Jumat, 13 Maret 2015

Konsolidasi organisasi, PGRI Riau Sosialisasi di Siak



Dalam rangka membangun organisasi PGRI yang kuat dan bermartabat, pengurus PGRI Provinsi Riau melaksanakan sosialisasi diwilayah Kabupaten Siak. Kegiatan yang dihadiri seratusan ketua cabang ranting dan anggota PGRI se-Kabupaten Siak tersebut dilaksanakan di Gedung Tengku Maharatu Siak Sri Indrapura (14/03/15).


Rombongan pengurus PGRI Provinsi Riau dipimpin oleh Wakil Ketua DR.Syahril,S.Pd,MM. Turut menghadiri Bupati Siak Drs.H.Syamsuar.MSI yang didampingi Kadisdik Drs.H.Kadri Yafis, Ketua PGRI Siak H.Lukman,MPd. Kakan Kemenag Kabupaten Siak dan Sekretaris LKBH PGRI Siak Mahadar.


Bupati Siak Drs. H. Syamsuar MSi , saat membuka secara resmi kegiatan tersebut mengatakan kesempatan ini sangat baik bagi PGRI untuk meningkatkan kapasitas diri pengurus dan anggota PGRI di Kabupaten Siak. "Harapan kami apa yang bisa diperoleh dalam kesempatan ini dapat disampaikan kepada anggota yang lain hingga daerah binaan di tingkat kepengurusan di cabang kecamatan" ujarnya.


Syamsuar dalam kesempatan itu juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh jajaran PGRI atas peningkatan kemajuan kualitas pendidikan yang ditunjukkan di beberapa daerah Kabupaten Siak. "Saya berharap kedepan disetiap pelosok Kabupaten Siak merata kualitas pendidikannya. Tentu ini memerlukan inovasi dari pendidik untuk memajukan anak didiknya"tambahnya.


Ia juga berharap sekiranya kebutuhan infrastruktur fisik pendidikan dapat disampaikan kepada UPTD dan Dinas pendidikan Kabupaten Siak untuk ditindaklanjuti. "Kita selalu berkomitmen untuk memajukan dan memfasilitasi
kemajuan pendidikan di Kabupaten Siak" katanya.


Sementara itu Ketua PGRI Kabupaten Siak H.Lukman,MPd dalam laporannya berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh peserta sosialisasi untuk menambah wawasan. "Hadir juga saat ini pengurus LKBH PGRI Provinsi Riau, semoga nanti dapat memberikan pencerahan seputar bantuan hukum bagi anggota PGRI" katanya
Baca selengkapnya

Jumat, 06 Maret 2015

Siak Berkomitmen Majukan Pariwisata dan Olahraga.



Siak Berkomitmen Majukan Pariwisata dan Olahraga.

Bupati Siak Drs.H.Syamsuar.MSi menerima kunjungan rombongan Persatuan Wuredatama Republik Indonesia (PWRI) bertempat dikediaman rumah dinas, Siak Sri Indrapura Jumat malam (6/3/2015). Rombongan PWRI yang berjumlah 15 orang tersebut bermaksud menjalin silahturrahmi dengan Bupati Siak yang dalam kesempatan itu didampingi Kadisdik Kadri Yafis, Wakapolres Siak Kompol Arif Fajar, Kabag Humas H.Zulfikri, dan Kabag Umum Roni Rahmat.

Dalam pertemuan yang dirangkai jamuan makan malam itu, Bupati Syamsuar bercerita banyak tentang perkembangan pembangunan di Kabupaten Siak beberapa tahun terakhir. Diantaranya kemajuan sektor pariwisata dan olahraga di Kabupaten Siak.

"Alhamdulillah beberapa waktu lalu disamping sukses melaksanakan Tour de Siak dua tahun terakhir, kita dipercaya menjadi tuan rumah BMX Championship 2014" tutupnya.

Kegiatan tersebut menurutnya amat membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Siak, karena bagi Indonesia event internasional tersebut merupakan kali pertama bagi Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggara.

"Tujuan kita yang menunjukkan "concern" dalam menggiatkan sport tourism di Kabupaten Siak ini, selain untuk memajukan dunia pariwisata dan olahraga di Kabupaten Siak. Kita juga ingin venue eks PON yang ada tetap termanfaatkan sehingga tetap terawat keberadaannya" jelasnya.

Kedepan Syamsuar juga berkeinginan menjadikan menjadikan Kabupaten Siak seperti Provinsi Sumatera Selatan yang aktif menjadi tuan rumah berbagai event kejuaraan olahraga, baik di tingkat national dan international.

"Manfaatnya banyak, di Palembang sudah banyak hotel-hotel besar berdiri. Kita juga ingin Siak dilirik investor, salah satunya dibidang perhotelan" harap orang nomor satu Kabupaten Siak ini.

Baca selengkapnya

Kamis, 05 Maret 2015

Bupati Kaget, Ada Sandal "Made in Siak" di Pasar Seni Kesturi

Bupati Kaget, Ada Sandal "Made in Siak" di Pasar Seni Kesturi

Bupati Kaget, Ada Sandal Made in Siak di Pasar Seni Kesturi


Usai meresmikan pasar seni "Kesturi", Bupati Siak Drs.H.Syamsuar,MSi meninjau sejumlah gerai yang menjual cinderamata dan berbagai produk khas lokal Kabupaten Siak. Dalam peninjauan itu, Bupati Syamsuar sempat takjub ketika mengetahui ada sebuah gerai yang menjual sandal buatan pengrajin lokal Siak. Sandal bermerk "Strong Votensi Siak" tersebut diproduksi oleh pengrajin Desa Pebadaran Kecamatan Bungaraya. 

"Ternyata di Kabupaten Siak sudah ada sandal buatan lokal, semoga suatu saat bisa bersaing dengan produk sejenis seperti dijawa barat" kata Syamsuar. Untuk itu ia berharap para pengrajin produk cinderamata dan produk lainnya yang ada di pasar seni dapat terus meningkatkan mutu dan kualitas produk yang dibuatnya sehingga menjadi produk unggulan dan banyak diminati oleh wisatawan yang datang berkunjung ke Siak.

Syamsuar juga berharap keberadaan pasar seni ini mampu berperan sebagai pasar sentral yang menjual berbagai produk unggulan dan cinderamata lokal Kabupaten Siak, sehingga mampu mengakomodir kreatifitas para penggiat dibidang Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk memasarkan produk yang dihasilkannya. "Pasar Seni yang kita beri nama Kesturi ini juga menjadi andalan kita untuk memperluas stimulan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Siak" kata orang nomor satu Kabupaten Siak ini. 

Pembangunan Pasar Seni Kesturi di lokasi eks pasar inpres lama ini dibangun secara dua tahap, yaitu pada tahun 2013 dan 2014 dengan menghabiskan dana Rp. 4,3 miliar. Sebanyak 44 gerai berukuran 3x4 meter, fasilitas toilet umum, dan musholla yang tersedia dikomplek pasar diharapkan mampu membuat pengunjung merasa nyaman saat berbelanja. Beberapa produk dan hasil kerajinan lokal yang dijual antara lain seperti tas, kain tenun, batik Siak, sandal, T-Shirt, kuliner khas, dan berbagai pernak-pernik lainnya yang biasa menjadi incaran para wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh.




Baca selengkapnya

Kamis, 12 Februari 2015

Musholla As-Shomad Milik Umat Islam

Bupati Siak Drs.H.Syamsuar,MSi jumat (13/02/15) kemarin meresmikan Mushalla As-Shomad yang berada didalam kawasan kompleks perkantoran Tanjung Agung, Mempura. Keberadaan musholla baru ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemda dalam menyediakan tempat beribadah reprensetatif.

"Selama ini sholat fardhu di kantor-kantor dilaksanakan dengan memaksimalkan ruangan yg tidak dapat menampung jamaah dalam jumlah yang banyak" kata Syamsuar.

Untuk itu jelasnya, kompleks perkantoran bupati, kantor SKPD maupun Instansi vertical tentu memerlukan tempat ibadah refresentatif. "terlebih disekitar sini juga tinggal masyarakat yang jumlahnya cukup banyak, serta musafir yang melintas juga memerlukan tempat singgah dan rehat sejenak" jelas orang nomor satu di Kabupaten Siak ini.

Menurutnya, Mushalla yang diberi nama As-Shomad ini juga dibangun untuk masyarakat luas, meskipun latar belakangnya dibangun karena kondisi ketersediaan tempat ibadah di perkantoran. "Nanti supaya masyarakat juga merasa memiliki, saya harap pembentukan pengurus mushalla ini juga melibatkan masyarakat" katanya.

" Musholla ini sengaja kita beri nama As-Shomad, sebagai simbol bahwa dalam kehidupan ini kita hanya bergantung pada Allah SWT" tutupnya.

Musholla yang berdiri diatas lahan seluas 1,5 Ha dan dibangun sejak tahun 2012 ini diberi nama As-Shomad, sebagai simbol ketergantungan makhluk hanya kepada Allah SWT. Hadir dalam kegiatan tersebut Ustadz T.Zulkarnain, Wakil Bupati Drs.H.Alfedri,MSi, Ketua DPRD Kabupaten Siak Indra Gunawan, Ketua MUI Kab.Siak, Forkompinda dan Kepala Kantor Kemenag.

Baca selengkapnya

Sabtu, 07 Februari 2015

Dua Tokoh Siak Pimpin Kwarda 04 Pramuka Riau



Dilantiknya H.M Azaly Djohan,SH dan OK Nizami Djamil sebagai Ka Kwarda dan Ketua Harian Kwarda 04 Riau untuk masa bakti 2014-2019, memberikan kesan tersendiri bagi Bupati dan Wakil Bupati Siak. Pasalnya kedua tokoh Riau kelahiran Siak Sri Indrapura tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat Siak, sehingga diharapkan memiliki perhatian dan dedikasi yang lebih luas terhadap perkembangan gerakan Pramuka di negeri Istana, yang tengah bersiap menjadi tuan rumah Kemah Budaya National 2015 pada bulan Mei mendatang.

"Harapan kami dengan dilantiknya Pak Azaly Djohan dan Pak OK Nizami Djamil sebagai Ka Kwarda dan Ketua harian, Akan membawa Pramuka menjadi lebih maju dimasa yang Akan datang" Kata Bupati Siak Drs. H. Syamsuar MSi usai menghadiri Pelantikan Pengurus Kwarda 04 Riau Oleh Plt.Gubernur Riau Andi Rahman di Gedung Daerah Pekanbaru (07/02/15). 

Ketua Mabida Pramuka Kabupaten Siak ini juga berharap, kedepan wacana Gubernur Riau untuk menjadikan Tahura yang ada di Kecamatan Minas Kabupaten Siak dapat segera terealisasi. "Tentu kita sambut baik, sebab selain Buper Tengku Buang Asmara di Siak Sri Indrapura, akan terealisasi satu buper milik Provinsi Riau yang sebagian kawasannya juga masuk ke Wilayah Kabupaten Siak" jelasnya. 

Senada dengan itu, Wakil Bupati Siak Drs.H.Alfedri.MSi juga tampak berbahagia dengan pelantikan pengurus Kwarda Riau tersebut. Dikatakannya dengan dilantiknya H.M Azaly Djohan dan OK Nizami Jamil, menjadi spirit dan motivasi tersendiri para penggiat dan anggota pramuka yang ada di Kwarcab Siak.
"Dengan dilantiknya beliau, kita tentu berharap kedepan antara Kwarda dan Kwarcab dapat meningkatkan koordinasi dan singkronisasi program kegiatan, sehingga dapat terwujud kerjasama yang lebih bersinergi" jelas Ketua Kwarcab Siak ini.

Dalam kesempatan itu, Asisten Administrasi Umum Setda Kab.Siak juga dilantik sebagai Ketua Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwarcab Siak bersama daerah lain oleh Sekjend Kwarnas Pramuka Drs.Yudi Suwoto MM. Turut hadir Ketua Pengakap Negara Malaysia Tansri Dr. Syafi'i M.Saleh dan rombongan, unsur Forkompinda Provinsi Riau dan para penggiat serta anggota Pramuka dari Kabupaten dan Kota di Riau.
Baca selengkapnya

Selasa, 16 Desember 2014

Potensi Wisata Religi Siak Perlu Dikembangkan

Pelaksanaan tradisi Ghatib Beghanyut di Siak Sri Indrapura selain bertujuan menghindarkan negeri istana dari musibah dan bala bencana, juga diharapkan dapat menunjang upaya untuk menjadikan Kabupaten Siak sebagai destinasi wisata religius di Provinsi Riau. “Ghatib Beghanyut lebih tepat kita kembangkan sebagai event wisata religi yang bernuansa islami” kata Wakil Bupati Siak Drs.H.Alfedri,MSi dihadapan ratusan alim ulama dan tokoh adat dan masyarakat saat melepas rombongan peserta Ghatib Beghanyut di Pelabuhan Internasional LLASDP Siak Sri Indrapura senin malam,(15/12/14).

Dikatakan Alfedri, Pemkab Siak melalui Siak Tourism Board berupaya untuk mempromosikan potensi wisata religi di Kabupaten Siak hingga ke jazirah arab. “Wisatawan dari timur tengah itu biasanya tidak ke Bali, tapi mencari objek wisata lain yang bernuansa religius seperti Malaysia atau ke Lombok-NTB”katanya. Karenanya Ia berharap kedepan segmen wisata religi ini patut dikembangkan sebagai sektor unggulan dunia pariwisata di negeri istana. “perlu kita upayakan bagaimana mengundang wisatawan datang dari arab kesini. Sehingga pariwisata dan ekonomi kerakyatan di Siak terus berputar” jelas ketua BAZ Kabupaten Siak ini. Potensi Wisata religi yang berkembang di Kabupaten Siak menurut Alfedri, beberapa waktu terakhir setidaknya telah menarik minat 1000 orang jamaah dari ulama asal Sumatera Barat untuk berkunjung ke Siak.

Untuk menyemarakkan pelaksanaan kegiatan Gatib Beghanyut tahun depan, Pemkab berencana akan melaksanakan Kegiatan Festival Sungai Siak yang diisi dengan atraksi dan lomba sampan hias. Sementara untuk tahun ini, tradisi melaksanakan zikir dan tahlil berjamaah diatas sampan dengan berhanyut di Sungai Siak ini dirangkai dengan kegiatan ziarah kemakam sultan-sultan Siak.

Sejumlah tokoh adat dan ulama turut serta dalam tradisi yang mulai dihidupkan kembali tiga tahun lalu ini. Selain itu, delegasi Lembaga Adat dan Pemda Kabupaten Batu Bara dan Aceh Tamiang, juga ikut serta dalam kegiatan dirangkai dengan acara dialog kebudayaan itu. “Kabupaten Batu Bara dan Aceh Tamiang dimasa lampau pernah memiliki kekerabatan erat dengan Kesultanan Siak” kata Alfedri.
Baca selengkapnya

Minggu, 07 Desember 2014

Sinergi Pemkab Siak dan PWI diharapkan dapat terus berlanjut.


Pemerintah daerah Kabupaten Siak berkomitmen penuh memajukan sejarah dan budaya lokal yang ada di Kabupaten Siak melalui penerapan berbagai bentuk strategi dan kebijakan yang ada. Demikian disampaikan Bupati Siak Drs. H.Syamsuar M.Si pada acara Dialog Kebudayaan Kabupaten Siak 2014 di Century Hotel Jakarta (7/12/14) yang dirangkai dengan penyerahan hadiah lomba karya tulis wartawan bertema “Siak”, sempena Kegiatan Temu Redaktur Budaya 2014 yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Dihadapan Sekjen PWI Pusat Henry CH.Bangun bersama sejumlah pengurus dan wartawan budaya nasional yang hadir, Syamsuar mengatakan Pemkab Siak akan terus berupaya menanamkan nilai-nilai sejarah dan  budaya khususnya dikalangan pelajar melalui pelaksanaan berbagai kegiatan atraktif. Untuk itu pihaknya berkeinginan untuk memperbanyak buku yang memuat hasil tulisan para pemenang lomba karya tulis tentang Siak yang digagas PWI pusat tersebut. “sumbangsih tulisan ini tentu menjadi bahan pembelajaran bagi para pelajar di sekolah yang sudah mulai diperkenalkan dengan sejarah budaya daerah, karena banyak tulisan tersebut yang mengungkap hal-hal yang banyak tidak diketahui orang banyak”ujar Syamsuar.

Karenanya menurut Bupati, kegiatan perlombaan penulisan ini tentu akan sangat bermanfaat bagi Kabupaten Siak khususnya dibidang sejarah dan kebudayaan karena turut memperkenalkan Siak sebagai bagian dari khasanah kekayaan budaya nasional yang tidak hilang. “Semoga kedepan kita masih bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan baik kebudayaan maupun berkenaan sejarah daerah yang dapat mengangkat nama Siak baik ditingkat nasional maupun internasional “katanya.

Setelah melakukan penilaian terhadap berbagai tulisan para peserta Temu Redaktur Kebudayaan 2014, khususnya yang masuk dalam babak final sebanyak 37 feature, esai, dan berita mendalam yang terbit sepanjang Juli-September 2014 , Dewan Juri perlombaan yang terdiri dari Hendry Ch.Bangun, Priyambodo RH, dan Yusuf Sulsilo Hartono memutuskan 6 tulisan berseri yang terbit di harian Palangka Post oleh Saripudin keluar sebagai Juara I, disusul 2 tulisan berseri dan 4 berita di media Lombok Post yang ditulis Nurul Hayati mendapat posisi juara II, serta sebuah tulisan tiga perempat halaman yang terbit di Harian Kompas yang ditulis oleh Putu Fajar Arcana meraih juara ke III. “tulisan pemenang akan dijadikan buku, yang akan dilaunching bertepatan Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2015 mendatang” kata Hendry Ch.Bangun, selaku Ketua Dewan Juri perlombaan yang juga menjabat sebagai Sekjend PWI Pusat ini.
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system