Tampilkan postingan dengan label sosial masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial masyarakat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2016

Ghatib Beranyut di Sugai Jantan

Pemerintah Kabupaten Siak bekerjasama dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Siak serta Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Siak menggelar acara Ghatib Beranyut, sebagai agenda kegiatan tahunan, untuk membangkitkan kembali budaya asli Siak, kegiatan digelar Jumat malam (18/11/16) dimulai pukul 19.30 WIB, Ba’da Isya.
Dalam kegiatan tahunan yang bernuansa Islami tersebut, hadir juga Ketua Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau Kabupaten Siak Zulkifli, Forkompinda Kabupaten Siak, Dewan Pengurus Lembaga Adat Melayu Kabupaten Siak, Pejabat Lingkungan Kabupaten Siak, beserta para tokoh Agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Siak.

Ketua Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau Kabupaten Siak Zulkifli mengajak masyarakat untuk khusyuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan syarat dan rukunnya.

"Marilah kita suluh dan cuci negeri ini dari berbagai yang tidak senonoh dan segala yang tidak patut," ujar Zulkifli.

Sementara itu Syamsuar mengatakan bahwa kegiatan religi ini tentunya sangat bermakna, terutama dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan diri kepada Allah SWT.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan agama, sakral, dan religius, karena bukan sembarangan kita beranyut melainkan berzikir kepada Allah SWT," ucap Syamsuar.

"Semoga apa yang kita hajatkan ini, Negeri kita terhindar dari segala musibah dan dijauhkan dari marabahaya, dan semoga juga masyarakat diberi kemurahan rezeky, cucuran rahmat, nikmat, serta disayangi Allah SWT," lanjutnya.

Pada kegiatan Ghatib beranyut kali ini, para peserta yang mengikuti doa dan zikir bersama, di atas sungai Siak tersebut menggunakan Ferry besar Belantik, yang dimulai dari Pelabuhan LASDAP menuju arah ke Belantik.

Ghatib beranyut adalah kegiatan zikir yang dilakukan di atas perahu, dan seiring derasnya arus sungai Siak membuat perahu hanyut. Istilah Ghatib beranyut merupakan kalimat dari dua unsur kata, Ghatib merupakan orang alim bersama rombongan hanyut di atas perahu. Kegiatan Ghatib beranyut diikuti sejulah jamaah Masjid dan Mushalla serta warga Muslim Kabupaten Siak. Selama kegiatan doa dan zikir didengungkan di tengah Sungai.
Baca selengkapnya

Syamsuar Tinjau kemah pengungsian

Usai membuka upacara kegiatan lomba sempena HUT 71 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tahun 2016, Bupati Siak Syamsuar langsung meninjau tenda pengungsian korban banjir yang berlokasi di Kampung Tuah Indrapura Kecamatan Bungaraya, Jumat (18/11) petang kemarin.

Syamsuar yang saat itu ditemani oleh ketua DPRD Siak Indra Gunawan langsung menyapa para warga sambil memberikan rasa simpati. Pada kesempatan itu Syamsuar juga memberikan bantuan berupa, telur dan bahan sembako lainnya.

Ia mengajak warga yang terkena musibah agar selalu berdoa dan memperkuat iman dalam menghadapi cobaan ini. Selain itu ia pun mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan, apalagi anak-anak kecil yang rentan terhadap penyakit.

Dilain sisi, salah seorang pengungsi Sudarni mengaku sangat senang atas kunjungan dari petinggi negeri ini. Ia beserta kawan-kawannya berharap kepada pihak Pemerintah agar segera mengupayakan agar air bisa kembali surut.

"Kami sudah tiga hari disini, rumah kami di dusun Kolam Hijau Kampung Buantan Besar terendam air. Meskipun kami tidur dalam satu tenda tapi paling nggak, ada tempat untuk kami berteduh” ujarnya.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB dikarenakan curah hujan diatas normal dan mengakibatkan tanggul miliki PT TKWL jebol. Akibatnya rumah warga yang berlokasi di RT 03/ RW 002 Dusun Kolam Hijau terendam air.

Sebelumnya Badan Penangulangan Bencana Daerah kabupaten Siak, Camat, Dinas Sosial, Asisten I Setdakab Fauzi Asni, dan pihak kepolisaan sudah datang ke lokasi pegungsian untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir pada Kamis kemarin (17/11).

Sebanyak 207 jiwa dari 57 keluarga warga Dusun Kolam Hijau terdiri dari Balita sebanyak 35 orang, anak-anak dan remaja 61 orang remaja 97 orang, ibu hamil 3 orang dan lansia sebanyak 11 orang tinggal disana.
Baca selengkapnya

Siak Optimis bisa jadi Kota Pusaka

Bupati Siak Syamsuar optimis bisa menjadikan daerah setempat masuk dalam kategori kota pusaka dunia karena memiliki cagar budaya dan peninggalan sejarah yang ada terpelihara dengan baik.
"Saat ini kami sudah masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Jadi ada organisasi yang menghimpun semua daerah yang memiliki nilai sejarah," kata Bupati Siak Syamsuar usai menyambut rombongan Roadshow Pekansikawan, Jumat (18/11) di ruang Sri Indrapura.

Dia mengatakan, Siak memiliki peninggalan-peninggalan sejarah seperti pada masa penjajahan Belanda dan punya Istana Siak, dan beberapa peninggalan lainnya yang dijadikan sebagai cagar budaya.
"Kedepan ini kami akan berupaya menjadikan Siak sebagai kota pusaka dunia. Itulah yang akan mempunyai nilai jual dalam rangka meningkatkan pariwisata Siak," ucapnya.

Dia berharap program Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan (Pekansikawan) mampu membuat pariwisata kabupaten Siak semakin terangkat dan jadi sektor unggulan. 

"Harapan kami melalui Pekansikawan, potensi inilah kami harapkan bisa menjadi panduan kerjasamakan terutama dibidang pariwisata," katanya lagi.

Lebih lanjut dia katakan, jika berbicara soal pariwisata berarti terkait dengan infrastruktur, perhubungan, listrik, air bersih, serta yang lainnya sebagai sarana dan prasana pendukung untuk menjadikan industri wisata jadi andalan Riau.

"Bagaiamanapun caranya, jika pariwisata tidak didukung oleh infrastruktur maka tidak akan berkembang. Apapun itu potensi yang ada di daerah jika tidak ada dukungan infrastruktur maka orang tidak akan mau datang berkunjung. Itulah yang akan kami kembangkan disini,"paparnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Siak masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia pada Seminar Internasional dan Rapat Kerja Nasional JKPI V di Kota Banda Aceh, tanggal 10 Mei 2016 lalu. Menjadi daerah urutan ke-54 dari 58 kabupaten/kota yang tergabung.

Masih kata Syamsuar, masuknya kabupaten Siak dalam JKPI akan memberikan peluang strategis pada daerah setempat untuk diakui oleh UNESCO sebagai salah satu kota warisan dunia melalui dukungan pemerintah Indonesia.
Baca selengkapnya

Suryono petani ber omzet 15 juta per bulan

Bupati Siak Syamsuar, Jum’at (18/11) menerima kunjungan Suryono petani sukses asal Tualang yang diundang ke Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB di Marrakesh, Maroko. Saat itu Suryono tidak sendirian ia ditemani Aep Mahmudin Humas Distrik Minas Raso Kuning PT Arara Abadi bersama empat orang stafnya.

Syamsuar yang saat itu didampingi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Robiati mengaku bangga atas keberhasilan dan kegigihan dari petani tersebut. “Saya merasa bangga atas keberhasilan Pak Suryono. Inikan aneh ya, disaat orang-orang menanam sawit ia malah beralih menanam sayuran,” canda Syam.
Bupati dengan senyum khasnya meminta agar Suryono bisa membagi ilmu dan pengalamannya kepada petani lain. Mudah-mudahan banyak petani sawit kita yang berangsur-angsur menanam sayuran, harapnya.

Bertani atau berkebun lanjutnya, bisa dijadikan andalan untuk memberdayakan perekonomian keluarga. Ia juga meminta agar masyarakat tidak merasa malu menjadi petani, walaupun sekedar bercocok tanam di pekarangan rumah.

Suryono pria 41 tahun saat dijumpai menceritakan perihal dirinya bisa diundang mengikuti acara KTT Perubahan Iklim 2016 di Maroko tersebut.

“Jujur saya bangga dan bersyukur jadi orang Indonesia, karena kita diberi tanah yang subur tidak seperti di Maroko yang tandus,” sebut dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan kenapa ia beralih dari petani sawit ke petani holtikultura. Tanaman hortikultura jauh lebih gampang dibanding sawit, karena para petani bisa menggarap lahan yang sama hingga berkali-kali panen tanpa perlu membuka lahan baru.
Karena itu, Suryono mulai menaman beberapa jenis sayuran antara lain kangkung, bayam, cabai, melon, semangka, kacang panjang, timun, pepaya dan jagung.

Sawit memang telah menjadi sumber penghasilan mayoritas warga di Dusun Sukajaya, Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Namun dengan kerja keras dan ketekunan, Suryono mampu membalikkan persepsi umum masyarakat kampungnya.

“Sayur bayam menjadi andalan saya. Dengan lahan ½ hektar, sayur ini bisa menghasilkan 15 juta rupiah per bulan. Waktu itu 1 hektar lahan sawit saya hanya menghasilkan Rp 2-3 juta per bulan saja,” akunya.

Sementara itu Aep Mahmudin Humas PT Arara Abadi mengatakan, program yang kami jalankan adalah Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang kita gulirkan di Desa Pinang Sebatang Barat kecamatan Tualang. Bantuannya berupa budidaya Sapi, Kambing, Perikanan dan budidaya tanaman holtikultura.

Dana yang kami gulirkan sebesar 229 juta rupiah untuk desa-desa binaan kami, yang selanjutnya akan di berikan kepada petani-petani dan peternak lainnya. Sehingga dana yang kami kucurkan tersebut dapat berkembang lagi. Dan Hasil tanaman holtikultura dari para petani tersebut kita bantu untuk memasarkannya, jelasnya.

Cerita Suryono:

Karena keberhasilannya, Suryono akhirnya diakui oleh Pemerintah Kabupaten Siak melalui penghargaan Adikarya Pangan Nusantara 2015, dan Petani Terbaik Siak Bidang Hortikultura 2016. 

Keberhasilan Suryono kini dianggap menjadi inspirasi bagi petani lain, sehingga membawanya untuk menghadiri KTT PBB Perubahan Iklim (COP-22) di Marrakesh, Maroko, pada 7-18 November 2016.

Suryono yang aktif kegiatan Progam Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di daerahnya. Progam dari DMPA tersebut bertujuan adalah untuk praktik pertanian yang berjalan beriringan dengan konservasi lingkungan, meliputi hutan alam dan Hutan Tanaman Industri (HTI), termasuk pencegahan kebakaran hutan melalui peran aktif komunitas lokal.

“Mungkin dengan beralih dari petani sawit ke tanaman holtikulutura ini saya di undang ke Maroko,” karena selain bertani saya juga menjaga kelestarian lingkungan sekitar,” akunya polos.
"kemudian dari DMPA tersebut saya dapat bantuan alat berat untuk bikin embung air, pembuatan infrastruktur jalan ke kebun sampai membantu kami untuk memasarkan hasil panen tersebut," tutur Suryono.
Baca selengkapnya

Senin, 14 November 2016

Budayakan Hidup Sehat mulai dari Keluarga Kita

Bupati Siak Syamsuar pimpin acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 52 tahun 2016, bertempat di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Senin (12/11/16).

Sebagaimana diketahui bahwa tanggal 12 November merupakan Hari Kesehatan Nasional yang diselenggarakan setiap tahunnya dan untuk Hari Kesehatan Nasional (HKS) ke-52 tahun 2016 ini mengambil tema “Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat”.

Senada dengan Tema HKN ke-52 tahun 2016 itu, Bupati Siak Syamsuar yang membacakan langsung Sambutan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Farid Moeloek mengatakan  untuk membangkitkan kembali pesan-pesan kesehatan bahwa sehat itu harus dijaga, bergaya hidup sehat, berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional. Sehingga nantinya, akan terbangun kemandirian masyarakat yang sadar akan kesehatan untuk mencapai Indonesia Kuat”.

Pada saat ini, Indonesia tengah menghadapi Tantangan kesehatan berupa triple burden, yaitu masih tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular dan muncul kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi.

Menurut Global Burden of Disease 2010 dan Health Sector Review 2014, kematian yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular, yaitu Stroke menduduki peringkat pertama. Dengan demikian, trend ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup di masyarakat.”Tambahnya.

Selian itu, Beliau juga menjelaskan bahwa pada tanggal 15 November mendatang, Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo akan meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau disingkat dengan GERMAS. Yaitu suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Tujuan GERMAS ini, agar masyarakat berperilaku sehat, sehingga diharapkan berdampak pada kesehatan yang terjaga, terciptanya lingkungan yang bersih, sehingga jika dalam kondisi sehat, produktivitas masyarakat meningkat dan biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk berobat akan berkurang, dengan cara melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban”. ucap Datuk Setia Amanah itu dalam menyampaikan Sambutan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Diakhir sambutannya, Syamsuar mengharapkan Kepada seluruh jajaran kesahatan, termasuk Para Camat dan Penghulu agar dapat membantu mensukseskan Program Siak sebagai Kabupaten Sehat.

Dalam acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ini, juga diadakan Deklarasi Stop Buang Air Besar yang diikuti oleh beberapa Kecamatan dan Kampung yang ada di Kabupaten Siak.

Deklarasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan kebiasaan, bahaya dan manfaat buang air besar di jamban serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berprilaku hidup sehat dan hidup bersih.

Kampung yang mengikuti Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan, untuk Kecamatan Dayun, Kampung Lubuk Tilan, Kampung Dayun, Kampung Sawit Permai, Kampung Suka Mulya, Kampung Sialang Sakti, Kampung Teluk Merbau, Kampung Merangkai, Kampung Berumbung Baru, Kampung Buana Makmur, Kampung Banjar Seminai, Kampung Pangkalan Makmur.

Selain di Kecamatan Dayun, ada beberapa Kampung lain yang mengikuti Deklarasi ini seperti Kampung Tasik Seminai, Kampung Keranji Guguh yang ada Kecamatan Koto Gasip. Kemudian Kampung Seminai, Kampung Buantan Baru yang ada di Kecamatan Kerinci Kanan, Kemudian Kampung Sri Gading, Kampung Rawang Kao Barat yang berada di Kecamatan Lubuk Dalam.

Diakhir acara, Bupati Siak berkesempatan memberikan penghargaan kepada Kecamatan Koto Gasib Atas Paritsipasi Pembinaan terhadap Kinerja Posyandu, Desa Siaga Aktif, PHBS dan Toga, Kecamatan Dayun atas Prestasinya Stop Buang Air Besar Sembarangan tahun 2016, UPTD Puskesmas Kecamatan Koto Gasip atas Prestasi Juara pertama Lomba Tanaman Toga tingkat Kabupaten Siak dan Juara dua Tingkat Provinsi Riau tahun 2016, Posyandu Nurati Satu Kampung Tasik Seminai Kecamatan Koto Gasib atas Prestasinya Juara satu Lomba Posyandu tingkat Kabupaten dan Provinsi tahun 2016, Kampung Tasik Seminai Kecamatan Koto Gasib sebagai Juara dua dalam Penilaian Lomba Desa Siaga tingkat Provinsi Riau tahun 2016 dan Ibu Rianti sebagai Kader Posyandu masa bakti lebih dari 20 tahun di Kabupaten Siak.
Baca selengkapnya

Kamis, 10 November 2016

Curah Hujan Tinggi, Akibatkan Banjir dan Jalan Rusak.

Tingginya curah hujan akhir-akhir ini di Kabupaten Siak, telah memicu banjir dan kerusakan jalan disejumlah tempat. Untuk merespon kondisi tersebut, Bupati Siak Syamsuar Kamis Pagi (10/11/16), meninjau sejumlah lokasi banjir dan jalan rusak yang menjadi keluhan warga.
Usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2016, Ditemani Kepala Dinas Tata Ruang Cipta Karya Irving Kahar dan Camat Siak Wan Syaiful, Bupati Syamsuar bertolak kejalan Meranti Kelurahan Kampung Rempak Siak Sri Indrapura.  Disana, ia meninjau kawasan yang baru dibuka menjadi pemukiman itu dan menanyakan status lahan yang dijadikan jalan oleh beberapa warga yang bermukim.
“Ada keluhan dari warga kita tentang jalan yang rusak di Kota Siak. Paling tidak, jalan kita ratakan dulu agar tidak becek dan berkubang, kasihan warga” kata dia.

Untuk itu kepada camat, dia meminta untuk secepatnya mencari tahu status lahan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Kepala Dinas Tata Ruang Cipta Karya untuk selanjutnya ditindaklanjuti. “Kumpulkan Pak RT, tanyakan riwayat perihal jalan ini. Kalau sifatnya hibah, kumpulkan surat-suratnya” perintah Syamsuar.
Menurut Irving Kahar, kalau status lahan jelas, pihaknya akan segera membersihkan dan meratakan jalan agar lebih layak dipergunakan warga. “InsyaAllah kita kliring sampai ujung pemukiman sana, supaya jangan berair-air lagi” jelasnya.
Usai meninjau Kampung Rempak, rombongan bergegas meluncur ke Kecamatan Koto Gasib. Disana Camat Koto Gasib Syafrizal bersama upika menanti Syamsuar untuk meninjau banjir yang tengah melanda sejumlah pemukiman warga, persis dipinggiran jalan lintas depan Surau Suluk Tarekat Naqsabandiyah Kampung Pangkalan Pisang.
Sekitar 15 menit berdialog dengan warga, Syamsuar dan rombongan yang tengah meninjau menemukan penyebab meluapnya anak Sungai Buatan yang menjadi penyebab Banjir. Tepat diperbatasan kampung Buatan II – Pangkalan Pisang, gorong-gorong yang ada tidak mampu menampung debit air yang melimpah dikarenakan tingginya curah hujan. Selain itu, disekitar anak sungai juga telah terjadi penyempitan.
“Sungai Siak ini sepanjang riwayat yang kita tahu, selalu pasang surut dan tak pernah meluap. Kalau banjir begini, pasti ada yang salah dengan kondisi anak sungai” ujar salah seorang warga pada Syam.

Menyikapi usulan warga tersebut, orang nomor satu Negeri Istana itu segera mencari solusi agar banjir yang merendam rumah warga segera tertangani.

“Anak Sungai perlu kita normalisasi lagi, turunkan alat berat kita. Biar cepat kelar kita minta perusahaan sekitar untuk membantu menurunkan alat berat, target kita hari ini tuntas” perintah Syamsuar pada Kadis Tarcip dan Camat. Bahkan, Syamsuar tampak langsung menelpon salah satu petinggi di manajemen perusahaan dimaksud agar langsung turun membantu.
"Jangan lupa tanaman pandan duri yang ada dipindahkan supaya tak mati, tanaman itu mulai langka dan susah kita jumpai" pesan Syamsuar sebelum beranjak kembali kekantor.
Baca selengkapnya

Senin, 07 November 2016

Siak siap menjadi Kabupaten sehat

Bupati Siak Syamsuar pimpin Rapat serta Sosialisasi Pembentukan Tim Pembina Kabupaten Sehat yang dilaksanakan di ruang Pucuk Rebung kantor Bupati Siak, Senin (07/11) pagi. Turut hadir Wakil Bupati Siak Alfedri, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Tengku Said Hamzah dan diikuti oleh sejumlah pimpinan SKPD yang terkait.

Syamsuar menyebutkan dalam rangka untuk mewujudkan Indonesia sehat banyak melibatkan masyarakat, itu berkaitan dengan petemuan di Padang pada beberapa waktu yang lalu.

“Selain itu, kami melihat sebagian besar dilaksanakan baru setingkat kota. Jadi untuk kabupaten belum ada, untuk itu dikarenakan program pemerintah Indonesia sehat, kita ingin apa yang telah dibuat bisa mengacu pada indikator Indonesia sehat,” sebutnya.

Ia berharap kegiatan ini digerakan oleh masyarakat sedangkan pemerintah hanya sebagai pendukung  serta memfasilitasi. Kalau ini bisa terlaksana lanjutnya, maka masyarakat akan merasa nyaman hidup di siak ini. Selain itu kami juga akan mendirikan 5 (lima) rumah sakit tipe D untuk tahun depan, antara lain di Kandis, Perawang, Sungai Apit, Lubuk Dalam dan Kerinci Kanan.

"Ini sangat perlu kita laksanakan, sebab kita ingin rakyat sehat, dan akan menjadi rakyat yang berkualitas. Untuk itu kita harus merubah sistem pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tegas Syamsuar penuh semangat.

Saya berharap agar ini bisa dengan segera di sosialisasikan baik kepada masyarakat maupun kepada sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Siak ini dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama, agar semuanya bisa terlaksana dengan sukses untuk Kabupaten Siak yang sehat,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Tony Chandra mengatakan Kabupaten Sehat adalah suatu lokasi dimana kabupaten berada dalam bersih aman nyaman dan sehat, yang dihuni oleh masyarakat. Hal ini bisa terwujud atas integrasi beberapa pihak yang dilaksanakan atas keinginan masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah.

Turut hadir Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Siak Muharrom, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Fauzi Asni, Asisten Perekonomian Pembangunan Syafrilenti, Asisten Administrasi Umum Jamaluddin serta Kepala Kantor.
Baca selengkapnya

Minggu, 06 November 2016

Syamsuar : Kepercayaan Kunci Utamanya.

Bupati Siak Syamsuar hadiri acara Koperasi Karyawan (Kopkar) Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Expo yang digelar di lapangan basket KPR Perawang Kecamatan Tualang, Minggu (6/11/16).


“Acara ini diselenggarakan dalam rangkat Hari Ulang Tahun Kopkar IKPP yang ke 21 serta meningkatkan tali silaturahmi antara ketua, pengawas, pengurus, karyawan, anggota koperasi dan masyarakat sekitar” ucap pengurus Kopkar IKPP Piving Arianto dengan Semangat.


acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan PT. Capella Medan (Daihatsu), Adira Finance dan Tribune Pekanbaru.


Lanjut, iya juga mengatakan bahwa Alhamdulilah ketika Hari Koperasi Nasional ke-69 Tingkat Provinsi Riau yang diselenggarakan di Kabupaten Siak Agustus lalu, Kopkar IKPP kita mendapatkan penghargaan sebagai koperasi yang mempunyai omset terbesar di Kabupaten Siak.


“Semoga dengan adanya koperasi ini, dapat meninggkatkan kesejahteraan Anggota Koperasi serta masyarakat sekitar. Dan juga dapat membantu program-program Pemerintah untuk pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Siak” tutup Piving.


Senada dengan hal itu, Bupati Siak menjelaskan bahwa Koperasi Karyawan IKPP ini bisa menjadi contoh bagi Koperasi Karyawan lainnya yang ada di Kabupaten Siak.


“Kalaulah kita ingin menjadi yang terbaik dan bahan contoh bagi Kopkar yang lainnya, kita harus terus melakukan yang terbaik dari segi apa pun baik itu Management, segi Keterbukaan termasuk segi Kesejahteraan bagi para anggota koperasi. ” pesan Datuk Setia Amanah itu.


Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa semuanya tergantung kepada kepercayaan anggota koperasi kepada pengurus kiranya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.


“jangankan lima puluh ribu rupiah, seribu rupiah pun tak akan mau orang memberi kalau sudah tidak percaya kepada kita” tegas Syam sambil tersenyum.


Diakhir sambutannya, Syamsuar juga mengharapkan semoga dengan adanya Kepercayaan, Pengelolaan Koperasi yang baik dll, Koperasi ini bisa menjadi panutan bukan hanya untuk Koperasi Karyawan saja tapi juga untuk Koperasi yang lainnya yang ada di Kabupaten Siak bahkan untuk Koperasi yang ada di Provinsi Riau.


Acara ini diawali dengan Jalan Santai dan dilanjutkan dengan senam sehat serta dimeriahkan dengan diadakannya perlombaan seperti Lomba Mewarnai untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Lomba memasak untuk ibu-ibu.


Selain Bupati Siak, acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Siak Indra Gunawan, Camat Tualang Zulkifli serta Pengurus Kopkar IKPP serta para peserta yang terdiri dari masyarakat dan anak-anak.
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system