Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2016

Riau Trailrun Race 2016 berlangsung Sukses

Ajang lomba lari Riau Trailrun Race 2016 berlangsung meriah dengan beragam atraksi. Iven yang ditaja komunitas Trail Runner Pekanbaru di Taman Hutan Rakyat Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), Minggu pagi (20/11/16) itu turut dihadiri Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman dan Wabup Siak Alfedri. Gubernur dan Wabup, berkesempatan melepas para peserta di garis finish dengan dua kategori, masing-masing 10 dan 21 kilometer.

Sebelum dilepas, peserta lomba kategori 10 kilometer asal Malaysia Sharrin Sidek, mendapatkan kehormatan pengalungan rangkaian bunga oleh Robinson dan Ngatini, dua gajah terlatih asal Pusat Pelatihan Gajah Riau yang berlokasi di Tahura SSH itu.

Gubri Andi Rahman dan Wabup Alfedri tampak sempat bercengkrama dengan peserta dari negeri Jiran itu. “Besok kalau ada iven ini lagi, datang lagi ya” kata Gubri. Sedangkan Wagub Alfedri sempat menanyakan kota asal Shahrin, “Malaysianya dari kota mana?” tanya Alfedri. Kepada Wabup, Shahrin lalu menjelaskan ia sengaja datang dari Kuala Lumpur untuk mengikuti perlombaan unik ini. Selain Shahrin, sejumlah peserta berkewarganegaraan asing lain juga mengikuti ajang lomba lari lintas alam ini, diantaranya dari Kenya,New Zealand, Malaysia, dan Australia.

Tepat pukul 07.00 Wib, selepas Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, 50 orang peserta kategori lomba 21 km dilepas perdana oleh Gubri Andi Rahman. “Terimakasih atas partisipasi peserta semuanya, jangan lupa bulan depan ada iven marathon 10 K di Siak Sri Indrapura. Jangan lupa hadir ya, kalau kesulitan kendaraan beritahu saya, nanti disiapkan bus dari Pemprov” sebut Andi yang disambut gemuruh tepuk tangan peserta.

Beberapa waktu kemudian, giliran Wabup Alfedri melepas ratusan peserta kategori 10 km digaris start. Sebelumnya, peserta sempat dihibur atraksi pencak silat dari perguruan Perisai Diri, dan atraksi gajah.

Setelah lebih kurang dua jam berlari, akhirnya satu-persatu peserta tiba di garis finish. Samson Karega Kamau berhasil finish perdana dengan meninggalkan jauh peserta kategori 21 km lainnya. Barulah sekitar 15 menit kemudian, M.Rozi dan Masri finish dengan posisi masing-masing di urutan 2 dan 3.

“Ini kali pertama saya ke Indonesia dan kegiatan ini jadi iven pertama saya setelah tiba dua minggu yang lalu. Saya sempat belajar bahasa Indonesia dari smartphone, dan kebetulan tahu ada iven ini dari situs internet. Setelah ini saya akan ke Surabaya untuk mengikuti iven yang sama” terang lelaki 24 tahun ini.

Dari pantauan, meskipun hujan sempat turun cukup deras hampir disepanjang perlombaan, para peserta tampak sangat antusias dan gembira mengikuti perlombaan. Beberapa diantara mereka bahkan sengaja melakukan selebrasi bersama rekan saat tiba digaris finish. Masing-masing peserta, larut dalam kegembiraan dan selebrasi bergaya unik.

Diakhir kegiatan, Wabup Alfedri dan Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Siak Dr.Toni menyerahkan hadiah secara simbolis pada para pemenang. Dikategori wanita 21 km, Tiana Daulay, Meri Deslima dan Reflesia Novlina berhasil meraih tiga besar. Sementara dikategori 10 km, dua pelajar dari Kabupaten Siak atas nama Zidane asal Sabak Auh dan Radius Aruan asal Suak Lanjut berhasil meraih peringkat satu dan dua.
Baca selengkapnya

Senin, 14 November 2016

Siap-siap, Ada Riau Trailrun Race di Tahura

Sekitar 600 pelari akan adu cepat di lintasan alam Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), di Minas Minggu 20 November mendatang. Peserta yang datang dari 6 negara ini akan menjajal areal yang terkenal sebagai pusat pelatihan gajah Provinsi Riau, dalam iven Riautrailrun Race (RTR) yang ditaja komunitas Trailrunner Pekanbaru bersama Pemkab Siak.

Rencananya, perlombaan yang melibatkan pelari dari beragam latarbelakang profesi itu dibagi menjadi dua kategori. Kategori 10 Kilometer akan melibatkan 300 pelajar dan 250 peserta umum, sementara kategori 21 Kilometer akan melibatkan 50 peserta dari Indonesia, Kenya, Malaysia, Australia, dan New Zealand.

“Kita ingin turut memperkenalkan Tahura SSH sebagai salah satu ecotourism, sebagai salah satu kekayaan Riau yang masih amat terjaga” kata Erick, penanggungjawab iven saat gelar ekspos bersama Pemkab Siak.

“Sebelumnya, kita sudah pernah laksanakan iven serupa di Danau Buatan Limbungan, tapi dengan skala iven baru sekitaran kota. Kali ini kita surprise karena animo peserta luar biasa bahkan sampai kemancanegara” ujar dokter yang hobi berlari ini.

Erick menjelaskan, target peserta yang dipasang panitia hanya berkisar 500 peserta, namun hingga jelang penutupan registrasi, panitia terpaksa menambah kuota untuk mengakomodir minat pendaftar.

Sementara itu Bupati Siak Syamsuar, mengaku senang dengan pelaksanaan iven unik ini. Orang nomor satu Negeri Istana ini bahkan berancang-ancang untuk menjadikan iven ini sebagai ikon baru sporttourism di Kabupaten Siak.

“Karena ini pertama kali, kita harus memberikan yang terbaik bagi peserta. Kita ingin jadikan iven ini ikon baru Riau. Kita juga akan promosikan hingga Melaka karena kita ada hubungan kerjasama promosi wisata, supaya kedepan makin banyak peserta mancanegara ikut serta” terang Syamsuar saat memimpin rapat persiapan RTR di Siak Sri Indrapura (14/11/16). Turut hadir dalam rapat itu panitia RTR, Kabag Ops Polres Siak, serta sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Siak.

Lomba lari akan dimulai tepat pukul 07.00 Wib, dengan pelepasan rombongan pelari 10 km terlebih dahulu. Selisih satu jam setelahnya, puluhan pelari profesional yang akan bertanding di kategori 21 km akan menyusul dari garis start.

Selain mengikuti lomba lari, peserta juga akan dihibur dengan atraksi gajah binaan Pusat Pelatihan Gajah Riau di Tahura SSH. Sensasi berlari di alam hutan asri yang menantang, dipadu daya tarik kesenian daerah yang akan ditampilkan, ternyata mampu menarik minat peserta hingga ke mancanegara untuk ikut serta dalam lomba trailrun ini.
Baca selengkapnya

Rabu, 09 November 2016

Waw, kedepannya TDSi akan melibatkan 10 Kabupaten/Kota

Bupati Siak Syamsuar menandatangani MoU   terkait pengembangan Tour de Siak, Destinasi dan Iven-iven Pariwisata di ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau, Rabu (8/11).

Selain Bupati Siak, sebanyak 10 Bupati/Walikota se Riau turut serta menandatangani Nota Kesepahaman Bersama antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Riau tentang Pengembangan Tour de Siak, Destinasi dan Even-even Pariwisata.

Diawal sambutannya Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menuturkan bahwa yang menjadi perbincangan kita kali ini adalah bagaimana caranya kita bisa mensinergikan potensi pariwisata kita.
Melihat Potensi Pariwisata yang ada di Provinsi Riau diperlukan strategi Pengembangan wisata untuk lebih megenalkan Provinsi Riau baik ditingkat Nasional maupun Internasional, tambahnya.

Ia menambahkan bahwa jika ada Kabupaten/Kota yang mempunyai beberapa Ivent besar baik itu Bidang Olahraga, Agama maupun Kesenian yang di selenggarakan setiap tahunnya agar bisa di sinergikan, seperti Tour de Siak, Karena berpayungkan masyarakat ekonomi asean. Kedepan kita upayakan Tour de Siak menambah rute sampai 10 Kabupaten/kota, agar menarik peserta lebih banyak lagi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fahmizal mengatakan kami mengharapkan kerjasama dari Kabupaten/kota untuk bisa meningkatkan Pariwisata yang ada di daerahnya masing-masing.
Ia menerangkan pernambahan rute Tour de Siak, pihaknya sudah berjumpa langsung dengan perwakilan Malaka. Ternyata pihak Malaka memberikan respon positif terhadap rencana ini.

Senada dengan itu Bupati Siak Syamsuar menyampaikan beberapa usulan. Pertama, ia mengharapkan keterlibatan setiap daerah untuk Iven Tour de Siak yang akan berlangsung di daerah mereka. Kedua untuk jadwal iven yang akan berlangsung agar disesuaikan dan ditetapkan tanggalnya karena daerah lain ingin ikut berparstisipasi.

“kedepan kami juga sudah merencanakan akan menggelar lomba sampan tingkat Nasional, nantinya akan disesuaikan dengan pacu jalur dari kuansing, kata Syamsuar.
Setelah dari Kuansing mereka tidak payah pulang dan bisa langsung ke Siak. ini merupakan salah satu cara untuk menarik wisatawan agar betah di daerah kita, jelasnya.

Syamsuar menambahkan agar kita (pemprov Riau) bekerjasama dengan Agen Perjalanan Tour and Travel, karena nantinya mereka akan membantu kita untuk mempromosikan Pariwisata yang ada di daerah kita," pungkasnya.

Selain Kabupaten Siak, pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Daerah dari Pekanbaru, Kuansing, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Pelelawan, Inhu, Bengkalis.
Baca selengkapnya

Jumat, 04 November 2016

Festival HAKI di Riau, Siak siap ikut berpartisipasi

Bupati Siak Syamsuar di dampingi Kepala Inspektorat Kabupaten Siak Faly Wurendarasto menghadiri pertemuan terkait Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Rembug Integritas Nasional (RIN) dan rangkaian festival Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2016 bertempat di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Jumat (04/11/16).

Hadir dalam pertemuan tersebut Gubernur Riau Arsyajuliandi, Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Riau Arlisman agus, Ketua DPRD Provinsi Riau, Bupati dan Walikota se Provinsi Riau, Perwakilan KPK Bidang Pencegahan Anto Ikayadi, Forkompinda, BUMN, BUMD, serta pejabat terkait lainnya.

"Yang penting bagimana menyukseskan kedua iven yang akan dilaksanakan sekaligus di pekanbaru ini. Dan ini merupakan hasil rapat terakhir kami dengan pimpinan KPK dengan mempresentasikan persiapan-persiapan yang ada sekaligus di harapkan presiden untuk melounching aplikasi yg di persiapkan oleh kpk dan juga akan langsung di integrasikan di dalam 34 provinsi serta juga akan diberlakukan secara nasional" kata gubernur di awal sambutannya.

"Tidak hanya itu, Kpk juga akan mendirikan pendidikan anti korupsi, dan ini bukan hanya untuk Pemerintah melainkan juga masyarakat, dan Sebetulnya juga dengan acara HAKI ini kpk sudah memulai mengajak masyarakat mendidik komunitas untuk bagaimana mengelola acara ini dengan transparan dan mencegah anti korupsi" lanjutnya.

Sementara itu Anto menyampaikan, Pemilihan Riau bukan sesuatu yang negatif, melainkan Riau ditunjuk secara aklamasi dan demokrasi. "Riau memiliki banyak pesaing, namun pada akhirnya Riau lah yang terpilih menjadi tuan rumah, suatu kehebatan buat Riau dan dengan semangat itulah kami meyakini Riau akan menjadi lebih baik lagi. Dengan tagline yang sudah ditentukan oleh Gubernur Riau " Ayo riau bergerak untuk indonesia tangguh", kalau riau sudah bergerak maka pergerakan akan mengalir keseluruh penjuru nusantara".

"Ini merupakan kesempatan menunjukkan ke daerah dan lembaga lain bahwa riau sudah berubah dan menjadi lebih baik dari yang lalu. Pada saat kegiatan nanti ini bukan sekedar perayaan melainkan menjadi salah satu ikon wisata di riau dan akan menjadi pesta rakyat melayu yang ada di Riau" lanjutnya.

Ditambahkannya juga bahwa Provinsi Riau merupakan tuan rumah HAKI pertama yang berada di luar pulau Jawa, dan dengan ini kita akan menjadikan Provinsi Riau sebagai contoh positif untuk daerah lainnya dalam pencegahan Korupsi di Indonesia.

Acara Festival HAKI dan RIN akan diselenggarakan tanggal 7 – 10 Desember 2016. Kegiatan HAKI akan melibatkan masyarakat di 12 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau dan juga 33 Provinsi lainnya di Indonesia.

Secara garis besar kegiatannya antara lain Jalan Santai/Kirab, Ekspo dan bazar, Seminar, Jual-beli pantun dan syair, Pagelaran seni budaya, menulis surat (Siswa SD, SLTP dan SLTA ) kepada Gubernur/Presiden, Fotografi. Sementara RIN akan dilakukan dalam bentuk Deklarasi Riau dan Workshop Integritas Anggota DPRD Provinsi Riau.

Dijumpai seusai acara Syamsuar mengatakan bahwa hasil dari pertemuan ini akan disampaikan ke masyarakat Kabupaten Siak ,"Tentunya hasil dari pertemuan ini kita akan sampaikan kepada masyarakat Kabupaten Siak bahwa Riau menjadi tuan rumah untuk perayaan HAKI (Hari Anti Korupsi Internasional) 2016".

"Seperti yang dikatakan tadi bahwa ini merupakan iven besar dengan meliputi seluruh elemen masyarakat di 12 Kabupaten di Provinsi Riau dan 33 Provinsi lainnya, Kita menyambut baik perayaan iven ini dan kita siap ikut berpartisipasi serta meramaikan iven besar ini, dan tentunya kita akan berikan yang terbaik untuk capaian kesuksesan iven ini"pungkasnya.
Baca selengkapnya

Minggu, 23 Oktober 2016

Lomba Pacu Handtractor, hiburan bagi para petani

Sidik warga Kampung Buantan Lestari berhasil tampil terdepan dan membawa pulang piala bergilir penghulu Buantan Lestari. Tak hanya Sidik, peserta lainnya seperti Sirin dan Doni dari kampung yang sama pada posisi kedua dan tiga. Selain itu pada posisi ke empat diraih oleh Sadimun yang berasal dari kampung Kemuning Muda.

Hampir sama dengan pacu jawi di Sumbar, Pacu handtractor di kampung Buantan Lestari kecamatan Bungaraya menggunakan handtractor. Begitu bendera start diangkat para peserta berlarian menuju handtracktor masing-masing pada sebidang sawah yang berlumpur milik masyarakat.
 
Sebelumnya Bupati Siak Syamsuar setibanya dilokasi Minggu, (23/10) menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat atas kreativitas dan semangat gotong royong hingga suksesnya acara tersebut.
Bupati berharap agar para petani muda bisa dan handal menggunakan handtractor yang sudah diberikan oleh pemerintah, dengan begitu mereka bisa meningkatkan produksi pertanian. Kegiatan seperti ini menurut Syamsuar sangat baik sekali.
 
Nanti kedepannya kata Bupati, lomba pacu handtractor ini akan memperebutkan piala Bupati, agar pesertanya semakin bertambah dan sekaligus bisa mempromosikan wisata, jelas Syamsuar.
Mudah-mudahan lomba pacu handtractor ini tambah besar, dan pesertanya tidak hanya dari kabupaten Siak saja, dan masuk kedalam kalender pariwisata, harapnya.
 
Lomba ini dimulai dari tanggal 22 hingga 23 Oktober 2016 yang ditaja pihak Kampung Buantan Lestari sempena penyambutan petani untuk turun bersawah dan juga penyambutan tahun baru Islam 1438 Hijrah. Diikuti sebanyak 100 orang peserta yang terdiri dari petani dari Bungaraya, Sabak Auh, Sungai Apit dan kampung Teluk Lanus.
 
Ketua panitia Chadi mengatakan perlombaan pacu Handtraktor ini Merupakan kali perdana yang dilakukan serta kedepan menurutnya akan dimasukkan dalam agenda resmi masyarakat setempat.
"Kedepan Iven pacu Handtraktor akan terus kita taja disetiap tahunnya. Kegiatan pacu Handtraktor digelar guna membangun senergiritas masyarakat agar saling membangun kebersamaan," ujarnya, 
Peserta dibagi menjadi dua grup, yang akan dimulai dari penyisihan grup, Semi Final dan Final.
Bungaraya ini merupakan wilayah penghasil beras terbesar di Kabupaten Siak, setiap musim petani yang akan turun ke sawah untuk menanam padi akan diadakan berbagai acara sebagai bentuk kesiapan mereka dalam bercocok tanam.
 
Pada kesempatan itu Bupati Siak menyerahkan bantuan handtractor kepada petani. Bantuan itu diharapkan bisa membantu untuk meningkatkan produksi padi. Orang nomor satu di Kabupaten Siak itu berkesempatan meninjau kebun cabe milik masyarakat. Selain piala dan piagam para pemenang juga diberikan hadiah berupa uang tunai sebagai dana pembinaan. (hms)
Baca selengkapnya

Sabtu, 22 Oktober 2016

Akhirnya, Pebalap asal Indonesia Unjuk gigi di Etape ke IV TDSi 2016.

Tiga tim pebalap asal Indonesia berhasil menguasai podium pada etape IV Tour De Siak 2016 ini dengan rute "Siak City Circuit Race" sepanjang 87,28 kilometer, Sabtu (22/20).

Pada posisi pertama direbut oleh PGN Road Cycling Team asal Jakarta Selatan, Alvin Firlandi dengan nomor star 83 melaju di garis finish. Disusul tim tuan rumah BSP Siak, Zerry Riadi.

Peringkat tiga dikuasai tim BRCC Banyuwangi, Nur Arif Prayogo Dealton. Ketiga pebalap mencatat waktu bersamaan, dengan masing-masingnya 1 jam 55 menit 7 detik.

"Pada posisi 40 km menjelang finish tiga pebalap jawara mendahului dan berhasil memisahkan diri dari rombongan kecil," ujar Race Director Tour de Siak 2016 Erwin Anwar.

Kemudian disusul oleh tujuh pebalap dalam sebuah rombongan kecil. Tiga diantaranya pemain luar negeri, empatnya lagi pebalap dalam negeri, dengan waktu masing-masing 1 jam 55 menit 13 detik.

Pada etape IV yang menjadi hari terakhir balap sepeda Tour De Siak 2016 ini, 61 pebalap memutari kota Siak Sri Indrapura sebanyak lima putaran.

Reno Yudo Sansako tim Lombok Bike Community, Erik Andrianto dari PRB Pessel Bank Nagari, Abdul Gani tim KFC, dan Kevin Tutuarima asal CCC Team berhasil leading di intermediate sprint pertama pada putaran kedua.

Pada "intermediate sprint" kedua menuju putaran keempat giliran Nur Arif Prayogo Dealton dari BRC, Zerry Riyadi dari BSP Siak, dan Alvin Tutuarima dari CCC uang mengambil posisi tercepat.

Pebalap-pebalap asal Indonesia pada etape IV ini lebih aktif dalam melakukan pergerakan dengan kerjasama secara tim.

Sedangkan pebalap Indonesia terbaik pada etape IV ini adalah meraka yang berhasil merebut podium, yakni Alvin Firlandi, Zerry Riyadi dan Nur Arif Prayogo Dealton.

Tepat pada pukul 09.00 WIB, seluruh pebalap melakukan start, dilepas oleh Bupati Siak Syamsuar.

Pukul 10.55 WIB para pebalap yang tergabung dalam Tim PRB Pessel Bank Nagari, Lombok Bike Community, Custom Cycling Club, BSP Siak, PGN Road Cycling Team, KFC Cycling Team, BRCC Banyuwangi, United Bike Kencana, ACC, Lof Cycling Team Philippines, Vietnam National Team, dan Black Ink CCN Cycling Team finish di Raja Kecik atau depan RSUD Tengku Rafian Siak Sri Indrapura.

(Sumber : Arah.com)
Baca selengkapnya

Jumat, 21 Oktober 2016

Sudah tiga Etape, Pebalap Indonesia belum berhasil menjadi yang terbaik

Akhirnya ajang Balap sepeda Tour de siak 2016 sampai di Etape III yakni dengan rute Siak menuju Sungai Apit dan kembali lagi ke Siak sepanjang 115.45 Kilometer. 

Untuk etape ini, Bupati Siak Syamsuar berkesempatan langsung  melepas para pebalap pada kurang lebih pukul 13.45 Wib selepas Shalat Jum'at di depan Istana Siak, Jum'at (21/10/2016). 

Pada etape ketiga ini para pebalap melewati 2 jembatan yang juga merupakan Icon Kabupaten Siak yakni jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah dan jembatan Sultan Abdul Djalil Rachmad Syah, selain itu mereka akan disuguhkan dengan keindahan sawah yang terbentang luas di daerah Bungaraya.

Setelah melintasi berbagai rintangan sepanjang 115.45 Kilometer, akhirnya para pebalap tiba di Siak pada pukul 16.00 Wib dan keluar sebagai pemenang Dengan No punggung 32 Thanh Tam Nguyen Negara Vietnam dari Team Vietnam National Team, dengan Waktu Tempuh 02 Jam 40 Menit 30 detik. Sedangkan diurutan ke Dua di peroleh pebalap No punggung 12 Chen Chien-Liang asal Negara Taiwan dari Tim ACT Action Cycling Team dengan Waktu Tempuh 02 Jam 40 Menit 30 Detik, dan pada urutan Ke Tiga dari Negara Malaysia dengan No Punggung 41 Arsyaf Naim Bin Ling dari Tim SEL Selangor Malaysia dengan waktu tempuh 02 jam 40 menit 30 detik.
Baca selengkapnya

Kamis, 20 Oktober 2016

Pebalap Vietnam Kembali Kuasai Etape II TDSi 2016

Pebalap asal Vietnam National Team kembali merebut podium di Tour de Siak 2016 pada etape II yang menempuh rute dari depan istana Siak Sri Indrapura menuju Perawang sepanjang 182,12 kilometer, Kamis, 20 Oktober 2106.

Jika sebelumnya di etape I Thanh Dien Tran, kali ini Duc Tam Trinh asal Vietnam nomor start 31 keluar sebagai pemenang. Disusul pebalap CNN Cycling Team asal Singapura, Lewis Fellas.

Pada posisi ketiga kembali diisi pebalap KFC Cycling Team dari Jakarta, Selamat Juangga. "Ketiga pebalap itu menempel sangat ketat sejak 10 km menuju garis finish hingga mencatat waktu yang sama," ujar Race Director Tour de Siak 2016 Erwin Anwar.

Mereka memisahkan diri dari rombongan pebalap lain sebelum 10 km menuju finish dengan torehan waktu yang sama yakni 4 jam 17 menit 53 detik.

Aiman Cahyadi asal PGN Road Cycling Team, Hari Fitrianto dari CNN Cycling Team, Ryan Ariehan asal CCC Team dan Muhamad Nur Fathoni berhasil leading di intermediate sprint pertama di kilometer 94,14 Perawang.

Pada "intermediate sprint" kedua di kilometer 147, giliran Aiman Cahyadi dari PGN Road Cycling Team, Heksa Priya Prasetya asal CCC, disusul M. Imam Arifin asal Tim KFC Jakarta.

"Dari star hingga 30 km pertama semua pebalap memilih santai tidak ada pergerakan, kemudian tim PGN, CCN dan CCC mendahului dan meninggalkan rombongan," kata Erwin.

Memasuki Jembatan Sultan Syarif Hasyim di Perawang dengan panjang 1.474 meter, 17 pembalap saling beriringan, kemudian memisah dari rombongan pada saat keluar dari jembatan.

Sementara itu tiga orang pebalap asal Indonesia terbaik pada etape II ini adalah Selamat Juangga, Aiman Cahyadi, dan Ryan Ariehan.

Tepat pada pukul 09.00 WIB, seluruh pebalap melakukan start, dilepas oleh Kapolres Siak AKBP Restika P Nainggolan

Pukul 13.30 Wib, para pebalap yang tergabung dalam Tim PRB Pessel Bank Nagari, Lombok Bike Community, Custom Cycling Club, BSP Siak, PGN Road Cycling Team, KFC Cycling Team, BRCC Banyuwangi, United Bike Kencana, ACC, Lof Cycling Team Philippines, Vietnam National Team, dan Black Ink CCN Cycling Team finish di Raja Kecik atau depan RSUD Tengku Rafian Siak Sri Indrapura.
(sumber : Tempo.co)
Baca selengkapnya

Rabu, 19 Oktober 2016

Pebalap Vietnam Rajai Etape Pertama.


Pebalap Indonesia asal Surakarta, Muhammad Imam Arifin, menyelamatkan muka Indonesia di etape I Tour de Siak, Rabu (19/10), di Siak Sri Indrapuri, Riau. Imam menjadi wakil Indonesia di podium juara dengan menempati posisi ketiga. Sementara posisi pertama direbut pebalap Vietnam, Thanh Dien Tran, dengan waktu 3 jam 25 menit 2 detik.
 
Para pebalap Tour de Siak 2016 di etape pertama, Rabu (19/10), harus enam kali melintasi jembatan Siak yang merupakan salah satu infrastruktur penanda Kota Siak. Meski lintasan yang harus dilalui relatif datar, para pebalap harus menghadapi tantangan udara yang cukup panas dan lembab. Tak heran, jarak Siak-Simpang Dayun-Siak sepanjang 154,18 kilometer yang harus dilalui terasa melelahkan.


Imam yang tergabung di KFC Cycling Team hanya terpaut 4 detik dari pebalap Vietnam itu dan masuk bersamaan dengan pebalap Taiwan, Ping Hsu Hsuang, yang menempati posisi kedua. Pada 500 meter terakhir menjelang finis, Imam beradu sprint dengan pebalap Taiwan itu, tetapi kemudian harus mengakui keunggulan lawan. 


"Hari ini luar biasa. Tadi sempat keluar dari rombongan di lap kedua, tetapi kurang dari 10 kilometer ditangkap rombongan lagi. Sempat kabur lagi di 6 kilometer terakhir, pas turunan dari jembatan Siak," tutur Imam yang lulusan PPLP Solo tahun 2013. 


"Sebenarnya kurang dari satu kilometer sudah kritis karena terus-menerus diserang Action (Cycling Team). Namun, setelah melihat ke belakang, ternyata rombongan tertinggal jauh. Saya kemudian memaksakan diri untuk mencapai hasil terbaik," ungkap Imam yang berusia 20 tahun.


Secara umum, di kelompok 10 besar pebalap tercepat, Indonesia masih bisa menempatkan tujuh pebalap, tiga di antaranya dari tim KFC. Adapun di kelompok pebalap Indonesia, posisi kedua ditempati Ryan Ariehan dari Custom Cycling Club (CCC), sedangkan posisi ketiga ditempati Alvin Firlandi dari PGN Road Cycling Team (P-RCT).


Dengan hasil di etape I itu, KFC hampir dipastikan menempati posisi teratas tim. Selain Imam, dua pebalap KFC yang masuk 10 besar adalah Jamal Hibatullah dan Abdul Gani. Meski demikian, pelatih tim KFC, Mat Nur, mengaku belum puas.



"Memang saya sudah instruksikan supaya melepaskan diri dari grup besar karena, kalau soal endurance, para pebalap kami sudah punya. Namun, saya juga tidak ingin memaksa karena ini baru hari pertama dan masih ada tiga etape lain. Saya yakin, untuk etape-etape berikutnya, kami bisa tampil lebih baik," paparnya.


Lawan udara panas

Bagi pebalap Taiwan, Ping Hsu Hsuang, hasil di posisi kedua itu sangat menggembirakan karena dia harus berjuang melawan udara panas di Siak. "Awalnya memang berat karena udaranya lebih panas daripada di Taiwan, tetapi setelah beradaptasi saya kemudian bisa menemukan ritme lebih baik. Bagian akhir balapan memang berat karena terus saling menyerang," kata pebalap yang juga ikut Tour de Singkarak, Agustus lalu.

Aiman Cahyadi yang merupakan motor PGN mengakui fisiknya belum kembali ke stamina terbaik. Pasalnya, setelah PON, dia libur berlatih lebih dari seminggu sehingga hanya bisa berlatih seminggu di Subang sebelum ke Tour de Siak 2016.
(Sumber: Berita Kompas)
Baca selengkapnya

Selasa, 18 Oktober 2016

Opening Ceremoni Tour de Siak 2016



Usai dilaksanakannya parade atlit dan funbike pagi tadi, siangnya tepat pukul 14.00 wib dilanjutkan dengan Pembukaan Tour De Siak yang dikemas dengan dua penampilan spesial, yakni parade gasing dan parade seribu kompang, Selasa (18/10/2016).

"Tim musium rekor Indonesia menjadi saksi sekaligus mencatat perhelatan superlatif yang kami yakini semangat kebanggaan bangsa yang berkobar hanya terjadi dimpersada nusantara yang kita banggakan pada hari ini" seru Awan Rahargo direktur museum Indonesia.

Lalu dikatakannya, dan pada hari ditunjukkan dalam rangka pembukaan Tour De Siak dimana para pelaku pelajar se-Kabupaten Siak telah mampu menorehkan pencapaian prestasi rekor indonesia. Dan juga kami yakini bahwa gema yang begitu maha dahsyat pada hari ini telah diperdengarkan kami yakini ini mampu mencatatkan sebagai rekor dunia.

Lanjutnya, kali ini merupakan peristiwa superlatif yang pertama kalinya yang pagelarkan oleh anak-anak pelajar sebanyak 2676.oleh karnanya ini pencapaian prestasi karya dan karsa anak bangsa yang patut kita dukung penuh dan kita apresiasi.

Dalam kesempatan yang sama Syamsuar mengatakan, "Upaya untuk mengemas iven ini agar senantiasa menjadi lebih baik, serta lebih semarak dengan nuansa budaya melayu terus kita lakukan. Pada tahun ini, sebagai bagian dari rangkaian iven Tour de Siak, juga dilaksanakan kegiatan eksibisi seni budaya, seperti parade gasing tradisional dan penampilan seribu kompang oleh masyarakat Kabupaten Siak".

Empat tahun terakhir, berbagai dampak positif dari dilaksanakannya kegiatan ini telah mulai dapat kita rasakan. Misalnya Pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan geliatnya disektor pariwisata. Sejumlah UKM baru bermunculan seiring dilaksanakannya beberapa iven promosi Daerah.

Disisi lain, infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat dikawasan ini berkembang jauh lebih baik seiring dilaksanakannya iven ini. sebagaimana kita maklumi, ketersediaan infrastruktur jalan yang baik selalu berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Lalu Lanjutnya, terkait wacana untuk menjadikan Tour de Siak sebagai ikon Riau dan Nasional ini, Pemerintah Kabupaten Siak menyatakan membuka diri dan siap mendukung rencana Bapak Gubernur dan Kementerian Pariwisata, untuk melibatkan kabupaten dan kota tetangga serta negeri jiran untuk terlibat dalam pelaksanaan iven ini kedepan. Terlebih lagi, beberapa penambahan lintasan balap yang diusulkan melewati daerah-daerah lain yang masih memiliki hubungan historis dengan Kabupaten Siak.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman membuka secara resmi Tour De Siak 2016, disampaikannya "Dengan Tour De Siak ini menurut kami bukan hanya sekadar untuk kita berlomba di balap sepeda tapi jadikan magnet pariwisata Provinsi Riau ini dari Kabupaten Siak ini".

Hal ini dibuktikan dengan adanya Tour De Siak ini, juga membawa nama Riau ke mancanegara dan nasional lalu melihat bagaimana dukungan dari kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif mempromosikan Tour De Siak ini baik di Indonesia maupun di luar Indonesia.

"Feeling saya ini bukan hanya sampai melaka saja Tour De Siak ini, bisa jadi sampai ke Thailand dan negara-negara lain. Saya tidak tau, sama-sama kita saksikan nanti ini bisa juga menyaingi Tour The France. Tidak apalah kita mimpi-mimpi dulu" pungkasnya.


Baca selengkapnya

2.676 Orang Penabuh Kompang, Siak mendapatkan Rekor MURI.

Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat rekor baru yakni Parade Penabuh Kompang terbanyak se-Indonesia dengan total penabuh sebanyak 2.676 orang. Keseluruhan penabuh Kompang tersebut merupakan gabungan dari pelajar dari SD hingga SMA se Kabupaten Siak.

Senior Manajer MURI, Awan Rahargo mengatakan pencatatan ini merupakan rekor baru yang belum pernah dilakukan oleh siapapun. Awan mengaku pencatatan rokor pada bidang kebudayaan adalah rekor yang membanggakan yang harus terus dilestarikan.

"Ini adalah rekor baru. Kita memberikan apresiasi besar kepada seluruh pelajar yang memainkan Kompang dengan sangat baik dan meriah," kata Awan, Selasa, 18 Oktober 2016.


Bupati Siak, Syamsuar sendiri merasa sangat bangga pada seluruh pelajar se Kabupaten Siak yang selama beberapa hari telah melakukan latihan secara rutin untuk mencetak rekor Muri ini.

(Sumber : RiauOnline.co.id)
Baca selengkapnya

Minggu, 03 April 2016

Kandis Juara Umum POPDA, Dayun Jawara Sepakbola


Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke VII Tahun 2016 tingkat Kabupaten Siak resmi ditutup Bupati Siak Syamsuar di Stadion Sultan Ismail Siak Sri Indrapura, Sabtu (02/04).

Dari iven olahraga dua tahunan yang melibatkan 1202 pelajar dari 14 kecamatan itu,Kecamatan Kandis akhirnya keluar sebagai juara umum dengan mengumpulkan medali terbanyak dari tujuh cabor yang diperlombakan, yaitu 10 emas 9 perak 1 perunggu. Praktis di akhir kejuaraan yang digelar sejak tanggal 28 Maret lalu, Kandis memimpin klasemen perolehan medali.

Keberhasilan kandis sebagai juara, mematahkan dominasi Kecamatan Tualang yang keluar sebagai juara umum berturut-turut pada dua kali pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah yang lalu.

Sebelumnya prosesi seremonial penutupan POPDA Kabupaten Siak 2016 berlangsung, dilaksanakan partai final cabang olahraga sepakbola yang mempertemukan Kecamatan Dayun melawan Kecamatan Sungai Apit. Dari laga final ini, Dayun berhasil menyabet medali emas dengan mengalahkan Kecamatan Sungai Apit, skor akhir 3-2 untuk Kecamatan Sungai Apit. Keberhasilan ini sekaligus menempatkan Dayun pada peringkat keempat perolehan medali.

Dijelaskan Bupati Syamsuar, POPDA kali ini sekaligus menjadi ajang seleksi atlit Kabupaten Siak untuk mengikuti POPDA Provinsi Riau 2016 yang akan dilaksanakan Di Kabupaten Kampar pada Bulan Mei mendatang.

“Para pelajar yang berhasil menjadi yang terbaik, diharapkan terus berlatih. Persiapkan diri untuk menghadapi POPDA tingkat Provinsi Riau di Kampar nanti” kata Syamsuar saat menutup pelaksanaan POPDA.

Syamsuar menargetkan atlet Kabupaten Siak meraih dua besar pada POPDA Riau pada bulan Mei 2016 mendatang. Target ini naik satu tingkat dari perolehan Siak pada POPDA Riau dua tahun lalu, yakni menempati posisi ke-3.


Baca selengkapnya

Rabu, 23 Maret 2016

Siak Gesa Persiapan Porseni Nasional



SIAK- Pasca ditetapkannya Kabupaten Siak sebagai tuan rumah pelaksana Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 2016, berbagai persiapan terus digesa panitia lokal. Bertempat di Siak Sri Indrapura Meeting Room Selasa petang (22/03/16), Pengurus PGRI Kabupaten Siak melaporkan progress terkini persiapan iven nasional itu kepada Bupati Siak Syamsuar.

Bupati Syamsuar yang saat itu ditemani Asisten Administrasi Umum Fauzi Azni, tampak serius mendengarkan laporan Ketua PGRI Kabupaten Siak Lukman. Satu-persatu rincian kegiatan dicrosscheck detil. Karena Syamsuar jelas tak ingin hajat ini terkesan tak siap nantinya.

“Yang datang ini kan tamu-tamu dari berbagai daerah, ya jangan sampai kita malu nantinya. Akomodasi, transport, peralatan, keamanan, medis, dan lain-lain harus dipersiapkan betul-betul menghadapi iven selama lima hari ini” kata Syamsuar.

Dalam waktu dekat kata Syamsuar, harus sudah ada rapat lanjutan dengan melibatkan seluruh panitia lokal dengan agenda memantapkan rencana pelaksanaan kegiatan.

“Nanti kira rapat lagi untuk kelanjutan sebelum ekspos kesiapan ditingkat provinsi dan nasional, libatkan tim medis, keamanan, dan seluruh panitia kegiatan” kata dia.  

Menurut Ketua PGRI Siak Lukman, diperkirakan seribuan orang anggota PGRI dari berbagai provinsi dan kabupaten/ kota tetangga akan meramaikan kegiatan yang rencananya dilaksanakan  tanggal 21-25 Agustus mendatang itu.

“Jumlah utusan peserta dari masing-masing provinsi saja diperkirakan 750 orang, belum termasuk pendamping dan undangan dari kabupaten dan kota tetangga” terang Kepala BKD Kabupaten Siak ini.

Pertengahan bulan Desember lalu kata dia, tim pemantau dari PB PGRI telah datang ke Siak untuk melihat kondisi tempat pelaksanaan kegiatan sebelum pelaksanaan Konferensi Kerja PGRI Nasional di Ambon.

“Kita sudah sampaikan kemarin kepada PB PGRI bahwa jalannya kegiatan akan lebih kurang sama dengan pelaksanaan kemah budaya nasional kemarin” jelasnya.

Dari ekspos panitia PGRI Siak, kegiatan Porseni PGRI tingkat nasional ini akan mempertandingkan tiga cabang olahraga, diantaranya bulutangkis, tenis meja, senam PGRI. Sementara dibidang seni, panitia akan mempertandingkan Nyanyian solo, melukis, tari tunggal, kreatifitas pembelajaran, seni baca Al Qur’an, dengan total kontingen dari masing-masing provinsi berjumlah 23 orang.

Sementara untuk lokasi seremonial pembukaan kegiatan direncanakan didepan Istana Siak, wellcome party di Balai Datuk Empat Suku, technical meeting di Aula SMAN 1 Siak, cabang olahraga bulutangkis di Siak Sport Hall, tenis meja aula SD Islamik center, dan senam PGRI di panggung belakang LAM Siak. “Khusus lokasi perlombaan cabang seni nyanyian solo dan bazaar ekraf, panitia masih dipertimbangkan dua alternatif lokasi, yaitu gedung LAM dan lapangan depan DPRD Siak” tutup Lukman.
Baca selengkapnya

Kamis, 17 Maret 2016

Syamsuar: Komunikasi Itu Sangat Penting




Siak - Inilah kebiasaan Bupati Siak, Syamsuar. Membangun dan menjaga komunikasi intens terhadap semua kalangan. Tak hanya kepada semua bawahannya, tapi juga kepada lembaga dan para tokoh, khususnya yang ada di Siak.

Kemarin (16/3) di ruang Pucuk Rebung Kantor Bupati Siak misalnya. Dia mengingatkan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sepak Takraw Kabupaten Siak yang kebetulan sowan kepada orang nomor satu di Siak itu, tentang pentingnya komunikasi.

"Biasanya ada perkembangan apa-apa saya pasti dapat kabar. Ini sudah lama ndak ada. Nanti kalau ada apa-apa, saya juga yang ketiban salah," kata Syamsuar dihadapan 13 orang tamunya; sejumlah atlit dan pelatih takraw. Syamsuar sendiri ditemani Kepala Dinas Pariwisata Siak, Hendrisan.

Syamsuar ngomong begitu lantaran sudah lama tak ada kabar dan perkembangan dari internal Sepak Raga itu meski sebenarnya PPLP Sepak takraw Kabupaten Siak sudah mengukir sederet prestasi.

Misalnya di tahun 2014 lalu, atlit PPLP Siak juara 1 di Popda Riau. Terus di Popwil Sumatera di Jambi, juga juara.

Di tingkat nasional malah dapat medali perunggu. Yang luar biasa itu, anak Siak malah terpilih masuk dalam Asian School di Filiphina serta dapat medali perunggu di Sea Games, Singapura.

"Saya ingin perkembangan para atlit, baik itu prestasinya ataupun keluh kesahnya di informasikan kepada saya. Jangan sungkanlah. Kalau komunikasi lancar, ndak ada masalah yang tak bisa selesai. Saya berharap semua kita begitu. Komunikasi diutamakan. Ini kan juga ciri khas orang melayu. Biasa berunding," kata Syamsuar. 

Pelatih Takraw, Rafli Dandi, yang ikut dalam rombongan hanya bisa terdiam mendengar omongan bupati itu.

Dia pun tak menyalahkan siapa-siapa saat PPLP Takraw ikut terpapar dampak rasionalisasi anggaran akibat penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) minyak. Lantaran ikut terpapar itulah makannya PPLP datang minta kejelasan. 

"Kondisi keuangan yang sangat terbatas yang membikin kita harus lebih jelimet memilah mana kegiatan yang menguntungkan dan tidak menguntungkan bagi daerah," kata Syamsuar.

Yang jelas kata dia, anak-anak jangan sampai berhenti latihan. "Paculah prestasi. Coba buat perlombaan di kampung-kampung atau seleksi di tingkat kecamatan. Bisa langsung kelihatan ada bibit berbakat untuk dilatih atau kita masukan ke PPLP," pinta Syamsuar.

"Insya allah kami akan pacu prestasi, Pak. Kami berjanji. Kami berharap PPLP ini jangan sampai bubar," ujar salah seorang atlit.

"Kalau nanti kalian bisa menunjukan prestasi di Popda Riau, PPLP Sepak Takraw akan jalan terus. Kalau ndak, ya mau gimana lagi," Syamsuar menimpali.

Meski begitu,"Saya berharap anak-anak bukan cuma berprestasi di olahraga, di sekolah juga musti berprestasi," tambahnya. (HMS)
Baca selengkapnya

Rabu, 16 Maret 2016

Geliat Olahraga Para Raja di 'Negeri Istana' 



Geliat Olahraga Para Raja di 'Negeri Istana' 

Siak - Dari Desember tahun lalu, olahraga para raja sudah hadir di Kabupaten Siak. Namanya Persatuan Panahan Indonesia (Perpani).

Dibilang olahraga para raja lantaran panahan sudah menjadi pengetahuan wajib di lingkungan kerajaan. 
Inilah yang membikin olahraga panahan ini akan menjadi lebih istimewa di Siak dibanding di kabupaten lain yang ada di Riau.
Sebab semua orang tahu, Siak adalah negeri para raja; Negeri Istana. 

"Dan ini pulalah yang membikin beban moral kami lebih besar untuk mengembangkan olahraga ini di Siak," cerita Siswanto, sekretaris Perpani Kabupaten Siak Kamis (17/3). Dia ditemani Ketua Perpani Siak, Alfarizi.  

Meski baru hitungan bulan, Perpani Siak kata Siswanto sudah menggeber banyak hal. Mulai dari perekrutan calon atlit, sosialisasi dan siap-siap menyusun pengurus minimal di lima kecamatan. 

"Sampai sekarang kami sudah punya 6 orang calon atlit. Mereka, 4 orang siswa SMP dan sisanya SMA. Mereka dilatih saban Senin, Selasa, Kamis dan Minggu oleh tiga orang pelatih. Dua orang pelatih lokal dan satu lagi dari provinsi. Saya juga ikut melatih. Kebetulan saya sudah punya sertifikat pelatih Traning ForTrainer Indonesian Archery School Program (TFT INASP)," kata lelaki 38 tahun ini. 

"Kalau anak-anak kami mau ikut latihan, datang saja ke pelataran parkir Gedung LAMR Siak di kawasan jalan Hang Tuah Siak Sri Indrapura di hari-hari yang disebut tadi," Alfarizi mengajak. 

Lelaki 43 tahun ini mengaku semangat mengembangkan olahraga panahan lantaran semangat Pemkab Siak untuk melestarikan kebudayaan melayu Siak.
"Seperti dibilang tadi, panahan ini olahraga tradisi kerajaan. Bahkan di jaman para nabi, mahir  memanah itu dianjurkan nabi. Kata nabi, ajarilah anakmu berenang, memanah dan berkuda," ujar Alfarizi. 
   
Ini pula kata Alfarizi yang membikin sejarah di Indonesia mencatat bahwa ketua pertama olahraga panahan dijabat oleh Sri Paku Alam VIII, dari keraton Yogya.   

"Saya berharap orang tua kami yang ada di Siak, menganjurkan anak-anaknya untuk mau belajar memanah. Sebab itu tadi, selain selaras dengan misi pemerintah dan tradisi kita sebagai orang melayu yang notabene beragama islam. Olaraga ini juga sangat bagus untuk meyehatkan tulang belakang, lho" ujar Alfarizi. 

Panahan juga kata Siswanto cocok dikembangkan di Siak Sri Indrapura yang sudah jadi destinasi wisata. "Kita bisa membikin panahan ini jadi semacam archery tag games. Ini kan bisa menambah warna objek wisata yang bisa dinikmati orang saat datang ke 'Negeri Istana," ujarnya. (hms)  

Baca selengkapnya

Senin, 14 Maret 2016

Harapan Syamsuar di Lapangan Sapta Taruna



Siak – Bola berwarna kuning berpadu merah muda itu langsung melesak ke salah satu gawang di lapangan futsal Sapta Taruna Siak Sri Indrapura jelang siang tadi Jumat (11/3). Bupati Siak, Syamsuar, yang jadi eksekutornya.

Dan tendangan itu pula menjadi pertanda resminya pelaksanaan turnamen futsal SDN 01 Suak Lanjut CUP III Tahun 2016. Ada 31 tim yang bakal memperebutkan piala bergilir turnamen itu. Mereka berasa dari empat kecamatan; Siak Sri Indrapura, Bunga Raya, Mempura dan Dayun.

Dalam sambutannya Bupati Siak mengatakan melalui kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada SDN 01 Suak Lanjut Kecamatan Siak yang menyelenggarakan pertandingan futsal tahun ini sudah memasuki tahun ketiga

Syamsuar kemudian menyalami para pemain. Dia ditemani Asisten III Setdakab Siak, Jamalludin, Kepala Dinas Pendidikan,  Kadri Yafis, Anggota DPRD Siak, Sujarwo, kepala Sekolah dan sejumlah undangan.

Bagi Syamsuar, turnamen ini menjadi bagian penting dari upaya Pemkab Siak yang selama ini konsen menempa atlit-atlit handal. Sebab lewat turnamen semacam ini bakal kelihatan mana anak-anak yang memang punya potensi dan mana yang hanya sekadar menyalurkan hobi.

“Ada pepatah bilang, di dalam tubuh yang sehat, ada jiwa yang sehat pula. Nah, lewat tubuh yang sehat inilah diharapkan tumbuh prestasi. Baik itu prestasi akademik, maupun olahraga. Jika sudah dimulai dari usia dini seperti sekarang, kelak akan menjadi potensi yang luar biasa,” ujar Syamsuar saat didapuk memberikan sambutan.

Syamsuar kemudian mengucapkan terimakasih kepada SDN 01 yang sudah rutin menggelar turnamen itu. “Saya senang dan bangga. Sebab apa yang dilakukan oleh Pemkab Siak dalam memajukan olahraga, kian didukung oleh sekolah-sekolah maupun kelompok-kelompok olahraga yang ada,” katanya.

Selama ini, Pemkab Siak kata Syamsuar rutin menggelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI). Turnamen-turnamen yang ada di luar dua kegiatan Pemkab ini tentu menjadi sarana pencarian bibit atlit yang kelak akan mengharumkan nama daerah di provinsi maupun nasional.

“Anak-anak ku, bermainlah dengan cantik dan junjung sportifitas. Bapak berharap semua kalian bisa menunjukkan kemampuan yang  terbaik,” pinta Syamsuar. (hms) 

Baca selengkapnya

Kamis, 10 September 2015

Semarak Tour de Siak 2015, Dari “Gelegar” Judika Hingga Magician “Mengambang” di Udara.



Helat Tour de Siak (TdS) 2015 dijamin jauh lebih semarak tahun ini. Hari-hari jelang dibuka secara resmi, Negeri Istana akan kebanjiran beragam kegiatan atraktif dan menghibur. Diperkirakan ribuan masyarakat Provinsi Riau dari berbagai daerah, akan tumpah-ruah didepan Istana Aserayah El Hasyimiyah kebanggaan masyarakat Siak.

Selain akan dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Arief Yahya, Iven Balap Sepeda berskala internasional itu juga akan diramaikan Penampilan Jebolan Indonesia Idol Judika. “Ini kali kedua Judika mengguncang Tour de Siak. Tahun lalu Judika juga tampil di penutupan dan mendapatkan animo luar biasa dari masyarakat, jadi tahun ini kita undang lagi” kata Hendrisan, Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Siak.

Tak hanya itu, rangkaian TdS 2015 ini juga menjanjikan segudang hiburan. Mulai dari Lomba Foto dan Bazaar Pameran Ekonomi Kreatif pada Senin 14 September 2015. Keesokan harinya Selasa 15 September 2015, pengunjung dapat menyaksikan Parade Riders dan Fun Bike dari pagi hingga siang hari, sementara malam harinya akan berlangsung acara puncak Opening Ceremony Tour de Siak 2015.

Sepanjang hari selama sepekan pelaksanaan TdS, berbagai tampilan musik dan kesenian modern dan tradisional tetap akan tampil menghibur. Diantaranya Parade Tari dan Musik Tradisional Melayu Siak, Barongsai, Jaipongan Sunda, Band Akustik, serta Musik Orkestra Siak. “Agar lebih semarak, kita juga akan adakan lomba akustik dan menampilkan atraksi magician yang bisa mengambang di udara” kata Roni Rakhmat, Kabag Umum Setda Kabupaten Siak. Anda tertarik merasakan langsung semarak Tour de Siak 2015? Datang saja ke Siak Sri Indrapura 14-19 September 2015.
Baca selengkapnya

Jumat, 06 Maret 2015

Siak Berkomitmen Majukan Pariwisata dan Olahraga.



Siak Berkomitmen Majukan Pariwisata dan Olahraga.

Bupati Siak Drs.H.Syamsuar.MSi menerima kunjungan rombongan Persatuan Wuredatama Republik Indonesia (PWRI) bertempat dikediaman rumah dinas, Siak Sri Indrapura Jumat malam (6/3/2015). Rombongan PWRI yang berjumlah 15 orang tersebut bermaksud menjalin silahturrahmi dengan Bupati Siak yang dalam kesempatan itu didampingi Kadisdik Kadri Yafis, Wakapolres Siak Kompol Arif Fajar, Kabag Humas H.Zulfikri, dan Kabag Umum Roni Rahmat.

Dalam pertemuan yang dirangkai jamuan makan malam itu, Bupati Syamsuar bercerita banyak tentang perkembangan pembangunan di Kabupaten Siak beberapa tahun terakhir. Diantaranya kemajuan sektor pariwisata dan olahraga di Kabupaten Siak.

"Alhamdulillah beberapa waktu lalu disamping sukses melaksanakan Tour de Siak dua tahun terakhir, kita dipercaya menjadi tuan rumah BMX Championship 2014" tutupnya.

Kegiatan tersebut menurutnya amat membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Siak, karena bagi Indonesia event internasional tersebut merupakan kali pertama bagi Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggara.

"Tujuan kita yang menunjukkan "concern" dalam menggiatkan sport tourism di Kabupaten Siak ini, selain untuk memajukan dunia pariwisata dan olahraga di Kabupaten Siak. Kita juga ingin venue eks PON yang ada tetap termanfaatkan sehingga tetap terawat keberadaannya" jelasnya.

Kedepan Syamsuar juga berkeinginan menjadikan menjadikan Kabupaten Siak seperti Provinsi Sumatera Selatan yang aktif menjadi tuan rumah berbagai event kejuaraan olahraga, baik di tingkat national dan international.

"Manfaatnya banyak, di Palembang sudah banyak hotel-hotel besar berdiri. Kita juga ingin Siak dilirik investor, salah satunya dibidang perhotelan" harap orang nomor satu Kabupaten Siak ini.

Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system