Sabtu, 22 Oktober 2016

Akhirnya, Pebalap asal Indonesia Unjuk gigi di Etape ke IV TDSi 2016.

Tiga tim pebalap asal Indonesia berhasil menguasai podium pada etape IV Tour De Siak 2016 ini dengan rute "Siak City Circuit Race" sepanjang 87,28 kilometer, Sabtu (22/20).

Pada posisi pertama direbut oleh PGN Road Cycling Team asal Jakarta Selatan, Alvin Firlandi dengan nomor star 83 melaju di garis finish. Disusul tim tuan rumah BSP Siak, Zerry Riadi.

Peringkat tiga dikuasai tim BRCC Banyuwangi, Nur Arif Prayogo Dealton. Ketiga pebalap mencatat waktu bersamaan, dengan masing-masingnya 1 jam 55 menit 7 detik.

"Pada posisi 40 km menjelang finish tiga pebalap jawara mendahului dan berhasil memisahkan diri dari rombongan kecil," ujar Race Director Tour de Siak 2016 Erwin Anwar.

Kemudian disusul oleh tujuh pebalap dalam sebuah rombongan kecil. Tiga diantaranya pemain luar negeri, empatnya lagi pebalap dalam negeri, dengan waktu masing-masing 1 jam 55 menit 13 detik.

Pada etape IV yang menjadi hari terakhir balap sepeda Tour De Siak 2016 ini, 61 pebalap memutari kota Siak Sri Indrapura sebanyak lima putaran.

Reno Yudo Sansako tim Lombok Bike Community, Erik Andrianto dari PRB Pessel Bank Nagari, Abdul Gani tim KFC, dan Kevin Tutuarima asal CCC Team berhasil leading di intermediate sprint pertama pada putaran kedua.

Pada "intermediate sprint" kedua menuju putaran keempat giliran Nur Arif Prayogo Dealton dari BRC, Zerry Riyadi dari BSP Siak, dan Alvin Tutuarima dari CCC uang mengambil posisi tercepat.

Pebalap-pebalap asal Indonesia pada etape IV ini lebih aktif dalam melakukan pergerakan dengan kerjasama secara tim.

Sedangkan pebalap Indonesia terbaik pada etape IV ini adalah meraka yang berhasil merebut podium, yakni Alvin Firlandi, Zerry Riyadi dan Nur Arif Prayogo Dealton.

Tepat pada pukul 09.00 WIB, seluruh pebalap melakukan start, dilepas oleh Bupati Siak Syamsuar.

Pukul 10.55 WIB para pebalap yang tergabung dalam Tim PRB Pessel Bank Nagari, Lombok Bike Community, Custom Cycling Club, BSP Siak, PGN Road Cycling Team, KFC Cycling Team, BRCC Banyuwangi, United Bike Kencana, ACC, Lof Cycling Team Philippines, Vietnam National Team, dan Black Ink CCN Cycling Team finish di Raja Kecik atau depan RSUD Tengku Rafian Siak Sri Indrapura.

(Sumber : Arah.com)
Baca selengkapnya

Jumat, 21 Oktober 2016

Sudah tiga Etape, Pebalap Indonesia belum berhasil menjadi yang terbaik

Akhirnya ajang Balap sepeda Tour de siak 2016 sampai di Etape III yakni dengan rute Siak menuju Sungai Apit dan kembali lagi ke Siak sepanjang 115.45 Kilometer. 

Untuk etape ini, Bupati Siak Syamsuar berkesempatan langsung  melepas para pebalap pada kurang lebih pukul 13.45 Wib selepas Shalat Jum'at di depan Istana Siak, Jum'at (21/10/2016). 

Pada etape ketiga ini para pebalap melewati 2 jembatan yang juga merupakan Icon Kabupaten Siak yakni jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah dan jembatan Sultan Abdul Djalil Rachmad Syah, selain itu mereka akan disuguhkan dengan keindahan sawah yang terbentang luas di daerah Bungaraya.

Setelah melintasi berbagai rintangan sepanjang 115.45 Kilometer, akhirnya para pebalap tiba di Siak pada pukul 16.00 Wib dan keluar sebagai pemenang Dengan No punggung 32 Thanh Tam Nguyen Negara Vietnam dari Team Vietnam National Team, dengan Waktu Tempuh 02 Jam 40 Menit 30 detik. Sedangkan diurutan ke Dua di peroleh pebalap No punggung 12 Chen Chien-Liang asal Negara Taiwan dari Tim ACT Action Cycling Team dengan Waktu Tempuh 02 Jam 40 Menit 30 Detik, dan pada urutan Ke Tiga dari Negara Malaysia dengan No Punggung 41 Arsyaf Naim Bin Ling dari Tim SEL Selangor Malaysia dengan waktu tempuh 02 jam 40 menit 30 detik.
Baca selengkapnya

Kamis, 20 Oktober 2016

Pebalap Vietnam Kembali Kuasai Etape II TDSi 2016

Pebalap asal Vietnam National Team kembali merebut podium di Tour de Siak 2016 pada etape II yang menempuh rute dari depan istana Siak Sri Indrapura menuju Perawang sepanjang 182,12 kilometer, Kamis, 20 Oktober 2106.

Jika sebelumnya di etape I Thanh Dien Tran, kali ini Duc Tam Trinh asal Vietnam nomor start 31 keluar sebagai pemenang. Disusul pebalap CNN Cycling Team asal Singapura, Lewis Fellas.

Pada posisi ketiga kembali diisi pebalap KFC Cycling Team dari Jakarta, Selamat Juangga. "Ketiga pebalap itu menempel sangat ketat sejak 10 km menuju garis finish hingga mencatat waktu yang sama," ujar Race Director Tour de Siak 2016 Erwin Anwar.

Mereka memisahkan diri dari rombongan pebalap lain sebelum 10 km menuju finish dengan torehan waktu yang sama yakni 4 jam 17 menit 53 detik.

Aiman Cahyadi asal PGN Road Cycling Team, Hari Fitrianto dari CNN Cycling Team, Ryan Ariehan asal CCC Team dan Muhamad Nur Fathoni berhasil leading di intermediate sprint pertama di kilometer 94,14 Perawang.

Pada "intermediate sprint" kedua di kilometer 147, giliran Aiman Cahyadi dari PGN Road Cycling Team, Heksa Priya Prasetya asal CCC, disusul M. Imam Arifin asal Tim KFC Jakarta.

"Dari star hingga 30 km pertama semua pebalap memilih santai tidak ada pergerakan, kemudian tim PGN, CCN dan CCC mendahului dan meninggalkan rombongan," kata Erwin.

Memasuki Jembatan Sultan Syarif Hasyim di Perawang dengan panjang 1.474 meter, 17 pembalap saling beriringan, kemudian memisah dari rombongan pada saat keluar dari jembatan.

Sementara itu tiga orang pebalap asal Indonesia terbaik pada etape II ini adalah Selamat Juangga, Aiman Cahyadi, dan Ryan Ariehan.

Tepat pada pukul 09.00 WIB, seluruh pebalap melakukan start, dilepas oleh Kapolres Siak AKBP Restika P Nainggolan

Pukul 13.30 Wib, para pebalap yang tergabung dalam Tim PRB Pessel Bank Nagari, Lombok Bike Community, Custom Cycling Club, BSP Siak, PGN Road Cycling Team, KFC Cycling Team, BRCC Banyuwangi, United Bike Kencana, ACC, Lof Cycling Team Philippines, Vietnam National Team, dan Black Ink CCN Cycling Team finish di Raja Kecik atau depan RSUD Tengku Rafian Siak Sri Indrapura.
(sumber : Tempo.co)
Baca selengkapnya

Rabu, 19 Oktober 2016

Pebalap Vietnam Rajai Etape Pertama.


Pebalap Indonesia asal Surakarta, Muhammad Imam Arifin, menyelamatkan muka Indonesia di etape I Tour de Siak, Rabu (19/10), di Siak Sri Indrapuri, Riau. Imam menjadi wakil Indonesia di podium juara dengan menempati posisi ketiga. Sementara posisi pertama direbut pebalap Vietnam, Thanh Dien Tran, dengan waktu 3 jam 25 menit 2 detik.
 
Para pebalap Tour de Siak 2016 di etape pertama, Rabu (19/10), harus enam kali melintasi jembatan Siak yang merupakan salah satu infrastruktur penanda Kota Siak. Meski lintasan yang harus dilalui relatif datar, para pebalap harus menghadapi tantangan udara yang cukup panas dan lembab. Tak heran, jarak Siak-Simpang Dayun-Siak sepanjang 154,18 kilometer yang harus dilalui terasa melelahkan.


Imam yang tergabung di KFC Cycling Team hanya terpaut 4 detik dari pebalap Vietnam itu dan masuk bersamaan dengan pebalap Taiwan, Ping Hsu Hsuang, yang menempati posisi kedua. Pada 500 meter terakhir menjelang finis, Imam beradu sprint dengan pebalap Taiwan itu, tetapi kemudian harus mengakui keunggulan lawan. 


"Hari ini luar biasa. Tadi sempat keluar dari rombongan di lap kedua, tetapi kurang dari 10 kilometer ditangkap rombongan lagi. Sempat kabur lagi di 6 kilometer terakhir, pas turunan dari jembatan Siak," tutur Imam yang lulusan PPLP Solo tahun 2013. 


"Sebenarnya kurang dari satu kilometer sudah kritis karena terus-menerus diserang Action (Cycling Team). Namun, setelah melihat ke belakang, ternyata rombongan tertinggal jauh. Saya kemudian memaksakan diri untuk mencapai hasil terbaik," ungkap Imam yang berusia 20 tahun.


Secara umum, di kelompok 10 besar pebalap tercepat, Indonesia masih bisa menempatkan tujuh pebalap, tiga di antaranya dari tim KFC. Adapun di kelompok pebalap Indonesia, posisi kedua ditempati Ryan Ariehan dari Custom Cycling Club (CCC), sedangkan posisi ketiga ditempati Alvin Firlandi dari PGN Road Cycling Team (P-RCT).


Dengan hasil di etape I itu, KFC hampir dipastikan menempati posisi teratas tim. Selain Imam, dua pebalap KFC yang masuk 10 besar adalah Jamal Hibatullah dan Abdul Gani. Meski demikian, pelatih tim KFC, Mat Nur, mengaku belum puas.



"Memang saya sudah instruksikan supaya melepaskan diri dari grup besar karena, kalau soal endurance, para pebalap kami sudah punya. Namun, saya juga tidak ingin memaksa karena ini baru hari pertama dan masih ada tiga etape lain. Saya yakin, untuk etape-etape berikutnya, kami bisa tampil lebih baik," paparnya.


Lawan udara panas

Bagi pebalap Taiwan, Ping Hsu Hsuang, hasil di posisi kedua itu sangat menggembirakan karena dia harus berjuang melawan udara panas di Siak. "Awalnya memang berat karena udaranya lebih panas daripada di Taiwan, tetapi setelah beradaptasi saya kemudian bisa menemukan ritme lebih baik. Bagian akhir balapan memang berat karena terus saling menyerang," kata pebalap yang juga ikut Tour de Singkarak, Agustus lalu.

Aiman Cahyadi yang merupakan motor PGN mengakui fisiknya belum kembali ke stamina terbaik. Pasalnya, setelah PON, dia libur berlatih lebih dari seminggu sehingga hanya bisa berlatih seminggu di Subang sebelum ke Tour de Siak 2016.
(Sumber: Berita Kompas)
Baca selengkapnya

Ada Lukah Gilo, Gasing dan Tarian Olang-Olang Suku Sakai di TMII Jakarta

Pemerintah Kabupaten Siak ikut ambil bagian dalam Pameran Budaya tahun 2016 yang berlangsung 19-23 Oktober 2016. Pameran budaya ini diberi nama Pekan Produk Budaya Nusantara Expo & Forum 2016 yang digagas oleh Kementrian  Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dibuka secara resmi oleh Mentri PMK Puan Maharani, di Taman Mini Indonesia Indah Rabu 19/10/2016.

Dalam keikutsertaannya Pemerintah Kabupaten Siak menampilkan beberapa atraksi budaya yang diambil dari permainan rakyat Siak. Ada permainan Lukah Gilo dari masyarakat Sabak Auh, permainan gasing tradisional dan gasing buah kulim dari masyarakat lubuk dalam dan tualang sekaligus hadirnya perwakilan masyarakat Suku Sakai Minas yang mendapatkan  kesempatan memainkan tarian olang-olang. Termasuk dengan menampilkan sejarah singkat perjalanan kerajaan Siak lengkap dengan peninggalan-peninggalan sejarahnya.

Khusus untuk permainan rakyat ini, para pemain dan penampilnya merupakan penggiat seni asli dari dari kecamatan. Mereka baru saja unjuk kebolehan pada saat pawai budaya Festival Siak Bermadah 2016 di Siak beberapa waktu lalu. Ikut juga bersama rombongan ini adalah T Firdaus. Beliau adalah salah seorang pengrajin dan tokoh kenamaan Siak yang merupakan pakar pembuat gambus. Dari tanggannyalah kayu-kayu dipahat sampai kemudian bisa bernada dan mengalunkan nyanyian khas melayu yang kemudian dipadankan dengan tarian zapin. Gambus hasil karya T Firdaus ini kemudian dipajang khusus di stan pameran Siak.

Penampilan beberapa kreasi budaya dari pemerintah kabupaten Siak ini menurut Syamsuar adalah bagian dari apresiasi budaya. Budaya yang harus dijaga, dilestarikan dan kemudian diperkenalkan kepada daerah lain yang kemudian dapat menjadi bagian dari promosi daerah. Tampilan yang disajikan pada pekan produk budaya ini dapat menceriminkan dinamika dan produk-produk budaya masyarakat Siak. “Dari sini kita coba memberikan cerminan tentang budaya masyarakat Siak, ini seperti sebuah penegasan soal slogan Siak the Trully Malay. Bahwa apa yang kita tampilkan ini kesemuanya adalah bagaian dari tradisi dan Produk budaya melayu itu,” ujar Syamsuar.

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi usai menghadiri acara pembukan Pekan produk budaya juga berkesempatan mendampingi Puan Maharani, Mendagri Tjahyo Kumolo, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Ja’far juga meninjau langsung produk-produk yang ditampilkan di stand Pameran Kabupaten Siak. Puan juga berbincang banyak soal keberadaan kesultanan Siak beserta peninggalan-peninggalannya yang hingga saat ini masih terjaga, melihat produk-produk kerajinan tenun Siak serta produk asli makanan khas Siak. Puan Maharani beserta para mentri lainnya begitu bergairah mendengarkan penjelesan langsung dari Bupati Siak. Ia memberikan apresiasi yang luar biasa ketika melihat kerajinan tenun Siak serta ketika melihat berbagai peninggalan sejarah yang masih ada di Siak.
Baca selengkapnya

Selasa, 18 Oktober 2016

Opening Ceremoni Tour de Siak 2016



Usai dilaksanakannya parade atlit dan funbike pagi tadi, siangnya tepat pukul 14.00 wib dilanjutkan dengan Pembukaan Tour De Siak yang dikemas dengan dua penampilan spesial, yakni parade gasing dan parade seribu kompang, Selasa (18/10/2016).

"Tim musium rekor Indonesia menjadi saksi sekaligus mencatat perhelatan superlatif yang kami yakini semangat kebanggaan bangsa yang berkobar hanya terjadi dimpersada nusantara yang kita banggakan pada hari ini" seru Awan Rahargo direktur museum Indonesia.

Lalu dikatakannya, dan pada hari ditunjukkan dalam rangka pembukaan Tour De Siak dimana para pelaku pelajar se-Kabupaten Siak telah mampu menorehkan pencapaian prestasi rekor indonesia. Dan juga kami yakini bahwa gema yang begitu maha dahsyat pada hari ini telah diperdengarkan kami yakini ini mampu mencatatkan sebagai rekor dunia.

Lanjutnya, kali ini merupakan peristiwa superlatif yang pertama kalinya yang pagelarkan oleh anak-anak pelajar sebanyak 2676.oleh karnanya ini pencapaian prestasi karya dan karsa anak bangsa yang patut kita dukung penuh dan kita apresiasi.

Dalam kesempatan yang sama Syamsuar mengatakan, "Upaya untuk mengemas iven ini agar senantiasa menjadi lebih baik, serta lebih semarak dengan nuansa budaya melayu terus kita lakukan. Pada tahun ini, sebagai bagian dari rangkaian iven Tour de Siak, juga dilaksanakan kegiatan eksibisi seni budaya, seperti parade gasing tradisional dan penampilan seribu kompang oleh masyarakat Kabupaten Siak".

Empat tahun terakhir, berbagai dampak positif dari dilaksanakannya kegiatan ini telah mulai dapat kita rasakan. Misalnya Pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan geliatnya disektor pariwisata. Sejumlah UKM baru bermunculan seiring dilaksanakannya beberapa iven promosi Daerah.

Disisi lain, infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat dikawasan ini berkembang jauh lebih baik seiring dilaksanakannya iven ini. sebagaimana kita maklumi, ketersediaan infrastruktur jalan yang baik selalu berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Lalu Lanjutnya, terkait wacana untuk menjadikan Tour de Siak sebagai ikon Riau dan Nasional ini, Pemerintah Kabupaten Siak menyatakan membuka diri dan siap mendukung rencana Bapak Gubernur dan Kementerian Pariwisata, untuk melibatkan kabupaten dan kota tetangga serta negeri jiran untuk terlibat dalam pelaksanaan iven ini kedepan. Terlebih lagi, beberapa penambahan lintasan balap yang diusulkan melewati daerah-daerah lain yang masih memiliki hubungan historis dengan Kabupaten Siak.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman membuka secara resmi Tour De Siak 2016, disampaikannya "Dengan Tour De Siak ini menurut kami bukan hanya sekadar untuk kita berlomba di balap sepeda tapi jadikan magnet pariwisata Provinsi Riau ini dari Kabupaten Siak ini".

Hal ini dibuktikan dengan adanya Tour De Siak ini, juga membawa nama Riau ke mancanegara dan nasional lalu melihat bagaimana dukungan dari kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif mempromosikan Tour De Siak ini baik di Indonesia maupun di luar Indonesia.

"Feeling saya ini bukan hanya sampai melaka saja Tour De Siak ini, bisa jadi sampai ke Thailand dan negara-negara lain. Saya tidak tau, sama-sama kita saksikan nanti ini bisa juga menyaingi Tour The France. Tidak apalah kita mimpi-mimpi dulu" pungkasnya.


Baca selengkapnya

2.676 Orang Penabuh Kompang, Siak mendapatkan Rekor MURI.

Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat rekor baru yakni Parade Penabuh Kompang terbanyak se-Indonesia dengan total penabuh sebanyak 2.676 orang. Keseluruhan penabuh Kompang tersebut merupakan gabungan dari pelajar dari SD hingga SMA se Kabupaten Siak.

Senior Manajer MURI, Awan Rahargo mengatakan pencatatan ini merupakan rekor baru yang belum pernah dilakukan oleh siapapun. Awan mengaku pencatatan rokor pada bidang kebudayaan adalah rekor yang membanggakan yang harus terus dilestarikan.

"Ini adalah rekor baru. Kita memberikan apresiasi besar kepada seluruh pelajar yang memainkan Kompang dengan sangat baik dan meriah," kata Awan, Selasa, 18 Oktober 2016.


Bupati Siak, Syamsuar sendiri merasa sangat bangga pada seluruh pelajar se Kabupaten Siak yang selama beberapa hari telah melakukan latihan secara rutin untuk mencetak rekor Muri ini.

(Sumber : RiauOnline.co.id)
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system