Tampilkan postingan dengan label Birokrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Birokrasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2016

Inovasi Siak Menuju Peringkat 35 Besar Nasional



Sempena kegiatan Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Surabaya, Bupati Siak Syamsuar Terima Anugerah TOP 99 Inovasi Publik Nasional Tahun 2016 dari Menteri PAN RB Yudhi Chrisnandi.

SURABAYA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), resmi menerbitkan Surat Keputusan No. 51/2016, tentang penetapan 99 inovasi pelayanan publik terbaik, hasil penilaian dari 2.476 inovasi usulan peserta kompetisi inovasi pelayanan publik 2016.

Dari kumpulan 99 inovasi itu, terpilih 11 inovasi milik lembaga kementerian, 5 lembaga negara, 5 BUMN, 25 Provinsi, 13 Pemerintah Kota, dan 40 Kabupaten yang memiliki bobot penilaian terbaik. Termasuk diantaranya inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ yang digagas Dinas Bina Marga (BMP) Kabupaten Siak, setelah melalui tahapan Pekan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Ini kali kedua Kabupaten Siak jadi wakil Riau mengikuti penilaian ini. Tahun lalu, Sistem Perizinan Online dan Tracking System (SPOTS) Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Siak juga masuk 40 besar”, kata Bupati Siak Syamsuar, saat menghadiri Anugerah TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik di gedung Jatim Expo Kamis pagi (31/03).

Atas prestasi itu, orang nomor satu Kabupaten Siak ini juga berharap inovasi ini dapat terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Dari 1077 inovasi yang diusulkan kabupaten se-Indonesia, Alhamdulillah kita sudah tembus 40 besar untuk kategori Kabupaten, secara keseluruhan kita sudah masuk TOP 99 yang dapat penghargaan. Tapi yang jelas Inovasi ini outputnya kemudahan dan kenyamanan kepada masyarakat, tahun lalu juga begitu, tapi dalam hal kemudahan perizinan” jelas Syamsuar.

Nantinya, 99 inovasi terbaik ini, akan diseleksi kembali untuk menjadi 35 besar. "kalau sudah masuk 35 besar, nanti akan diumumkan sewaktu pelaksanaan Musrenbangnas mendatang, dan penghargaannya diserahkan langsung oleh Presiden Jokowi " sebut Syamsuar. 



Kedepan, Syamsuar juga menghimbau masyarakat luas agar dapat berpartisipasi aktif dengan melaporkan kerusakan jalan kabupaten yang ditemui untuk meminimalisir resiko kecelakaan maupun tingkat kerusakan kendaraan. “Ini berkaitan kenyamanan dijalan raya, apabila ada kerusakan jalan-jalan kabupaten, masyarakat bisa SMS melalui call center atau website, bisa langsung ditangani dinas BMP, biar jalannya jadi bagus” harapnya.

Syamsuar juga bercerita kalau inovasi ini sebenarnya sudah lama diterapkan di Kabupaten Siak. Namun berdasarkan arahan KemenPANRB yang mengharuskan tiap-tiap daerah mengajukan usulan program terobosan baru yang bermanfaat luas bagi masyarakat, tahun ini inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ baru diusulkan untuk dinilai. “Tahun depan, bakal adalagi inovasi yang akan digagas, tapi karena ada aturan-aturan yang mengikat, terkait persyaratan dan penilaian, nanti akan kita usulkan secara bertahap“ ungkap mantan Kepala Inspektorat Provinsi Riau ini.

Sementara itu Irving Kahar, Kepala Dinas BMP Kabupaten Siak, menceritakan dari mana ia dan tim mendapatkan ide untuk membuat inovasi ini. Kata dia, kondisi struktur tanah di Kabupaten Siak yang sebagian besarnya gambut, membuat Dinas BMP harus putar otak mengatasi kerusakan jalan yang seringkali muncul karena kendaraan angkutan industri dan perkebunan bertonase berat melintas setiap hari.

“Banyak yang menyumpah saya karena jalan berlubang, daripada merasa bersalah terus, akhirnya saya berfikir mencari jalan keluar bagaimana agar jalan berlubang bisa ditutup secepatnya’ kata dia.

Prosesnya kata Irving, pekerjaan dilaksanakan secara swakelola. Sebab dengan sistem kontrak, pengerjaan tidak akan bisa dilakukan dengan cepat. “Lelang itu saja prosesnya sudah makan waktu hingga 45 hari, sementara masyarakat ndak mau tau, yang penting jalan harus selalu bagus” ungkapnya.

Alhasil lanjut Irving, ‘Reaksi Perbaikan Jalan Rusak’ ini sudah berjalan sejak 2012 lalu. Ini pulalah yang disebut Ketua Harian Pengkab ISSI Siak ini menjadi salah satu faktor kunci perhelatan Tour de Siak tiga kali sukses digelar.

“Sejak pelaksanaan PON cabang Olahraga Balap Sepeda yang lalu, jalan di Siak sudah bagus, sayang kalau tak dirawat. Iven tahunan Tour de Siak yang selalu terlaksana tepat waktu jadi salah satu indikator, bahwa perawatan jalan harus kita laksanakan terus-menerus” sebutnya.

Senada dengan Bupati Syamsuar, sebenarnya Irving mengaku tak begitu ngotot inovasi ini harus sampai pada target berapa besar, namun ia melihat, visi dan misi pembangunan Kabupaten Siak untuk memberikan pelayanan publik terbaik di Riau tahun 2016, jauh lebih penting untuk terus dikembangkan. “Ini hanya salah satu upaya untuk mengukur, sejauh mana capaian kinerja kita mendukung mutu pelayanan publik” sebutnya.

Ia juga mengaku sebagaimana juga satuan-satuan kerja lain di Pemkab Siak, tim Dinas BMP tidak akan berhenti berinovasi. Sebut Irving, tahun depan ide yang digagas sudah beda lagi, ‘Merangkai Kampung Dengan Satu Jari’ namanya. “Dengan menggunakan teknologi informasi, kita akan bikin database jalan yang rusak di kampung-kampung. Saya dan tim sudah diskusi, bagaimana nanti kita ajukan lagi untuk diukur sebagai salah satu inovasi” tutupnya.

Kamis pagi (31/03), sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga negara, provinsi, serta kabupaten dan kota berbaur bersama 1600 orang undangan yang hadir, pada acara Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Jatim Expo (JX) Internasional Surabaya. Selain itu dilokasi yang sama, juga diadakan pameran gelar inovasi TOP 99 terbaik oleh lembaga dan daerah inovator.


Baca selengkapnya

Rabu, 30 Maret 2016

Kali Kedua Wakili Riau, Inovasi Siak Tembus 99 Besar Nasional


Sempena kegiatan Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Surabaya, Bupati Siak Syamsuar dijadwalkan terima Anugerah TOP 99 Inovasi Publik Nasional Tahun 2016.

SURABAYA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), resmi menerbitkan Surat Keputusan No. 51/2016, tentang penetapan 99 inovasi pelayanan publik terbaik, hasil penilaian dari 2.476 inovasi usulan peserta kompetisi inovasi pelayanan publik 2016.

Dari 99 kumpulan inovasi terbaik itu, 11 inovasi terpilih milik lembaga kementerian, 5 lembaga negara, 5 BUMN, 25 Provinsi, 13 Pemerintah Kota, dan 40 Kabupaten. Inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ yang digagas Dinas Bina Marga (BMP) Kabupaten Siak, terpilih setelah melalui tahapan Pekan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Ini kali kedua Kabupaten Siak jadi wakil Riau mengikuti penilaian ini. Tahun lalu, Sistem Perizinan Online dan Tracking System (SPOTS) Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Siak juga masuk 40 besar”, kata Bupati Siak Syamsuar, saat meninjau persiapan pameran TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik di gedung Jatim Expo Rabu malam (30/03).

Orang nomor satu Kabupaten Siak ini berharap, inovasi dari negeri istana itu mampu membawa pencapaian prestasi yang lebih baik bagi Kabupaten Siak tahun ini. “Dari 1077 inovasi yang diusulkan kabupaten se-Indonesia, alhamdulillah kita sudah tembus 40 besar untuk kategori Kabupaten, untuk keseluruhan kita sudah masuk TOP 99. InsyaAllah besok akan diumumkan kita urutan keberapa persisnya” jelas Syamsuar.

Kamis pagi, sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga negara, provinsi, serta kabupaten dan kota diundang untuk menerima penghargaan TOP 99 Inovasi pelayanan publik terbaik, pada acara Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Jatim Expo (JX) Internasional Surabaya. Selain itu, juga diadakan pameran untuk mereplikasi inovasi yang telah dinilai Kementerian PANRB.    


Baca selengkapnya

Minggu, 27 Maret 2016

Doa Syamsuar untuk Suyatno


Doa Syamsuar Untuk Suyatno.








Suyatno dikukuhkan jadi Datuk Setia Amanah Rokan Hilir, Syamsuar doakan agar dimudahkan pikul amanah.

SIAK- Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Rokan Hilir (Rohil) resmi menabalkan gelar Datuk Setia Amanah kepada Bupati Rohil Suyatno, Kamis pagi (24/03/16).

Upacara adat Pengukuhan Gelar Kehormatan Melayu ini, berlangsung di gedung LAM Riau Rohil dengan disaksikan beberapa tamu penting dan undangan kehormatan.

Bupati Siak Syamsuar, tampak hadir berbaur dengan hadirin undangan sempena upacara penabalan gelar sahabatnya yang dilaksanakan di Batu Enam Bagan Siapi-api itu. Syamsuar dan Suyatno sebenarnya sudah kenal lama, keduanya sama-sama jebolan Akademi Pemerintahan Dalam Nageri (APDN) Pekanbaru.

Sebelum menjadi orang nomor satu di Siak dan Rohil, mereka juga pernah bertugas didaerah yang sama, tepatnya di Kabupaten Bengkalis sebelum dimekarkan menjadi beberapa Daerah Otonomi Baru (DOB) Siak dan Rokan Hilir.

Usai menyaksikan prosesi adat, Syamsuar secara khusus mendoakan Suyatno, setelah menjadi Datuk Setia Amanah, orang nomor satu Rohil itu dimudahkan dalam mengemban amanah, sesuai harapan masyarakat dan pengurus LAM Riau dan Rohil.

"Ini merupakan amanah dari lembaga adat Melayu yang harus kita jaga. Mudah-mudahan pak Suyatno bisa mengemban amanahnya dengan baik supaya bermanfaat bagi kepentingan masyarakat yang ada di Rohil" kata Syamsuar, Datuk Setia Amanah Negeri Istana.

Sementara itu, usai dikukuhkan menjadi Datuk Setia Amanah Rokan Hilir, Suyatno menyatakan komitmennya untuk mendorong agar peran dan kiprah LAM semakin dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

"Saya terharu dan bangga, ini pertama kali kepala daerah Rohil diberikan gelar itu," ungkapnya.
Kedepan, Suyatno juga bertekad mendukung cita-cita Provinsi Riau sebagai pusat kebudayaan melayu di Asia Tenggara 2020, sebagaimana halnya Kabupaten Siak dengan spirit "The Truly Malay" nya.
Baca selengkapnya

Kerjasama dengan BPN, Tiga Satker di ganjar Penghargaan



Hingga Mei 2016 nanti, Pemerintah Kabupaten Siak bekerjasama dengan Badan Pertananhan Nasional (BPN), akan membagikan 2500 sertifikat tanah Prona dan 350 persil tanah di Kabupaten Siak.

Dari 2500 sertifikat Program Nasional (Prona) itu, nantinya akan dibagikan pada masyarakat ekonomi menengah kebawah. Sementara dari jumlah total persil tanah yang turut dibagikan, 100 persil (bidang tanah) diantaranya telah diperuntukkan bagi nelayan, sedangkan 250 persil lagi telah diplot kepada usaha kecil menengah (UKM) yang ada.

Sekretaris Daerah Kabupaten Siak H.T.S Hamzah, bercerita bahwa Penyerahan sertifikat Prona ini terselenggara berkat bekerjasama Pemkab Siak dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten. Penerimanya tersebbar di 14 kecamatan se-Kabupaten Siak.

“Untuk prona, sudah terealisasi sekitar 800 sertifikat, sedangkan persil yang dimaksud bagi nelayan dan UKM sudah tuntas. Namun kita targetkan hingga bulan Mei ini, keseluruhan proses sertifikasi Prona sudah bisa kelar" kata Hamzah usai menghadiri kunjungan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan di Kantor Wilayah BPN Riau, Kamis (24/3/2016).

Kata dia, Pemkab amat mendukung keberlanjutan proses sertifikasi tanah masyarakat ini, karena sudah tentu masyarakat penerima akan langsung dapat merasakan kemudahan dan manfaatnya. “Dalam waktu dekat ini, juga akan dilaksanakn MoU sertifikat tanah desa dengan jumlah 643 persil" imbuhnya.

Kepala Badan Pertanahan Siak Martony juga membeberkan pola kerjasama yang telah terbentuk dengan Pemerintah Daerah di ‘Negeri Istana’. Kata dia, secara teknis data lahan yang disertifikasi sebelumnya telah diusulkan oleh masing-masing penghulu dan lurah di Kabupaten Siak.

"Kita hanya menerima usulan dari Penghulu Kampung dan Lurah saja, BPN kemudian akan menerbitkan sertifikat tanah dimaksud. Kecuali program nelayan dan UKM, teknisnya diserahkan kepada dinas terkait. Mudah-mudahan, bulan Mei atau paling lambat Juni, semuanya sudah kelar" jelas Martony.

Dalam kegiatan yang sama, tiga Satuan Serja (Satker, red) dilingkungan Pemkab Siak, diantaranya Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Peternakan dan Perikanan menerima penghargaan dari Kepala Kanwil BPN Provinsi Riau, H Armansyah Salam.

Penghargaan itu diraih atas dukungan dan partisipasi aktif satuan kerja tersebut dalam mensukseskan kegiatan program strategis pertanahan yang dicanangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN tahun 2016 ini.

Terkait itu, Sekda H.T.S Hamzah mengaku senang, karena dalam satu acara, tiga satuan kerja sekaligus berhasil meraih penghargaan yang sama. "Tentu prestasi ini menjadi kebanggaan bagi kita, karena 3 satker meraih penghargaan dalam menjalankan program strategis pemerintah pusat," ungkap Hamzah.

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Siak Susilawati menyebutkan, realisasi Program Nasional pada instansi yang dipimpinnya, ditujukan untuk memberikan bantuan sertifikat tanah pada nelayan di Kabupaten Siak.

"100 persil lahan ini sudah tuntas kita kerjakan semua, target yang diberikan sebenarnya hingga bulan Mei, tapi Alhamdulillah hingga pertengahan bulan Maret sudah kita tuntaskan semuanya," ujar Susi.

Hal yang sama kata dia, juga dilakukan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), yang turut menyelesaikan tugas pokok dan fungsinya dalam mendukung program strategis besutan Kementerian Agraria itu.
Baca selengkapnya

Rabu, 16 Maret 2016

Syamsuar: Jangan Cuma Pandai Memakai Duit Yang Ada


Siak – Wajah Bupati Siak, Syamsuar, nampak sangat serius saat akan membuka Forum Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di ruang pertemuan Raja Indra Pahlawan di lantai dua Kantor Bupati Siak, Rabu (16/3).

Selain semua kepala SKPD dan camat, Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan dan Wakil Ketua DPRD Siak Hendri Pangaribuan juga ada di sana.

Banyak hal yang dia tegasi kepada semua anak buahnya itu. Mulai dari soal anggaran, hingga ke Pekan Imunisasi Nasional (PIN). Yang paling dia tegasi, para kepala SKPD tidak cuma bisa kreatif membikin dan menjalankan program. Tapi mencari duit untuk membiayai program tadi justru harus lebih kretaif.

Banyak duit yang bisa ditarik dari provinsi maupun pusat. Belum lagi kalangan swasta juga bisa. “Jangan cuma bisa mengandalkan duit yang ada di APBD Siak. Cari duit keluar. Saya baru mengatakan saudara hebat kalau saudara kreatif mencari pembiayaan. Kalau tak bisa cari duit, terjun ke Sungai Siak sajalah,” kata Syamsuar setengah bercanda.

Bukan lantaran Dana Bagi Hasil (DBH) yang berkurang saja yang membikin Syamsuar  menggeber semangat para anak buahnya itu. Tapi sudah sejak lama. Bahwa seorang kepala SKPD musti bisa mencocokan kegiatannya dengan apa yang menjadi rencana di provinsi maupun pusat biar anggaran bisa mengocor ke daerah.

“Dana bagi hasil sudah jauh berkurang. Saya minta kepada saudara untuk sangat berhati-hati menggunakan anggaran yang ada. Pakailah duit itu secara efektif, efisien dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Bikinlah kegiatan yang benar-benar bermanfaat, punya sasaran yang jelas dan cocok dengan visi jangka menangah dan panjang,” pintanya.

Bagi yang minta dinaikkan pagu anggaran, Syamsuar juga minta supaya kepala SKPD bisa menjelaskan secara detil, kenaikan pagu itu untuk apa. Jelas ndak outcomenya.

Selain itu, Syamsuar juga mengingatkan para kepala SKPD untuk tetap membikin program terhadap sekolah menengah dan atas, listrik desa serta kehutanan meski kewenangan ini sudah diambil oleh provinsi.

Biar semua program bisa jalan, Syamsuar minta supaya para kepala SKPD keroyokan. “Jangan kerja sendiri-sendiri,” katanya.

Soal ancaman kebakaran lahan dan hutan, giliran camat yang diingatkan. “Sampai bulan besok cuaca masih sangat panas terus. Tolong dipantau terus potensi-potensi yang akan memicu kebakaran lahan dan hutan. Di situ mendengar ada kejadian, langsung turun. Jangan dibiarkan membesar dan jangan suruh orang ke sana. Tapi saudara sendiri harus turun,” tegasnya.

Lantaran Pekan Imunisasi Nasional (PIN) masih jalan, Syamsuar juga minta supaya semua petugas medis turun hingga ke kampung-kampung. Datangi rumah-rumah mereka. Kasihan jika sampai ada bayi yang tak kebagian imunisasi. Anggap saja ini ibadah, biar semangat terus,” katanya. (hms)

Baca selengkapnya

Selasa, 15 Maret 2016

Pemkab Palas Belajar LPPD ke Siak



Siak – Meski Sumatera Utara (Sumut) punya 33 kabupaten/kota, tapi tak satupun dari daerah itu yang membikin Kabupaten Padang Lawas (Palas) kecantol untuk belajar soal penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD).

Kabupaten baru di Sumut yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau ini justru lebih memilih Kabupaten Siak. Jelang siang Selasa (15/3), Staf ahli Bidang Hukum dan Politik Pemkab Palas, Anwar Benni yang langsung memimpin rombongan.

Tim penyusun LPPD yang berjumlah 12 orang ini disambut Pelaksana Harian (Plh) Sekda Siak Fauzi Asni di Sri Indrapura Meeting Room Kantor Bupati Siak di kawasan perkantoran Tanjung Agung Siak Sri Indrapura.

“Kami diutus oleh Bupati ke sini untuk belajar soal kiat penyusunan LPPD. Sekaliguslah kami ingin berteman dan bekerjasama. Sebab daerah kami adalah daerah pemekaran. Kami ingin mengikuti jejak Siak. Mudah-mudahan sepulang dari sini, kami bisa lebih baik lagi dan bisa mendapat 20 besar soal penyusunan LPPD,” kata Anwar berterus terang.

Sebelum cerita teknis penyusunan LPPD, Fauzi pun cerita penjang lebar soal perjalanan Pemkab Siak hingga bisa menjadi kabupaten 20 besar terbaim penyusunan LPPD di Indonesia. “Tahun 2011 silam Pemkab Siak masih di posisi 119. Setahun kemudian peringkat Siak naik dua level. Tapi di tahun 2013, peringkat kita melonjak hingga di posisi 19,” terang lelaki yang juga Asisten I Setda Setdakab Siak ini.

“Kunci utamanya sih komitmen setiap Satuan Kerja (Satkermengisi formulir sesuai ketentuan. Kekompakan dan koordinasi yang kuat lintas Satker juga sangat penting. Termasuk dari kecamatan, desakelurahan hingga dusun.” katanya.

Secara garis besar, Fauzi akhirnya menjelaskan strategi penyusunan LPPD tadi. Dimulai dari pembentukan tim penyusun dan tim pengolahan data dari setiap SKPD. Penyusunan dimulai di awal tahun.

Selanjutnya, pengawasan terhadap pengendalian pencapaian kinerja setiap Indikator Kinerja Kunci (IKK). Nah SKPD yang belum menyerahkan data dan tidak bisa mencapai prestasi tinggi, dikasi teguran.

Soal studi banding, pemerintahan yang datang ke Siak tidak hanya belajar soal LPPD tadi. Tapi juga belajar tentang seperti apa Siak bisa membikin sistim Pelayananan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Sampai-sampai Kemendagri banyak merekomendasikan daerah untuk belajar ke Siak.

Selain itu ada juga sederet daerah yang datang untuk belajar soal reformasi birokrasi. Maklum, sejak dua tahun lalu Kemen PAN-RB sudah menetapkan Siak sebagai kabupaten percontohan reformasi birokrasi di Riau. (hms)

Baca selengkapnya

Senin, 29 Februari 2016

Sempena HUT Damkar, Syamsuar Terima Penghargaan.


Sempena HUT Damkar, Syamsuar Terima Penghargaan.

Dari alun-alun Simpang Lima Kota Semarang Jawa Tengah (01/03/16), dihadapan puluhan Kepala Daerah dan 1500 pasukan Pemadam Kebakaran (Damkar), Bupati Siak Syamsuar menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo. 

Penghargaan kali kedua yang diterima sempena Upacara Peringatan HUT Damkar ke 97 Tingkat Nasional itu, merupakan bentuk reward atas upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dikawasan gambut disepanjang tahun 2015 lalu.

Inspektur Upacara, Mendagri Tjahyo Kumolo, mengingatkan seluruh kepala daerah di Indonesia, bahwa tiap-tiap daerah harus sudah punya satuan dan armada damkar. "Target paling lama 15 menit harus sudah tiba di TKP" kata Tjahyo.

Selain itu dalam amanatnya, Pemerintah Daerah juga diingatkan untuk senantiasa bersinergi dengan semua elemen terkait didaerah dalam rangka pecegahan kebakaran didaerah nya. "Koordinasi dan kerjasama dan kesiagaan harus terus dijaga dengan baik dengan Kepolisian, BPBD, maupun Damkar" tutup Menteri Kabinet Kerja Ini.

Usai mengikuti rangkaian upacara, Bupati Syamsuar rencananya didaulat untuk membeberkan upaya dan strategi yang dilakukan Pemkab Siak saat menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan beberapa tahun terakhir.

Baca selengkapnya

Selasa, 16 Februari 2016

Tahniah dan Doa Dari ‘Negeri Istana’



Terhitung mulai hari ini, ada empat pasang kepala daerah yang akan segera menjalankan amanah rakyat. Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti serta Walikota dan Wakil Walikota Dumai.

Tiga dari pasangan kepala daerah ini masih serumpun dengan Kabupaten Siak. Sebab berasal dari kabupaten induk yang sama, Kabupaten Bengkalis. Dimana Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis terpilih sendiri juga menjadi bagian dari pasangan yang segera menjalankan amanah itu.

Selaku rekan sejawat dan saudara serumpun, Bupati Syamsuar yang didampingi sang istri Hj Misnarni Syamsuar, bercerita bahwa momen ini sangat berarti bagi Kabupaten Siak yang berjuluk negeri istana.

"Kelak, akan banyak hal yang bisa kita diskusikan, kita kerjasamakan, demi mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan selaksa kebhinekaan potensi di daerah kita masing-masing" Kata Syamsuar usai menghadiri acara Pelantikan empat kepala daerah di Balai Serindit Kediaman Gubri (17/02).

Begitu juga dengan Kabupaten Indragiri Hulu kata Syamsuar. Ada banyak kesamaan potensi daerah yang bisa dikerjasamakan. "Khususnya potensi pariwisata peninggalan sejarah yang sama-sama kita punya" lanjutnya.

Sebagai daerah yang mengusung semangat Siak The Truly Malay, Datuk Setia Amanah ini menyimpan keyakinan, bahwa tiap daerah punya tujuan yang sama. Yaitu sama-sama berusaha untuk memajukan daerah dan mensejahterakan rakyat.

"Untuk itu saya Bupati Siak Syamsuar dan Wakil Bupati Siak Alfedri, bersama seluruh masyarakat Kabupaten Siak mengucapkan Tahniah. Doa kami, kiranya Allah SWT selalu mengawal langkah kita, hari-hari kita dalam menjalankan amanah itu, demi satu tujuan; memajukan daerah demi terwujudnya masyarakat yang agamis dan sejahtera" tutupnya.

Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system