Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2016

Riau Trailrun Race 2016 berlangsung Sukses

Ajang lomba lari Riau Trailrun Race 2016 berlangsung meriah dengan beragam atraksi. Iven yang ditaja komunitas Trail Runner Pekanbaru di Taman Hutan Rakyat Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), Minggu pagi (20/11/16) itu turut dihadiri Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman dan Wabup Siak Alfedri. Gubernur dan Wabup, berkesempatan melepas para peserta di garis finish dengan dua kategori, masing-masing 10 dan 21 kilometer.

Sebelum dilepas, peserta lomba kategori 10 kilometer asal Malaysia Sharrin Sidek, mendapatkan kehormatan pengalungan rangkaian bunga oleh Robinson dan Ngatini, dua gajah terlatih asal Pusat Pelatihan Gajah Riau yang berlokasi di Tahura SSH itu.

Gubri Andi Rahman dan Wabup Alfedri tampak sempat bercengkrama dengan peserta dari negeri Jiran itu. “Besok kalau ada iven ini lagi, datang lagi ya” kata Gubri. Sedangkan Wagub Alfedri sempat menanyakan kota asal Shahrin, “Malaysianya dari kota mana?” tanya Alfedri. Kepada Wabup, Shahrin lalu menjelaskan ia sengaja datang dari Kuala Lumpur untuk mengikuti perlombaan unik ini. Selain Shahrin, sejumlah peserta berkewarganegaraan asing lain juga mengikuti ajang lomba lari lintas alam ini, diantaranya dari Kenya,New Zealand, Malaysia, dan Australia.

Tepat pukul 07.00 Wib, selepas Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, 50 orang peserta kategori lomba 21 km dilepas perdana oleh Gubri Andi Rahman. “Terimakasih atas partisipasi peserta semuanya, jangan lupa bulan depan ada iven marathon 10 K di Siak Sri Indrapura. Jangan lupa hadir ya, kalau kesulitan kendaraan beritahu saya, nanti disiapkan bus dari Pemprov” sebut Andi yang disambut gemuruh tepuk tangan peserta.

Beberapa waktu kemudian, giliran Wabup Alfedri melepas ratusan peserta kategori 10 km digaris start. Sebelumnya, peserta sempat dihibur atraksi pencak silat dari perguruan Perisai Diri, dan atraksi gajah.

Setelah lebih kurang dua jam berlari, akhirnya satu-persatu peserta tiba di garis finish. Samson Karega Kamau berhasil finish perdana dengan meninggalkan jauh peserta kategori 21 km lainnya. Barulah sekitar 15 menit kemudian, M.Rozi dan Masri finish dengan posisi masing-masing di urutan 2 dan 3.

“Ini kali pertama saya ke Indonesia dan kegiatan ini jadi iven pertama saya setelah tiba dua minggu yang lalu. Saya sempat belajar bahasa Indonesia dari smartphone, dan kebetulan tahu ada iven ini dari situs internet. Setelah ini saya akan ke Surabaya untuk mengikuti iven yang sama” terang lelaki 24 tahun ini.

Dari pantauan, meskipun hujan sempat turun cukup deras hampir disepanjang perlombaan, para peserta tampak sangat antusias dan gembira mengikuti perlombaan. Beberapa diantara mereka bahkan sengaja melakukan selebrasi bersama rekan saat tiba digaris finish. Masing-masing peserta, larut dalam kegembiraan dan selebrasi bergaya unik.

Diakhir kegiatan, Wabup Alfedri dan Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Siak Dr.Toni menyerahkan hadiah secara simbolis pada para pemenang. Dikategori wanita 21 km, Tiana Daulay, Meri Deslima dan Reflesia Novlina berhasil meraih tiga besar. Sementara dikategori 10 km, dua pelajar dari Kabupaten Siak atas nama Zidane asal Sabak Auh dan Radius Aruan asal Suak Lanjut berhasil meraih peringkat satu dan dua.
Baca selengkapnya

Jumat, 18 November 2016

Siak Optimis bisa jadi Kota Pusaka

Bupati Siak Syamsuar optimis bisa menjadikan daerah setempat masuk dalam kategori kota pusaka dunia karena memiliki cagar budaya dan peninggalan sejarah yang ada terpelihara dengan baik.
"Saat ini kami sudah masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Jadi ada organisasi yang menghimpun semua daerah yang memiliki nilai sejarah," kata Bupati Siak Syamsuar usai menyambut rombongan Roadshow Pekansikawan, Jumat (18/11) di ruang Sri Indrapura.

Dia mengatakan, Siak memiliki peninggalan-peninggalan sejarah seperti pada masa penjajahan Belanda dan punya Istana Siak, dan beberapa peninggalan lainnya yang dijadikan sebagai cagar budaya.
"Kedepan ini kami akan berupaya menjadikan Siak sebagai kota pusaka dunia. Itulah yang akan mempunyai nilai jual dalam rangka meningkatkan pariwisata Siak," ucapnya.

Dia berharap program Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan (Pekansikawan) mampu membuat pariwisata kabupaten Siak semakin terangkat dan jadi sektor unggulan. 

"Harapan kami melalui Pekansikawan, potensi inilah kami harapkan bisa menjadi panduan kerjasamakan terutama dibidang pariwisata," katanya lagi.

Lebih lanjut dia katakan, jika berbicara soal pariwisata berarti terkait dengan infrastruktur, perhubungan, listrik, air bersih, serta yang lainnya sebagai sarana dan prasana pendukung untuk menjadikan industri wisata jadi andalan Riau.

"Bagaiamanapun caranya, jika pariwisata tidak didukung oleh infrastruktur maka tidak akan berkembang. Apapun itu potensi yang ada di daerah jika tidak ada dukungan infrastruktur maka orang tidak akan mau datang berkunjung. Itulah yang akan kami kembangkan disini,"paparnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Siak masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia pada Seminar Internasional dan Rapat Kerja Nasional JKPI V di Kota Banda Aceh, tanggal 10 Mei 2016 lalu. Menjadi daerah urutan ke-54 dari 58 kabupaten/kota yang tergabung.

Masih kata Syamsuar, masuknya kabupaten Siak dalam JKPI akan memberikan peluang strategis pada daerah setempat untuk diakui oleh UNESCO sebagai salah satu kota warisan dunia melalui dukungan pemerintah Indonesia.
Baca selengkapnya

Senin, 14 November 2016

Siap-siap, Ada Riau Trailrun Race di Tahura

Sekitar 600 pelari akan adu cepat di lintasan alam Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), di Minas Minggu 20 November mendatang. Peserta yang datang dari 6 negara ini akan menjajal areal yang terkenal sebagai pusat pelatihan gajah Provinsi Riau, dalam iven Riautrailrun Race (RTR) yang ditaja komunitas Trailrunner Pekanbaru bersama Pemkab Siak.

Rencananya, perlombaan yang melibatkan pelari dari beragam latarbelakang profesi itu dibagi menjadi dua kategori. Kategori 10 Kilometer akan melibatkan 300 pelajar dan 250 peserta umum, sementara kategori 21 Kilometer akan melibatkan 50 peserta dari Indonesia, Kenya, Malaysia, Australia, dan New Zealand.

“Kita ingin turut memperkenalkan Tahura SSH sebagai salah satu ecotourism, sebagai salah satu kekayaan Riau yang masih amat terjaga” kata Erick, penanggungjawab iven saat gelar ekspos bersama Pemkab Siak.

“Sebelumnya, kita sudah pernah laksanakan iven serupa di Danau Buatan Limbungan, tapi dengan skala iven baru sekitaran kota. Kali ini kita surprise karena animo peserta luar biasa bahkan sampai kemancanegara” ujar dokter yang hobi berlari ini.

Erick menjelaskan, target peserta yang dipasang panitia hanya berkisar 500 peserta, namun hingga jelang penutupan registrasi, panitia terpaksa menambah kuota untuk mengakomodir minat pendaftar.

Sementara itu Bupati Siak Syamsuar, mengaku senang dengan pelaksanaan iven unik ini. Orang nomor satu Negeri Istana ini bahkan berancang-ancang untuk menjadikan iven ini sebagai ikon baru sporttourism di Kabupaten Siak.

“Karena ini pertama kali, kita harus memberikan yang terbaik bagi peserta. Kita ingin jadikan iven ini ikon baru Riau. Kita juga akan promosikan hingga Melaka karena kita ada hubungan kerjasama promosi wisata, supaya kedepan makin banyak peserta mancanegara ikut serta” terang Syamsuar saat memimpin rapat persiapan RTR di Siak Sri Indrapura (14/11/16). Turut hadir dalam rapat itu panitia RTR, Kabag Ops Polres Siak, serta sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Siak.

Lomba lari akan dimulai tepat pukul 07.00 Wib, dengan pelepasan rombongan pelari 10 km terlebih dahulu. Selisih satu jam setelahnya, puluhan pelari profesional yang akan bertanding di kategori 21 km akan menyusul dari garis start.

Selain mengikuti lomba lari, peserta juga akan dihibur dengan atraksi gajah binaan Pusat Pelatihan Gajah Riau di Tahura SSH. Sensasi berlari di alam hutan asri yang menantang, dipadu daya tarik kesenian daerah yang akan ditampilkan, ternyata mampu menarik minat peserta hingga ke mancanegara untuk ikut serta dalam lomba trailrun ini.
Baca selengkapnya

Minggu, 13 November 2016

Syamsuar Sambut Kunjungan DMDI

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi Sambut kedatangan Rombongan Delegasi DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam) di Rumah kediaman  Bupati siak  nya Minggu 13 November 2016.
Sebanyak 8 orang dari Rombongan Delegasi DMDI Malaka berkunjung ke Kabupaten Siak. Kehadiran dari Rombongan tersebut disambut langsung oleh Bu
pati Siak Drs H Syamsuar,MS,i yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah,Kadisparpora Hendrisan,Kepala Dinas Perindag Wan Bukhari.tujuan dari kedatangan rombongan Delegasi DMDI Malaka  tersebut sebagai Upaya menjalin serta untuk mempererat tali silaturahmi serta untuk menjalin kerja sama dibidang pariwisata antara Malaka dan Siak.


"Dengan tujuan untuk mempromosikan siak di Malaysia terutama dalam masukan kami nanti nya akan kami buat seperti promosi 1 hari siak yang khusus mempromosikan wisata siak dimalaka.jadi dalam 14 hari kami khusus kan 1 hari setiap bulan nya.hal itu yang disampaikan Tuan Nazary Ahmad selaku ketua Kabiro Kepariwisataan Dunia Melayu Dunia Islam Malaka(DMDI)

"Kita telah dipercayakan oleh Mentri kerajaan malaka untuk mempromosikan wisata malaka,terutama wisata air.
Yang jelas nya kita akan menghubungkan antara siak dan malaka yang terdiri dari dua negara terutama bagi para Wisatawan dengan tujuan untuk memakmurkan ekonomi rakyat,seperti hal nya mempromosikan makanan daerah siak jelas.

"Insyaallah kalau siak mempunyai Potensi Wisata,tentunya kami kan siap membantu untuk mempromosikannya"kata Nazary Ahmad".
 

Dikemukakan juga oleh Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi mengatakan,kami mengharapkan kedepan adanya kerja sama dengan malaka yang jelas dampak nya bisa di rasakan oleh masyarakat.tentu nya kami juga harus banyak belajar dari malaka terutama dalam hal Pariwisata.apa lagi orang Riau paling banyak ke malaka,sebut Dia.
Selain itu,beliau juga menjelaskan,Pemerintah Indonesia khusus nya Kabupaten Siak, juga membuka  Promosi kerja sama seperti Pariwisata.apa lagi seperti malaka lebih berkembang pesat dalam menarik minat wisatawan,tandas nya.

Diakhir acara Bupati Syamsuar yang di dampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H T.Said Hamzah,Kadisparpora Hedrisan,Kadisperindag Wan Bukhari menyerahkan cindera mata kepada Tuan Nazary Ahmad.
Baca selengkapnya

Rabu, 09 November 2016

Waw, kedepannya TDSi akan melibatkan 10 Kabupaten/Kota

Bupati Siak Syamsuar menandatangani MoU   terkait pengembangan Tour de Siak, Destinasi dan Iven-iven Pariwisata di ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau, Rabu (8/11).

Selain Bupati Siak, sebanyak 10 Bupati/Walikota se Riau turut serta menandatangani Nota Kesepahaman Bersama antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Riau tentang Pengembangan Tour de Siak, Destinasi dan Even-even Pariwisata.

Diawal sambutannya Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menuturkan bahwa yang menjadi perbincangan kita kali ini adalah bagaimana caranya kita bisa mensinergikan potensi pariwisata kita.
Melihat Potensi Pariwisata yang ada di Provinsi Riau diperlukan strategi Pengembangan wisata untuk lebih megenalkan Provinsi Riau baik ditingkat Nasional maupun Internasional, tambahnya.

Ia menambahkan bahwa jika ada Kabupaten/Kota yang mempunyai beberapa Ivent besar baik itu Bidang Olahraga, Agama maupun Kesenian yang di selenggarakan setiap tahunnya agar bisa di sinergikan, seperti Tour de Siak, Karena berpayungkan masyarakat ekonomi asean. Kedepan kita upayakan Tour de Siak menambah rute sampai 10 Kabupaten/kota, agar menarik peserta lebih banyak lagi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fahmizal mengatakan kami mengharapkan kerjasama dari Kabupaten/kota untuk bisa meningkatkan Pariwisata yang ada di daerahnya masing-masing.
Ia menerangkan pernambahan rute Tour de Siak, pihaknya sudah berjumpa langsung dengan perwakilan Malaka. Ternyata pihak Malaka memberikan respon positif terhadap rencana ini.

Senada dengan itu Bupati Siak Syamsuar menyampaikan beberapa usulan. Pertama, ia mengharapkan keterlibatan setiap daerah untuk Iven Tour de Siak yang akan berlangsung di daerah mereka. Kedua untuk jadwal iven yang akan berlangsung agar disesuaikan dan ditetapkan tanggalnya karena daerah lain ingin ikut berparstisipasi.

“kedepan kami juga sudah merencanakan akan menggelar lomba sampan tingkat Nasional, nantinya akan disesuaikan dengan pacu jalur dari kuansing, kata Syamsuar.
Setelah dari Kuansing mereka tidak payah pulang dan bisa langsung ke Siak. ini merupakan salah satu cara untuk menarik wisatawan agar betah di daerah kita, jelasnya.

Syamsuar menambahkan agar kita (pemprov Riau) bekerjasama dengan Agen Perjalanan Tour and Travel, karena nantinya mereka akan membantu kita untuk mempromosikan Pariwisata yang ada di daerah kita," pungkasnya.

Selain Kabupaten Siak, pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Daerah dari Pekanbaru, Kuansing, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Pelelawan, Inhu, Bengkalis.
Baca selengkapnya

Jumat, 04 November 2016

Festival HAKI di Riau, Siak siap ikut berpartisipasi

Bupati Siak Syamsuar di dampingi Kepala Inspektorat Kabupaten Siak Faly Wurendarasto menghadiri pertemuan terkait Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Rembug Integritas Nasional (RIN) dan rangkaian festival Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2016 bertempat di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Jumat (04/11/16).

Hadir dalam pertemuan tersebut Gubernur Riau Arsyajuliandi, Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Riau Arlisman agus, Ketua DPRD Provinsi Riau, Bupati dan Walikota se Provinsi Riau, Perwakilan KPK Bidang Pencegahan Anto Ikayadi, Forkompinda, BUMN, BUMD, serta pejabat terkait lainnya.

"Yang penting bagimana menyukseskan kedua iven yang akan dilaksanakan sekaligus di pekanbaru ini. Dan ini merupakan hasil rapat terakhir kami dengan pimpinan KPK dengan mempresentasikan persiapan-persiapan yang ada sekaligus di harapkan presiden untuk melounching aplikasi yg di persiapkan oleh kpk dan juga akan langsung di integrasikan di dalam 34 provinsi serta juga akan diberlakukan secara nasional" kata gubernur di awal sambutannya.

"Tidak hanya itu, Kpk juga akan mendirikan pendidikan anti korupsi, dan ini bukan hanya untuk Pemerintah melainkan juga masyarakat, dan Sebetulnya juga dengan acara HAKI ini kpk sudah memulai mengajak masyarakat mendidik komunitas untuk bagaimana mengelola acara ini dengan transparan dan mencegah anti korupsi" lanjutnya.

Sementara itu Anto menyampaikan, Pemilihan Riau bukan sesuatu yang negatif, melainkan Riau ditunjuk secara aklamasi dan demokrasi. "Riau memiliki banyak pesaing, namun pada akhirnya Riau lah yang terpilih menjadi tuan rumah, suatu kehebatan buat Riau dan dengan semangat itulah kami meyakini Riau akan menjadi lebih baik lagi. Dengan tagline yang sudah ditentukan oleh Gubernur Riau " Ayo riau bergerak untuk indonesia tangguh", kalau riau sudah bergerak maka pergerakan akan mengalir keseluruh penjuru nusantara".

"Ini merupakan kesempatan menunjukkan ke daerah dan lembaga lain bahwa riau sudah berubah dan menjadi lebih baik dari yang lalu. Pada saat kegiatan nanti ini bukan sekedar perayaan melainkan menjadi salah satu ikon wisata di riau dan akan menjadi pesta rakyat melayu yang ada di Riau" lanjutnya.

Ditambahkannya juga bahwa Provinsi Riau merupakan tuan rumah HAKI pertama yang berada di luar pulau Jawa, dan dengan ini kita akan menjadikan Provinsi Riau sebagai contoh positif untuk daerah lainnya dalam pencegahan Korupsi di Indonesia.

Acara Festival HAKI dan RIN akan diselenggarakan tanggal 7 – 10 Desember 2016. Kegiatan HAKI akan melibatkan masyarakat di 12 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau dan juga 33 Provinsi lainnya di Indonesia.

Secara garis besar kegiatannya antara lain Jalan Santai/Kirab, Ekspo dan bazar, Seminar, Jual-beli pantun dan syair, Pagelaran seni budaya, menulis surat (Siswa SD, SLTP dan SLTA ) kepada Gubernur/Presiden, Fotografi. Sementara RIN akan dilakukan dalam bentuk Deklarasi Riau dan Workshop Integritas Anggota DPRD Provinsi Riau.

Dijumpai seusai acara Syamsuar mengatakan bahwa hasil dari pertemuan ini akan disampaikan ke masyarakat Kabupaten Siak ,"Tentunya hasil dari pertemuan ini kita akan sampaikan kepada masyarakat Kabupaten Siak bahwa Riau menjadi tuan rumah untuk perayaan HAKI (Hari Anti Korupsi Internasional) 2016".

"Seperti yang dikatakan tadi bahwa ini merupakan iven besar dengan meliputi seluruh elemen masyarakat di 12 Kabupaten di Provinsi Riau dan 33 Provinsi lainnya, Kita menyambut baik perayaan iven ini dan kita siap ikut berpartisipasi serta meramaikan iven besar ini, dan tentunya kita akan berikan yang terbaik untuk capaian kesuksesan iven ini"pungkasnya.
Baca selengkapnya

Senin, 31 Oktober 2016

Dewan Bandaraya Kuala Lumpur Persatuan Mencegah Dadah malaysia (Pemadam) Kunjungi Kab Siak

Terkait dengan  peran serta pemerintah daerah dalam upaya pencegahan pemberantasan penyelahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di wilayah Kabupaten Siak, sebagaimana tujuan dari pertemuan kali ini, yaitu sebagai  pertukaran informasi terkait penanggulangan kejahatan narkotika dan zat adiktif di daerah.hal itu yang disampaikan Seretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah ketika menghadiri acara Audiensi dan Silaturahmi Dewan Bandaraya Kuala Lumpur Persatuan Mencegah Dadah malaysia(Pemadam) bertempat di Gedung Tengku Mahratu Senin 31 Oktober 2016.

Untuk Daerah Kabupaten Siak sendiri, secara geografis terletak pada lokasi yang amat strategis, yaitu berada pada jantung Provinsi Riau,letak Kabupaten Siak berdekatan dengan selat Melaka yang dikenal sebagai jalur lalu lintas terpadat didunia, yang menjadi growth triangle atau segitiga pertumbuhan tiga negara, Indonesia, Malaysia dan Singapura.untuk itu Kedudukan Badan Narkotika Kabupaten Siak, ialah sebagai lembaga non struktural yang berada dibawah koordinasi, sekaligus bertanggung jawab langsung kepada Bupati dan Walikota. Tugasnya antara lain mengkoordinir perangkat daerah dan instansi perintah daerah dalam rangka mengimplementasikan P4GN.

Dewan bandaraya Kuala lumpur H Zaharudin bin Datuk Basiron setia usaha kehormat pemadam kuala lumpur Persatuan Mencegah Dadah malaysia mengatakan kami hadir sebanyak42 orang rombongan dari Malaysia.tentunya kami mengucapkan terimakasih telah disambut begitu dikagumi terang nya.

Dikatakan oleh H Zaharudin,isu dadah yang di indonesia disebut sebagai Narkoba  ini adalah isu yang paling rumit,untuk itu hal yang kita lakukan  harus berupaya untuk bersama sama memberantas nya.pemadam rengkap wilayah merupakan suatu perkara serius guna memperkuatkan jiwa muda serta mempelajari daerah khusus nya daerah riau yang kami tuju.selain itu sebagai untuk menjalin hubungan kehasrmonisan serumpun melayu malaysia dan indonesia.

"Kami mengucapkan terimaksaih kepada Pemkab Siak,terutama kekaguman kami pada peninggalah sejarah,kami bersyukur bisa berada disini sesuai dengan program yang kami laksanakan,usai dari ini kami akan bertolak ke pekanbaru dengan tujuan yang sama untuk mencari langkah langkah sebagai upaya mencari serta memberantas isu isu dadah yang bisa merusak bangsa.terang nya".

Dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah menjelaskan secara singkat tentang sejarah kerajaan siak kepada rombongan yang hadir.apa lagi para rombongan telah mebyempatkan diri untuk singgah ke Istana Aserraya El Hasyimiah yang juga merupakan bukti peninggalan sejarah melayu siak.

Selain itu dikatakan oleh Drs H Tengku Said Hamzah,BNK juga berperan membentuk satuan tugas sesuai kebijakan operasional BNN yang terdiri atas untur perangkat daerah dan instansi daerah sesuai tugas, fungsi, dan wewenang masing-masing.

Beberapa fungsi Badan Narkotika Kabupaten Siak diantaranya, pengkoordinasian perangkat daerah dan instansi daerah, oengoperasian satgas, pelaksanaan pemutusan jaringan peredaran gelap narkoba, psikotripika, prekusir dan bahan adiktif lainnya melalui satgas, serta pengembangan sistem informasi sesuai kebijakan BNN.

Dijelas kan oleh nya,Dalam mengatasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kabupaten Siak, Pemerintah Daerah, Badan Narkotika Kabupaten dan jajarab Polres Siak terus melaksanakan berbagai upaya, baik bersifat refresif melalui penegakan tindakan hukum, maupun melalui upaya yang bersifat preventif melalui penyuluhan kepada masyarakat umum dan pelajar. Dalam strategi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba ini, jajaran kepolisian dan BNK telah menyelesaikan 48 kasus dengan 75 orang tersangka sepanjang tahun 2013, 49 kasus dengan 79 orang tersangka pada tahun 2014, dan 67 kasus dengan 111 orang tersangka pada tahun 2015.

faktor kerawanan wilayah yang dimanfaatkan oleh mafia dan gembong penyelelundup narkoba. Diantaranya kawasan ini memiliki jalur laut  dan darat yang rawan digunakan untuk menyelundupkan narkoba. Selain itu kawasan ini juga memiliki wilayah pesisir pantai yang luas, sehingga kerap dijadikan jalur tikus penyelundupan narkoba karena berdekatan dengan perairan internasional.

terdapat beberapa pintu yang biasa dipergunakan sebagai  jalur tikus penyelundupan narkoba di Provinsi Riau. Untuk jalur rawan shabu-shabu dan dan ekstasi, umumnya masuk lewat jalur bengkalis dan seterusnya ke Kebupaten Siak. Hal ini membuat Kabupaten Siak berada pada kategori kuning dengan status menengah, sehingga perlu segera diwaspadai agar jangan sampai terjadi peningkatan status.

Bagi pencandu dan pelaku penyalahgunaan narkoba, BNK, BNN dan Dinas Sosial juga melakukan upaya rehabilitasi dengan mengirimkan pecandu ke pusat rehabilitasi narkoba di Lido Bogor, maupun ke RSJ Tampan. dalam kurun tahun 2013-2015, 6 orang pecandu telah dikirim untuk menjalani rehabilitasi pungkas nya.

Diahir acara dilakukannya penyerahan cindera mata oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah Kepada H Zaharudin selaku ketua rombongan Pemadam.
Baca selengkapnya

Kamis, 27 Oktober 2016

Disambut Misnarni Syamsuar Saat Melancong ke Kota Istana, Rahayu Ingin Dirikan DPC APJI di Kabupaten Siak

Sebagai daerah tujuan wisata di Provinsi Riau, Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Rahayu Setiowati bersama rombongan mengunjungi Kota Istana, Siak Sri Indrapura, Kamis (27/10/2016).

Kedatangan rombongan APJI yang baru saja menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pekanbaru langsung disambut Ketua TP PKK Kabupaten Siak Misnarni Syamsuar di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Siak.

"Kami sangat menyambut baik dan berterima kasih atas kunjungan para tamu APJI, dengan kunjungan ini bisa melihat produk asli daerah kita dan produk yang kita miliki ini tentunya dapat pula dijadikan contoh untuk daerah lain," kata istri Bupati Siak ini

Sementara itu, Ketua Umum DPP APJI Rahayu Setiowati mengaku senang bisa sampai ke Kota Istana. Dia juga menjelaskan kegiatan yang baru saja dilaksanakan di Kota Pekanbaru, dimana mengemas 350 menu yang terbuat dari bahan sagu.

"Sagu ini kan bisa juga pengganti beras. Bagaimana kita mampu mengolah agar makanan dari sagu ini disukai masyarakat dan bisa juga kita promosikan di luar negeri," sebutnya

"Selain sagu, tentunya kita juga mencari makanan khas Riau lainnya yang bisa dipromosikan ke luar negeri. Saya optimis masih banyak menu makanan yang sangat menarik di Riau ini, khususnya di Siak," ujarnya.

Rahuyu berkeinginan, ke depan hendaknya mendirikan pengurus DPC APJI di Kabupaten Siak ini, sehingga produk-produk daerah dengan mudah dipromosikan.

"Saya ingin sekali ada DPC APJI di sini. Tentunya kita harapkan juga dukungan dari ibu Misnarni," ujarnya

Usai bersilaturahmi dengan istri Bupati, kemudian rombongan mengunjungi Istana Siak. Di sini, Rahayu begitu terkagum-kagum dengan peninggalan kerajaan Siak yang masih terjaga dengan baik. Misnarni pun menjelaskan setiap pertanyaan yang diberikan Rahayu berserta rombongan terkait peninggalan-peninggalan kerajaan yang berada di Istana Siak. 


Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system