bagi pengurus Forikan kabupaten, dan dengan penghargaan ini lebih memotivasi Forikan Kabupaten Siak untuk lebih giat lagi mensosialisasikan gerakan ini, dan kita berharap masyarakat Kabupaten Siak menjadi masyarakat yang kuat dan sehat" lanjutnya.

Sementara itu Susilawati mengatakan bahwa lomba masak serba ikan tingkat nasional yang ke-14 ini juga merupakan rangkaian peringatan hari nusantara dan hari ikan nasional yang ke-3, diikuti oleh 32 Provinsi di seluruh Indonesia.

"Prestasi yang telah dicapai tentu menjadi suatu tantangan bagi forikan Kabupaten Siak, dinas peternakan perikanan dan kelautan Kabupaten Siak serta pihak lainnya yang terkait bersama mewujudkan bagaimana untuk lebih meningkatkan lagi masyarakat kabupaten siak agar gemar mengkonsumsi ikan setiap hari dalam jumlah yg memadai"tambahnya.
Baca selengkapnya

Kamis, 27 Oktober 2016

Disambut Misnarni Syamsuar Saat Melancong ke Kota Istana, Rahayu Ingin Dirikan DPC APJI di Kabupaten Siak

Sebagai daerah tujuan wisata di Provinsi Riau, Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Rahayu Setiowati bersama rombongan mengunjungi Kota Istana, Siak Sri Indrapura, Kamis (27/10/2016).

Kedatangan rombongan APJI yang baru saja menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pekanbaru langsung disambut Ketua TP PKK Kabupaten Siak Misnarni Syamsuar di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Siak.

"Kami sangat menyambut baik dan berterima kasih atas kunjungan para tamu APJI, dengan kunjungan ini bisa melihat produk asli daerah kita dan produk yang kita miliki ini tentunya dapat pula dijadikan contoh untuk daerah lain," kata istri Bupati Siak ini

Sementara itu, Ketua Umum DPP APJI Rahayu Setiowati mengaku senang bisa sampai ke Kota Istana. Dia juga menjelaskan kegiatan yang baru saja dilaksanakan di Kota Pekanbaru, dimana mengemas 350 menu yang terbuat dari bahan sagu.

"Sagu ini kan bisa juga pengganti beras. Bagaimana kita mampu mengolah agar makanan dari sagu ini disukai masyarakat dan bisa juga kita promosikan di luar negeri," sebutnya

"Selain sagu, tentunya kita juga mencari makanan khas Riau lainnya yang bisa dipromosikan ke luar negeri. Saya optimis masih banyak menu makanan yang sangat menarik di Riau ini, khususnya di Siak," ujarnya.

Rahuyu berkeinginan, ke depan hendaknya mendirikan pengurus DPC APJI di Kabupaten Siak ini, sehingga produk-produk daerah dengan mudah dipromosikan.

"Saya ingin sekali ada DPC APJI di sini. Tentunya kita harapkan juga dukungan dari ibu Misnarni," ujarnya

Usai bersilaturahmi dengan istri Bupati, kemudian rombongan mengunjungi Istana Siak. Di sini, Rahayu begitu terkagum-kagum dengan peninggalan kerajaan Siak yang masih terjaga dengan baik. Misnarni pun menjelaskan setiap pertanyaan yang diberikan Rahayu berserta rombongan terkait peninggalan-peninggalan kerajaan yang berada di Istana Siak. 


Baca selengkapnya

Kamis, 17 Maret 2016

Inilah Upaya P2TP2 Siak Soal Perempuan dan Anak


Siak – Sudah lebih setahun Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Siak digawangi oleh orang-orang profesional . Dan selama itu pula 83 kasus sudah ditangani. Mulai dari persoalan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Kekerasan Seksual (KS), Kekerasan Fisik (KF), Anak Bermasalah dengan Hukum (ABH), Penelantaran Anak (PA), Penelantaran Perempuan (PP), hingga Kekerasan Fsikis (KFs). 

“Kasus yang terbanyak selama tahun lalu itu ada di KS dan ABH. Dua kasus ini, KS terbanyak ada di Sungai Apit, 15 korban. Dan ABH ada di Tualang, 10 kasus,” cerita sekretaris P2TP2A Kabupaten Siak, Aprizal di kantornya di kawasan jalan Sapta Taruna Siak Sri Indrapura Kamis (17/3). Dia ditemani humas P2TP2A Kabupaten Siak, Yusrizal. 

Dan di tahun ini kata Aprizal, kasus ABH masih cukup tinggi. Sampai maret sudah 10 kasus. “Faktor penduduk urban, ekonomi dan agama, sangat berpengaruh terhadap kasus semacam ini. Contohnya di Tualang tadi. Ada orang tua yang justru menyuruh anaknya mencuri,” cerita Aprizal. 
 
Meski begitu, jumlah kasus tadi kata Aprizal bukan menjadi tolak ukur besarnya persoalan yang ada di satu daerah. Apa lagi di Siak. “Cepatnya penanganan terhadap kasus itu justru yang lebih penting. Sebab yang namanya persoalan semacam ini sudah ada sejak jaman dulu,” katanya. 

Lagi pula kata Aprizal, P2TP2A Siak tak hanya sekadar menangani kasus yang ada sampai selesai. Tapi juga terus-terusan memonitor orang-orang yang sudah ditangani, biar kasus yang sama atau kasus lain tidak menimpa orang-orang yang ditangani tadi. 

“Alhamdulillah selama ini kami didukung oleh semua pihak. Mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lembaga pemangku kepentingan lain. Kami keroyokanlah bekerja, termasuk dengan Camat dan Kapolsek  yang menjadi ketua dan wakil ketua Satgas di Kecamatan,” terangnya. 

Biar komunikasi terus intens, P2TP2A kata Aprizal rutin menggelar rapat koordinasi dengan lintas pemangku kepentingan. Tiga kali dalam setahun. “Kami juga akan membikin kegiatan periodik sekali atau dua kali sepekan,” ujarnya. 

Sampai sekarang kata Aprizal, ada lima orang pengurus di P2TP2A Siak. “Kami berbagi tugas. Nah, untuk bantuan hukum, kami juga punya lawyer, termasuk psikolog. Sebab biasanya, korban-korban kekerasan dan asusila butuh bantuan psikolog,” katanya. 

Kalau misalnya penanganan terhadap korban tidak tuntas di kabupaten, P2TP2A akan mengirim korban ke rumah perlindungan sosial anak yang ada di provinsi. Ndak tuntas juga, barulah dikirim ke Bogor Jawa Barat (Jabar). 

Dengan keberadaan P2TP2A di Siak, Aprizal berharap masyarakat tidak sungkan untuk konsultasi, diskusi atau melaporkan kasus-kasus yang terkait dengan perempuan anak. “Kita akan sangat welcome membantu. Sebab tujuan kita sama dengan tujuan pemerintah, untuk penyelamatan generasi dan gender yang ada di Indonesia,” terangnya. 

P2TP2A juga sangat berterimakasih dengan Pemkab Siak, khususnya Bupati Siak, Syamsuar, yang sudah konsen dan intens memberikan perhatian terhadap pergerakan P2TP2A. “Insya allah kami akan selalu jemput bola dalam penanganan kasus-kasus yang ada,” pungkasnya. 

Sebab pada dasarkan tugas P2TP2A yang berada di bawah Badan Perlindungan Pemberdayaan Perempuan Anak & KB ini kata Aprizal adalah melakukan upaya preventiv (pencegahan) kekerasan terhadap perempuan dan anak, melakukan penanganan curative (penanganan) bagi perempuan dan anak korban kekerasan dan melakukan upaya rehabilitativ (pemulihan dan pemberdayaan) terhadap perempuan dan anak korban kekerasan. (hms)
Baca selengkapnya

Minggu, 19 April 2015

PKK dan Salimah Punya Misi Yang Sama.


Keterangan foto : Ketua TP PKK Kabupaten Siak Hj Misnarni Syamsuar menyerahkan piala kepada pemenang lomba menghias mie sagu, sempena pelantikan pengurus Salimah Kabupaten Siak, sabtu 18 april.




Sebagai upaya untuk menjalankan roda organisasi dan terus menghadirkan berbagai kegiatan bermanfaat bagi kaum muslimah di tengah masyarakat, Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Siak melaksanakan pelantikan pengurus Salimah periode 2015-2020 bertempat di Siak Sri Indrapura (18/04/15).

Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Siak Dra. Hj. Misnarni Syamsuar yang berkesempatan hadir beserta pengurus, mengatakan kiprah dan peran serta seluruh elemen perempuan dari berbagai organisasi amat besar dampaknya untuk mendukung pemerintah daerah dalam memajukan kualitas hidup kaum perempuan.

Karena itu sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Siak, ia mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan organisasi Persaudaraan Muslimah (Salimah) untuk mewujudkan tujuan mulia organisasi. "Misi organisasi antara PKK dan Salimah memiliki kesamaan, yaitu sama-sama bercita-cita meningkatkan kesejahteraan perempuan. Semoga dengan kesamaan misi ini dapat meningkatkan kerjasama yang baik bagi kedua organisasi" kata Misnarni dihadapan pengurus, kader, dan undangan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Salimah Kabupaten Siak yang baru dilantik Nur Rubayati, SSi, Apt, dalam sambutannya menyatakan komitmennya untuk terus membina dan mencetak perempuan berkepribadian dan berjiwa kepemimpinan. "Sesuai filosofi organisasi salimah, kita berharap setiap keder persaudaraan muslimah mampu menjadi perempuan muslimah yang bisa menjadi teladan keluarga dan orang lain" katanya.

Dengan dilantiknya pengurus Salimah Kabupaten Siak tersebut, secara resmi jabatan Ketua dijabat oleh Nur Rubayati SSi, Apt dan sekretaris dijabat oleh Wella Febriyani S.Pt. Selain itu sebanyak 12 orang koordinator seksi juga turut dilantik sebagai pengurus organisasi perempuan yang tersebar diseluruh Indonesia ini.

Kegiatan pelantikan pengurus juga dirangkai dengan kegiatan Seminar bertema "Wonderful Couple" dengan narasumber Ida Nurlaila SSI dari Jogjakarta. Selain itu untuk memeriahkan rangkaian acara, panitia juga melaksanakan lomba menghias mie sagu bagi ibu-ibu dan lomba mewarnai bagi pelajar setingkat Taman Kanak-kanak.

Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system