Senin, 07 Maret 2016

Anak Siak Harus Bebas Polio


Anak Siak Harus Bebas Polio

PIN Siak dibuka Bupati Syamsuar.

Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, diharapkan dapat mengurangi resiko penularan virus polio, yang bisa jadi datang dari negara lain. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, merasa perlu menggalakkan gerakan imunisasi tambahan polio kepada seluruh balita, baik yang telah atau bahkan belum divaksin sebelumnya .

“Kita ingin memastikan tingkat kekebalan balita di Kabupaten Siak terhadap virus poliovirus (PV), sekaligus memberikan perlindungan optimal dan merata terhadap kemungkinan munculnya kasus Poliomielitis” kata Bupati Siak Syamsuar, saat meresmikan gerakan PIN Polio di Lapangan Sepakbola Kwalian Siak Sri Indrapura (08/03/16).

Ajakan Syamsuar itu, langsung dijawab antusias kaum ibu dengan membawa balitanya untuk diberi vaksin gratis. Mereka, rata-rata juga warga Kwalian, sisanya bahkan ada yang datang dari berbagai sudut lain Kota Siak Sri Indrapura. “Selaku oghang tuo mengaso senang dengan adonyo kegiatan imunisasi ini” ujar salah seorang ibu.

Indonesia, telah dinyatakan bebas polio bersama dengan negara anggota WHO di South East Asia Region (SEAR) bulan Maret 2014 yang lalu. Untuk mempertahankan keberhasilan dan upaya menjaga pelaksanaan komitmen mewujudkan Dunia Bebas Polio, Indonesia perlu terus memperkuat pelaksanaan program imunisasi rutin polio dan kegiatan imunisasi tambahan melalui Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang dilaksanakan serentak pada tanggal 8-15 Maret 2016, termasuk di Negeri Istana Kabupaten Siak.

Usai kegiatan PIN POLIO yang ditaja Dinas Kesehatan itu, Bupati Syamsuar juga berkesempatan menyerahkan simbolis unit mobil bioskop keliling. Mobil keliling ini merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan kepada Dinas Pendidikan, sebagai sarana penunjang edukasi ilmu pengetahuan kepada pelajar di daerah.


Baca selengkapnya

Jalan Anda Rusak, URC-BM Bertindak


Syamsuar ekspos inovasi reaksi cepat perbaikan kerusakan jalan di Jakarta.

Ketersediaan infrastruktur yang baik, turut memberikan gambaran akan tingkatan kualitas daya saing suatu daerah, sehingga diharapkan akan diperhitungkan pula posisi tawar daerah terhadap potensi investasi yang akan masuk.

Poin inilah yang menjadi simpulan paparan Bupati Siak Syamsuar, saat diminta menjelaskan inovasi URC-BM (Unit Reaksi Cepat Bina Marga) gagasan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak, sempena pekan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016.

Kegiatan ini merupakan tahap lanjutan dari desk evaluasi yang ditaja Kementerian Reformasi Birokrasi, untuk menguji kepiawaian sosok - sosok kepala daerah inovator dalam memberikan pelayanan publik berkualitas, yang berlangsung tanggal 29 Februari hingga 11 Maret 2016 ini.

"Program kami sejak terpilih 5 tahun lalu adalah mengutamakan pembangunan infrastruktur jalan, listrik dan air bersih." tutur Syamsuar dihadapan para panelis di Jakarta (07/03/16).

Cita-cita itu kata Syamsuar, bukan tanpa hambatan. Kerusakan jalan kerap kali terjadi karena mobil angkutan barang dan industri terus hilir mudik di jalanan Negeri Istana itu dengan muatan berlebih.

"Jalan-jalan sering dilewati angkutan industri termasuk milik industri pulp and paper yang kapasitasnya bisa overload sampai 30 ton, padahal jalan kita kapasitasnya cuma 8 ton" kata dia.

Untuk itu, diperlukan langkah cepat penanganan kerusakan jalan demi mendukung kemajuan dunia pariwisata dan perekonomian masyarakat, sekaligus memastikan akses transportasi ke kawasan strategis nasional, provinsi, dan kabupaten tetap terjaga.

"Asumsi kami, penanganan kerusakan jalan akan memakan biaya yang sangat besar jika tidak segera di tindaklanjuti. Dengan perbaikan yang cepat ini tingkat kerusakan jalan tidak bertambah" jelas orang nomor satu Kabupaten Siak ini.

Guna menjawab tuntutan masyarakat akan kinerja yang cepat dan berkualitas, kata Syamsuar, perbaikan infrastruktur itu dilakukan melalui pola kegiatan swakelola bersumber APBD melalui unit URC-BM, namun tentu didukung alat-alat yang mumpuni.

"Dengan pola ini, Alhamdulillah Sampai saat ini belum pernah ada teguran dari BPK. Dan kami masih memperoleh opini WTP berturut-turut empat tahun terakhir ini. Artinya apa yang kami kerjakan itu tak salah" katanya.

Pola pengerjaan kegiatan swakelola itu terang dia, efektif pula menekan angka kecelakaan lalu-lintas dijalan raya karena tak sampai sebulan, perbaikan jalan rusak bisa rampung.

"Inovasi ini pula yang mendukung kesuksesan pelaksanaan iven Tour de Siak tiga tahun terakhir" sebut pria tiga anak ini.

Untuk menyokong kinerja URC-BM, Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dengan melaporkan kerusakan jalan melalui akses call dan sms center 082329837744.

"Dengan menggunakan alat berat road maintenace truck dan alat lainnya, pekerjaan beaching atau normalisasi jalan rusak lekas terselesaikan" tutupnya.

Baca selengkapnya

Senin, 29 Februari 2016

Sempena HUT Damkar, Syamsuar Terima Penghargaan.


Sempena HUT Damkar, Syamsuar Terima Penghargaan.

Dari alun-alun Simpang Lima Kota Semarang Jawa Tengah (01/03/16), dihadapan puluhan Kepala Daerah dan 1500 pasukan Pemadam Kebakaran (Damkar), Bupati Siak Syamsuar menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo. 

Penghargaan kali kedua yang diterima sempena Upacara Peringatan HUT Damkar ke 97 Tingkat Nasional itu, merupakan bentuk reward atas upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dikawasan gambut disepanjang tahun 2015 lalu.

Inspektur Upacara, Mendagri Tjahyo Kumolo, mengingatkan seluruh kepala daerah di Indonesia, bahwa tiap-tiap daerah harus sudah punya satuan dan armada damkar. "Target paling lama 15 menit harus sudah tiba di TKP" kata Tjahyo.

Selain itu dalam amanatnya, Pemerintah Daerah juga diingatkan untuk senantiasa bersinergi dengan semua elemen terkait didaerah dalam rangka pecegahan kebakaran didaerah nya. "Koordinasi dan kerjasama dan kesiagaan harus terus dijaga dengan baik dengan Kepolisian, BPBD, maupun Damkar" tutup Menteri Kabinet Kerja Ini.

Usai mengikuti rangkaian upacara, Bupati Syamsuar rencananya didaulat untuk membeberkan upaya dan strategi yang dilakukan Pemkab Siak saat menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan beberapa tahun terakhir.

Baca selengkapnya

Jumat, 26 Februari 2016

Direktur Kebudayaan TMII Salut Dengan Syamsuar




Direktur Kebudayaan TMII Salut Dengan Syamsuar
 
Siak –Direktur Kebudayaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ade F Meliala, mengaku salut dengan rencana jangka panjang yang dibikin oleh Bupati Siak, Syamsuar, soal upaya menjaga tradisi dan budaya yang ada di ‘Negeri Istana’ di tengah modernisasi yang ada. Membangun dan mengembangkan pariwisata Siak yang berbasis kebudayaan melayu.
 
“Ini luar biasa. Banyak orang yang hanya berfikiran jangka pendek soal pengembangan pariwisata. Paling lima tahun. Ini tidak. Bapak berfikir jauh ke depan. Saya salut,” kata perempuan ini saat menggelar pertemuan di Zamrud Room komplek rumah dinas bupati Siak di kawasan jalan Raja Kecik, Siak Sri Indrapura, Kamis (25/2) malam. Dia bersama rombongan dari Jakarta dan Pekanbaru.
 
Ade yang sudah kali kedua datang ke Siak ini mengaku bahwa dia bersama rombongan sudah keliling Kota Siak. Kota Siak semakin indah, kota yang luar biasa. Tak hanya indah, tapi Siak punya roh untuk lebih maju lagi.
 
Sebelumnya Syamsuar cerita panjang lebar soal asal mula kerajaan Siak yang dibangun pertama kali oleh Raja Kecik pada tahun 1723 silam. Terus dia juga cerita soal potensi besar yang ada di Kabupaten Siak yang bisa dijual hingga ke mancanegara. Ada peninggalan sejarah seperti Istana Siak, Tangsi Belanda, gudang mesiu, sejumlah museum, makam para raja dan sederet peninggalan sejarah lain.
 
Siak juga punya sejumlah tasik, hutan alam seperti Cagar Biosfer, Suaka Margasatwa Zamrud dengan danau unik yang punya pulau yang bisa berpindah-pindah. “Kami sudah mengusulkan kawasan ini menjadi Taman Nasional Zamrud. Mudah-mudahan segera terwujud. Sebab di jaman Presiden SBY persis saat meresmikan jembatan tengku Agung Sultanah Latifah, kawasan ini sudah diresmikan sebagai Taman Nasional Zamrud. Tapi secara administrasi sampai sekarang belum kelar,” katanya.
 
Jika kelak menjadi Taman Nasional, potensi yang ada di sana kata Syamsuar akan bisa digarap maksimal sebagai kawasan ekowisata dan konservasi yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Dan jika sudah jadi taman nasional, Pemkab Siak pun akan bisa membikin zonasi.
 
Lantas ada lagi objek wisata buatan semacam sumur minyak bersejarah di Minas dan Pusat Latihan Gajah (PLG) di Minas yang berdekatan dengan Taman Hutan Raya (Tahura). “Makanya saya bilang sama banyak orang. Di Siak mau sebentar apa mau lama? Mau sebentar kami punya sumur minyak bersejarah dan PLG tadi. Sangat dekat dengan Pekanbaru,” katanya.  
 
Untuk mengembangkan semua potensi tadi, Pemkab Siak kata Syamsuar sudah membikin Grand Disain pengembangan kebudayaan melayu. Ini sengaja dibikin supaya saat berganti pimpinan, rencana pengembangan kebudayaan tadi tidak berubah.
 
Pembenahan-pembenahan kata Syamsuar juga sudah dilakukan. Mulai dari restorasi tempat-tempat bersejarah tadi, pembinaan kampung-kampung adat, memasukkan kurikulum kebudayaan melayu di sekolah, hingga pembangunan dan penataan sejumlah museum sudah dilakukan. “Kami lakukan semuanya berbasis kebudayaan. Dan ini juga sejalan dengan misi Pemprov Riau,” katanya.
 
Pertemuan dengan rombongan Ade tadi tak hanya oleh Syamsuar sendiri. Tapi ada sejumlah pimpinan SKPD dan tokoh masyarakat serta tokoh adat. Besoknya (hari ini), Ade dan rombongan masih akan keliling Siak. Sebab ada satu misi yang akan mereka jalankan. Membantu Pemkab Siak ‘menjual’ potensi besar tadi ke seluruh penjuru. (hms

Baca selengkapnya

Kamis, 25 Februari 2016

Syamsuar Tertarik Karya Josaphat


Syamsuar Tertarik Karya Josaphat

Ada suasana berbeda di Lantai III Gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Riau, Jumat pagi (26/02/16). Bupati Siak Syamsuar bersama beberapa pemangku kepentingan lain berkumpul disana sempena Focus Group Discussion UIR. Diantara yang hadir bersama Syamsuar adalah Rektor UIR Detri Karya, utusan sejumlah instansi terkait Pemerintah Provinsi Riau, perwakilan PT Chevron Pasific, sejumlah guru besar dan dosen lintas keilmuan dari kampus UIR.

Profesor Josaphat Tetuko Sri Sumantyo Phd, ilmuwan dunia asal Indonesia yang jadi pusat perhatian seisi ruangan, tengah serius bercerita tentang penemuan sistem radar yang dikembangkannya di Joshapat Microwave Remote Sensing Laboratory, sebagai pusat riset remote sensing di Chiba University Jepang.

Temuan Josaphat ini tak tanggung-tanggung, menyangkut hajat hidup orang banyak. Pesawat tanpa awak terbesar di Asia bikinan dia yang dipadukan dengan sistem rasdar canggih, bisa di pakai untuk banyak kegunaan.

"Sistem radar remote sensing yang kita kembangkan bisa memprediksi kejadian gempa dan tanah longsor, pemetaan tanah gambut, pemetaan potensi sumber daya alam, pemantauan karlahut dan lain-lain" jelas guru besar teknologi geologi Jepang ini.

"Ada lima model satelit berkinerja akurat, misalnya untuk dapatkan info pergeseran tanah tiap jam atau setidaknya dua kali sehari yang bisa menolong nyawa banyak manusia" jelas Josaphat.

Dia juga bilang, informasi data satelit ini, Pemerintah Daerah sebagai user bisa bertindak lebih cepat menangani bencana, karena 5 hari sebelum terjadi sudah bisa diketahui untuk dilaksanakan evakuasi. "Dalam satu tahun, pergerakan tanah satu milimeter pun bisa kita deteksi" imbuhnya.

Bupati Syamsuar yang diundang hadir tampak antusias. Dukungan pun mengalir dari orang nomor satu negeri istana ini. "Saya bangga karena Karya Prof Josaphat ini luar biasa dan banyak sekali manfaatnya, misalnya untuk mengetahui perkiraan akurat berapa perkiraan cadangan minyak bumi yang dimiliki daerah, ini erat kaitannya dengan peluang investasi" terang Syamsuar buka suara.

Selain itu kata dia, dengan alat ini pemetaan lahan gambut akan lebih mudah, sehingga kebijakan yang akan diberlakukan Pemda tepat guna dan tepat sasaran. "Kan tidak harus semua masyarakat menanam sawit, mengingat lahan gambut kita kedalannya bisa lebih dari 20 meter. Kaitannya deteksi titik karlahut" terang dia.

Ditegaskan Syamsuar, Pemerintah Kabupaten Siak yang telah menjalin kemitraan dengan UIR mendukung penuh kerjasama UIR dan Chiba University Jepang berkenaan alih teknologi dan terapan remote sensing ini.

"Ini tentu sangat dibutuhkan Pemkab ini. Khusus tentang karlahut, kita juga butuh teknologi baru yang dapat membantu Pemda deteksi dini dan pencegahan karlahut yang lebih akurat. Tentu UIR dan Chiba sudah siap membantu untuk ini" tutup pria tiga anak ini.



Baca selengkapnya

Rabu, 24 Februari 2016

Amanah Masyarakat Negeri Istana, Lunas Tertunai di Kampar.



Seremonial penyerahan bantuan sembako dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Siak bagi korban banjir di Kabupaten Kampar, berlangsung di Gedung Aula Serbaguna Desa Muara Uwai Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar, Rabu malam (24/03/16). Tak hanya sekedar menghantarkan amanah masyarakat, silahturahim yang terjalin antara kedua belah berlangsung pihak hangat bak pertemuan dua keluarga besar yang lama tak bersua.
Adalah Jamaluddin, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Siak yang didapuk Bupati Syamsuar bersama Kabag Kesra Darussalim memimpin rombongan Pemkab Siak pengantar bantuan, pertama sekali membuka cerita soal latar belakang dirinya yang masih memiliki darah sebagai orang keturunan Kampar. “Kami ikut merasakan cobaan yang dirasakan saudara-saudara kami di Kampar rasakan beberapa waktu lalu. Sehingga masyarakat dan pemkab ingin sekali membantu. Terlebih lagi bagi saya sendiri yang sebenarnya masih terhitung orang sini” Kata Jamal dihadapan Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Bangkinang dan masyarakat yang hadir. Tak hanya Jamal, saat memperkenalkan diri satu-persatu, tuan rumah semakin terkesan karena ternyata sebagian besar rombongan pengiring didominasi warga keturunan ocu Kampar yang mengabdikan diri di Kabupaten Siak.
Kepada masyarakat yang berkumpul di Muara Uwai, Jamal menjelaskan bantuan ini dikumpulkan dari pelajar dari berbagai sekolah, guru, masyarakat luas, dan Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Pemkab Siak, yang dikomandoi langsung Bupati Siak Syamsuar. Bantuan itu tak hanya berupa sembako, tapi juga ada yang berwujud berupa barang keperluan sehari-hari seperti susu bayi, kecap, pakaian layak pakai, handuk dan pembalut. “Jumlah amanah yang dititipkan kepada kami ini nilainya kalau ditotal hampir 200 juta rupiah dan diangkut dengan 4 truk, untuk disebar di Dusun Uwai, Kelurahan Pulau, Kelurahan Pasir Sialang, Desa Pulau Lawas, Desa Muara Uwai, Desa Sungai Tonang, dan Kelurahan Binuang di Kecamatan Bangkinang dan Kampar Utara” kata dia.
Sedianya kata Jamal, Bupati Siak Syamsuar berencana mengantar langsung amanah masyarakat negeri istana ini Kamis besok (26/03/16), namun karena ada agenda yang juga tidak kalah penting, Orang nomor satu di Kabupaten Siak itu memerintahkan dirinya untuk mengantarkan amanah ini. “Bapak Bupati Syamsuar berkirim salam untuk kita semua, marilah kita berdoa kepada Allah SWT semoga Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar mendapatkan lindungan dari segala bentuk musibah” tutup Jamal.
Dilain pihak, Pemkab Kampar yang diwakili Asisten I Setda Kabupaten Kampar Ahmad Yuzar, yang hadir ditemani Camat Bangkinang Amir Lutfie, menyampaikan ucapan terimakasih atas kepedulian masyarakat Kabupaten Siak terhadap penderitaan masyarakat yang tinggal disepanjang aliran sungai Kampar beberapa waktu lalu. “ Ini sekaligus bentuk silaturrahmi antara masyarakat Siak dan Kampar, hanya Allah saja yang dapat membalas amal ibadah ini. Untuk itu saya tugaskan saudara kepala desa dan lurah untuk dapat menuntaskan amanah ini sebaik-baiknya” kata Yuzar.
Baca selengkapnya

Pertemuan  Syamsuar Dengan 4 Sekawan


Siak -  Muhammad Iqbal, Asma Wati, Ade Arya Irawan dan Safiga Arinda kedatangan tamu istimewa; Bupati Siak, Syamsuar, Rabu (24/2). Di ruang kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Mempura di jalan Perjuangan Benteng Hulu itu, anak-anak kelas VIII ini cerita panjang lebar soal apa yang sudah mereka temukan dua bulan belakangan.
 
Awal bulan depan, mereka akan terbang ke Penang Malaysia. Di sana, di Southeast Asian Ministers of Education Organization - Regional Centre for Education in Science and Mathematics (SEAMEO-RECSAM) anak-anak ini akan memaparkan Efek penyiraman ektrak tanaman serai terhadap pertumbuhan tanaman kangkung.    
 
Di satu sisi Syamsuar haru lantaran ternyata anak-anak ini berasal dari keluarga tak mampu. Pekerjaan orang tua mereka hanya seorang buruh. Di sisi lain, Syamsuar bangga lantaran mereka mampu menoreh tinta emas untuk negeri.
 
Bahwa lantaran hasil penelitian awal yang mereka sodorkan ke Seameo Recsam pada September tahun lalu, keempat anak ini bisa berdiri di hadapan para ilmuwan Seameo. “Surat panggilan untuk paparan itu kami terima pada Desember lalu,” cerita Edi Saputra, guru pendamping empat sekawan tadi.
 
Hanya hitungan detik Syamsuar sudah akrab dengan mereka. Anak-anak ini pun dengan lancar menjelaskan apa-apa saja yang ditanya Syamsuar soal seluk beluk ekstrak batang serai tadi. Iqbal kemudian memaparkan begini;
 
Batang serai dipotong-potong kecil kemudian diblender. Setelah halus, dicampur dengan larutan EM4. Larutan yang mengandung bakteri Asam Laktat (Lactobacillus Sp), Bakteri Fotosentetik (Rhodopseudomonas Sp), Actinomycetes Sp, Streptomyces SP dan Yeast (ragi) dan Jamur pengurai selulose.
 
Setelah difermentasi, senyawa ini kemudian disiramkan ke tanaman kangkung. “Kami bikin dua tempat. Satu tempat yang hanya disiram air dan satu lagi yang disirami ektrak serai. Hasilnya, masa panen yang biasanya 1,5 bulan, bisa menjadi 18 hari. Selain itu, tanaman juga tidak terserang hama,” cerita Iqbal.
 
“Saya bangga dengan kalian. Apa yang kalian dapatkan sekarang menjadi bukti bahwa kalian punya kemampuan. Dan saya yakin ini lantaran kerja keras dan semangat kalian belajar,” katanya. Lekat mata anak-anak itu memandangi Syamsuar.
 
Syamsuar pun jadi kembali teringat dengan masa kecilnya. Masa dia harus banyak menahan keinginan lantaran kehidupan orang tua yang pas-pasan. Menahan keinginan kuliah dan terpaksa menjadi buruh kasar di kawasan Sawah Lunto Sumatera Barat demi melanjutkan kehidupan.
 
“Jangan sesekali berkecil hati melihat teman-teman kalian yang berasa dari keluarga berada. Semangatlah. Semangat belajar dan pantang menyerah akan membuka jalan bagi kalian untuk menggapai cita-cita,” Syamsuar menyemangati.
 
Maklum, cita-cita keempat anak ini tergolong tinggi. Safiga ingin jadi pengusaha, Asma dan Iqbal mau jadi peneliti. Sementara Ade ingin jadi dokter.  Meski begitu, mereka berempat sama-sama senang dunia jurnalistik. Itulah yang membikin mereka sempat ‘wawancara’ khusus dengan Syamsuar.
 
Selain menyemangati, Syamsuar menyelipkan pesan supaya mereka juga menjadi duta wisata Kabupaten Siak selama berada di sana. “Kenalkan Siak di sana. Bilang, kalau mau tahu melayu yang sebenarnya, datang saja ke Siak,” begitu pesan Syamsuar.
 
Nanti kata Syamsuar, hasil peneletian empat sekawan tadi di kembangkan di sekolah. Anak-anak bikin kebun percontohan biar masyarakat sekitar dan luar Mempura tahu dan pada akhirnya minta ilmu itu untuk dipraktekkan di daerah masing-masing. “Yang seperti ini sangat bisa menghasilkan uang.  Tidak hanya untuk sekolah tapi juga masyarakat luas,” katanya. (hms)
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system