Kamis, 10 November 2016

Curah Hujan Tinggi, Akibatkan Banjir dan Jalan Rusak.

Tingginya curah hujan akhir-akhir ini di Kabupaten Siak, telah memicu banjir dan kerusakan jalan disejumlah tempat. Untuk merespon kondisi tersebut, Bupati Siak Syamsuar Kamis Pagi (10/11/16), meninjau sejumlah lokasi banjir dan jalan rusak yang menjadi keluhan warga.
Usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2016, Ditemani Kepala Dinas Tata Ruang Cipta Karya Irving Kahar dan Camat Siak Wan Syaiful, Bupati Syamsuar bertolak kejalan Meranti Kelurahan Kampung Rempak Siak Sri Indrapura.  Disana, ia meninjau kawasan yang baru dibuka menjadi pemukiman itu dan menanyakan status lahan yang dijadikan jalan oleh beberapa warga yang bermukim.
“Ada keluhan dari warga kita tentang jalan yang rusak di Kota Siak. Paling tidak, jalan kita ratakan dulu agar tidak becek dan berkubang, kasihan warga” kata dia.

Untuk itu kepada camat, dia meminta untuk secepatnya mencari tahu status lahan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Kepala Dinas Tata Ruang Cipta Karya untuk selanjutnya ditindaklanjuti. “Kumpulkan Pak RT, tanyakan riwayat perihal jalan ini. Kalau sifatnya hibah, kumpulkan surat-suratnya” perintah Syamsuar.
Menurut Irving Kahar, kalau status lahan jelas, pihaknya akan segera membersihkan dan meratakan jalan agar lebih layak dipergunakan warga. “InsyaAllah kita kliring sampai ujung pemukiman sana, supaya jangan berair-air lagi” jelasnya.
Usai meninjau Kampung Rempak, rombongan bergegas meluncur ke Kecamatan Koto Gasib. Disana Camat Koto Gasib Syafrizal bersama upika menanti Syamsuar untuk meninjau banjir yang tengah melanda sejumlah pemukiman warga, persis dipinggiran jalan lintas depan Surau Suluk Tarekat Naqsabandiyah Kampung Pangkalan Pisang.
Sekitar 15 menit berdialog dengan warga, Syamsuar dan rombongan yang tengah meninjau menemukan penyebab meluapnya anak Sungai Buatan yang menjadi penyebab Banjir. Tepat diperbatasan kampung Buatan II – Pangkalan Pisang, gorong-gorong yang ada tidak mampu menampung debit air yang melimpah dikarenakan tingginya curah hujan. Selain itu, disekitar anak sungai juga telah terjadi penyempitan.
“Sungai Siak ini sepanjang riwayat yang kita tahu, selalu pasang surut dan tak pernah meluap. Kalau banjir begini, pasti ada yang salah dengan kondisi anak sungai” ujar salah seorang warga pada Syam.

Menyikapi usulan warga tersebut, orang nomor satu Negeri Istana itu segera mencari solusi agar banjir yang merendam rumah warga segera tertangani.

“Anak Sungai perlu kita normalisasi lagi, turunkan alat berat kita. Biar cepat kelar kita minta perusahaan sekitar untuk membantu menurunkan alat berat, target kita hari ini tuntas” perintah Syamsuar pada Kadis Tarcip dan Camat. Bahkan, Syamsuar tampak langsung menelpon salah satu petinggi di manajemen perusahaan dimaksud agar langsung turun membantu.
"Jangan lupa tanaman pandan duri yang ada dipindahkan supaya tak mati, tanaman itu mulai langka dan susah kita jumpai" pesan Syamsuar sebelum beranjak kembali kekantor.
Baca selengkapnya

Rabu, 09 November 2016

Waw, kedepannya TDSi akan melibatkan 10 Kabupaten/Kota

Bupati Siak Syamsuar menandatangani MoU   terkait pengembangan Tour de Siak, Destinasi dan Iven-iven Pariwisata di ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau, Rabu (8/11).

Selain Bupati Siak, sebanyak 10 Bupati/Walikota se Riau turut serta menandatangani Nota Kesepahaman Bersama antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Riau tentang Pengembangan Tour de Siak, Destinasi dan Even-even Pariwisata.

Diawal sambutannya Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menuturkan bahwa yang menjadi perbincangan kita kali ini adalah bagaimana caranya kita bisa mensinergikan potensi pariwisata kita.
Melihat Potensi Pariwisata yang ada di Provinsi Riau diperlukan strategi Pengembangan wisata untuk lebih megenalkan Provinsi Riau baik ditingkat Nasional maupun Internasional, tambahnya.

Ia menambahkan bahwa jika ada Kabupaten/Kota yang mempunyai beberapa Ivent besar baik itu Bidang Olahraga, Agama maupun Kesenian yang di selenggarakan setiap tahunnya agar bisa di sinergikan, seperti Tour de Siak, Karena berpayungkan masyarakat ekonomi asean. Kedepan kita upayakan Tour de Siak menambah rute sampai 10 Kabupaten/kota, agar menarik peserta lebih banyak lagi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fahmizal mengatakan kami mengharapkan kerjasama dari Kabupaten/kota untuk bisa meningkatkan Pariwisata yang ada di daerahnya masing-masing.
Ia menerangkan pernambahan rute Tour de Siak, pihaknya sudah berjumpa langsung dengan perwakilan Malaka. Ternyata pihak Malaka memberikan respon positif terhadap rencana ini.

Senada dengan itu Bupati Siak Syamsuar menyampaikan beberapa usulan. Pertama, ia mengharapkan keterlibatan setiap daerah untuk Iven Tour de Siak yang akan berlangsung di daerah mereka. Kedua untuk jadwal iven yang akan berlangsung agar disesuaikan dan ditetapkan tanggalnya karena daerah lain ingin ikut berparstisipasi.

“kedepan kami juga sudah merencanakan akan menggelar lomba sampan tingkat Nasional, nantinya akan disesuaikan dengan pacu jalur dari kuansing, kata Syamsuar.
Setelah dari Kuansing mereka tidak payah pulang dan bisa langsung ke Siak. ini merupakan salah satu cara untuk menarik wisatawan agar betah di daerah kita, jelasnya.

Syamsuar menambahkan agar kita (pemprov Riau) bekerjasama dengan Agen Perjalanan Tour and Travel, karena nantinya mereka akan membantu kita untuk mempromosikan Pariwisata yang ada di daerah kita," pungkasnya.

Selain Kabupaten Siak, pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Daerah dari Pekanbaru, Kuansing, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Pelelawan, Inhu, Bengkalis.
Baca selengkapnya

Gratifikasi untuk semuanya, bukan hanya Kepala Daerah saja

Bupati Siak Syamsuar menghadiri acara Deklarasi Anti Gratifikasi Pemerintah Provinsi Riau serta Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Riau di Balairung Room Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (9/11/16) Pekanbaru.


Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia Alexander Marwata, Ketua Ombudsman Republik Indonesia Amzulian Rifa’i, Diriketur Gratifikasi KPK Republik Indonesia Giri Suprapdiono, Gubernur Provinsi Riau Arsyadjuliandi Rachman serta para Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau. 


Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Riau mengatakan bahwa Pelayanan publik memang rentan terhadap kasus Korupsi, Pungutan Liar (pungli) dan Gratifikasi. 


Pelayanan kepada masyarakat ini terkait erat dengan waktu, keadaan dan kesempatan. Inilah yang membuat Pelayanan kepada masyarakat menjadi tempat berawalnya Korupsi, Pungli dan Gratifikasi.

“untuk memberantas Korupsi, Pungli dan Gratifikasi yang ada di Provinsi Riau serta Kabupaten/kota. Saya mengajak seluruh Kepala Daerah agar berkomitmen untuk tidak melakukan hal tersebut mulai dari sekarang” Harap Andi.


Senada dengan hal tersebut Ketua Ombudsman Amzulian Rifai mengatakan bahwa negara kita sekarang berada dimana pelayanan masyarakat penting bagi Pemerintah baik itu Pemerintah Pusat maupun Daerah. 


“Bisa kita lihat bahwa Negara dengan Pelayanan Publik yang baik bisa dipastikan bahwa tingkat Korupsi mereka rendah dan juga sebaliknya jika Negara mempunyai Pelayanan Publik yang jelek bisa dipastikan tingkat korupsi mereka tinggi," sebutnya.


Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menambahkan  bahwa tujuan didirikan negara kita ini adalah untuk mensejahterakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali, itu juga terkait dengan pelayanan daerah terhadap masyarakat.

“Akan tetapi ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan”, ucapnya. 


Selama 8 tahun belakangan, KPK sudah memproses 50 orang Bupati dan Walikota, Sementara untuk gubernur kurang lebih 15 orang yang terkait dengan tindak pidana Korupsi.

“Kami berharap dengan adanya Deklarasi anti Gratifikasi ini bapak-bapak bisa menerapkannya dengan sebaik mugkin di Daerahnya serta bisa menciptakan pelayanan kepada masyarakat semakin baik," harapnya. 


Dalam acara ini juga diadakan penandatanganan Anti Gratifikasi oleh Gubernur Provinsi Riau dan diikuti oleh Seluruh Bupati dan Walikota Se-Provinsi Riau sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Riau untuk terhindar dari Korupsi, Pungli, Gratifikasi.


Dijumpai seusai acara, Bupati Siak Syamsuar menjelaskan bahwa Gratifikasi bukan ditujukan hanya untuk kepala Daerah saja, akan tetapi untuk semua Pimpinan dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun ASN diharapkan tidak melakukan Gratifikasi. 


“jika nantinya dijumpai adanya Gratifikasi maupun pungli, diharapkan melapor ke KPK langsung ataupun melalui Inspektorat” tegas Syam sapaan akrab Bupati Siak.


Selain itu, terkait dengan Pungutan Liar (pungli) Syamsuar juga menegaskan bahwa kita sudah membuat surat edaran kepada seluruh pimpinan SKPD agar tidak melakukan pengutan liar dan untuk setiap pelayanan kita gratiskan tanpa pengutan biaya.


“Jika ada masyarakat yang menggunakan oknum-oknum (calo) sebagai perantara sebaiknya jangan dilayani, dikhawatirkan akan berdampak buruk karena merekalah yang akan  seperti contoh yang tidak baik,"  tutup Datuk Setia Amanah tersebut.

Direktur Gratifikasi KPK RI Giri Suprapdiono mendapat giliran terakhir memberikan arahan dan sosialisasi pada kegiatan Deklarasi Anti Frarifikasi yang sitaja oleh KPK RI.


Sebelum memberikan informasi terkait perihal gratifikasi di Ballroom Hotel Pangeran mengajak peserta untuk melakukan gerakan senam ringan. Hal ini untuk menghangatkan tubuh dari suhu ruangan yang adem serta rasa kantuk yang tak tertahankan.


Tampak para kepala daerah se Riau yang hadir agak malu-malu mengikut gerakan senam yang di tampilkan melalui video melalui layar infokus.


Begitu juga dengan Bupati Siak Syamsuar, meski sungkan beliau tetap mengikuti gerakan senam tersebut sambil tersenyum.


Hadir pada saat itu Pimpinan KPK RI Alexander Marwata, Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, dan Sekda Prov Riau serta Bupati/Walikota se Riau.


Giri mengingatkan jangan sampai Kepala Daerah se Riau untuk menerima Gratifikasi. Kalau ada yang menerimanya baik langsung maupun tidak langsung segera laporkan ke KPK.

Termasuk Pegawai Negeri, apabila pegawai negeri menerima secara tidak langsung, yang bersangkutan wajib melaporkan kepada KPK paling lambat 30 hari setelah menerima.

Laporan bisa juga melalui unit pengendali gratifikasi di institusi masing-masing paling lambat tujuh hari kerja setelah diterima. "Kami anjurkan itu diberikan saja kepada orang lain yang membutuhkan," jelasnya. 

Sebelumnya Gubernur Riau dan Bupati/Walikota se Riau membacakan ikrar Deklarasi Anti Korupsi dan menandatangi Deklarasi tersebut.(Hms)
Baca selengkapnya

Senin, 07 November 2016

Siak siap menjadi Kabupaten sehat

Bupati Siak Syamsuar pimpin Rapat serta Sosialisasi Pembentukan Tim Pembina Kabupaten Sehat yang dilaksanakan di ruang Pucuk Rebung kantor Bupati Siak, Senin (07/11) pagi. Turut hadir Wakil Bupati Siak Alfedri, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Tengku Said Hamzah dan diikuti oleh sejumlah pimpinan SKPD yang terkait.

Syamsuar menyebutkan dalam rangka untuk mewujudkan Indonesia sehat banyak melibatkan masyarakat, itu berkaitan dengan petemuan di Padang pada beberapa waktu yang lalu.

“Selain itu, kami melihat sebagian besar dilaksanakan baru setingkat kota. Jadi untuk kabupaten belum ada, untuk itu dikarenakan program pemerintah Indonesia sehat, kita ingin apa yang telah dibuat bisa mengacu pada indikator Indonesia sehat,” sebutnya.

Ia berharap kegiatan ini digerakan oleh masyarakat sedangkan pemerintah hanya sebagai pendukung  serta memfasilitasi. Kalau ini bisa terlaksana lanjutnya, maka masyarakat akan merasa nyaman hidup di siak ini. Selain itu kami juga akan mendirikan 5 (lima) rumah sakit tipe D untuk tahun depan, antara lain di Kandis, Perawang, Sungai Apit, Lubuk Dalam dan Kerinci Kanan.

"Ini sangat perlu kita laksanakan, sebab kita ingin rakyat sehat, dan akan menjadi rakyat yang berkualitas. Untuk itu kita harus merubah sistem pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tegas Syamsuar penuh semangat.

Saya berharap agar ini bisa dengan segera di sosialisasikan baik kepada masyarakat maupun kepada sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Siak ini dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama, agar semuanya bisa terlaksana dengan sukses untuk Kabupaten Siak yang sehat,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Tony Chandra mengatakan Kabupaten Sehat adalah suatu lokasi dimana kabupaten berada dalam bersih aman nyaman dan sehat, yang dihuni oleh masyarakat. Hal ini bisa terwujud atas integrasi beberapa pihak yang dilaksanakan atas keinginan masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah.

Turut hadir Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Siak Muharrom, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Fauzi Asni, Asisten Perekonomian Pembangunan Syafrilenti, Asisten Administrasi Umum Jamaluddin serta Kepala Kantor.
Baca selengkapnya

Minggu, 06 November 2016

Perdana Ikut Lomba, SMA STIC Siak Langsung Juara

SMA Sains Tahfizh Islamic Center (STIC) Siak mencatatkan prestasi membanggakan. Dalam Alkamil Expo 2016, siswa dari sekolah ini berhasil meraih juara pertama dalam dua cabang lomba.
Acara tahunan tersebut digelar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Riau. Diselenggarakan dari tanggal 2-5 November 2016.

''Kami mengutus dua cabang perlombaan, Tahfiz Juz 30 dan Syarhil Quran. Alhamdulillah, keduanya meraih juara pertama,'' Humas SMA STIC Siak, Hatta Zulkifli, Minggu (6/11).

Peserta acara ini berasal dari seluruh Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau. Untuk Tahfiz Juz 30 diikuti oleh 77 peserta. Sedangkan untuk Syarhil Quran diikuti oleh 34 peserta.
''Untuk Syarhil Quran, ini pertama kalinya SMA STIC Siak ikut berpartisipasi. Bersyukur sekali kita langsung mencatatkan prestasi terbaik,'' kata Hatta.

Peserta Syarhil Quran atas nama Rian Asmawi, Rezi Al Rizki dan Salamatun Nisha. Sedangkan peserta Tahfiz Juz 30 atas nama, Ismail Ihsan dan Andriansyaf.
''Prestasi ini menjadi motivasi buat kami, karena ini merupakan tahun pertama SMA STIC Siak berdiri,'' kata Hatta.

Keberhasilan ini katanya, tidak terlepas dari dukungan yang diberikan seluruh Majelis Guru dan juga orang tua murid.

Ke depan diharapkan, SMA STIC Siak dapat terus mempertahankan prestasi tersebut. Terlebih lagi SMA swasta unggulan di Kabupaten Siak itu, berkeinginan untuk dapat mencetak kader Bangsa yang menguasai sains dan tekhnologi, berlandaskan nilai-nilai keIslaman yang kuat.

Bupati Siak Drs H Syamsuar, juga memberikan apresiasi atas prestasi yang dicatatkan siswa SMA STIC Siak ini.
"Alhamdulillah, saya ucapkan selamat atas prestasinya. Ini juga bagian dari semangat kita menjaga mukjizat Al Quran," kata Syamsuar.

Prestasi ini juga menunjukkan kecintaan anak-anak Siak sejak dini pada Al Quran, dan hal tersebut harus terus dijaga. Syamsuar mengatakan, sekolah-sekolah berbasis Agama di Siak, sudah banyak mencatatkan prestasi.

"Termasuk SMP Islamic Center, juga menjadi yang terbaik untuk tingkat SMP se-Kabupaten Siak. Saya ucapkan terimakasih kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah mengajar anak-anak kita dengan baik, sehingga menjadi anak sholeh dan sholehah. Teruslah mencatatkan prestasi membanggakan untuk Siak," tutup Syamsuar.
Baca selengkapnya

Syamsuar : Kepercayaan Kunci Utamanya.

Bupati Siak Syamsuar hadiri acara Koperasi Karyawan (Kopkar) Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Expo yang digelar di lapangan basket KPR Perawang Kecamatan Tualang, Minggu (6/11/16).


“Acara ini diselenggarakan dalam rangkat Hari Ulang Tahun Kopkar IKPP yang ke 21 serta meningkatkan tali silaturahmi antara ketua, pengawas, pengurus, karyawan, anggota koperasi dan masyarakat sekitar” ucap pengurus Kopkar IKPP Piving Arianto dengan Semangat.


acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan PT. Capella Medan (Daihatsu), Adira Finance dan Tribune Pekanbaru.


Lanjut, iya juga mengatakan bahwa Alhamdulilah ketika Hari Koperasi Nasional ke-69 Tingkat Provinsi Riau yang diselenggarakan di Kabupaten Siak Agustus lalu, Kopkar IKPP kita mendapatkan penghargaan sebagai koperasi yang mempunyai omset terbesar di Kabupaten Siak.


“Semoga dengan adanya koperasi ini, dapat meninggkatkan kesejahteraan Anggota Koperasi serta masyarakat sekitar. Dan juga dapat membantu program-program Pemerintah untuk pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Siak” tutup Piving.


Senada dengan hal itu, Bupati Siak menjelaskan bahwa Koperasi Karyawan IKPP ini bisa menjadi contoh bagi Koperasi Karyawan lainnya yang ada di Kabupaten Siak.


“Kalaulah kita ingin menjadi yang terbaik dan bahan contoh bagi Kopkar yang lainnya, kita harus terus melakukan yang terbaik dari segi apa pun baik itu Management, segi Keterbukaan termasuk segi Kesejahteraan bagi para anggota koperasi. ” pesan Datuk Setia Amanah itu.


Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa semuanya tergantung kepada kepercayaan anggota koperasi kepada pengurus kiranya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.


“jangankan lima puluh ribu rupiah, seribu rupiah pun tak akan mau orang memberi kalau sudah tidak percaya kepada kita” tegas Syam sambil tersenyum.


Diakhir sambutannya, Syamsuar juga mengharapkan semoga dengan adanya Kepercayaan, Pengelolaan Koperasi yang baik dll, Koperasi ini bisa menjadi panutan bukan hanya untuk Koperasi Karyawan saja tapi juga untuk Koperasi yang lainnya yang ada di Kabupaten Siak bahkan untuk Koperasi yang ada di Provinsi Riau.


Acara ini diawali dengan Jalan Santai dan dilanjutkan dengan senam sehat serta dimeriahkan dengan diadakannya perlombaan seperti Lomba Mewarnai untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Lomba memasak untuk ibu-ibu.


Selain Bupati Siak, acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Siak Indra Gunawan, Camat Tualang Zulkifli serta Pengurus Kopkar IKPP serta para peserta yang terdiri dari masyarakat dan anak-anak.
Baca selengkapnya

Jumat, 04 November 2016

Fauzi Asni Sambut Kunjungan Peserta Konferensi Nasional Matematika

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kab Siak Dr H Fauzi Asni MSi sambut kedatangan Rombongan Fieltrip Peserta Konferensi Nasional Matematika tahun 2016 di Gedung Tengku Mahratu Jumat 4 November 2016.
Kunjungan tersebut dalam rangka kunjungan tahunan sebagai Konferensi Nasional Matematika di Tahun ini serta sekaligus untuk melakuka wisata ke Kabupaten Siak.peserta yang mengikuti tentu nya juga ada dari bebrapa negara ynag mengikuti diantara nya dari Belanda serta dari Negri Jiran Malaysia.hal itu yang dikatakan oleh ketua Rombongan Dr Syamsudhuha MS.c Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan ketika ditemui di Gedung Tengku Mahratu.


Selain itu juga turut ikut dalam Rombongan kurang lebih sebanyak 150 peserta rombongan sangat puas dengan pesona wisata yang ada di kabupaten siak,terutama Istana Asserayah El Hasyimiah yang juga saksi sebagai peninggalan kerajaan Melayu Siak sebagai tempat pertama yang mereka kunjungi.

Dilanjutkan dalam hal yang sama pula oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kab Siak Dr H Fauzi Asni MSi mengatakan ,kami menyambut baik para tamu yang hadir berserta Rombongan yang teridiri dari  Peserta Konferensi Nasional Matematika tahun 2016 di Kabupaten Siak ini,tentu nya juga kami mengucapkan terimakasih dikarenakan telah mau menyempatkan diri untuk singgah serta mengunjungi objek wisata yang ada di siak ini kata dia.

Diahir acara juga dilakukan nya foto bersama oleh  Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kab Siak Dr H Fauzi Asni MSi bersamam Rombongan Peserta Konferensi Nasional Matematika Tahun 2016.
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system