Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2016

Curah Hujan Tinggi, Akibatkan Banjir dan Jalan Rusak.

Tingginya curah hujan akhir-akhir ini di Kabupaten Siak, telah memicu banjir dan kerusakan jalan disejumlah tempat. Untuk merespon kondisi tersebut, Bupati Siak Syamsuar Kamis Pagi (10/11/16), meninjau sejumlah lokasi banjir dan jalan rusak yang menjadi keluhan warga.
Usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2016, Ditemani Kepala Dinas Tata Ruang Cipta Karya Irving Kahar dan Camat Siak Wan Syaiful, Bupati Syamsuar bertolak kejalan Meranti Kelurahan Kampung Rempak Siak Sri Indrapura.  Disana, ia meninjau kawasan yang baru dibuka menjadi pemukiman itu dan menanyakan status lahan yang dijadikan jalan oleh beberapa warga yang bermukim.
“Ada keluhan dari warga kita tentang jalan yang rusak di Kota Siak. Paling tidak, jalan kita ratakan dulu agar tidak becek dan berkubang, kasihan warga” kata dia.

Untuk itu kepada camat, dia meminta untuk secepatnya mencari tahu status lahan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Kepala Dinas Tata Ruang Cipta Karya untuk selanjutnya ditindaklanjuti. “Kumpulkan Pak RT, tanyakan riwayat perihal jalan ini. Kalau sifatnya hibah, kumpulkan surat-suratnya” perintah Syamsuar.
Menurut Irving Kahar, kalau status lahan jelas, pihaknya akan segera membersihkan dan meratakan jalan agar lebih layak dipergunakan warga. “InsyaAllah kita kliring sampai ujung pemukiman sana, supaya jangan berair-air lagi” jelasnya.
Usai meninjau Kampung Rempak, rombongan bergegas meluncur ke Kecamatan Koto Gasib. Disana Camat Koto Gasib Syafrizal bersama upika menanti Syamsuar untuk meninjau banjir yang tengah melanda sejumlah pemukiman warga, persis dipinggiran jalan lintas depan Surau Suluk Tarekat Naqsabandiyah Kampung Pangkalan Pisang.
Sekitar 15 menit berdialog dengan warga, Syamsuar dan rombongan yang tengah meninjau menemukan penyebab meluapnya anak Sungai Buatan yang menjadi penyebab Banjir. Tepat diperbatasan kampung Buatan II – Pangkalan Pisang, gorong-gorong yang ada tidak mampu menampung debit air yang melimpah dikarenakan tingginya curah hujan. Selain itu, disekitar anak sungai juga telah terjadi penyempitan.
“Sungai Siak ini sepanjang riwayat yang kita tahu, selalu pasang surut dan tak pernah meluap. Kalau banjir begini, pasti ada yang salah dengan kondisi anak sungai” ujar salah seorang warga pada Syam.

Menyikapi usulan warga tersebut, orang nomor satu Negeri Istana itu segera mencari solusi agar banjir yang merendam rumah warga segera tertangani.

“Anak Sungai perlu kita normalisasi lagi, turunkan alat berat kita. Biar cepat kelar kita minta perusahaan sekitar untuk membantu menurunkan alat berat, target kita hari ini tuntas” perintah Syamsuar pada Kadis Tarcip dan Camat. Bahkan, Syamsuar tampak langsung menelpon salah satu petinggi di manajemen perusahaan dimaksud agar langsung turun membantu.
"Jangan lupa tanaman pandan duri yang ada dipindahkan supaya tak mati, tanaman itu mulai langka dan susah kita jumpai" pesan Syamsuar sebelum beranjak kembali kekantor.
Baca selengkapnya

Kamis, 31 Maret 2016

Inovasi Siak Menuju Peringkat 35 Besar Nasional



Sempena kegiatan Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Surabaya, Bupati Siak Syamsuar Terima Anugerah TOP 99 Inovasi Publik Nasional Tahun 2016 dari Menteri PAN RB Yudhi Chrisnandi.

SURABAYA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), resmi menerbitkan Surat Keputusan No. 51/2016, tentang penetapan 99 inovasi pelayanan publik terbaik, hasil penilaian dari 2.476 inovasi usulan peserta kompetisi inovasi pelayanan publik 2016.

Dari kumpulan 99 inovasi itu, terpilih 11 inovasi milik lembaga kementerian, 5 lembaga negara, 5 BUMN, 25 Provinsi, 13 Pemerintah Kota, dan 40 Kabupaten yang memiliki bobot penilaian terbaik. Termasuk diantaranya inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ yang digagas Dinas Bina Marga (BMP) Kabupaten Siak, setelah melalui tahapan Pekan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Ini kali kedua Kabupaten Siak jadi wakil Riau mengikuti penilaian ini. Tahun lalu, Sistem Perizinan Online dan Tracking System (SPOTS) Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Siak juga masuk 40 besar”, kata Bupati Siak Syamsuar, saat menghadiri Anugerah TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik di gedung Jatim Expo Kamis pagi (31/03).

Atas prestasi itu, orang nomor satu Kabupaten Siak ini juga berharap inovasi ini dapat terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Dari 1077 inovasi yang diusulkan kabupaten se-Indonesia, Alhamdulillah kita sudah tembus 40 besar untuk kategori Kabupaten, secara keseluruhan kita sudah masuk TOP 99 yang dapat penghargaan. Tapi yang jelas Inovasi ini outputnya kemudahan dan kenyamanan kepada masyarakat, tahun lalu juga begitu, tapi dalam hal kemudahan perizinan” jelas Syamsuar.

Nantinya, 99 inovasi terbaik ini, akan diseleksi kembali untuk menjadi 35 besar. "kalau sudah masuk 35 besar, nanti akan diumumkan sewaktu pelaksanaan Musrenbangnas mendatang, dan penghargaannya diserahkan langsung oleh Presiden Jokowi " sebut Syamsuar. 



Kedepan, Syamsuar juga menghimbau masyarakat luas agar dapat berpartisipasi aktif dengan melaporkan kerusakan jalan kabupaten yang ditemui untuk meminimalisir resiko kecelakaan maupun tingkat kerusakan kendaraan. “Ini berkaitan kenyamanan dijalan raya, apabila ada kerusakan jalan-jalan kabupaten, masyarakat bisa SMS melalui call center atau website, bisa langsung ditangani dinas BMP, biar jalannya jadi bagus” harapnya.

Syamsuar juga bercerita kalau inovasi ini sebenarnya sudah lama diterapkan di Kabupaten Siak. Namun berdasarkan arahan KemenPANRB yang mengharuskan tiap-tiap daerah mengajukan usulan program terobosan baru yang bermanfaat luas bagi masyarakat, tahun ini inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ baru diusulkan untuk dinilai. “Tahun depan, bakal adalagi inovasi yang akan digagas, tapi karena ada aturan-aturan yang mengikat, terkait persyaratan dan penilaian, nanti akan kita usulkan secara bertahap“ ungkap mantan Kepala Inspektorat Provinsi Riau ini.

Sementara itu Irving Kahar, Kepala Dinas BMP Kabupaten Siak, menceritakan dari mana ia dan tim mendapatkan ide untuk membuat inovasi ini. Kata dia, kondisi struktur tanah di Kabupaten Siak yang sebagian besarnya gambut, membuat Dinas BMP harus putar otak mengatasi kerusakan jalan yang seringkali muncul karena kendaraan angkutan industri dan perkebunan bertonase berat melintas setiap hari.

“Banyak yang menyumpah saya karena jalan berlubang, daripada merasa bersalah terus, akhirnya saya berfikir mencari jalan keluar bagaimana agar jalan berlubang bisa ditutup secepatnya’ kata dia.

Prosesnya kata Irving, pekerjaan dilaksanakan secara swakelola. Sebab dengan sistem kontrak, pengerjaan tidak akan bisa dilakukan dengan cepat. “Lelang itu saja prosesnya sudah makan waktu hingga 45 hari, sementara masyarakat ndak mau tau, yang penting jalan harus selalu bagus” ungkapnya.

Alhasil lanjut Irving, ‘Reaksi Perbaikan Jalan Rusak’ ini sudah berjalan sejak 2012 lalu. Ini pulalah yang disebut Ketua Harian Pengkab ISSI Siak ini menjadi salah satu faktor kunci perhelatan Tour de Siak tiga kali sukses digelar.

“Sejak pelaksanaan PON cabang Olahraga Balap Sepeda yang lalu, jalan di Siak sudah bagus, sayang kalau tak dirawat. Iven tahunan Tour de Siak yang selalu terlaksana tepat waktu jadi salah satu indikator, bahwa perawatan jalan harus kita laksanakan terus-menerus” sebutnya.

Senada dengan Bupati Syamsuar, sebenarnya Irving mengaku tak begitu ngotot inovasi ini harus sampai pada target berapa besar, namun ia melihat, visi dan misi pembangunan Kabupaten Siak untuk memberikan pelayanan publik terbaik di Riau tahun 2016, jauh lebih penting untuk terus dikembangkan. “Ini hanya salah satu upaya untuk mengukur, sejauh mana capaian kinerja kita mendukung mutu pelayanan publik” sebutnya.

Ia juga mengaku sebagaimana juga satuan-satuan kerja lain di Pemkab Siak, tim Dinas BMP tidak akan berhenti berinovasi. Sebut Irving, tahun depan ide yang digagas sudah beda lagi, ‘Merangkai Kampung Dengan Satu Jari’ namanya. “Dengan menggunakan teknologi informasi, kita akan bikin database jalan yang rusak di kampung-kampung. Saya dan tim sudah diskusi, bagaimana nanti kita ajukan lagi untuk diukur sebagai salah satu inovasi” tutupnya.

Kamis pagi (31/03), sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga negara, provinsi, serta kabupaten dan kota berbaur bersama 1600 orang undangan yang hadir, pada acara Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Jatim Expo (JX) Internasional Surabaya. Selain itu dilokasi yang sama, juga diadakan pameran gelar inovasi TOP 99 terbaik oleh lembaga dan daerah inovator.


Baca selengkapnya

Rabu, 30 Maret 2016

Kali Kedua Wakili Riau, Inovasi Siak Tembus 99 Besar Nasional


Sempena kegiatan Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Surabaya, Bupati Siak Syamsuar dijadwalkan terima Anugerah TOP 99 Inovasi Publik Nasional Tahun 2016.

SURABAYA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), resmi menerbitkan Surat Keputusan No. 51/2016, tentang penetapan 99 inovasi pelayanan publik terbaik, hasil penilaian dari 2.476 inovasi usulan peserta kompetisi inovasi pelayanan publik 2016.

Dari 99 kumpulan inovasi terbaik itu, 11 inovasi terpilih milik lembaga kementerian, 5 lembaga negara, 5 BUMN, 25 Provinsi, 13 Pemerintah Kota, dan 40 Kabupaten. Inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ yang digagas Dinas Bina Marga (BMP) Kabupaten Siak, terpilih setelah melalui tahapan Pekan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Ini kali kedua Kabupaten Siak jadi wakil Riau mengikuti penilaian ini. Tahun lalu, Sistem Perizinan Online dan Tracking System (SPOTS) Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Siak juga masuk 40 besar”, kata Bupati Siak Syamsuar, saat meninjau persiapan pameran TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik di gedung Jatim Expo Rabu malam (30/03).

Orang nomor satu Kabupaten Siak ini berharap, inovasi dari negeri istana itu mampu membawa pencapaian prestasi yang lebih baik bagi Kabupaten Siak tahun ini. “Dari 1077 inovasi yang diusulkan kabupaten se-Indonesia, alhamdulillah kita sudah tembus 40 besar untuk kategori Kabupaten, untuk keseluruhan kita sudah masuk TOP 99. InsyaAllah besok akan diumumkan kita urutan keberapa persisnya” jelas Syamsuar.

Kamis pagi, sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga negara, provinsi, serta kabupaten dan kota diundang untuk menerima penghargaan TOP 99 Inovasi pelayanan publik terbaik, pada acara Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Jatim Expo (JX) Internasional Surabaya. Selain itu, juga diadakan pameran untuk mereplikasi inovasi yang telah dinilai Kementerian PANRB.    


Baca selengkapnya

Minggu, 20 Maret 2016

Hadapi MEA Harus Sistemik.





Ketatnya persaingan yang muncul akibat kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), harus dihadapi dengan sinergi sistemik seluruh komponen kewirausahaan didaerah.

SIAK- Kebijakan MEA yang telah mulai diberlakukan, disatu sisi kerap kali menjadi batu sandungan pelaku usaha didaerah yang tidak memiliki daya saing mumpuni. Namun sejatinya, MEA justru menjadi peluang untuk ‘Go ASEAN’ apabila seluruh komponen daerah mampu membentuk ekosistem kewirausahaan tersinergi. 

“InsyaAllah MEA justru akan menjadi peluang kita untuk go ASEAN” kata Bupati Siak Syamsuar optimis, saat meresmikan gedung kantor baru Bank Riau-Kepri dan Kedai Bank Riau Kepri Sabak Auh dijantung kota Siak Sri Indrapura, Senin siang (20/03/16).

“Sinergi sistemik yang saya maksudkan, pengembangan sektor kewirausahaan didaerah, harus melibatkan secara menyeluruh stakeholder dan ekosistem kewirausahaan, diantaranya pelaku usaha, pengambil kebijakan, akademisi, pendamping, serta organisasi yang terkait dengan kegiatan kewirausahaan termasuk perbankan didaerah” cerita Syamsuar dihadapan sejumlah tokoh penting yang hadir. Diantaranya Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Riau M. Nurdin Subandi, dan Direktur Utama Bank Riau-Kepri Irvandi Gustari, serta Pimpinan Cabang Bank Riau-Kepri Siak Sri Indrapura Tengku Toyeb.

Isu MEA, belakangan memang sudah menjadi kerisauan tersendiri bagi Syamsuar. Beberapa bulan terakhir orang nomor satu di ‘negeri istana’ ini makin rajin menggalang kesadaran komponen daerah untuk bersatu menyatukan persepsi dan potensi untuk perbaikan daya saing. Selain pelaku usaha, sektor perbankan kali ini menjadi ‘concern’ dia.

“Peran serta Bank Riau Kepri sebagai aset daerah amat diharapkan sebagai stimulan bagi paraenterpreneur lokal untuk menguatkan daya saing. Masyarakat kita perlu terus didorong, dengan kemudahan pinjaman permodalan” pintanya.

Kalau keunggulan potensi produk dan jasa yang dihasilkan pengusaha lokal bisa bersaing di era MEA, Syamsuar optimis bumiputera tidak akan menjadi penonton dinegeri sendiri, tapi justru jadi pemain.

M.Nurdin Subandi,  juga senada dengan Syamsuar. Kepala OJK Riau ini berharap momentum peresmian Bank Riau-Kepri ini, kedepan mampu dijadikan pijakan untuk memacu kinerja sehingga mampu menciptakan iklim kewirausahaan yang baik di Kabupaten Siak. Secara khusus dia meminta Bank Riau-Kepri dapat meningkatkan fungsi intermediasi perbankan dan memberikan edukasi tentang perbankan pada masyarakat.

“Literasi keuangan masyarakat harus bisa kita tingkatkan sesuai Peraturan OJK Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan”  kata mantan pengawas Bank Indonesia Pusat Jakarta itu.

Nurdin juga berharap Bank Riau-Kepri senantiasa mempraktikkan kegiatan sektor perbankan dengan sehat sesuai prinsip kehati-hatian. Kalau sudah begini kata dia, masyarakat tinggal kita ajak untuk memanfaatkan layanan perbankan yang ada untuk memudahkan pengembangan usaha.
Baca selengkapnya

Senin, 14 Maret 2016

Kemenhub Puji Taman Lalulintas Siak


Sejumlah kelengkapan baru bakal dibangun oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Taman Lalulintas itu.
 
Siak – Taman Lalu Lintas yang berdekatan dengan komplek perkantoran Tanjung Agung Siak Sri Indrapura itu kedatangan tamu istimewa, kemarin (14/3); Kasubdit Promosi dan Kemitraan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Firdaus Rasyid.
 
Satu persatu rambu-rambu yang ada di taman seluas sekitar setengah hektar itu dia tengok. sesekali dia nampak manggut-manggut. “Kami sangat mengapresiasi Pemkab Siak yang sudah membikin taman sebagus ini. Lantaran ini pula kami datang ke sini. Melihat apa-apa saja yang sebaiknya diperbaiki dan apa yang bakal ditambah untuk melengkapi fasilitas yang ada di sini,” katanya usai menengok rambu-rambu lalulintas yang ada di taman itu.

Kementerian Perhubungan kata Firdaus sudah menyiapkan duit untuk membangun sejumlah fasilitas untuk melengkapi pengembangan taman lalulintas tadi. Ada miniatur jalur kereta api dan pelabuhan yang bakal dibikin. Kawasan tempat bersepada juga ada. Termasuk pedestrian untuk kaum difabel --- orang yang memiliki keterbatasan diri.
 
Biar pembangunannya tuntas tahun ini, Firdaus minta supaya Pemkab Siak segera menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) nya. “Hanya saja kita minta supaya kawasan ini disebut sebagai Taman Edukasi Lalulintas. Bukan lagi taman lalulintas. Sebab ilmu banyak di sini,” pintanya.
 
Jadi kata Firdaus, yang tadinya orang yang datang ke taman itu hanya bermain, nanti sudah tidak lagi. Tapi datang untuk belajar rambu-rambu lalulintas. “Makanya nanti tiap rambu dikasi penjelasan. Taman ini sangat penting jadi bekal bagi anak-anak untuk patuh berlalulintas di jalan raya,” katanya.
 
Baca selengkapnya

Senin, 07 Maret 2016

Jalan Anda Rusak, URC-BM Bertindak


Syamsuar ekspos inovasi reaksi cepat perbaikan kerusakan jalan di Jakarta.

Ketersediaan infrastruktur yang baik, turut memberikan gambaran akan tingkatan kualitas daya saing suatu daerah, sehingga diharapkan akan diperhitungkan pula posisi tawar daerah terhadap potensi investasi yang akan masuk.

Poin inilah yang menjadi simpulan paparan Bupati Siak Syamsuar, saat diminta menjelaskan inovasi URC-BM (Unit Reaksi Cepat Bina Marga) gagasan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak, sempena pekan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016.

Kegiatan ini merupakan tahap lanjutan dari desk evaluasi yang ditaja Kementerian Reformasi Birokrasi, untuk menguji kepiawaian sosok - sosok kepala daerah inovator dalam memberikan pelayanan publik berkualitas, yang berlangsung tanggal 29 Februari hingga 11 Maret 2016 ini.

"Program kami sejak terpilih 5 tahun lalu adalah mengutamakan pembangunan infrastruktur jalan, listrik dan air bersih." tutur Syamsuar dihadapan para panelis di Jakarta (07/03/16).

Cita-cita itu kata Syamsuar, bukan tanpa hambatan. Kerusakan jalan kerap kali terjadi karena mobil angkutan barang dan industri terus hilir mudik di jalanan Negeri Istana itu dengan muatan berlebih.

"Jalan-jalan sering dilewati angkutan industri termasuk milik industri pulp and paper yang kapasitasnya bisa overload sampai 30 ton, padahal jalan kita kapasitasnya cuma 8 ton" kata dia.

Untuk itu, diperlukan langkah cepat penanganan kerusakan jalan demi mendukung kemajuan dunia pariwisata dan perekonomian masyarakat, sekaligus memastikan akses transportasi ke kawasan strategis nasional, provinsi, dan kabupaten tetap terjaga.

"Asumsi kami, penanganan kerusakan jalan akan memakan biaya yang sangat besar jika tidak segera di tindaklanjuti. Dengan perbaikan yang cepat ini tingkat kerusakan jalan tidak bertambah" jelas orang nomor satu Kabupaten Siak ini.

Guna menjawab tuntutan masyarakat akan kinerja yang cepat dan berkualitas, kata Syamsuar, perbaikan infrastruktur itu dilakukan melalui pola kegiatan swakelola bersumber APBD melalui unit URC-BM, namun tentu didukung alat-alat yang mumpuni.

"Dengan pola ini, Alhamdulillah Sampai saat ini belum pernah ada teguran dari BPK. Dan kami masih memperoleh opini WTP berturut-turut empat tahun terakhir ini. Artinya apa yang kami kerjakan itu tak salah" katanya.

Pola pengerjaan kegiatan swakelola itu terang dia, efektif pula menekan angka kecelakaan lalu-lintas dijalan raya karena tak sampai sebulan, perbaikan jalan rusak bisa rampung.

"Inovasi ini pula yang mendukung kesuksesan pelaksanaan iven Tour de Siak tiga tahun terakhir" sebut pria tiga anak ini.

Untuk menyokong kinerja URC-BM, Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dengan melaporkan kerusakan jalan melalui akses call dan sms center 082329837744.

"Dengan menggunakan alat berat road maintenace truck dan alat lainnya, pekerjaan beaching atau normalisasi jalan rusak lekas terselesaikan" tutupnya.

Baca selengkapnya

Selasa, 09 September 2014

Infrastruktur Desa Terisolir Prioritas Pembangunan Daerah.

Pemerintah Kabupaten Siak hingga hari ini masih memberikan perhatian khusus pada program pemerataan Infrastruktur khususnya di desa-desa pelosok sebagai wujud implementasi dari Misi Pembangunan Kabupaten Siak ke empat tentang pembangunan infrastruktur di daerah. Kemajuan Infrastruktur tersebut menjadi salah satu poin paparan Bupati Siak Drs.H.Syamsuar,M.Si terkait kemajuan dan prestasi pembangunan Kabupaten Siak sempena kegiatan Halal Bi Halal Ikatan Warga Siak dan Sekitarnya (IWSS) di Pekanbaru kemarin, 23 Agustus 2014.

“Pembangunan jalan-jalan poros desa masih tetap berlanjut sebagai upaya pemerataan pembangunan di daerah. Sekarang kita juga berupaya agar satu-satunya desa yang masih belum bisa ditempuh melalui jalan darat di Kabupaten Siak yaitu Desa Teluk Lanus sudah mulai dibangun akses jalannya” kata Syamsuar. Dikatakan orang nomor satu di Kabupaten Siak ini, pembangunan akses jalan yang dibutuhkan menuju desa terujung di Kecamatan Sungai Apit itu adalah sepanjang + 33 Km.

Berkaitan hal tersebut, Pemerintah Daerah pada tahun ini telah mulai melaksanakan pembangunan akses jalan sepanjang 13 Km, sisanya akan dilanjutkan pada tahun 2015. Ditambahkan Syamsuar, pembangunan akses jalan menuju Desa Teluk Lanus tersebut merupakan salah satu resolusi program pembangunan yang direalisasikan sebagai hasil kunjungan kerja Pemkab Siak bersama DPRD dan Forkompinda tahun yang lalu. “Tahun lalu kami turun langsung melihat kondisi dan realita masyarakat disana, dan Alhamdulillah jumlah warga disana sekarang bertambah seiring pengembangan pertanian yang kita lakukan, tapi kalau untuk pengembangan kebun kelapa sawit memang tidak kita izinkan” jelasnya.

Ketua Ikatan Warga Siak dan Sekitarnya, H.Zailand Izhar selaku ketua panita pelaksana kegiatan dalam sambutannya turut mendoakan agar seluruh program pembangunan yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Siak dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya. Kegiatan Halal Bi Halal ini menurutnya tidak hanya diadakan sebagai kegiatan seremonial di bulan syawal saja, namun juga menjadi ajang bertukar informasi seputar kemajuan pembangunan di Kabupaten Siak. “Kami warga masyarakat Pekanbaru yang berasal dari Kabupaten Siak merasa bangga dengan berbagai prestasi dan kemajuan yang berhasil dicapai Kabupaten Siak diberbagai bidang” kata Zhailand.

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan harapan agar dunia pariwisata Kabupaten Siak yang kaya akan potensi sejarah dan budaya dapat lebih ditingkatkan lagi dimasa yang akan datang. Dalam kegiatan silahturrahim Pemerintah Daerah dengan masyarakat Kabupaten Siak yang berada di Kota Pekanbaru tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Siak, Kapolres, Kajari, dan Dandim 0303 BKLS serta Kepala Rutan Siak dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Siak. Sementara sejumlah tokoh masyarakat Siak dan Riau turut hadir dalam kesempatan tersebut bersama ratusan undangan lain, diantaranya Ketua LAM Siak Wan Anwar, sesepuh masyarakat Riau Letkol (purn) Abbas Djamil, OK Nizami Jamil, T. Mukhtar Anom dan sejumlah tokoh lainnya.

Baca selengkapnya

Selasa, 13 Mei 2014

Melancong ke Negeri Istana, Nostalgia Dulu dan Adanya Kini..

Pesatnya kemajuan pembangunan infrastruktur didaerah secara tak langsung telah merubah pola dan kebiasaan masyarakat, tak terkecuali bagi masyarakat Kabupaten Siak dalam hal memilih moda transportasi. SB.Siak Gemilang dan SB.Siak Wisata, dua group perusahaan lokal yang pernah eksis sebagai sarana transportasi primadona masyarakat yang ingin berpergian dari maupun menuju kota istana, beberapa tahun terakhir tak lagi penuh sesak oleh penumpang. Moda transportasi sungai dengan Speed Boat sebagai akses utama menuju Ibukota Kabupaten Siak ini kini berangsur-angsur mulai ditinggalkan.

Dulu, moda ansportasi darat kerap kali dianggap tidak efisien. Selain karena persoalan jarak tempuh, kondisi insfrastruktur jalan yang rusak berat dari Kota Siak Sri Indrapura menuju Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau menyebabkan waktu tempuh yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan mencapai 4 jam jika melewati Limpang Lago Kabupaten Pelalawan. Sementara untuk jalur alternatif lainnya lainnya, masyarakat mau tak mau melingkar melewati jalan lintas Riau-Sumatera Utara, melewati simpang minas-Kota Perawang via penyeberangan tualang. Kondisi ini diperparah dengan tingginya intensitas lalu lalang kendaraan yang menyebabkan antrian panjang, sehingga tak jarang memakan waktu hingga 2 jam dikemacetan penyeberangan, lalu dilanjutkan melalui jalan melingkar melewati zamrud menuju Siak Sri Indrapura.

Itulah sebabnya mengapa jalur sungai dengan menggunakan speed boat menjadi pilihan utama. Selain karena waktu tempuhnya yang relatif lebih pasti dan singkat kurang lebih dua jam, atau setengah dari waktu tempuh perjalanan darat, tingginya resiko insiden kecelakaan di jalan raya khususnya bila melalui jalan lintas sumatera yang hampir setiap hari memakan korba, menjadi pertimbangan tersendiri bagi masyarakat Siak.

Kini, sarana transportasi sungai yang umumnya bermesin ganda ini paling banyak memuat 25 orang penumpang setiap perjalanan. Padahal dulunya, penumpang yang antusias menggunakan jasa "spit", dalam pelafalan lidah melayu  bagi penyebutan sarana transportasi air ini, bisa  mencapai dua kali lipat atau bahkan lebih 50 orang. Artinya beberapa tahun terakhir terjadi penurunan pengguna jasa mencapai angka 50 persen.
Alhasil, intesitas pelayaran dikurangi menjadi beberapa perjalanan saja yang waktunya disesuaikan dengan analisis kebutuhan para penumpang.
Padahal pemandangan yang disajikan disepanjang perjalanan melewati sungai Siak cukup unik dan memberikan sensai berbeda. Dikiri kanan, varietas tanaman khas disepanjang sungai yang dulunya terkenal dengan sebutan sungai jantan ini, menghiasi tebing lumpur dibibir sungai selain penampakan beberapa tunggul sisa-sisa dermaga, belum lagi beberapa view industri dan pabrik raksasa yang merupakan pemandangan langka semenanjung Riau. Bila beruntung, kita juga berkesempatan berselisih jalan dengan kapal tag boat yang disebut masyarakat tempatan dengan "tongkang" yang berjalan pelan menarik "gerobak" penuh kayu bulatan untuk bahan baku industri kertas, tak ketinggalan kapal-kapal besar yang memuat berbagai macam logistik juga tak jarang hilir mudik menyapa.

Berbagai sensasi perjalanan sungai itu seolah kini hanya sudi dinikmati para turis yang sengaja berwisata, tamu khusus, atau masyarakat yang enggan menggunakan jalur darat, sebab moda transportasi ini dianggap telah kalah oleh kemajuan zaman. Beberapa tahun lalu Pemkab Siak dan Pemprov Riau melalui kebijakan sharing budget memang telah membuat terobosan penting, yaitu membangun tak hanya satu, tapi tiga jembatan termegah di Provinsi Riau, bahkan barangkali di Pulau Sumatera. Masing-masing jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah di Siak Sri Indrapura, jembatan Sultan Syarif Hasyim di Kecamatan Tualang, dan terakhir jembatan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah di teluk mesjid Kecamatan Sungai Apit. 

Selain itu, beberapa akses jalan baru juga dibuka. Perdana dengan membuka akses jalan baru dari Kecamatan Dayun langsung menuju Kota Siak tanpa melewati zamrud sebagaimana biasa, lalu akses jalan dari simpang kilo 11 melewati Kecamatan Koto Gasib menuju Siak Sri Indrapura menjadi urat nadi baru bagi transportasi darat. Baru-baru ini, dibukanya akses jalan maredan-simpang beringin berhasil memangkas waktu tempuh perjalanan Siak Sri Indrapura - Pekanbaru yang berjarak 120km.

Perlahan namun pasti, Pemerintah Kabupaten Siak semakin menunjukkan taji dalam meruntuhkan sekat-sekat isolasi di kawasannya yang kini terbagi dalam 14 kecamatan itu. Siak Sri Indrapura yang digadang-gadangkan menjadi kota budaya dan sejarah dimasa depan ini kini hanya berjarak 1,5 jam dari Kota Pekanbaru. Masyarakat secara tidak langsung juga mulai beralih menggunakan kendaraan roda empat pribadi. Turis domestik dan luar negeri leluasa berdatangan, khususnya di akhir pekan dengan armada bus dan mobil sewaan Sementara pengusaha transportasi sungai yang lebih dahulu eksis dikawasan ini, dikabarkan telah bersiap untuk melakukan ekspansi bidang usahanya ke tranportasi darat. Begitulah selayaknya pembangunan daerah, membawa manfaat yang luas dan dapat dirasakan masyarakat dan berbagai kalangan. 
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system