Rabu, 19 Oktober 2016

Ada Lukah Gilo, Gasing dan Tarian Olang-Olang Suku Sakai di TMII Jakarta

Pemerintah Kabupaten Siak ikut ambil bagian dalam Pameran Budaya tahun 2016 yang berlangsung 19-23 Oktober 2016. Pameran budaya ini diberi nama Pekan Produk Budaya Nusantara Expo & Forum 2016 yang digagas oleh Kementrian  Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dibuka secara resmi oleh Mentri PMK Puan Maharani, di Taman Mini Indonesia Indah Rabu 19/10/2016.

Dalam keikutsertaannya Pemerintah Kabupaten Siak menampilkan beberapa atraksi budaya yang diambil dari permainan rakyat Siak. Ada permainan Lukah Gilo dari masyarakat Sabak Auh, permainan gasing tradisional dan gasing buah kulim dari masyarakat lubuk dalam dan tualang sekaligus hadirnya perwakilan masyarakat Suku Sakai Minas yang mendapatkan  kesempatan memainkan tarian olang-olang. Termasuk dengan menampilkan sejarah singkat perjalanan kerajaan Siak lengkap dengan peninggalan-peninggalan sejarahnya.

Khusus untuk permainan rakyat ini, para pemain dan penampilnya merupakan penggiat seni asli dari dari kecamatan. Mereka baru saja unjuk kebolehan pada saat pawai budaya Festival Siak Bermadah 2016 di Siak beberapa waktu lalu. Ikut juga bersama rombongan ini adalah T Firdaus. Beliau adalah salah seorang pengrajin dan tokoh kenamaan Siak yang merupakan pakar pembuat gambus. Dari tanggannyalah kayu-kayu dipahat sampai kemudian bisa bernada dan mengalunkan nyanyian khas melayu yang kemudian dipadankan dengan tarian zapin. Gambus hasil karya T Firdaus ini kemudian dipajang khusus di stan pameran Siak.

Penampilan beberapa kreasi budaya dari pemerintah kabupaten Siak ini menurut Syamsuar adalah bagian dari apresiasi budaya. Budaya yang harus dijaga, dilestarikan dan kemudian diperkenalkan kepada daerah lain yang kemudian dapat menjadi bagian dari promosi daerah. Tampilan yang disajikan pada pekan produk budaya ini dapat menceriminkan dinamika dan produk-produk budaya masyarakat Siak. “Dari sini kita coba memberikan cerminan tentang budaya masyarakat Siak, ini seperti sebuah penegasan soal slogan Siak the Trully Malay. Bahwa apa yang kita tampilkan ini kesemuanya adalah bagaian dari tradisi dan Produk budaya melayu itu,” ujar Syamsuar.

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi usai menghadiri acara pembukan Pekan produk budaya juga berkesempatan mendampingi Puan Maharani, Mendagri Tjahyo Kumolo, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Ja’far juga meninjau langsung produk-produk yang ditampilkan di stand Pameran Kabupaten Siak. Puan juga berbincang banyak soal keberadaan kesultanan Siak beserta peninggalan-peninggalannya yang hingga saat ini masih terjaga, melihat produk-produk kerajinan tenun Siak serta produk asli makanan khas Siak. Puan Maharani beserta para mentri lainnya begitu bergairah mendengarkan penjelesan langsung dari Bupati Siak. Ia memberikan apresiasi yang luar biasa ketika melihat kerajinan tenun Siak serta ketika melihat berbagai peninggalan sejarah yang masih ada di Siak.
Baca selengkapnya

Selasa, 18 Oktober 2016

Opening Ceremoni Tour de Siak 2016



Usai dilaksanakannya parade atlit dan funbike pagi tadi, siangnya tepat pukul 14.00 wib dilanjutkan dengan Pembukaan Tour De Siak yang dikemas dengan dua penampilan spesial, yakni parade gasing dan parade seribu kompang, Selasa (18/10/2016).

"Tim musium rekor Indonesia menjadi saksi sekaligus mencatat perhelatan superlatif yang kami yakini semangat kebanggaan bangsa yang berkobar hanya terjadi dimpersada nusantara yang kita banggakan pada hari ini" seru Awan Rahargo direktur museum Indonesia.

Lalu dikatakannya, dan pada hari ditunjukkan dalam rangka pembukaan Tour De Siak dimana para pelaku pelajar se-Kabupaten Siak telah mampu menorehkan pencapaian prestasi rekor indonesia. Dan juga kami yakini bahwa gema yang begitu maha dahsyat pada hari ini telah diperdengarkan kami yakini ini mampu mencatatkan sebagai rekor dunia.

Lanjutnya, kali ini merupakan peristiwa superlatif yang pertama kalinya yang pagelarkan oleh anak-anak pelajar sebanyak 2676.oleh karnanya ini pencapaian prestasi karya dan karsa anak bangsa yang patut kita dukung penuh dan kita apresiasi.

Dalam kesempatan yang sama Syamsuar mengatakan, "Upaya untuk mengemas iven ini agar senantiasa menjadi lebih baik, serta lebih semarak dengan nuansa budaya melayu terus kita lakukan. Pada tahun ini, sebagai bagian dari rangkaian iven Tour de Siak, juga dilaksanakan kegiatan eksibisi seni budaya, seperti parade gasing tradisional dan penampilan seribu kompang oleh masyarakat Kabupaten Siak".

Empat tahun terakhir, berbagai dampak positif dari dilaksanakannya kegiatan ini telah mulai dapat kita rasakan. Misalnya Pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan geliatnya disektor pariwisata. Sejumlah UKM baru bermunculan seiring dilaksanakannya beberapa iven promosi Daerah.

Disisi lain, infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat dikawasan ini berkembang jauh lebih baik seiring dilaksanakannya iven ini. sebagaimana kita maklumi, ketersediaan infrastruktur jalan yang baik selalu berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Lalu Lanjutnya, terkait wacana untuk menjadikan Tour de Siak sebagai ikon Riau dan Nasional ini, Pemerintah Kabupaten Siak menyatakan membuka diri dan siap mendukung rencana Bapak Gubernur dan Kementerian Pariwisata, untuk melibatkan kabupaten dan kota tetangga serta negeri jiran untuk terlibat dalam pelaksanaan iven ini kedepan. Terlebih lagi, beberapa penambahan lintasan balap yang diusulkan melewati daerah-daerah lain yang masih memiliki hubungan historis dengan Kabupaten Siak.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman membuka secara resmi Tour De Siak 2016, disampaikannya "Dengan Tour De Siak ini menurut kami bukan hanya sekadar untuk kita berlomba di balap sepeda tapi jadikan magnet pariwisata Provinsi Riau ini dari Kabupaten Siak ini".

Hal ini dibuktikan dengan adanya Tour De Siak ini, juga membawa nama Riau ke mancanegara dan nasional lalu melihat bagaimana dukungan dari kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif mempromosikan Tour De Siak ini baik di Indonesia maupun di luar Indonesia.

"Feeling saya ini bukan hanya sampai melaka saja Tour De Siak ini, bisa jadi sampai ke Thailand dan negara-negara lain. Saya tidak tau, sama-sama kita saksikan nanti ini bisa juga menyaingi Tour The France. Tidak apalah kita mimpi-mimpi dulu" pungkasnya.


Baca selengkapnya

2.676 Orang Penabuh Kompang, Siak mendapatkan Rekor MURI.

Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat rekor baru yakni Parade Penabuh Kompang terbanyak se-Indonesia dengan total penabuh sebanyak 2.676 orang. Keseluruhan penabuh Kompang tersebut merupakan gabungan dari pelajar dari SD hingga SMA se Kabupaten Siak.

Senior Manajer MURI, Awan Rahargo mengatakan pencatatan ini merupakan rekor baru yang belum pernah dilakukan oleh siapapun. Awan mengaku pencatatan rokor pada bidang kebudayaan adalah rekor yang membanggakan yang harus terus dilestarikan.

"Ini adalah rekor baru. Kita memberikan apresiasi besar kepada seluruh pelajar yang memainkan Kompang dengan sangat baik dan meriah," kata Awan, Selasa, 18 Oktober 2016.


Bupati Siak, Syamsuar sendiri merasa sangat bangga pada seluruh pelajar se Kabupaten Siak yang selama beberapa hari telah melakukan latihan secara rutin untuk mencetak rekor Muri ini.

(Sumber : RiauOnline.co.id)
Baca selengkapnya

Jumat, 30 September 2016

Gesa KITB, Kemenperin Akan Kumpulkan Stakeholder

Direktur Pengambangan Prasarana Industri Wilayah II Kementerian Perindusterian RI, berjanji akan segera mengumpulkan lintas kementerian dan instansi terkait rencana pembangunan KITB.

Hal itu terungkap saat Kemenperin dan Pemkab Siak melaksanakan rapat koordinasi, menyusul akan di operasikannya KITB untuk industri pengolahan cangkang dan briket.
Agar rencana tersebut berjalan, Direktur Pengembangan Prasarana Industri Wilayah II Busharmaidi mengatakan akan secepatnya membangun infrastruktur jalan dalam luar kawasan.

Selain itu kata dia, listrik dan air bersih juga tak luput dari perhatian.
"Kita akan segera menjalin koordinasi lintas sektoral ditingkat kementerian, untuk membicarakan dukungan pembangunan KITB" kata dia.

Bupati Siak Syamsuar, dukungan percepatan pembangunan KITB dapat segera terealisasi. Ia berharap pemerintah pusat segera membangun infrastruktur pendukung beroperasinya kawasan industri masa depan itu.

"Kemampuan kita amat terbatas untuk menyiapkan seluruh infrastruktur, sementara pengoperasian kawasan industri sangat mendesak untuk dilaksanakan. Kita ingin perekonomian daerah bangkit lagi meski harga minyak dan penerimaan daerah terus menurun" sebut Syamsuar.

Bupati dua periode ini juga menyebut semua program yang akan dilaksanakan di KITB telah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah, baik RPJMN maupun RPJMD Provinsi maupun Kabupaten.

"Kita berharap, tahun depan semua infrastruktur yang diperlukan untuk pengolahan cangkang sudah tersedia. DEDnya akan segera dipersiapkan sedemian rupa" tutupnya.

Turut hadir bersama Bupati Siak, Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, Kepala DPPKAD, Kepala Dinas Perindag, Kepala BPMP2T, serta sejumlah pejabat dilingkungan Pemprov Riau, serta Manajemen PT Bosowa, selaku calon investor pengolahan cangkang di Buton.
Baca selengkapnya

Kamis, 08 September 2016

Ternyata Siak itu Indah Bro...


Untuk Ncik Tuan Puan yang akhir pekan niy nak melancong ke Kota Siak Sri Indrapura, jangan lewatkan jadwal pertunjukan Air Mancur Tengku Maharatu. 

Setiap malam ahad dan malam senin serta malam hari libur lainnya pukul 8 sampai 10 malam. Atau ahad siang dan hari libur lainnya, pukul 1 sampai 3 petang.

yakin gak mau ke Siak ????

Baca selengkapnya

Selasa, 06 September 2016

Bagikan Resep Turunan Orang Tua, Misnarni Demo Masak Pacri Nenas.



Untuk menjaga kelestarian kuliner tradisional khas melayu di Kabupaten Siak, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Siak dan SMK Pariwisata Siak, melaksanakan kegiatan demo masak di Gedung LAMR Siak Siak Sri Indrapura (06/09/16). Menu yang dipresentasikan ialah Pacri Nenas dan Acar Masak, menu masakan tradisional khas masyarakat melayu di Kabupaten Siak.


Tak tanggung-tanggung, Ketua TP PKK Kabupaten Siak Misnarni Syamsuar turun tangan mengajari peserta kegiatan yang didominasi para guru di Negeri Istana. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Kadri Yafis, yang dikesempatan itu mewakili pengurus LAMR Siak sebagai Ketua Harian.


Sebelum mendemonstrasikan cara memasak pacri nenas, Misnarni bercerita kalau resep ini didapatkannya dari kebiasaan memperhatikan orangtuanya memasak semasa kecilnya dulu di Kabupaten Bengkalis. “Rupanya kebiasaan itu sangat bermanfaat, InsyaAllah sampai tua nanti pengetahuan ini berguna” kenangnya.


Ia juga menghimbau kaum ibu yang hadir pada acara itu, agar membiasakan diri untuk sedapat mungkin tidak menggunakan penyedap makanan saat memasak. Selain bertujuan menjaga kesehatan keluarga, istri Bupati Siak Syamsuar ini juga mengatakan penyedap makanan juga membuat rasa masakan menjadi kurang alami. “Kalau kita masak masih pakai penyedap makanan, berarti belum fasih memasak” kelakarnya pada peserta.   

Tanpa canggung, satu-persatu bahan masakan yang dibutuhkan dijelaskan Misnarni pada peserta. Proses pembuatannya tidak begitu sulit, bahan – bahan yang diperlukan pun mudah didapat dipasaran. Bahan utama misalnya buah nenas potong, bunga campak, dan bawang merah. Untuk bumbu pacri, kelapa parut, gula kelapa coklat, kayu manis, cengkeh, bunga lawang dan plago, ditambah cabe merah, bawang merah dan bawang putih, ketumbar dan jahe digiling halus dan rata.


Selanjutnya kata Misnarni Syamsuar bawang merah ditumis hingga menguning, lalu bumbu yang telah dihaluskan tadi ditambahkan. “Terakhir masukkan daun salam dan bunga campak, dan buah nenas yang sudah dipotong sambil diaduk rata” jelasnya.


Setelah semuanya tercampur, tambahkan gula garam dan kelapa secukupnya, kemudian aduk kembali sekitar beberapa menit hingga semua bahannya meresap sempurna. “Terakhir masukkan kelapa yang sudah digonseng, aduk dan tunggu hingga aroma khasnya tercium” kata ibu tiga anak ini.


Benar saja, beberapa menit kemudian peserta kegiatan demo masak riuh karena mencium bau wangi, banyak juga yang berebut menyodorkan wadah makan meminta izin untuk mencicipi. “Sabar ya, kalau sedang panas rasanya tak sesedap disantap waktu dingin” pungkas Misnarni Syamsuar.

Diakhir acara, perempuan hobi masak itu tampak menyempatkan diri meninjau peserta yang sedang memasak parci nenas, dan berfoto bersama dengan seluruh kaum ibu yang hadir.
Baca selengkapnya

Misnarni Syamsuar Dilantik Jadi Bunda Paud Siak.





Hj Misnarni Syamsuar resmi dikukuhkan sebagai Bunda Paud Kabupaten Siak Selasa pagi, (30/08/16). Misnarni bersama Bunda Paud delapan Kabupaten Kota se-Provinsi Riau lainnya, dikukuhkan langsung oleh Bunda Paud Riau Hj Sisilita Asyadjuliandi di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman serta Dirjen Paud dan Dikmas Kemendikbud Ir Haris Iskandar Phd tampak hadir menyaksikan pengukuhan tokoh-tokoh sentral penggerak Paud di kabupaten dan kota tersebut.

Satu persatu, Bunda Paud Kabupaten Siak, Rokan Hilir, Kuantan Sengingi, Bengkalis, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Indragiri hulu dan Kota Dumai, dipasang pin dan selempang sebagai simbolis telah resmi menyandang amanah sebagai Bunda Paud.

"Saya Bunda Paud Riau dengan ini melantik ibu-ibu sekalian sebagai Bunda Paud Kabupaten Kota, semoga kita semua mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya" kata Sisilita Arsyadjuliandi, yang sebelumnya juga dilantik sebagai Bunda Paud Provinsi Riau oleh Gubenur.

Misnarni Syamsuar, usai dilantik sebagai Bunda Paud mengaku haru dan bangga. Bagi dia, menyandang amanah sebagai Bunda Paud di Kabupaten Layak Anak tidaklah mudah.

"Tak cukup hanya Bunda Paud saja yang diamanatkan sebagai penggerak Paud, saya mengajak kita semua baik instansi terkait maupun masyarakat untuk meningkatkan sinergi memajukan Paud di Negeri Istana" kata istri Bupati Siak ini.

Kedepan kata dia, peningkatan layanan Paud Kabupaten Siak perlu didorong peningkatan kualitasnya. "Usia Paud ini kan masa emas bagi tumbuh kembang anak yang akan jadi penentu masa depannya nanti" sebutnya.

Dari ribuan undangan yang hadir, tampak sejumlah guru-guru Paud dari Kabupaten Siak turut menyaksikan pelantikan. Proses pelantikan digelar sebagai penutup rangkaian kegiatan Gebyar Paud.

Gebyar Paud yang diikuti ribuan siswa Paud tersebut berlangsung tanggal 27-30 Agustus 2016 dengan tema "Masa Emasku Adalah Masa Depanku, My Golden Age, The Beginning of My Future".

Dari sejumlah lomba yang digelar, Kabupaten Siak berhasil meraih peringkat I se-Provinsi Riau untuk lomba pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian, atas nama Emilia dari Paud Dayang Suri.
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system