Tampilkan postingan dengan label ekonomi kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi kreatif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2016

Siak Optimis bisa jadi Kota Pusaka

Bupati Siak Syamsuar optimis bisa menjadikan daerah setempat masuk dalam kategori kota pusaka dunia karena memiliki cagar budaya dan peninggalan sejarah yang ada terpelihara dengan baik.
"Saat ini kami sudah masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Jadi ada organisasi yang menghimpun semua daerah yang memiliki nilai sejarah," kata Bupati Siak Syamsuar usai menyambut rombongan Roadshow Pekansikawan, Jumat (18/11) di ruang Sri Indrapura.

Dia mengatakan, Siak memiliki peninggalan-peninggalan sejarah seperti pada masa penjajahan Belanda dan punya Istana Siak, dan beberapa peninggalan lainnya yang dijadikan sebagai cagar budaya.
"Kedepan ini kami akan berupaya menjadikan Siak sebagai kota pusaka dunia. Itulah yang akan mempunyai nilai jual dalam rangka meningkatkan pariwisata Siak," ucapnya.

Dia berharap program Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan (Pekansikawan) mampu membuat pariwisata kabupaten Siak semakin terangkat dan jadi sektor unggulan. 

"Harapan kami melalui Pekansikawan, potensi inilah kami harapkan bisa menjadi panduan kerjasamakan terutama dibidang pariwisata," katanya lagi.

Lebih lanjut dia katakan, jika berbicara soal pariwisata berarti terkait dengan infrastruktur, perhubungan, listrik, air bersih, serta yang lainnya sebagai sarana dan prasana pendukung untuk menjadikan industri wisata jadi andalan Riau.

"Bagaiamanapun caranya, jika pariwisata tidak didukung oleh infrastruktur maka tidak akan berkembang. Apapun itu potensi yang ada di daerah jika tidak ada dukungan infrastruktur maka orang tidak akan mau datang berkunjung. Itulah yang akan kami kembangkan disini,"paparnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Siak masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia pada Seminar Internasional dan Rapat Kerja Nasional JKPI V di Kota Banda Aceh, tanggal 10 Mei 2016 lalu. Menjadi daerah urutan ke-54 dari 58 kabupaten/kota yang tergabung.

Masih kata Syamsuar, masuknya kabupaten Siak dalam JKPI akan memberikan peluang strategis pada daerah setempat untuk diakui oleh UNESCO sebagai salah satu kota warisan dunia melalui dukungan pemerintah Indonesia.
Baca selengkapnya

Kamis, 27 Oktober 2016

Disambut Misnarni Syamsuar Saat Melancong ke Kota Istana, Rahayu Ingin Dirikan DPC APJI di Kabupaten Siak

Sebagai daerah tujuan wisata di Provinsi Riau, Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Rahayu Setiowati bersama rombongan mengunjungi Kota Istana, Siak Sri Indrapura, Kamis (27/10/2016).

Kedatangan rombongan APJI yang baru saja menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pekanbaru langsung disambut Ketua TP PKK Kabupaten Siak Misnarni Syamsuar di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Siak.

"Kami sangat menyambut baik dan berterima kasih atas kunjungan para tamu APJI, dengan kunjungan ini bisa melihat produk asli daerah kita dan produk yang kita miliki ini tentunya dapat pula dijadikan contoh untuk daerah lain," kata istri Bupati Siak ini

Sementara itu, Ketua Umum DPP APJI Rahayu Setiowati mengaku senang bisa sampai ke Kota Istana. Dia juga menjelaskan kegiatan yang baru saja dilaksanakan di Kota Pekanbaru, dimana mengemas 350 menu yang terbuat dari bahan sagu.

"Sagu ini kan bisa juga pengganti beras. Bagaimana kita mampu mengolah agar makanan dari sagu ini disukai masyarakat dan bisa juga kita promosikan di luar negeri," sebutnya

"Selain sagu, tentunya kita juga mencari makanan khas Riau lainnya yang bisa dipromosikan ke luar negeri. Saya optimis masih banyak menu makanan yang sangat menarik di Riau ini, khususnya di Siak," ujarnya.

Rahuyu berkeinginan, ke depan hendaknya mendirikan pengurus DPC APJI di Kabupaten Siak ini, sehingga produk-produk daerah dengan mudah dipromosikan.

"Saya ingin sekali ada DPC APJI di sini. Tentunya kita harapkan juga dukungan dari ibu Misnarni," ujarnya

Usai bersilaturahmi dengan istri Bupati, kemudian rombongan mengunjungi Istana Siak. Di sini, Rahayu begitu terkagum-kagum dengan peninggalan kerajaan Siak yang masih terjaga dengan baik. Misnarni pun menjelaskan setiap pertanyaan yang diberikan Rahayu berserta rombongan terkait peninggalan-peninggalan kerajaan yang berada di Istana Siak. 


Baca selengkapnya

Rabu, 23 Maret 2016

Siak Gesa Persiapan Porseni Nasional



SIAK- Pasca ditetapkannya Kabupaten Siak sebagai tuan rumah pelaksana Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 2016, berbagai persiapan terus digesa panitia lokal. Bertempat di Siak Sri Indrapura Meeting Room Selasa petang (22/03/16), Pengurus PGRI Kabupaten Siak melaporkan progress terkini persiapan iven nasional itu kepada Bupati Siak Syamsuar.

Bupati Syamsuar yang saat itu ditemani Asisten Administrasi Umum Fauzi Azni, tampak serius mendengarkan laporan Ketua PGRI Kabupaten Siak Lukman. Satu-persatu rincian kegiatan dicrosscheck detil. Karena Syamsuar jelas tak ingin hajat ini terkesan tak siap nantinya.

“Yang datang ini kan tamu-tamu dari berbagai daerah, ya jangan sampai kita malu nantinya. Akomodasi, transport, peralatan, keamanan, medis, dan lain-lain harus dipersiapkan betul-betul menghadapi iven selama lima hari ini” kata Syamsuar.

Dalam waktu dekat kata Syamsuar, harus sudah ada rapat lanjutan dengan melibatkan seluruh panitia lokal dengan agenda memantapkan rencana pelaksanaan kegiatan.

“Nanti kira rapat lagi untuk kelanjutan sebelum ekspos kesiapan ditingkat provinsi dan nasional, libatkan tim medis, keamanan, dan seluruh panitia kegiatan” kata dia.  

Menurut Ketua PGRI Siak Lukman, diperkirakan seribuan orang anggota PGRI dari berbagai provinsi dan kabupaten/ kota tetangga akan meramaikan kegiatan yang rencananya dilaksanakan  tanggal 21-25 Agustus mendatang itu.

“Jumlah utusan peserta dari masing-masing provinsi saja diperkirakan 750 orang, belum termasuk pendamping dan undangan dari kabupaten dan kota tetangga” terang Kepala BKD Kabupaten Siak ini.

Pertengahan bulan Desember lalu kata dia, tim pemantau dari PB PGRI telah datang ke Siak untuk melihat kondisi tempat pelaksanaan kegiatan sebelum pelaksanaan Konferensi Kerja PGRI Nasional di Ambon.

“Kita sudah sampaikan kemarin kepada PB PGRI bahwa jalannya kegiatan akan lebih kurang sama dengan pelaksanaan kemah budaya nasional kemarin” jelasnya.

Dari ekspos panitia PGRI Siak, kegiatan Porseni PGRI tingkat nasional ini akan mempertandingkan tiga cabang olahraga, diantaranya bulutangkis, tenis meja, senam PGRI. Sementara dibidang seni, panitia akan mempertandingkan Nyanyian solo, melukis, tari tunggal, kreatifitas pembelajaran, seni baca Al Qur’an, dengan total kontingen dari masing-masing provinsi berjumlah 23 orang.

Sementara untuk lokasi seremonial pembukaan kegiatan direncanakan didepan Istana Siak, wellcome party di Balai Datuk Empat Suku, technical meeting di Aula SMAN 1 Siak, cabang olahraga bulutangkis di Siak Sport Hall, tenis meja aula SD Islamik center, dan senam PGRI di panggung belakang LAM Siak. “Khusus lokasi perlombaan cabang seni nyanyian solo dan bazaar ekraf, panitia masih dipertimbangkan dua alternatif lokasi, yaitu gedung LAM dan lapangan depan DPRD Siak” tutup Lukman.
Baca selengkapnya

Minggu, 20 Maret 2016

Hadapi MEA Harus Sistemik.





Ketatnya persaingan yang muncul akibat kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), harus dihadapi dengan sinergi sistemik seluruh komponen kewirausahaan didaerah.

SIAK- Kebijakan MEA yang telah mulai diberlakukan, disatu sisi kerap kali menjadi batu sandungan pelaku usaha didaerah yang tidak memiliki daya saing mumpuni. Namun sejatinya, MEA justru menjadi peluang untuk ‘Go ASEAN’ apabila seluruh komponen daerah mampu membentuk ekosistem kewirausahaan tersinergi. 

“InsyaAllah MEA justru akan menjadi peluang kita untuk go ASEAN” kata Bupati Siak Syamsuar optimis, saat meresmikan gedung kantor baru Bank Riau-Kepri dan Kedai Bank Riau Kepri Sabak Auh dijantung kota Siak Sri Indrapura, Senin siang (20/03/16).

“Sinergi sistemik yang saya maksudkan, pengembangan sektor kewirausahaan didaerah, harus melibatkan secara menyeluruh stakeholder dan ekosistem kewirausahaan, diantaranya pelaku usaha, pengambil kebijakan, akademisi, pendamping, serta organisasi yang terkait dengan kegiatan kewirausahaan termasuk perbankan didaerah” cerita Syamsuar dihadapan sejumlah tokoh penting yang hadir. Diantaranya Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Riau M. Nurdin Subandi, dan Direktur Utama Bank Riau-Kepri Irvandi Gustari, serta Pimpinan Cabang Bank Riau-Kepri Siak Sri Indrapura Tengku Toyeb.

Isu MEA, belakangan memang sudah menjadi kerisauan tersendiri bagi Syamsuar. Beberapa bulan terakhir orang nomor satu di ‘negeri istana’ ini makin rajin menggalang kesadaran komponen daerah untuk bersatu menyatukan persepsi dan potensi untuk perbaikan daya saing. Selain pelaku usaha, sektor perbankan kali ini menjadi ‘concern’ dia.

“Peran serta Bank Riau Kepri sebagai aset daerah amat diharapkan sebagai stimulan bagi paraenterpreneur lokal untuk menguatkan daya saing. Masyarakat kita perlu terus didorong, dengan kemudahan pinjaman permodalan” pintanya.

Kalau keunggulan potensi produk dan jasa yang dihasilkan pengusaha lokal bisa bersaing di era MEA, Syamsuar optimis bumiputera tidak akan menjadi penonton dinegeri sendiri, tapi justru jadi pemain.

M.Nurdin Subandi,  juga senada dengan Syamsuar. Kepala OJK Riau ini berharap momentum peresmian Bank Riau-Kepri ini, kedepan mampu dijadikan pijakan untuk memacu kinerja sehingga mampu menciptakan iklim kewirausahaan yang baik di Kabupaten Siak. Secara khusus dia meminta Bank Riau-Kepri dapat meningkatkan fungsi intermediasi perbankan dan memberikan edukasi tentang perbankan pada masyarakat.

“Literasi keuangan masyarakat harus bisa kita tingkatkan sesuai Peraturan OJK Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan”  kata mantan pengawas Bank Indonesia Pusat Jakarta itu.

Nurdin juga berharap Bank Riau-Kepri senantiasa mempraktikkan kegiatan sektor perbankan dengan sehat sesuai prinsip kehati-hatian. Kalau sudah begini kata dia, masyarakat tinggal kita ajak untuk memanfaatkan layanan perbankan yang ada untuk memudahkan pengembangan usaha.
Baca selengkapnya

Selasa, 15 Maret 2016

Potensi Ekraf Bakal Semakin Tergarap


Potensi Ekraf Bakal Semakin Tergarap

Siak – Peluang Siak untuk mengembangkan ekonomi kreatif (ekraf) yang selama ini sudah digeber, kian terbuka lebar. Sebab Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI sudah membikin komitmen untuk bekerja sama dengan daerah demi mengembangkan ekonomi kreatif.

Biar kerja sama itu terarah dan maksimal, kemarin (15/3) menggelar rapat koordinasi dan perumusan pola kerjasama ekonomi kreatif antara Bekraf dengan pemerintah daerah di Royal Kuningan Hotel Jakarta Selatan. Ketua Bekraf, Triawan Minaf, yang membuka langsung acara itu. “Kita berharap segera membikin regulasi yang pas untuk untuk penyelenggaraan ekonomi kreatif ini. Regulasi dan memorandum yang workable,” Triawan berharap.

Wakil Bupati Siak, Alfedri, yang ikut dalam rapat itu kemudian membeberkan sejumlah potensi di Siak yang bisa digarap lewat ekonomi kreatif. Salah satunya adalah tenun Siak. “Meski sebenarnya masih banyak lagi yang lain. Termasuk miniatur istana dan peninggalan sejarah lainnya yang sangat menjual,” katanya.

Jika regulasi dan memorandum sudah beres dengan kerja sama berjalan, Alfedri yakin ekonomi kreatif di Siak akan semakin menggeliat. “Soal produksi, saya pikir kita sudah memulai. Bahkan kita sudah menyiapkan banyak fasilitas untuk itu. Mulai dari balai pelatihan hingga pinjaman modal. Tapi soal pemasaran, ini yang menjadi kendala. Kita berharap lewat Bekraf, persoalan pemasaran akan bisa teratasi,” kata Alfedri. Dia ditemani Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Siak, Wak Bukhari.

Sebelumnya dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di ruang rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Bupati Siak, Syamsuar, kembali menyemangati masyarakat untuk mengembangkan jiwa enterpreneur . 

Tujuannya, selain akan membuka lapangan pekerjaan baru, masyarakat akan bisa lebih leluasa untuk menggarap peluang usaha yang ada. “Jangan malah ingin jadi pegawai honor yang gajinya sangat kecil dan kapan saat bisa diberhentikan,” katanya. 

Syamsuar mengaku sangat senang soal rencana kerjasama Bekraf dengan daerah. “Ini menjadi peluang yang sangat besar buat kita. Kita punya banyak potensi yang bisa dikembangkan. Tinggal lagi bagaimana kejelian dan semangat masyarakat untuk melihat peluang ini,” katanya. 

Kalau masyarakat Siak sudah mau berwira usaha dan mau pula ikut pelatihan kata Syamsuar, ini sudah menjadi modal besar untuk menghadapi situasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). (hms)

Baca selengkapnya

Senin, 14 Maret 2016

Syamsuar: Yuk, Berwirausaha



Siak – Jiwa enterpreneur alias wirausaha jadi obrolan menarik pada Forum Konsultasi Publik Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di ruang rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, kemarin (10/03).

Di situ, Bupati Siak, Syamsuar, kelihatan risau lantaran jiwa enterpreneur masyarakat Siak masih lemah. Buktinya, masih banyak yang lebih memilih jadi pekerja honor di pemerintah ketimbang membuka usaha. Padahal jauh-jauh hari Pemkab Siak sudah membuka peluang untuk itu. Duit Rp500 juta per desa dalam bentuk program Usaha Ekonomi Desa – Simpan Pinjam sudah ada.

Yang mau berusaha kecil-kecilan maupun menengah, boleh meminjam duit tadi. Syaratnya juga tak bikin pusing. “Saya rasa banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan. Kalaupun skill untuk itu belum ada, bisa pelatihan dulu. Kita punya Balai Latihan Kerja di Mempura. Jangan malah jadi honorer, apa lagi honor kontrak yang kapan saja bisa dirumahkan,” kata Syamsuar. Sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan satker yang ada di sana, lekat memandang Datuk Setia Amanah itu.

Syamsuar kemudian membeberkan sejumlah orang yang sudah berubah hidupnya lewat wirausaha. Bahkan sudah ada pula sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang lebih memilih membuka usaha lantaran hasilnya lebih besar dari gaji PNS. “Kalau bisa semua PNS macam ini” kelakar Syamsuar. Orang yang ada di ruang rapat itupun tertawa.  

Kalau masyarakat Siak sudah mau berwira usaha dan mau pula ikut pelatihan, ini sudah menjadi tanda bahwa mereka sudah siap berhadapan dengan situasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Sebab di situasi itu, siap tak siap, tenaga kerja asing dan pengusaha dari negara tetangga ASEAN akan masuk hingga pelosok daerah, menggarap berbagai peluang yang ada. “Jujur, saya tak mau kita jadi di negeri sendiri” kata Syamsuar.

Dan jika masyarakat Siak sudah punya skill kata Syamsuar, bisa dipastikan mereka akan menjadi bagian penting dari perjalanan bisnis di kawasan Industri Tanjung Buton. “Sudah banyak investor luar dan dalam negeri yang melirik kawasan itu. Insya Allah ini akan jadi peluang bagi anak negeri. Jadi segeralah bekali diri dengan keahlian,” pintanya.

Secara hitung-hitungan angka pengangguran terbuka tahun 2014, Siak masih tergolong daerah nomor dua paling kecil setelah Pelalawan. Hanya berada di angka 3,56 persen. Terpaut jauh dibanding angka pengangguran terbuka di Provinsi Riau yang mencapai 6,56 persen dan nasional 5,94 persen.

Meski angkanya kecil, Syamsuar tak mau anteng-anteng saja. Pada kondisi semacam ini justru dia mau lebih berbegas lagi untuk lebih memperkecil angka tadi. Sebisa mungkin zero. “Kalau angkanya sudah besar, kita akan kelimpungan. Sama kayak memadamkan api, kalau apinya kecil tak sulit memadamkan. Beda kalau sudah besar,” lelaki ini berumpama usai acara.  

Upaya untuk lebih memperkecil angka pengangguran tadi kata Syamsuar sudah semakin terbuka. Sebab pemerintah bakal membikin Badan Ekonomi Kreatif. Badan ini sengaja dibikin untuk  mendorong dan melahirkan pengusaha muda dan memajukan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah).

“Tanggal 15 Maret ini saya diundang Presiden untuk mengikuti pertemuan bersama Bupati dan Walikota membahas Ekonomi Kreatif  di Jakarta. Hasil pembahasan nanti akan disosialisasikan pada masyarakat. Mudah-mudahan semakin muncul minat dan semangat masyarakat untuk menjadi pengusaha dan pelaku ekonomi kreatif,” Syamsuar berharap. (hms)
Baca selengkapnya

Kamis, 05 Maret 2015

Bupati Kaget, Ada Sandal "Made in Siak" di Pasar Seni Kesturi

Bupati Kaget, Ada Sandal "Made in Siak" di Pasar Seni Kesturi

Bupati Kaget, Ada Sandal Made in Siak di Pasar Seni Kesturi


Usai meresmikan pasar seni "Kesturi", Bupati Siak Drs.H.Syamsuar,MSi meninjau sejumlah gerai yang menjual cinderamata dan berbagai produk khas lokal Kabupaten Siak. Dalam peninjauan itu, Bupati Syamsuar sempat takjub ketika mengetahui ada sebuah gerai yang menjual sandal buatan pengrajin lokal Siak. Sandal bermerk "Strong Votensi Siak" tersebut diproduksi oleh pengrajin Desa Pebadaran Kecamatan Bungaraya. 

"Ternyata di Kabupaten Siak sudah ada sandal buatan lokal, semoga suatu saat bisa bersaing dengan produk sejenis seperti dijawa barat" kata Syamsuar. Untuk itu ia berharap para pengrajin produk cinderamata dan produk lainnya yang ada di pasar seni dapat terus meningkatkan mutu dan kualitas produk yang dibuatnya sehingga menjadi produk unggulan dan banyak diminati oleh wisatawan yang datang berkunjung ke Siak.

Syamsuar juga berharap keberadaan pasar seni ini mampu berperan sebagai pasar sentral yang menjual berbagai produk unggulan dan cinderamata lokal Kabupaten Siak, sehingga mampu mengakomodir kreatifitas para penggiat dibidang Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk memasarkan produk yang dihasilkannya. "Pasar Seni yang kita beri nama Kesturi ini juga menjadi andalan kita untuk memperluas stimulan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Siak" kata orang nomor satu Kabupaten Siak ini. 

Pembangunan Pasar Seni Kesturi di lokasi eks pasar inpres lama ini dibangun secara dua tahap, yaitu pada tahun 2013 dan 2014 dengan menghabiskan dana Rp. 4,3 miliar. Sebanyak 44 gerai berukuran 3x4 meter, fasilitas toilet umum, dan musholla yang tersedia dikomplek pasar diharapkan mampu membuat pengunjung merasa nyaman saat berbelanja. Beberapa produk dan hasil kerajinan lokal yang dijual antara lain seperti tas, kain tenun, batik Siak, sandal, T-Shirt, kuliner khas, dan berbagai pernak-pernik lainnya yang biasa menjadi incaran para wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh.




Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system