Selasa, 01 November 2016

Syamsuar Pimpin Musrenbang RPJMD

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi Pimpin Rapat Musrenbang  Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) di Ruang Rapat Raja Indra pahlawan Selasa 1 November 2016.Rapat tersebut turut ikut  mendampingi  Ketua DPRD Kabupaten Siak Indra Gunawan SE,Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah serta di ikuti oleh seluruh kepala skpd serta para camat se kabupaten siak,tokoh pemuda serta tokoh masyarakat maupun Forum Anak yang ikut menghadiri.
Rapat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) yang dipimpin langsung oleh Bupati Syamsuar tersebut bertujuan sebagai penyampaian rencana untuk menjabarkan program perencanaan untuk lima tahun kedepan, sesuai dengan visi dan misi kepala daerah yang terpilih periode 2016-2021.selian itu juga tentunya mengharapakan masukan terhadap RPJMD kepada peserta Rapat yang mengikuti guna memberikan saran serta masukan untuk pembangunan yang lebih baik lagi demi kemjuan Kabupaten Siak kedepan nya nanti serta sesuai dengan asas pemnbangunan tepat sasaran,hal itu yang diakatakan oleh Kepala Bapedda Drs H Yan Prana Jaya MSi.


Dikatakan oleh Plt. Kepala Bappeda Provinsi Riau Rahmat Rahim ST,MT dalam paparannya  mengatakan, RPJMD juga menjadi pedoman evaluasi sesuai dengan yang diamanatkan undang undang dalam pembangunan daerah jangka waktu selama 5 tahun kedepan serta akan mengarahkan daerah dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Dijelaskannya pula,RPJMD juga untuk  mewujudkan steak holdear yang ada di pemerintah.tentunya kita juga tidak bisa bergantung kepada migas,namu kita juga membutuhkan masukan baik dibidangng pendapatan daerah lain nya serta sarana dibidang palayanan.tentu nya ini akan dapat meningkatkan kepercayaan dari masyarakat kepada pemerintah sesuai dengan amanat yang telah diberikan oleh masyarakat kepada kepala daerah yang terpilih.hanya dengan cara ini pemerintah provinsi dan pemerintah daerah bisa sejalan dalam memberikan pembangunan yang tepat sasaran di setiap daerah sesuai dengan tahapan suatu capaian,terang nya.

Disampaikan oleh Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi sebagai wujud perundangan yang mengatur untuk memperisapkan rpjmd sebagai dasar pembanunan 5 tahun dimasa yang akan datang. Sesuai dengan visi Kabupaten Siak yaitu  terwujudnya Kabupaten Siak yang maju dan sejahtera dlm lingkungan masyarakat yang agamis dan berbudaya melayu seRtsa menjadi tujuan pariwisata di sumatra.

sedangkan tujuan yang akan dicapai serta diperoleh nanti nya juga akan mengacu terhadap misi Kabupaten Siak 2016-2021 yaitu, mewujudkan kualitas  sumberdaya manusia yang sehat,cerdas berahlkal beriman dan bertakwa serta berbudaya melayu ,mewujudkan pembangunan insfrastruktur daerah yang merata dan berwawasan lingkungan,mewujudkan perekonomian daerah yang mandiri dan berdaya saing,mewujudkan pariwisata yang berdaya saing berbassis budaya dan nilai nilai ke agamaan serta mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang baik bersih dan demokrasi tingkat lokal serta pelayanan publik yang prima

"Saat ini kami sedang mempersiapkan indonesia sehat,sesuai dengan langkah langkah serta upaya yang kami buat tahun depan Rumah Sakit Daerah menjadi Rumah Sakit Pratama tipe B serta semua puskemas yang ada di Kbaupaten Siak ini juga akan ditingkatkan menjadi Tipe D,ini lah yang nantinya akan kita upayakan dengan "kata Bupati Syamsuar".

Berkenaan dengan pendidikan,dijelaskan oleh Bupati Syamsuar, juga sebagai sarana yang sangat penting,untuk itu kami juga akan melakukan pengelolaan dana yang bisa kita manfaatkan demi kemajuan pendidikan putra putri di daerah kabupaten siak ini.sedangka untuk pembangunan dibidang agama dan budaya juga harus kita tingkatkan dan bisa kita selaras kan dengan berupaya untuk membuat kegiatan guna melestarikan budaya,ini yang menjadi kebijakan kita kedepan,harap nya.

"Harapan kami tentunya sesuai dengan adanya pembangunan jalan agar bisa meningkatkan perekonomian yang ada di setiap kampung kampung yang jauh dari ibu kota kecamatyan dan kabupaten,sedangkan berkenaan dengan adanya upaya kita terhadap penyelesaian jaringan listrik ke desa desa sebayak 22 desa.kita juga telah mengusulkan ke dinas pertambangan energi agar dapat menikmati jaringan listrik yang ada disetiap desa sesuai dengan program dari pemerintah serta tak lupa untuk mengupayakan yang berkaitan dengan air bersih juga harus bisa sampai ke kampung kampung,tutup nya".
Baca selengkapnya

Mewakili Kabupaten Siak, Koto Gasip mudah-mudahan menjadi yang terbaik

Tim Penilai Evaluasi Kinerja Kecamatan (EKK) Tingkat Provinsi Riau melakukan penilaian di Kecamatan Koto Gasib, Selasa (1/11/16). Kecamatan Koto Gasib mewakili Kabupaten Siak untuk menjadi yang terbaik di Riau.

Kedatangan tim penilai disambut langsung oleh Asisten Administrasi Umum Jamaludin didampingi Camat Koto Gasib Syafrizal.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Umum Setda Provinsi Riau Rahima Erna, Ketua Tim Penilai Rahyunir, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kab.Siak, Budi L Yuwono, Kepala UPTD Kecamatan Kandis, Kepala Bagian Organisasi Setda Kab.Siak Kharial Azmi, Kapolsek Koto Gasib, penghulu serta tokoh masyarakat.

Asisten Administrasi Umun Jamaludin dalam sambutannya mengatakan bahwa EKK ini merupakan kegiatan yang terprogram dan bertujuan memotivasi camat "Kegiatan EKK ini Memang suatu kegiatan yg memang sudah diprogramkan, disamping menilai kecamatan sekaligus juga menilai camatnya. Jadi di Siak ini hampir 5 tahun melakukan kegiatan ini dan tujuannya untuk memotivasi camat beserta jajarannya serta masyarakat untuk berlomba-lomba bersama kita membangun kecamatan yang kita cintai" katanya.

"Dengan adanya kegiatan ini alhamdulillah kita dapat saksikan geliat pembangunan yang sudah kita rasakan di Kecamatan Kabupaten Siak ini. Sejalan dengan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab.Siak juga sejak tahun 2012 lalu sudah melimpahkan izin dan kewenangan Kabupaten kepada Kecamatan dan juga kepala desa. Terdapat 76 izin dan rekomendasi yang merupakan kewenangan Kabupaten diserahkan ke kecamatan dan desa, dengan tujuan mempercepat pelayanan dan efisiensi" lanjutnya.

Dalam kesempatan itu juga Rahima menyatakan, EKK merupakan agenda tahunan guna mencari kecamatan dengan pelayanan publik terbaik. "Kegiatan ini semacam pemberian reward dan motivasi kinerja pemerintah kecamatan untuk pelayanan terhadap masyarakat, "ujarnya.

"Kami bersama tim datang ke Kabupaten Siak ini sudah tidak meragukan lagi, baik di tingkat Provinsi maupun nasional siak sudah dikenal. kami sangat banggakan Siak, termasuk kepada pariwisata serta ikon lainnya terutama Istana Siak" Lanjutnya,

Diakuinya dengan keunggulan dan potensi yang dimiliki Kabupaten Siak akan sulit dikejar Kabupaten lain. semua Kecamatan di kabupaten hampir sama, dengan melihat pada Kecamatannya yang minim akan konflik, memiliki banyak prestasi dan juga kinerja aparatur yang bagus serta masyarakatnya yg welcome.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Provinsi Riau DR Rahyunir Rauf, menjelaskan, sesuai Peraturan Gubernur No.50 tahun 2014, ada empat indiaktor penilaian.

Pertama, indikator pendelegasian kewenangan dari Bupati kepada Camat yang disebut dengan tugas delegatif camat. Artinya sejauh mana camat menyelengarakan tugas yang dilimpahkan oleh Bupati.

Kedua, tugas umum pemerintahan, kontek pemerintahan disebut tugas atributif camat. Ini melekat pada personal camat itu sendiri.

Ketiga, pelaksanaan tugas lain. Artinya tugas di luar atribut dan delegelatif, sifatnya insidentil, di luar pelimpahan wewenang.

Keempat, inovasi Camat dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah. Dan kelima indikator yang ditambah tim penilai, prestasi yang diraih kecamat.

Dan untuk tekhnik penilaian, dengan melakukan wawancara terhadap camat, kapolsek, danramil, penghulu serta perangkat lainnya yg ada d lingkungan kecamatan koto gasib, menggunakan tekhnik dokumentasi, observasi pengamatan secara langsung di kantor camat.

"Ini merupakan tahun yg ke lima kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerinta Provinsi Riau, dan di tahun kelima ini kami turun di Kabupaten Siak. Pemerintah Daerah Kabupaten Siak senantiasa mengikuti kegiatan ini, dan tidak pernah absen menjadi juara di setiap tahunnya" tutup dia.
Baca selengkapnya

Senin, 31 Oktober 2016

Dewan Bandaraya Kuala Lumpur Persatuan Mencegah Dadah malaysia (Pemadam) Kunjungi Kab Siak

Terkait dengan  peran serta pemerintah daerah dalam upaya pencegahan pemberantasan penyelahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di wilayah Kabupaten Siak, sebagaimana tujuan dari pertemuan kali ini, yaitu sebagai  pertukaran informasi terkait penanggulangan kejahatan narkotika dan zat adiktif di daerah.hal itu yang disampaikan Seretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah ketika menghadiri acara Audiensi dan Silaturahmi Dewan Bandaraya Kuala Lumpur Persatuan Mencegah Dadah malaysia(Pemadam) bertempat di Gedung Tengku Mahratu Senin 31 Oktober 2016.

Untuk Daerah Kabupaten Siak sendiri, secara geografis terletak pada lokasi yang amat strategis, yaitu berada pada jantung Provinsi Riau,letak Kabupaten Siak berdekatan dengan selat Melaka yang dikenal sebagai jalur lalu lintas terpadat didunia, yang menjadi growth triangle atau segitiga pertumbuhan tiga negara, Indonesia, Malaysia dan Singapura.untuk itu Kedudukan Badan Narkotika Kabupaten Siak, ialah sebagai lembaga non struktural yang berada dibawah koordinasi, sekaligus bertanggung jawab langsung kepada Bupati dan Walikota. Tugasnya antara lain mengkoordinir perangkat daerah dan instansi perintah daerah dalam rangka mengimplementasikan P4GN.

Dewan bandaraya Kuala lumpur H Zaharudin bin Datuk Basiron setia usaha kehormat pemadam kuala lumpur Persatuan Mencegah Dadah malaysia mengatakan kami hadir sebanyak42 orang rombongan dari Malaysia.tentunya kami mengucapkan terimakasih telah disambut begitu dikagumi terang nya.

Dikatakan oleh H Zaharudin,isu dadah yang di indonesia disebut sebagai Narkoba  ini adalah isu yang paling rumit,untuk itu hal yang kita lakukan  harus berupaya untuk bersama sama memberantas nya.pemadam rengkap wilayah merupakan suatu perkara serius guna memperkuatkan jiwa muda serta mempelajari daerah khusus nya daerah riau yang kami tuju.selain itu sebagai untuk menjalin hubungan kehasrmonisan serumpun melayu malaysia dan indonesia.

"Kami mengucapkan terimaksaih kepada Pemkab Siak,terutama kekaguman kami pada peninggalah sejarah,kami bersyukur bisa berada disini sesuai dengan program yang kami laksanakan,usai dari ini kami akan bertolak ke pekanbaru dengan tujuan yang sama untuk mencari langkah langkah sebagai upaya mencari serta memberantas isu isu dadah yang bisa merusak bangsa.terang nya".

Dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah menjelaskan secara singkat tentang sejarah kerajaan siak kepada rombongan yang hadir.apa lagi para rombongan telah mebyempatkan diri untuk singgah ke Istana Aserraya El Hasyimiah yang juga merupakan bukti peninggalan sejarah melayu siak.

Selain itu dikatakan oleh Drs H Tengku Said Hamzah,BNK juga berperan membentuk satuan tugas sesuai kebijakan operasional BNN yang terdiri atas untur perangkat daerah dan instansi daerah sesuai tugas, fungsi, dan wewenang masing-masing.

Beberapa fungsi Badan Narkotika Kabupaten Siak diantaranya, pengkoordinasian perangkat daerah dan instansi daerah, oengoperasian satgas, pelaksanaan pemutusan jaringan peredaran gelap narkoba, psikotripika, prekusir dan bahan adiktif lainnya melalui satgas, serta pengembangan sistem informasi sesuai kebijakan BNN.

Dijelas kan oleh nya,Dalam mengatasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kabupaten Siak, Pemerintah Daerah, Badan Narkotika Kabupaten dan jajarab Polres Siak terus melaksanakan berbagai upaya, baik bersifat refresif melalui penegakan tindakan hukum, maupun melalui upaya yang bersifat preventif melalui penyuluhan kepada masyarakat umum dan pelajar. Dalam strategi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba ini, jajaran kepolisian dan BNK telah menyelesaikan 48 kasus dengan 75 orang tersangka sepanjang tahun 2013, 49 kasus dengan 79 orang tersangka pada tahun 2014, dan 67 kasus dengan 111 orang tersangka pada tahun 2015.

faktor kerawanan wilayah yang dimanfaatkan oleh mafia dan gembong penyelelundup narkoba. Diantaranya kawasan ini memiliki jalur laut  dan darat yang rawan digunakan untuk menyelundupkan narkoba. Selain itu kawasan ini juga memiliki wilayah pesisir pantai yang luas, sehingga kerap dijadikan jalur tikus penyelundupan narkoba karena berdekatan dengan perairan internasional.

terdapat beberapa pintu yang biasa dipergunakan sebagai  jalur tikus penyelundupan narkoba di Provinsi Riau. Untuk jalur rawan shabu-shabu dan dan ekstasi, umumnya masuk lewat jalur bengkalis dan seterusnya ke Kebupaten Siak. Hal ini membuat Kabupaten Siak berada pada kategori kuning dengan status menengah, sehingga perlu segera diwaspadai agar jangan sampai terjadi peningkatan status.

Bagi pencandu dan pelaku penyalahgunaan narkoba, BNK, BNN dan Dinas Sosial juga melakukan upaya rehabilitasi dengan mengirimkan pecandu ke pusat rehabilitasi narkoba di Lido Bogor, maupun ke RSJ Tampan. dalam kurun tahun 2013-2015, 6 orang pecandu telah dikirim untuk menjalani rehabilitasi pungkas nya.

Diahir acara dilakukannya penyerahan cindera mata oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah Kepada H Zaharudin selaku ketua rombongan Pemadam.
Baca selengkapnya

Jumat, 28 Oktober 2016

Syamsuar : Teruslah berlatih jika ingin menjadi yang terbaik


Setelah berhasil meraih juara tiga, Syamsuar berkenan secara langsung memberikan uang pembinaan kepada para peserta yang berhasil mendapatkan juara pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXV tingkat Provinsi Riau tahun 2016 bertempat di Balai Datuk empat Suku, jum’at (28/10/16). Sebelumnya acara diawali dengan makan bersama.

Dalam sambutannya, Bupati Siak sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Siak Syamsuar mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas prestasi yang telah di raih oleh Qari-Qariah Kabupaten Siak yang berhasil meraih juara tiga dengan nilai 44 pada MTQ Tingkat Provinsi Riau di Pekanbaru yang lalu.

“Alhamdulilah untuk tahun ini kita bisa mendapatkan juara 3 dan ini merupakan sebuah peningkatan prestasi dari tahun-tahun sebelumnya, akan tetapi ini semua tidak lepas dari kerja keras para Bapak Ibuk guru yang telah membimbing anak-anak kita sehingga bisa menjadi juara” sahut bg Syam.

Sementara itu beliau juga menambahkan bahwa jangan mudah puas dengan hasil yang kita peroleh sekarang, jika kita sampai lalai maka untuk kedepannya prestasi kita bisa menurun jadi giatkanlah untuk terus berlatih, bahkan kami nantinya akan membawa guru Penguji MTQ Tingkat Provinsi Riau yang kemaren untuk mengajarkan kalian.

Diakhir sambutannya, Datuk Setia Amanah tersebut memberikan semangat kepada seluruh anak Siak yang lagi Kuliah, bahwasanya Pemerintah Kabupaten Siak sudah bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dari Kementrian Keuangan untuk S2 dan S3, jadi mereka nantinya akan membantu untuk memberikan beasiswa Pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Bagi anak Siak yang ingin kuliah hingga S3, manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin karena untuk Siak sendiri baru 4 orang yang mengambilnya. Untuk diketahui Beasiswa ini bukan hanya Ilmu Umum, akan tetapi Ilmu Agama juga masuk kedalamnya, jadi terserah kalian mau ngambil yang mana dan Universitas apa” tutupnya.

Dari berbagai cabang lomba yang kita ikuti pada MTQ ke XXXV Tingkat Provinsi Riau, inlah Qari dan Qariah berhasil mendapatkan juara, Fatahilah Al Hafiz juara satu Cabang Tilawah Golongan Remaja, Sabri Fazil juara satu cabang Tilawah Golongan Qira’at, Fitri Yanti juara satu Cabang Khath Naskah, Winda Hartati juara satu cabang Musabaqah Makalah Alquran  (MMQ), Putri Dwi Sofira dan Maulidi Thariq juara satu cabang Tahfiz 10 juz, Alfanza Fikri juara dua cabang Tilawah Golongan Tartil, Susiliani juara dua cabang Khath Dekorasi, Khairil Anwar juara dua cabang Musabaqah Makalah Alquran  (MMQ), Risanda Ismail juara dua cabang Tahfiz satu juz dan Elsa Desanti juara tiga cabang Group/Syarhil.

Senada dengan itu, Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Siak Wandi Utama berkata bahwa untuk MTQ Tingkat Provinsi Riau tahun ini, hasil pemantauan kami selama dilapangan bahwa selama anak-anak kita bertanding, tingkat keseriusan dan fokus mereka sangat tinggi dan ini barangkali salah satu faktor yang membuat mereka bisa meraih juara. 
Baca selengkapnya

Kamis, 27 Oktober 2016

Disambut Misnarni Syamsuar Saat Melancong ke Kota Istana, Rahayu Ingin Dirikan DPC APJI di Kabupaten Siak

Sebagai daerah tujuan wisata di Provinsi Riau, Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Rahayu Setiowati bersama rombongan mengunjungi Kota Istana, Siak Sri Indrapura, Kamis (27/10/2016).

Kedatangan rombongan APJI yang baru saja menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pekanbaru langsung disambut Ketua TP PKK Kabupaten Siak Misnarni Syamsuar di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Siak.

"Kami sangat menyambut baik dan berterima kasih atas kunjungan para tamu APJI, dengan kunjungan ini bisa melihat produk asli daerah kita dan produk yang kita miliki ini tentunya dapat pula dijadikan contoh untuk daerah lain," kata istri Bupati Siak ini

Sementara itu, Ketua Umum DPP APJI Rahayu Setiowati mengaku senang bisa sampai ke Kota Istana. Dia juga menjelaskan kegiatan yang baru saja dilaksanakan di Kota Pekanbaru, dimana mengemas 350 menu yang terbuat dari bahan sagu.

"Sagu ini kan bisa juga pengganti beras. Bagaimana kita mampu mengolah agar makanan dari sagu ini disukai masyarakat dan bisa juga kita promosikan di luar negeri," sebutnya

"Selain sagu, tentunya kita juga mencari makanan khas Riau lainnya yang bisa dipromosikan ke luar negeri. Saya optimis masih banyak menu makanan yang sangat menarik di Riau ini, khususnya di Siak," ujarnya.

Rahuyu berkeinginan, ke depan hendaknya mendirikan pengurus DPC APJI di Kabupaten Siak ini, sehingga produk-produk daerah dengan mudah dipromosikan.

"Saya ingin sekali ada DPC APJI di sini. Tentunya kita harapkan juga dukungan dari ibu Misnarni," ujarnya

Usai bersilaturahmi dengan istri Bupati, kemudian rombongan mengunjungi Istana Siak. Di sini, Rahayu begitu terkagum-kagum dengan peninggalan kerajaan Siak yang masih terjaga dengan baik. Misnarni pun menjelaskan setiap pertanyaan yang diberikan Rahayu berserta rombongan terkait peninggalan-peninggalan kerajaan yang berada di Istana Siak. 


Baca selengkapnya

Selasa, 25 Oktober 2016

Urusan Pelayanan Publik, Siak Bersiap Terapkan SP4N

Wakil Bupati Siak Alfedri, menghadiri Seminar Efektifitas Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) di Balai Pauh Janggi Gedung Daerah Riau, Pekanbaru (25/10/16). Selain Alfedri, turut hadir Wakil Ketua Ombudsman RI Lely Pelitasari Soebekti, Anggota DPR RI Lukman Edy, sejumlah Kepala Daerah di Provinsi Riau, dan stakeholder terkait dibidang pelayanan publik.

Sempena kesempatan itu, juga diadakan diskusi panel seputar pelayanan publik dan SP4N, dengan narasumber Anggota Ombudsman RI Dadan S Sumarmawijaya, Komisi II DPR RI Lukman Edy, dan kepala BPPT Prov Riau Evarevita. Sementara Kepala Perwakilan Ombudsman Riau Ahmad Fiitri, bertindak sebagai moderator dalam dialog tersebut.

Wabup Alfedri usai kegiatan tersebut mengaku mendapatkan banyak masukan dari narasumber terkait peningkatan mutu layanan publik, untuk kemudian diterapkan didaerah.

"Sejalan dengan yang disampaikan Komisi II DPR RI dan Wakil Ketua Ombudsman RI, disiak kita sudah siapkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pelayanan Publik dan Surat Keputusan Bupati tentang koordinasi pengaduan pelayanan publik” kata dia.

Sementara disetiap satker kata dia, ditindaklanjuti dengan keputusan Kepala SKPD untuk membentuk unit2 pelayanan pengaduan.

“Sarana komunikasi baik SMS, Email dan Akun Facebook juga sudah dipersiapkan Pemkab, hanya saja belum terintegrasi secara online” lanjut Alfedri.

Guna mengintegrasikan sistem ini agar online dan mudah diakses dan dipantau, Pemkab kata Alfedri sudah menugaskan Kepala Bagian Organisasi dan admin yang ditunjuk menindaklanjuti aplikasi SP4N di Kabupaten Siak.

“Besok Staf  Kepresidenan akan memberikan kode id dan pasword SP4N pada admin kita, supaya Kabupaten Siak juga terintegrasi SP4N secara online dengan baik dengan Menpan RB, Ombudsman, maupun Kantor Staf Presiden” jelasnya.

Dengan SP4N, nantinya pengaduan pelayanan publik yang masuk ke admin akan disampaikan pada masing-masing SKPD, tindaklanjutnya juga akan dilaporkan kembali ke ombudsman sehingga tak perlu lagi turun ke daerah” tutup Alfedri.
Baca selengkapnya

Minggu, 23 Oktober 2016

Lomba Pacu Handtractor, hiburan bagi para petani

Sidik warga Kampung Buantan Lestari berhasil tampil terdepan dan membawa pulang piala bergilir penghulu Buantan Lestari. Tak hanya Sidik, peserta lainnya seperti Sirin dan Doni dari kampung yang sama pada posisi kedua dan tiga. Selain itu pada posisi ke empat diraih oleh Sadimun yang berasal dari kampung Kemuning Muda.

Hampir sama dengan pacu jawi di Sumbar, Pacu handtractor di kampung Buantan Lestari kecamatan Bungaraya menggunakan handtractor. Begitu bendera start diangkat para peserta berlarian menuju handtracktor masing-masing pada sebidang sawah yang berlumpur milik masyarakat.
 
Sebelumnya Bupati Siak Syamsuar setibanya dilokasi Minggu, (23/10) menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat atas kreativitas dan semangat gotong royong hingga suksesnya acara tersebut.
Bupati berharap agar para petani muda bisa dan handal menggunakan handtractor yang sudah diberikan oleh pemerintah, dengan begitu mereka bisa meningkatkan produksi pertanian. Kegiatan seperti ini menurut Syamsuar sangat baik sekali.
 
Nanti kedepannya kata Bupati, lomba pacu handtractor ini akan memperebutkan piala Bupati, agar pesertanya semakin bertambah dan sekaligus bisa mempromosikan wisata, jelas Syamsuar.
Mudah-mudahan lomba pacu handtractor ini tambah besar, dan pesertanya tidak hanya dari kabupaten Siak saja, dan masuk kedalam kalender pariwisata, harapnya.
 
Lomba ini dimulai dari tanggal 22 hingga 23 Oktober 2016 yang ditaja pihak Kampung Buantan Lestari sempena penyambutan petani untuk turun bersawah dan juga penyambutan tahun baru Islam 1438 Hijrah. Diikuti sebanyak 100 orang peserta yang terdiri dari petani dari Bungaraya, Sabak Auh, Sungai Apit dan kampung Teluk Lanus.
 
Ketua panitia Chadi mengatakan perlombaan pacu Handtraktor ini Merupakan kali perdana yang dilakukan serta kedepan menurutnya akan dimasukkan dalam agenda resmi masyarakat setempat.
"Kedepan Iven pacu Handtraktor akan terus kita taja disetiap tahunnya. Kegiatan pacu Handtraktor digelar guna membangun senergiritas masyarakat agar saling membangun kebersamaan," ujarnya, 
Peserta dibagi menjadi dua grup, yang akan dimulai dari penyisihan grup, Semi Final dan Final.
Bungaraya ini merupakan wilayah penghasil beras terbesar di Kabupaten Siak, setiap musim petani yang akan turun ke sawah untuk menanam padi akan diadakan berbagai acara sebagai bentuk kesiapan mereka dalam bercocok tanam.
 
Pada kesempatan itu Bupati Siak menyerahkan bantuan handtractor kepada petani. Bantuan itu diharapkan bisa membantu untuk meningkatkan produksi padi. Orang nomor satu di Kabupaten Siak itu berkesempatan meninjau kebun cabe milik masyarakat. Selain piala dan piagam para pemenang juga diberikan hadiah berupa uang tunai sebagai dana pembinaan. (hms)
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system