Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2016

Riau Trailrun Race 2016 berlangsung Sukses

Ajang lomba lari Riau Trailrun Race 2016 berlangsung meriah dengan beragam atraksi. Iven yang ditaja komunitas Trail Runner Pekanbaru di Taman Hutan Rakyat Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), Minggu pagi (20/11/16) itu turut dihadiri Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman dan Wabup Siak Alfedri. Gubernur dan Wabup, berkesempatan melepas para peserta di garis finish dengan dua kategori, masing-masing 10 dan 21 kilometer.

Sebelum dilepas, peserta lomba kategori 10 kilometer asal Malaysia Sharrin Sidek, mendapatkan kehormatan pengalungan rangkaian bunga oleh Robinson dan Ngatini, dua gajah terlatih asal Pusat Pelatihan Gajah Riau yang berlokasi di Tahura SSH itu.

Gubri Andi Rahman dan Wabup Alfedri tampak sempat bercengkrama dengan peserta dari negeri Jiran itu. “Besok kalau ada iven ini lagi, datang lagi ya” kata Gubri. Sedangkan Wagub Alfedri sempat menanyakan kota asal Shahrin, “Malaysianya dari kota mana?” tanya Alfedri. Kepada Wabup, Shahrin lalu menjelaskan ia sengaja datang dari Kuala Lumpur untuk mengikuti perlombaan unik ini. Selain Shahrin, sejumlah peserta berkewarganegaraan asing lain juga mengikuti ajang lomba lari lintas alam ini, diantaranya dari Kenya,New Zealand, Malaysia, dan Australia.

Tepat pukul 07.00 Wib, selepas Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, 50 orang peserta kategori lomba 21 km dilepas perdana oleh Gubri Andi Rahman. “Terimakasih atas partisipasi peserta semuanya, jangan lupa bulan depan ada iven marathon 10 K di Siak Sri Indrapura. Jangan lupa hadir ya, kalau kesulitan kendaraan beritahu saya, nanti disiapkan bus dari Pemprov” sebut Andi yang disambut gemuruh tepuk tangan peserta.

Beberapa waktu kemudian, giliran Wabup Alfedri melepas ratusan peserta kategori 10 km digaris start. Sebelumnya, peserta sempat dihibur atraksi pencak silat dari perguruan Perisai Diri, dan atraksi gajah.

Setelah lebih kurang dua jam berlari, akhirnya satu-persatu peserta tiba di garis finish. Samson Karega Kamau berhasil finish perdana dengan meninggalkan jauh peserta kategori 21 km lainnya. Barulah sekitar 15 menit kemudian, M.Rozi dan Masri finish dengan posisi masing-masing di urutan 2 dan 3.

“Ini kali pertama saya ke Indonesia dan kegiatan ini jadi iven pertama saya setelah tiba dua minggu yang lalu. Saya sempat belajar bahasa Indonesia dari smartphone, dan kebetulan tahu ada iven ini dari situs internet. Setelah ini saya akan ke Surabaya untuk mengikuti iven yang sama” terang lelaki 24 tahun ini.

Dari pantauan, meskipun hujan sempat turun cukup deras hampir disepanjang perlombaan, para peserta tampak sangat antusias dan gembira mengikuti perlombaan. Beberapa diantara mereka bahkan sengaja melakukan selebrasi bersama rekan saat tiba digaris finish. Masing-masing peserta, larut dalam kegembiraan dan selebrasi bergaya unik.

Diakhir kegiatan, Wabup Alfedri dan Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Siak Dr.Toni menyerahkan hadiah secara simbolis pada para pemenang. Dikategori wanita 21 km, Tiana Daulay, Meri Deslima dan Reflesia Novlina berhasil meraih tiga besar. Sementara dikategori 10 km, dua pelajar dari Kabupaten Siak atas nama Zidane asal Sabak Auh dan Radius Aruan asal Suak Lanjut berhasil meraih peringkat satu dan dua.
Baca selengkapnya

Senin, 14 November 2016

Siap-siap, Ada Riau Trailrun Race di Tahura

Sekitar 600 pelari akan adu cepat di lintasan alam Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), di Minas Minggu 20 November mendatang. Peserta yang datang dari 6 negara ini akan menjajal areal yang terkenal sebagai pusat pelatihan gajah Provinsi Riau, dalam iven Riautrailrun Race (RTR) yang ditaja komunitas Trailrunner Pekanbaru bersama Pemkab Siak.

Rencananya, perlombaan yang melibatkan pelari dari beragam latarbelakang profesi itu dibagi menjadi dua kategori. Kategori 10 Kilometer akan melibatkan 300 pelajar dan 250 peserta umum, sementara kategori 21 Kilometer akan melibatkan 50 peserta dari Indonesia, Kenya, Malaysia, Australia, dan New Zealand.

“Kita ingin turut memperkenalkan Tahura SSH sebagai salah satu ecotourism, sebagai salah satu kekayaan Riau yang masih amat terjaga” kata Erick, penanggungjawab iven saat gelar ekspos bersama Pemkab Siak.

“Sebelumnya, kita sudah pernah laksanakan iven serupa di Danau Buatan Limbungan, tapi dengan skala iven baru sekitaran kota. Kali ini kita surprise karena animo peserta luar biasa bahkan sampai kemancanegara” ujar dokter yang hobi berlari ini.

Erick menjelaskan, target peserta yang dipasang panitia hanya berkisar 500 peserta, namun hingga jelang penutupan registrasi, panitia terpaksa menambah kuota untuk mengakomodir minat pendaftar.

Sementara itu Bupati Siak Syamsuar, mengaku senang dengan pelaksanaan iven unik ini. Orang nomor satu Negeri Istana ini bahkan berancang-ancang untuk menjadikan iven ini sebagai ikon baru sporttourism di Kabupaten Siak.

“Karena ini pertama kali, kita harus memberikan yang terbaik bagi peserta. Kita ingin jadikan iven ini ikon baru Riau. Kita juga akan promosikan hingga Melaka karena kita ada hubungan kerjasama promosi wisata, supaya kedepan makin banyak peserta mancanegara ikut serta” terang Syamsuar saat memimpin rapat persiapan RTR di Siak Sri Indrapura (14/11/16). Turut hadir dalam rapat itu panitia RTR, Kabag Ops Polres Siak, serta sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Siak.

Lomba lari akan dimulai tepat pukul 07.00 Wib, dengan pelepasan rombongan pelari 10 km terlebih dahulu. Selisih satu jam setelahnya, puluhan pelari profesional yang akan bertanding di kategori 21 km akan menyusul dari garis start.

Selain mengikuti lomba lari, peserta juga akan dihibur dengan atraksi gajah binaan Pusat Pelatihan Gajah Riau di Tahura SSH. Sensasi berlari di alam hutan asri yang menantang, dipadu daya tarik kesenian daerah yang akan ditampilkan, ternyata mampu menarik minat peserta hingga ke mancanegara untuk ikut serta dalam lomba trailrun ini.
Baca selengkapnya

Rabu, 09 November 2016

Waw, kedepannya TDSi akan melibatkan 10 Kabupaten/Kota

Bupati Siak Syamsuar menandatangani MoU   terkait pengembangan Tour de Siak, Destinasi dan Iven-iven Pariwisata di ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau, Rabu (8/11).

Selain Bupati Siak, sebanyak 10 Bupati/Walikota se Riau turut serta menandatangani Nota Kesepahaman Bersama antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Riau tentang Pengembangan Tour de Siak, Destinasi dan Even-even Pariwisata.

Diawal sambutannya Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menuturkan bahwa yang menjadi perbincangan kita kali ini adalah bagaimana caranya kita bisa mensinergikan potensi pariwisata kita.
Melihat Potensi Pariwisata yang ada di Provinsi Riau diperlukan strategi Pengembangan wisata untuk lebih megenalkan Provinsi Riau baik ditingkat Nasional maupun Internasional, tambahnya.

Ia menambahkan bahwa jika ada Kabupaten/Kota yang mempunyai beberapa Ivent besar baik itu Bidang Olahraga, Agama maupun Kesenian yang di selenggarakan setiap tahunnya agar bisa di sinergikan, seperti Tour de Siak, Karena berpayungkan masyarakat ekonomi asean. Kedepan kita upayakan Tour de Siak menambah rute sampai 10 Kabupaten/kota, agar menarik peserta lebih banyak lagi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fahmizal mengatakan kami mengharapkan kerjasama dari Kabupaten/kota untuk bisa meningkatkan Pariwisata yang ada di daerahnya masing-masing.
Ia menerangkan pernambahan rute Tour de Siak, pihaknya sudah berjumpa langsung dengan perwakilan Malaka. Ternyata pihak Malaka memberikan respon positif terhadap rencana ini.

Senada dengan itu Bupati Siak Syamsuar menyampaikan beberapa usulan. Pertama, ia mengharapkan keterlibatan setiap daerah untuk Iven Tour de Siak yang akan berlangsung di daerah mereka. Kedua untuk jadwal iven yang akan berlangsung agar disesuaikan dan ditetapkan tanggalnya karena daerah lain ingin ikut berparstisipasi.

“kedepan kami juga sudah merencanakan akan menggelar lomba sampan tingkat Nasional, nantinya akan disesuaikan dengan pacu jalur dari kuansing, kata Syamsuar.
Setelah dari Kuansing mereka tidak payah pulang dan bisa langsung ke Siak. ini merupakan salah satu cara untuk menarik wisatawan agar betah di daerah kita, jelasnya.

Syamsuar menambahkan agar kita (pemprov Riau) bekerjasama dengan Agen Perjalanan Tour and Travel, karena nantinya mereka akan membantu kita untuk mempromosikan Pariwisata yang ada di daerah kita," pungkasnya.

Selain Kabupaten Siak, pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Daerah dari Pekanbaru, Kuansing, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Pelelawan, Inhu, Bengkalis.
Baca selengkapnya

Jumat, 04 November 2016

Festival HAKI di Riau, Siak siap ikut berpartisipasi

Bupati Siak Syamsuar di dampingi Kepala Inspektorat Kabupaten Siak Faly Wurendarasto menghadiri pertemuan terkait Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Rembug Integritas Nasional (RIN) dan rangkaian festival Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2016 bertempat di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Jumat (04/11/16).

Hadir dalam pertemuan tersebut Gubernur Riau Arsyajuliandi, Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Riau Arlisman agus, Ketua DPRD Provinsi Riau, Bupati dan Walikota se Provinsi Riau, Perwakilan KPK Bidang Pencegahan Anto Ikayadi, Forkompinda, BUMN, BUMD, serta pejabat terkait lainnya.

"Yang penting bagimana menyukseskan kedua iven yang akan dilaksanakan sekaligus di pekanbaru ini. Dan ini merupakan hasil rapat terakhir kami dengan pimpinan KPK dengan mempresentasikan persiapan-persiapan yang ada sekaligus di harapkan presiden untuk melounching aplikasi yg di persiapkan oleh kpk dan juga akan langsung di integrasikan di dalam 34 provinsi serta juga akan diberlakukan secara nasional" kata gubernur di awal sambutannya.

"Tidak hanya itu, Kpk juga akan mendirikan pendidikan anti korupsi, dan ini bukan hanya untuk Pemerintah melainkan juga masyarakat, dan Sebetulnya juga dengan acara HAKI ini kpk sudah memulai mengajak masyarakat mendidik komunitas untuk bagaimana mengelola acara ini dengan transparan dan mencegah anti korupsi" lanjutnya.

Sementara itu Anto menyampaikan, Pemilihan Riau bukan sesuatu yang negatif, melainkan Riau ditunjuk secara aklamasi dan demokrasi. "Riau memiliki banyak pesaing, namun pada akhirnya Riau lah yang terpilih menjadi tuan rumah, suatu kehebatan buat Riau dan dengan semangat itulah kami meyakini Riau akan menjadi lebih baik lagi. Dengan tagline yang sudah ditentukan oleh Gubernur Riau " Ayo riau bergerak untuk indonesia tangguh", kalau riau sudah bergerak maka pergerakan akan mengalir keseluruh penjuru nusantara".

"Ini merupakan kesempatan menunjukkan ke daerah dan lembaga lain bahwa riau sudah berubah dan menjadi lebih baik dari yang lalu. Pada saat kegiatan nanti ini bukan sekedar perayaan melainkan menjadi salah satu ikon wisata di riau dan akan menjadi pesta rakyat melayu yang ada di Riau" lanjutnya.

Ditambahkannya juga bahwa Provinsi Riau merupakan tuan rumah HAKI pertama yang berada di luar pulau Jawa, dan dengan ini kita akan menjadikan Provinsi Riau sebagai contoh positif untuk daerah lainnya dalam pencegahan Korupsi di Indonesia.

Acara Festival HAKI dan RIN akan diselenggarakan tanggal 7 – 10 Desember 2016. Kegiatan HAKI akan melibatkan masyarakat di 12 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau dan juga 33 Provinsi lainnya di Indonesia.

Secara garis besar kegiatannya antara lain Jalan Santai/Kirab, Ekspo dan bazar, Seminar, Jual-beli pantun dan syair, Pagelaran seni budaya, menulis surat (Siswa SD, SLTP dan SLTA ) kepada Gubernur/Presiden, Fotografi. Sementara RIN akan dilakukan dalam bentuk Deklarasi Riau dan Workshop Integritas Anggota DPRD Provinsi Riau.

Dijumpai seusai acara Syamsuar mengatakan bahwa hasil dari pertemuan ini akan disampaikan ke masyarakat Kabupaten Siak ,"Tentunya hasil dari pertemuan ini kita akan sampaikan kepada masyarakat Kabupaten Siak bahwa Riau menjadi tuan rumah untuk perayaan HAKI (Hari Anti Korupsi Internasional) 2016".

"Seperti yang dikatakan tadi bahwa ini merupakan iven besar dengan meliputi seluruh elemen masyarakat di 12 Kabupaten di Provinsi Riau dan 33 Provinsi lainnya, Kita menyambut baik perayaan iven ini dan kita siap ikut berpartisipasi serta meramaikan iven besar ini, dan tentunya kita akan berikan yang terbaik untuk capaian kesuksesan iven ini"pungkasnya.
Baca selengkapnya

Minggu, 23 Oktober 2016

Lomba Pacu Handtractor, hiburan bagi para petani

Sidik warga Kampung Buantan Lestari berhasil tampil terdepan dan membawa pulang piala bergilir penghulu Buantan Lestari. Tak hanya Sidik, peserta lainnya seperti Sirin dan Doni dari kampung yang sama pada posisi kedua dan tiga. Selain itu pada posisi ke empat diraih oleh Sadimun yang berasal dari kampung Kemuning Muda.

Hampir sama dengan pacu jawi di Sumbar, Pacu handtractor di kampung Buantan Lestari kecamatan Bungaraya menggunakan handtractor. Begitu bendera start diangkat para peserta berlarian menuju handtracktor masing-masing pada sebidang sawah yang berlumpur milik masyarakat.
 
Sebelumnya Bupati Siak Syamsuar setibanya dilokasi Minggu, (23/10) menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat atas kreativitas dan semangat gotong royong hingga suksesnya acara tersebut.
Bupati berharap agar para petani muda bisa dan handal menggunakan handtractor yang sudah diberikan oleh pemerintah, dengan begitu mereka bisa meningkatkan produksi pertanian. Kegiatan seperti ini menurut Syamsuar sangat baik sekali.
 
Nanti kedepannya kata Bupati, lomba pacu handtractor ini akan memperebutkan piala Bupati, agar pesertanya semakin bertambah dan sekaligus bisa mempromosikan wisata, jelas Syamsuar.
Mudah-mudahan lomba pacu handtractor ini tambah besar, dan pesertanya tidak hanya dari kabupaten Siak saja, dan masuk kedalam kalender pariwisata, harapnya.
 
Lomba ini dimulai dari tanggal 22 hingga 23 Oktober 2016 yang ditaja pihak Kampung Buantan Lestari sempena penyambutan petani untuk turun bersawah dan juga penyambutan tahun baru Islam 1438 Hijrah. Diikuti sebanyak 100 orang peserta yang terdiri dari petani dari Bungaraya, Sabak Auh, Sungai Apit dan kampung Teluk Lanus.
 
Ketua panitia Chadi mengatakan perlombaan pacu Handtraktor ini Merupakan kali perdana yang dilakukan serta kedepan menurutnya akan dimasukkan dalam agenda resmi masyarakat setempat.
"Kedepan Iven pacu Handtraktor akan terus kita taja disetiap tahunnya. Kegiatan pacu Handtraktor digelar guna membangun senergiritas masyarakat agar saling membangun kebersamaan," ujarnya, 
Peserta dibagi menjadi dua grup, yang akan dimulai dari penyisihan grup, Semi Final dan Final.
Bungaraya ini merupakan wilayah penghasil beras terbesar di Kabupaten Siak, setiap musim petani yang akan turun ke sawah untuk menanam padi akan diadakan berbagai acara sebagai bentuk kesiapan mereka dalam bercocok tanam.
 
Pada kesempatan itu Bupati Siak menyerahkan bantuan handtractor kepada petani. Bantuan itu diharapkan bisa membantu untuk meningkatkan produksi padi. Orang nomor satu di Kabupaten Siak itu berkesempatan meninjau kebun cabe milik masyarakat. Selain piala dan piagam para pemenang juga diberikan hadiah berupa uang tunai sebagai dana pembinaan. (hms)
Baca selengkapnya

Sabtu, 22 Oktober 2016

Akhirnya, Pebalap asal Indonesia Unjuk gigi di Etape ke IV TDSi 2016.

Tiga tim pebalap asal Indonesia berhasil menguasai podium pada etape IV Tour De Siak 2016 ini dengan rute "Siak City Circuit Race" sepanjang 87,28 kilometer, Sabtu (22/20).

Pada posisi pertama direbut oleh PGN Road Cycling Team asal Jakarta Selatan, Alvin Firlandi dengan nomor star 83 melaju di garis finish. Disusul tim tuan rumah BSP Siak, Zerry Riadi.

Peringkat tiga dikuasai tim BRCC Banyuwangi, Nur Arif Prayogo Dealton. Ketiga pebalap mencatat waktu bersamaan, dengan masing-masingnya 1 jam 55 menit 7 detik.

"Pada posisi 40 km menjelang finish tiga pebalap jawara mendahului dan berhasil memisahkan diri dari rombongan kecil," ujar Race Director Tour de Siak 2016 Erwin Anwar.

Kemudian disusul oleh tujuh pebalap dalam sebuah rombongan kecil. Tiga diantaranya pemain luar negeri, empatnya lagi pebalap dalam negeri, dengan waktu masing-masing 1 jam 55 menit 13 detik.

Pada etape IV yang menjadi hari terakhir balap sepeda Tour De Siak 2016 ini, 61 pebalap memutari kota Siak Sri Indrapura sebanyak lima putaran.

Reno Yudo Sansako tim Lombok Bike Community, Erik Andrianto dari PRB Pessel Bank Nagari, Abdul Gani tim KFC, dan Kevin Tutuarima asal CCC Team berhasil leading di intermediate sprint pertama pada putaran kedua.

Pada "intermediate sprint" kedua menuju putaran keempat giliran Nur Arif Prayogo Dealton dari BRC, Zerry Riyadi dari BSP Siak, dan Alvin Tutuarima dari CCC uang mengambil posisi tercepat.

Pebalap-pebalap asal Indonesia pada etape IV ini lebih aktif dalam melakukan pergerakan dengan kerjasama secara tim.

Sedangkan pebalap Indonesia terbaik pada etape IV ini adalah meraka yang berhasil merebut podium, yakni Alvin Firlandi, Zerry Riyadi dan Nur Arif Prayogo Dealton.

Tepat pada pukul 09.00 WIB, seluruh pebalap melakukan start, dilepas oleh Bupati Siak Syamsuar.

Pukul 10.55 WIB para pebalap yang tergabung dalam Tim PRB Pessel Bank Nagari, Lombok Bike Community, Custom Cycling Club, BSP Siak, PGN Road Cycling Team, KFC Cycling Team, BRCC Banyuwangi, United Bike Kencana, ACC, Lof Cycling Team Philippines, Vietnam National Team, dan Black Ink CCN Cycling Team finish di Raja Kecik atau depan RSUD Tengku Rafian Siak Sri Indrapura.

(Sumber : Arah.com)
Baca selengkapnya

Jumat, 21 Oktober 2016

Sudah tiga Etape, Pebalap Indonesia belum berhasil menjadi yang terbaik

Akhirnya ajang Balap sepeda Tour de siak 2016 sampai di Etape III yakni dengan rute Siak menuju Sungai Apit dan kembali lagi ke Siak sepanjang 115.45 Kilometer. 

Untuk etape ini, Bupati Siak Syamsuar berkesempatan langsung  melepas para pebalap pada kurang lebih pukul 13.45 Wib selepas Shalat Jum'at di depan Istana Siak, Jum'at (21/10/2016). 

Pada etape ketiga ini para pebalap melewati 2 jembatan yang juga merupakan Icon Kabupaten Siak yakni jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah dan jembatan Sultan Abdul Djalil Rachmad Syah, selain itu mereka akan disuguhkan dengan keindahan sawah yang terbentang luas di daerah Bungaraya.

Setelah melintasi berbagai rintangan sepanjang 115.45 Kilometer, akhirnya para pebalap tiba di Siak pada pukul 16.00 Wib dan keluar sebagai pemenang Dengan No punggung 32 Thanh Tam Nguyen Negara Vietnam dari Team Vietnam National Team, dengan Waktu Tempuh 02 Jam 40 Menit 30 detik. Sedangkan diurutan ke Dua di peroleh pebalap No punggung 12 Chen Chien-Liang asal Negara Taiwan dari Tim ACT Action Cycling Team dengan Waktu Tempuh 02 Jam 40 Menit 30 Detik, dan pada urutan Ke Tiga dari Negara Malaysia dengan No Punggung 41 Arsyaf Naim Bin Ling dari Tim SEL Selangor Malaysia dengan waktu tempuh 02 jam 40 menit 30 detik.
Baca selengkapnya

Kamis, 20 Oktober 2016

Pebalap Vietnam Kembali Kuasai Etape II TDSi 2016

Pebalap asal Vietnam National Team kembali merebut podium di Tour de Siak 2016 pada etape II yang menempuh rute dari depan istana Siak Sri Indrapura menuju Perawang sepanjang 182,12 kilometer, Kamis, 20 Oktober 2106.

Jika sebelumnya di etape I Thanh Dien Tran, kali ini Duc Tam Trinh asal Vietnam nomor start 31 keluar sebagai pemenang. Disusul pebalap CNN Cycling Team asal Singapura, Lewis Fellas.

Pada posisi ketiga kembali diisi pebalap KFC Cycling Team dari Jakarta, Selamat Juangga. "Ketiga pebalap itu menempel sangat ketat sejak 10 km menuju garis finish hingga mencatat waktu yang sama," ujar Race Director Tour de Siak 2016 Erwin Anwar.

Mereka memisahkan diri dari rombongan pebalap lain sebelum 10 km menuju finish dengan torehan waktu yang sama yakni 4 jam 17 menit 53 detik.

Aiman Cahyadi asal PGN Road Cycling Team, Hari Fitrianto dari CNN Cycling Team, Ryan Ariehan asal CCC Team dan Muhamad Nur Fathoni berhasil leading di intermediate sprint pertama di kilometer 94,14 Perawang.

Pada "intermediate sprint" kedua di kilometer 147, giliran Aiman Cahyadi dari PGN Road Cycling Team, Heksa Priya Prasetya asal CCC, disusul M. Imam Arifin asal Tim KFC Jakarta.

"Dari star hingga 30 km pertama semua pebalap memilih santai tidak ada pergerakan, kemudian tim PGN, CCN dan CCC mendahului dan meninggalkan rombongan," kata Erwin.

Memasuki Jembatan Sultan Syarif Hasyim di Perawang dengan panjang 1.474 meter, 17 pembalap saling beriringan, kemudian memisah dari rombongan pada saat keluar dari jembatan.

Sementara itu tiga orang pebalap asal Indonesia terbaik pada etape II ini adalah Selamat Juangga, Aiman Cahyadi, dan Ryan Ariehan.

Tepat pada pukul 09.00 WIB, seluruh pebalap melakukan start, dilepas oleh Kapolres Siak AKBP Restika P Nainggolan

Pukul 13.30 Wib, para pebalap yang tergabung dalam Tim PRB Pessel Bank Nagari, Lombok Bike Community, Custom Cycling Club, BSP Siak, PGN Road Cycling Team, KFC Cycling Team, BRCC Banyuwangi, United Bike Kencana, ACC, Lof Cycling Team Philippines, Vietnam National Team, dan Black Ink CCN Cycling Team finish di Raja Kecik atau depan RSUD Tengku Rafian Siak Sri Indrapura.
(sumber : Tempo.co)
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system