Rabu, 09 November 2016

Gratifikasi untuk semuanya, bukan hanya Kepala Daerah saja

Bupati Siak Syamsuar menghadiri acara Deklarasi Anti Gratifikasi Pemerintah Provinsi Riau serta Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Riau di Balairung Room Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (9/11/16) Pekanbaru.


Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia Alexander Marwata, Ketua Ombudsman Republik Indonesia Amzulian Rifa’i, Diriketur Gratifikasi KPK Republik Indonesia Giri Suprapdiono, Gubernur Provinsi Riau Arsyadjuliandi Rachman serta para Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau. 


Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Riau mengatakan bahwa Pelayanan publik memang rentan terhadap kasus Korupsi, Pungutan Liar (pungli) dan Gratifikasi. 


Pelayanan kepada masyarakat ini terkait erat dengan waktu, keadaan dan kesempatan. Inilah yang membuat Pelayanan kepada masyarakat menjadi tempat berawalnya Korupsi, Pungli dan Gratifikasi.

“untuk memberantas Korupsi, Pungli dan Gratifikasi yang ada di Provinsi Riau serta Kabupaten/kota. Saya mengajak seluruh Kepala Daerah agar berkomitmen untuk tidak melakukan hal tersebut mulai dari sekarang” Harap Andi.


Senada dengan hal tersebut Ketua Ombudsman Amzulian Rifai mengatakan bahwa negara kita sekarang berada dimana pelayanan masyarakat penting bagi Pemerintah baik itu Pemerintah Pusat maupun Daerah. 


“Bisa kita lihat bahwa Negara dengan Pelayanan Publik yang baik bisa dipastikan bahwa tingkat Korupsi mereka rendah dan juga sebaliknya jika Negara mempunyai Pelayanan Publik yang jelek bisa dipastikan tingkat korupsi mereka tinggi," sebutnya.


Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menambahkan  bahwa tujuan didirikan negara kita ini adalah untuk mensejahterakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali, itu juga terkait dengan pelayanan daerah terhadap masyarakat.

“Akan tetapi ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan”, ucapnya. 


Selama 8 tahun belakangan, KPK sudah memproses 50 orang Bupati dan Walikota, Sementara untuk gubernur kurang lebih 15 orang yang terkait dengan tindak pidana Korupsi.

“Kami berharap dengan adanya Deklarasi anti Gratifikasi ini bapak-bapak bisa menerapkannya dengan sebaik mugkin di Daerahnya serta bisa menciptakan pelayanan kepada masyarakat semakin baik," harapnya. 


Dalam acara ini juga diadakan penandatanganan Anti Gratifikasi oleh Gubernur Provinsi Riau dan diikuti oleh Seluruh Bupati dan Walikota Se-Provinsi Riau sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Riau untuk terhindar dari Korupsi, Pungli, Gratifikasi.


Dijumpai seusai acara, Bupati Siak Syamsuar menjelaskan bahwa Gratifikasi bukan ditujukan hanya untuk kepala Daerah saja, akan tetapi untuk semua Pimpinan dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun ASN diharapkan tidak melakukan Gratifikasi. 


“jika nantinya dijumpai adanya Gratifikasi maupun pungli, diharapkan melapor ke KPK langsung ataupun melalui Inspektorat” tegas Syam sapaan akrab Bupati Siak.


Selain itu, terkait dengan Pungutan Liar (pungli) Syamsuar juga menegaskan bahwa kita sudah membuat surat edaran kepada seluruh pimpinan SKPD agar tidak melakukan pengutan liar dan untuk setiap pelayanan kita gratiskan tanpa pengutan biaya.


“Jika ada masyarakat yang menggunakan oknum-oknum (calo) sebagai perantara sebaiknya jangan dilayani, dikhawatirkan akan berdampak buruk karena merekalah yang akan  seperti contoh yang tidak baik,"  tutup Datuk Setia Amanah tersebut.

Direktur Gratifikasi KPK RI Giri Suprapdiono mendapat giliran terakhir memberikan arahan dan sosialisasi pada kegiatan Deklarasi Anti Frarifikasi yang sitaja oleh KPK RI.


Sebelum memberikan informasi terkait perihal gratifikasi di Ballroom Hotel Pangeran mengajak peserta untuk melakukan gerakan senam ringan. Hal ini untuk menghangatkan tubuh dari suhu ruangan yang adem serta rasa kantuk yang tak tertahankan.


Tampak para kepala daerah se Riau yang hadir agak malu-malu mengikut gerakan senam yang di tampilkan melalui video melalui layar infokus.


Begitu juga dengan Bupati Siak Syamsuar, meski sungkan beliau tetap mengikuti gerakan senam tersebut sambil tersenyum.


Hadir pada saat itu Pimpinan KPK RI Alexander Marwata, Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, dan Sekda Prov Riau serta Bupati/Walikota se Riau.


Giri mengingatkan jangan sampai Kepala Daerah se Riau untuk menerima Gratifikasi. Kalau ada yang menerimanya baik langsung maupun tidak langsung segera laporkan ke KPK.

Termasuk Pegawai Negeri, apabila pegawai negeri menerima secara tidak langsung, yang bersangkutan wajib melaporkan kepada KPK paling lambat 30 hari setelah menerima.

Laporan bisa juga melalui unit pengendali gratifikasi di institusi masing-masing paling lambat tujuh hari kerja setelah diterima. "Kami anjurkan itu diberikan saja kepada orang lain yang membutuhkan," jelasnya. 

Sebelumnya Gubernur Riau dan Bupati/Walikota se Riau membacakan ikrar Deklarasi Anti Korupsi dan menandatangi Deklarasi tersebut.(Hms)
Baca selengkapnya

Senin, 07 November 2016

Siak siap menjadi Kabupaten sehat

Bupati Siak Syamsuar pimpin Rapat serta Sosialisasi Pembentukan Tim Pembina Kabupaten Sehat yang dilaksanakan di ruang Pucuk Rebung kantor Bupati Siak, Senin (07/11) pagi. Turut hadir Wakil Bupati Siak Alfedri, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Tengku Said Hamzah dan diikuti oleh sejumlah pimpinan SKPD yang terkait.

Syamsuar menyebutkan dalam rangka untuk mewujudkan Indonesia sehat banyak melibatkan masyarakat, itu berkaitan dengan petemuan di Padang pada beberapa waktu yang lalu.

“Selain itu, kami melihat sebagian besar dilaksanakan baru setingkat kota. Jadi untuk kabupaten belum ada, untuk itu dikarenakan program pemerintah Indonesia sehat, kita ingin apa yang telah dibuat bisa mengacu pada indikator Indonesia sehat,” sebutnya.

Ia berharap kegiatan ini digerakan oleh masyarakat sedangkan pemerintah hanya sebagai pendukung  serta memfasilitasi. Kalau ini bisa terlaksana lanjutnya, maka masyarakat akan merasa nyaman hidup di siak ini. Selain itu kami juga akan mendirikan 5 (lima) rumah sakit tipe D untuk tahun depan, antara lain di Kandis, Perawang, Sungai Apit, Lubuk Dalam dan Kerinci Kanan.

"Ini sangat perlu kita laksanakan, sebab kita ingin rakyat sehat, dan akan menjadi rakyat yang berkualitas. Untuk itu kita harus merubah sistem pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tegas Syamsuar penuh semangat.

Saya berharap agar ini bisa dengan segera di sosialisasikan baik kepada masyarakat maupun kepada sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Siak ini dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama, agar semuanya bisa terlaksana dengan sukses untuk Kabupaten Siak yang sehat,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Tony Chandra mengatakan Kabupaten Sehat adalah suatu lokasi dimana kabupaten berada dalam bersih aman nyaman dan sehat, yang dihuni oleh masyarakat. Hal ini bisa terwujud atas integrasi beberapa pihak yang dilaksanakan atas keinginan masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah.

Turut hadir Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Siak Muharrom, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Fauzi Asni, Asisten Perekonomian Pembangunan Syafrilenti, Asisten Administrasi Umum Jamaluddin serta Kepala Kantor.
Baca selengkapnya

Minggu, 06 November 2016

Perdana Ikut Lomba, SMA STIC Siak Langsung Juara

SMA Sains Tahfizh Islamic Center (STIC) Siak mencatatkan prestasi membanggakan. Dalam Alkamil Expo 2016, siswa dari sekolah ini berhasil meraih juara pertama dalam dua cabang lomba.
Acara tahunan tersebut digelar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Riau. Diselenggarakan dari tanggal 2-5 November 2016.

''Kami mengutus dua cabang perlombaan, Tahfiz Juz 30 dan Syarhil Quran. Alhamdulillah, keduanya meraih juara pertama,'' Humas SMA STIC Siak, Hatta Zulkifli, Minggu (6/11).

Peserta acara ini berasal dari seluruh Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau. Untuk Tahfiz Juz 30 diikuti oleh 77 peserta. Sedangkan untuk Syarhil Quran diikuti oleh 34 peserta.
''Untuk Syarhil Quran, ini pertama kalinya SMA STIC Siak ikut berpartisipasi. Bersyukur sekali kita langsung mencatatkan prestasi terbaik,'' kata Hatta.

Peserta Syarhil Quran atas nama Rian Asmawi, Rezi Al Rizki dan Salamatun Nisha. Sedangkan peserta Tahfiz Juz 30 atas nama, Ismail Ihsan dan Andriansyaf.
''Prestasi ini menjadi motivasi buat kami, karena ini merupakan tahun pertama SMA STIC Siak berdiri,'' kata Hatta.

Keberhasilan ini katanya, tidak terlepas dari dukungan yang diberikan seluruh Majelis Guru dan juga orang tua murid.

Ke depan diharapkan, SMA STIC Siak dapat terus mempertahankan prestasi tersebut. Terlebih lagi SMA swasta unggulan di Kabupaten Siak itu, berkeinginan untuk dapat mencetak kader Bangsa yang menguasai sains dan tekhnologi, berlandaskan nilai-nilai keIslaman yang kuat.

Bupati Siak Drs H Syamsuar, juga memberikan apresiasi atas prestasi yang dicatatkan siswa SMA STIC Siak ini.
"Alhamdulillah, saya ucapkan selamat atas prestasinya. Ini juga bagian dari semangat kita menjaga mukjizat Al Quran," kata Syamsuar.

Prestasi ini juga menunjukkan kecintaan anak-anak Siak sejak dini pada Al Quran, dan hal tersebut harus terus dijaga. Syamsuar mengatakan, sekolah-sekolah berbasis Agama di Siak, sudah banyak mencatatkan prestasi.

"Termasuk SMP Islamic Center, juga menjadi yang terbaik untuk tingkat SMP se-Kabupaten Siak. Saya ucapkan terimakasih kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah mengajar anak-anak kita dengan baik, sehingga menjadi anak sholeh dan sholehah. Teruslah mencatatkan prestasi membanggakan untuk Siak," tutup Syamsuar.
Baca selengkapnya

Syamsuar : Kepercayaan Kunci Utamanya.

Bupati Siak Syamsuar hadiri acara Koperasi Karyawan (Kopkar) Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Expo yang digelar di lapangan basket KPR Perawang Kecamatan Tualang, Minggu (6/11/16).


“Acara ini diselenggarakan dalam rangkat Hari Ulang Tahun Kopkar IKPP yang ke 21 serta meningkatkan tali silaturahmi antara ketua, pengawas, pengurus, karyawan, anggota koperasi dan masyarakat sekitar” ucap pengurus Kopkar IKPP Piving Arianto dengan Semangat.


acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan PT. Capella Medan (Daihatsu), Adira Finance dan Tribune Pekanbaru.


Lanjut, iya juga mengatakan bahwa Alhamdulilah ketika Hari Koperasi Nasional ke-69 Tingkat Provinsi Riau yang diselenggarakan di Kabupaten Siak Agustus lalu, Kopkar IKPP kita mendapatkan penghargaan sebagai koperasi yang mempunyai omset terbesar di Kabupaten Siak.


“Semoga dengan adanya koperasi ini, dapat meninggkatkan kesejahteraan Anggota Koperasi serta masyarakat sekitar. Dan juga dapat membantu program-program Pemerintah untuk pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Siak” tutup Piving.


Senada dengan hal itu, Bupati Siak menjelaskan bahwa Koperasi Karyawan IKPP ini bisa menjadi contoh bagi Koperasi Karyawan lainnya yang ada di Kabupaten Siak.


“Kalaulah kita ingin menjadi yang terbaik dan bahan contoh bagi Kopkar yang lainnya, kita harus terus melakukan yang terbaik dari segi apa pun baik itu Management, segi Keterbukaan termasuk segi Kesejahteraan bagi para anggota koperasi. ” pesan Datuk Setia Amanah itu.


Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa semuanya tergantung kepada kepercayaan anggota koperasi kepada pengurus kiranya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.


“jangankan lima puluh ribu rupiah, seribu rupiah pun tak akan mau orang memberi kalau sudah tidak percaya kepada kita” tegas Syam sambil tersenyum.


Diakhir sambutannya, Syamsuar juga mengharapkan semoga dengan adanya Kepercayaan, Pengelolaan Koperasi yang baik dll, Koperasi ini bisa menjadi panutan bukan hanya untuk Koperasi Karyawan saja tapi juga untuk Koperasi yang lainnya yang ada di Kabupaten Siak bahkan untuk Koperasi yang ada di Provinsi Riau.


Acara ini diawali dengan Jalan Santai dan dilanjutkan dengan senam sehat serta dimeriahkan dengan diadakannya perlombaan seperti Lomba Mewarnai untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Lomba memasak untuk ibu-ibu.


Selain Bupati Siak, acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Siak Indra Gunawan, Camat Tualang Zulkifli serta Pengurus Kopkar IKPP serta para peserta yang terdiri dari masyarakat dan anak-anak.
Baca selengkapnya

Jumat, 04 November 2016

Fauzi Asni Sambut Kunjungan Peserta Konferensi Nasional Matematika

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kab Siak Dr H Fauzi Asni MSi sambut kedatangan Rombongan Fieltrip Peserta Konferensi Nasional Matematika tahun 2016 di Gedung Tengku Mahratu Jumat 4 November 2016.
Kunjungan tersebut dalam rangka kunjungan tahunan sebagai Konferensi Nasional Matematika di Tahun ini serta sekaligus untuk melakuka wisata ke Kabupaten Siak.peserta yang mengikuti tentu nya juga ada dari bebrapa negara ynag mengikuti diantara nya dari Belanda serta dari Negri Jiran Malaysia.hal itu yang dikatakan oleh ketua Rombongan Dr Syamsudhuha MS.c Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan ketika ditemui di Gedung Tengku Mahratu.


Selain itu juga turut ikut dalam Rombongan kurang lebih sebanyak 150 peserta rombongan sangat puas dengan pesona wisata yang ada di kabupaten siak,terutama Istana Asserayah El Hasyimiah yang juga saksi sebagai peninggalan kerajaan Melayu Siak sebagai tempat pertama yang mereka kunjungi.

Dilanjutkan dalam hal yang sama pula oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kab Siak Dr H Fauzi Asni MSi mengatakan ,kami menyambut baik para tamu yang hadir berserta Rombongan yang teridiri dari  Peserta Konferensi Nasional Matematika tahun 2016 di Kabupaten Siak ini,tentu nya juga kami mengucapkan terimakasih dikarenakan telah mau menyempatkan diri untuk singgah serta mengunjungi objek wisata yang ada di siak ini kata dia.

Diahir acara juga dilakukan nya foto bersama oleh  Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kab Siak Dr H Fauzi Asni MSi bersamam Rombongan Peserta Konferensi Nasional Matematika Tahun 2016.
Baca selengkapnya

Festival HAKI di Riau, Siak siap ikut berpartisipasi

Bupati Siak Syamsuar di dampingi Kepala Inspektorat Kabupaten Siak Faly Wurendarasto menghadiri pertemuan terkait Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Rembug Integritas Nasional (RIN) dan rangkaian festival Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2016 bertempat di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Jumat (04/11/16).

Hadir dalam pertemuan tersebut Gubernur Riau Arsyajuliandi, Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Riau Arlisman agus, Ketua DPRD Provinsi Riau, Bupati dan Walikota se Provinsi Riau, Perwakilan KPK Bidang Pencegahan Anto Ikayadi, Forkompinda, BUMN, BUMD, serta pejabat terkait lainnya.

"Yang penting bagimana menyukseskan kedua iven yang akan dilaksanakan sekaligus di pekanbaru ini. Dan ini merupakan hasil rapat terakhir kami dengan pimpinan KPK dengan mempresentasikan persiapan-persiapan yang ada sekaligus di harapkan presiden untuk melounching aplikasi yg di persiapkan oleh kpk dan juga akan langsung di integrasikan di dalam 34 provinsi serta juga akan diberlakukan secara nasional" kata gubernur di awal sambutannya.

"Tidak hanya itu, Kpk juga akan mendirikan pendidikan anti korupsi, dan ini bukan hanya untuk Pemerintah melainkan juga masyarakat, dan Sebetulnya juga dengan acara HAKI ini kpk sudah memulai mengajak masyarakat mendidik komunitas untuk bagaimana mengelola acara ini dengan transparan dan mencegah anti korupsi" lanjutnya.

Sementara itu Anto menyampaikan, Pemilihan Riau bukan sesuatu yang negatif, melainkan Riau ditunjuk secara aklamasi dan demokrasi. "Riau memiliki banyak pesaing, namun pada akhirnya Riau lah yang terpilih menjadi tuan rumah, suatu kehebatan buat Riau dan dengan semangat itulah kami meyakini Riau akan menjadi lebih baik lagi. Dengan tagline yang sudah ditentukan oleh Gubernur Riau " Ayo riau bergerak untuk indonesia tangguh", kalau riau sudah bergerak maka pergerakan akan mengalir keseluruh penjuru nusantara".

"Ini merupakan kesempatan menunjukkan ke daerah dan lembaga lain bahwa riau sudah berubah dan menjadi lebih baik dari yang lalu. Pada saat kegiatan nanti ini bukan sekedar perayaan melainkan menjadi salah satu ikon wisata di riau dan akan menjadi pesta rakyat melayu yang ada di Riau" lanjutnya.

Ditambahkannya juga bahwa Provinsi Riau merupakan tuan rumah HAKI pertama yang berada di luar pulau Jawa, dan dengan ini kita akan menjadikan Provinsi Riau sebagai contoh positif untuk daerah lainnya dalam pencegahan Korupsi di Indonesia.

Acara Festival HAKI dan RIN akan diselenggarakan tanggal 7 – 10 Desember 2016. Kegiatan HAKI akan melibatkan masyarakat di 12 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau dan juga 33 Provinsi lainnya di Indonesia.

Secara garis besar kegiatannya antara lain Jalan Santai/Kirab, Ekspo dan bazar, Seminar, Jual-beli pantun dan syair, Pagelaran seni budaya, menulis surat (Siswa SD, SLTP dan SLTA ) kepada Gubernur/Presiden, Fotografi. Sementara RIN akan dilakukan dalam bentuk Deklarasi Riau dan Workshop Integritas Anggota DPRD Provinsi Riau.

Dijumpai seusai acara Syamsuar mengatakan bahwa hasil dari pertemuan ini akan disampaikan ke masyarakat Kabupaten Siak ,"Tentunya hasil dari pertemuan ini kita akan sampaikan kepada masyarakat Kabupaten Siak bahwa Riau menjadi tuan rumah untuk perayaan HAKI (Hari Anti Korupsi Internasional) 2016".

"Seperti yang dikatakan tadi bahwa ini merupakan iven besar dengan meliputi seluruh elemen masyarakat di 12 Kabupaten di Provinsi Riau dan 33 Provinsi lainnya, Kita menyambut baik perayaan iven ini dan kita siap ikut berpartisipasi serta meramaikan iven besar ini, dan tentunya kita akan berikan yang terbaik untuk capaian kesuksesan iven ini"pungkasnya.
Baca selengkapnya

Selasa, 01 November 2016

Assesment Jabatan Tinggi Pratama, Siak Gandeng Tim Psikologi Angkatan Darat Bandung


Syamsuar buka secara resmi kegiatan Assessment Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak tahun 2016 diruang rapat Raja Indra Pahlawan, selasa (1/11/16). Beliau berpesan agar para peserta Assasment bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini.

Demi menciptakan aparatur yang profesional, berkopetensi, berprestasi kerja dan sesuai dengan tingkat Jabatannya tanpa memandang jenis kelamin, agama, Suku dll  guna mewujudkan pelayanan yang baik terhadap masyarakat, Pemerintah Kabupaten Siak mengadakan Assasment Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang langsung bekerjasama dengan Dinas Psikologi Angkatan Darat Bandung.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, diharapkan peningkatan kemampuan pejabat struktural dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak dari aspek psikologis, mental dan kapabelitas akan semakin baik” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah Lukman.

Kegiatan Assisment ini laksanakan selama tiga hari terhitung mulai tanggal 2 November sampai dengan 5 november 2016 di Hotel Grand Mempura dan diikuti oleh 83 orang peserta, tambahnya.

Pelaksaaan Assessment ini merupakan implementasi dari UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Reformasi Birokrasi Republik Indonesia No. 15 Tahun 2014 Tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Senada dengan itu, Bupati Siak Syamsuar mengatakan kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan psikologi ini dengan serius dan penuh rasa tanggung jawab agar hasil yang didapatkan bisa memuaskan.

“Pada kesempatan tahun lalu, tidak semua peserta yang serius mengikuti kegiatan ini dan hasilnya tidan semua yang memperoleh hasil memuaskan. Akan tetapi untuk tahun ini, tesnya berbeda dengan tahun sebelumnya jadi diharapkan agar semua peserta serius mengikutinya” harap bg Syam.

Selain itu, beliau juga menyinggung sedikit tentang kedisiplinan PNS yang berada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak.

“Saya kemarin sudah berdiskusi dengan Kemempan, mereka menegaskan jangan sampai adanya pungutan liar di Kabupaten Siak terhadap pelayanan kepada masyarakat, kemudian penyalahgunaan narkoba dan terhadap PNS yang tidak disiplin, berkinerja buruk dan tidak bertanggung jawab akan segera diberhentikan” tegasnya.

Kemudian, Dinas Psikologi Angkatan Darat Bandung yang sekaligus Ketua Tim Assesment Jabatan Tinggi Pratama Kolonel Anshari Joni menjelaskan sedikit tentang kegiatan tersebut.

“Kegiatan akan kita awali dengan Psikometri atau mengukur potensi kita karna ini bisa berubah-ubah, Group Discussion disini kita akan mendiskusikan suatu masalah dan mengambil keputusan terhadap masalah tersebut, kemudian kita akan adakan wawancara sesuai dengan pekerjaan bapak dan ibuk masing-masing dan masih banyak lagi tes yang akan kami lakukan”. Jelas Kolonel itu.

Diharapkan kepada bapak dan ibuk selama mengikuti kegiatan ini dengan hati yang senang, iklas dan bersemangat. Karna untuk satu kali tes akan memakan waktu lima sampai dengan enam jam, tutupnya sambil tersenyum.
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system