Senin, 14 Maret 2016

Kemenhub Puji Taman Lalulintas Siak


Sejumlah kelengkapan baru bakal dibangun oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Taman Lalulintas itu.
 
Siak – Taman Lalu Lintas yang berdekatan dengan komplek perkantoran Tanjung Agung Siak Sri Indrapura itu kedatangan tamu istimewa, kemarin (14/3); Kasubdit Promosi dan Kemitraan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Firdaus Rasyid.
 
Satu persatu rambu-rambu yang ada di taman seluas sekitar setengah hektar itu dia tengok. sesekali dia nampak manggut-manggut. “Kami sangat mengapresiasi Pemkab Siak yang sudah membikin taman sebagus ini. Lantaran ini pula kami datang ke sini. Melihat apa-apa saja yang sebaiknya diperbaiki dan apa yang bakal ditambah untuk melengkapi fasilitas yang ada di sini,” katanya usai menengok rambu-rambu lalulintas yang ada di taman itu.

Kementerian Perhubungan kata Firdaus sudah menyiapkan duit untuk membangun sejumlah fasilitas untuk melengkapi pengembangan taman lalulintas tadi. Ada miniatur jalur kereta api dan pelabuhan yang bakal dibikin. Kawasan tempat bersepada juga ada. Termasuk pedestrian untuk kaum difabel --- orang yang memiliki keterbatasan diri.
 
Biar pembangunannya tuntas tahun ini, Firdaus minta supaya Pemkab Siak segera menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) nya. “Hanya saja kita minta supaya kawasan ini disebut sebagai Taman Edukasi Lalulintas. Bukan lagi taman lalulintas. Sebab ilmu banyak di sini,” pintanya.
 
Jadi kata Firdaus, yang tadinya orang yang datang ke taman itu hanya bermain, nanti sudah tidak lagi. Tapi datang untuk belajar rambu-rambu lalulintas. “Makanya nanti tiap rambu dikasi penjelasan. Taman ini sangat penting jadi bekal bagi anak-anak untuk patuh berlalulintas di jalan raya,” katanya.
 
Baca selengkapnya

Harapan Syamsuar di Lapangan Sapta Taruna



Siak – Bola berwarna kuning berpadu merah muda itu langsung melesak ke salah satu gawang di lapangan futsal Sapta Taruna Siak Sri Indrapura jelang siang tadi Jumat (11/3). Bupati Siak, Syamsuar, yang jadi eksekutornya.

Dan tendangan itu pula menjadi pertanda resminya pelaksanaan turnamen futsal SDN 01 Suak Lanjut CUP III Tahun 2016. Ada 31 tim yang bakal memperebutkan piala bergilir turnamen itu. Mereka berasa dari empat kecamatan; Siak Sri Indrapura, Bunga Raya, Mempura dan Dayun.

Dalam sambutannya Bupati Siak mengatakan melalui kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada SDN 01 Suak Lanjut Kecamatan Siak yang menyelenggarakan pertandingan futsal tahun ini sudah memasuki tahun ketiga

Syamsuar kemudian menyalami para pemain. Dia ditemani Asisten III Setdakab Siak, Jamalludin, Kepala Dinas Pendidikan,  Kadri Yafis, Anggota DPRD Siak, Sujarwo, kepala Sekolah dan sejumlah undangan.

Bagi Syamsuar, turnamen ini menjadi bagian penting dari upaya Pemkab Siak yang selama ini konsen menempa atlit-atlit handal. Sebab lewat turnamen semacam ini bakal kelihatan mana anak-anak yang memang punya potensi dan mana yang hanya sekadar menyalurkan hobi.

“Ada pepatah bilang, di dalam tubuh yang sehat, ada jiwa yang sehat pula. Nah, lewat tubuh yang sehat inilah diharapkan tumbuh prestasi. Baik itu prestasi akademik, maupun olahraga. Jika sudah dimulai dari usia dini seperti sekarang, kelak akan menjadi potensi yang luar biasa,” ujar Syamsuar saat didapuk memberikan sambutan.

Syamsuar kemudian mengucapkan terimakasih kepada SDN 01 yang sudah rutin menggelar turnamen itu. “Saya senang dan bangga. Sebab apa yang dilakukan oleh Pemkab Siak dalam memajukan olahraga, kian didukung oleh sekolah-sekolah maupun kelompok-kelompok olahraga yang ada,” katanya.

Selama ini, Pemkab Siak kata Syamsuar rutin menggelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI). Turnamen-turnamen yang ada di luar dua kegiatan Pemkab ini tentu menjadi sarana pencarian bibit atlit yang kelak akan mengharumkan nama daerah di provinsi maupun nasional.

“Anak-anak ku, bermainlah dengan cantik dan junjung sportifitas. Bapak berharap semua kalian bisa menunjukkan kemampuan yang  terbaik,” pinta Syamsuar. (hms) 

Baca selengkapnya

Syamsuar: Yuk, Berwirausaha



Siak – Jiwa enterpreneur alias wirausaha jadi obrolan menarik pada Forum Konsultasi Publik Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di ruang rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, kemarin (10/03).

Di situ, Bupati Siak, Syamsuar, kelihatan risau lantaran jiwa enterpreneur masyarakat Siak masih lemah. Buktinya, masih banyak yang lebih memilih jadi pekerja honor di pemerintah ketimbang membuka usaha. Padahal jauh-jauh hari Pemkab Siak sudah membuka peluang untuk itu. Duit Rp500 juta per desa dalam bentuk program Usaha Ekonomi Desa – Simpan Pinjam sudah ada.

Yang mau berusaha kecil-kecilan maupun menengah, boleh meminjam duit tadi. Syaratnya juga tak bikin pusing. “Saya rasa banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan. Kalaupun skill untuk itu belum ada, bisa pelatihan dulu. Kita punya Balai Latihan Kerja di Mempura. Jangan malah jadi honorer, apa lagi honor kontrak yang kapan saja bisa dirumahkan,” kata Syamsuar. Sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan satker yang ada di sana, lekat memandang Datuk Setia Amanah itu.

Syamsuar kemudian membeberkan sejumlah orang yang sudah berubah hidupnya lewat wirausaha. Bahkan sudah ada pula sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang lebih memilih membuka usaha lantaran hasilnya lebih besar dari gaji PNS. “Kalau bisa semua PNS macam ini” kelakar Syamsuar. Orang yang ada di ruang rapat itupun tertawa.  

Kalau masyarakat Siak sudah mau berwira usaha dan mau pula ikut pelatihan, ini sudah menjadi tanda bahwa mereka sudah siap berhadapan dengan situasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Sebab di situasi itu, siap tak siap, tenaga kerja asing dan pengusaha dari negara tetangga ASEAN akan masuk hingga pelosok daerah, menggarap berbagai peluang yang ada. “Jujur, saya tak mau kita jadi di negeri sendiri” kata Syamsuar.

Dan jika masyarakat Siak sudah punya skill kata Syamsuar, bisa dipastikan mereka akan menjadi bagian penting dari perjalanan bisnis di kawasan Industri Tanjung Buton. “Sudah banyak investor luar dan dalam negeri yang melirik kawasan itu. Insya Allah ini akan jadi peluang bagi anak negeri. Jadi segeralah bekali diri dengan keahlian,” pintanya.

Secara hitung-hitungan angka pengangguran terbuka tahun 2014, Siak masih tergolong daerah nomor dua paling kecil setelah Pelalawan. Hanya berada di angka 3,56 persen. Terpaut jauh dibanding angka pengangguran terbuka di Provinsi Riau yang mencapai 6,56 persen dan nasional 5,94 persen.

Meski angkanya kecil, Syamsuar tak mau anteng-anteng saja. Pada kondisi semacam ini justru dia mau lebih berbegas lagi untuk lebih memperkecil angka tadi. Sebisa mungkin zero. “Kalau angkanya sudah besar, kita akan kelimpungan. Sama kayak memadamkan api, kalau apinya kecil tak sulit memadamkan. Beda kalau sudah besar,” lelaki ini berumpama usai acara.  

Upaya untuk lebih memperkecil angka pengangguran tadi kata Syamsuar sudah semakin terbuka. Sebab pemerintah bakal membikin Badan Ekonomi Kreatif. Badan ini sengaja dibikin untuk  mendorong dan melahirkan pengusaha muda dan memajukan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah).

“Tanggal 15 Maret ini saya diundang Presiden untuk mengikuti pertemuan bersama Bupati dan Walikota membahas Ekonomi Kreatif  di Jakarta. Hasil pembahasan nanti akan disosialisasikan pada masyarakat. Mudah-mudahan semakin muncul minat dan semangat masyarakat untuk menjadi pengusaha dan pelaku ekonomi kreatif,” Syamsuar berharap. (hms)
Baca selengkapnya

Energi Baru Dari Gedung Manggala





Kehadiran BRG membikin Siak makin semangat menyelamatkan gambut.

Siak - Rapat Koordinasi (Rakor) Restorasi Gambut dan Pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Auditorium Manggala Wanabhakti Jakarta hari ini (14/3) menjadi energi tambahan bagi Pemkab Siak untuk menyelamatkan kawasan gambut yang ada di bumi 'Negeri Istana' itu.

Sebab bukan tidak ketulungan cemasnya Pemkab Siak menengok kondisi gambut yang ada di kawasan Semenanjung Kampar, kawasan Cagar Biosfer dan kawasan Danau Zamrud. Baik yang masih utuh maupun yang sudah rusak parah. 

"Kita punya lahan gambut 57,44 persen dari total luas wilayah Kabupaten Siak yang mencapai 8.556,09 kilometer persegi.Ketebalannya mencapai antara 3-15 meter. Kalau ini tidak kita selamatkan, saya ndak tahu seperti apa kelak Siak 50-100 tahun mendatang," kata Wakil Bupati Siak, Alfedri, usai mengikuti rapat itu. 
 
Gara-gara demi penyelamatan kawasan gambutlah kata Alfedri, Pemkab Siak sangat konsen menghadirkan tim penanggulangan kebakaran lahan dan hutan. "Kita sudah siapkan tim reaksi cepat. Harapan kita ya itu tadi, lahan bisa lebih cepat terselamatkan. Sekarang sudah ada kekuatan baru dari pusat. Ini tentu sangat membantu misi kita. Apalagi Bupati sudah mencanangkan Siak menjadi Kabupaten Hijau," ujarnya.  
 
Di rapat yang juga dhadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono itu kata Alfedri, banyak hal yang dibahas, khususnya tentang dukungan terhadap Badan Restorasi Gambut (BRG) yang sudah ada berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016.

Tugas lembaga baru yang dikomandani oleh Nazir Foead ini adalah mengkoordinasikan dan memfasilitasi restorasi gambut di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat,  Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua. Adapun target pemulihan gambut hingga lima tahun ke depan mencapai 2 juta hektar.

Alfedri makin bersemangat soal penyelamatan gambut di Siak lantaran Plt Gubernur Riau langsung mengatakan siap bekerja bersama dengan Bupati/Walikota soal penyelamatan gambut tadi.
Baca selengkapnya

Kepincut Istana Pejabat Malaysia




Sangking penasaran menengok Istana Siak, Dato' Yusuf minta diantar Pemkab Kampar.


Pesona yang terpancar dari Istana Asserayah El Hasyimiyah di jantung Kota Siak Sri Indrapura, tak hanya menjadi magnet bagi mereka yang senang traveling. Sekelas pejabat kerajaan pun sampai berdecak kagum.

Itulah yang nampak dari sikap yang ditunjukkan oleh Wakil Ketua Umno Kerajaan Malaysia Dato' Yusof Bin Abubakar yang datang menyambangi ikon kebanggaan masyarakat Siak itu Senin siang (14/04).

Bersama rombongan dan beberapa pendamping dari Pemkab Kampar, sekitar satu jam lebih dia berkeliling melihat satu-persatu sisa-sisa peninggalan kejayaan Kesultanan Siak.

Sebenarnya, Dato’ Yusuf mengaku datang ke Riau untuk sebuah agenda resmi kunjungan Kerajaan di Kota Bangkinang. Begitu mendengar di Siak ada berbagai situs cagar budaya peninggalan bersejarah, secara khusus dia minta difasilitasi oleh Pemkab Kampar untuk melihat-lihat kemashuran Istana Siak yang selesai dibangun semasa Sultan Syarif Hasyim tahun 1889 silam.

"Saya tahu dari kawan saya Bupati Kampar, kata dia ada istana Siak disini. Merasa ada hubungan antara Kerajaan Malaysia dan Siak, saya ambil peluang untuk difasilitasi berkunjung melihat-lihat apa yang telah tersimpan dari peninggalan Sultan," kata dia.

Saat berkeliling istana, Dato’ Yusuf tak henti-hentinya mengagumi berbagai koleksi bersejarah yang ada. "Saya pun berasal dari Johor, ada rasa keterikatan bathin antara saya dan Siak," imbuhnya. Terlebih saat Yusuf menjumpai salah satu koleksi keris tradisional yang tersimpan rapi, ia tampak surprise karena salah satu keris khas bugis tampak mirip dengan koleksi yang dimiliki dia.

Ia juga merasa lega karena Istana Siak kondisinya begitu terjaga dan dirawat dengan baik, lengkap pula dengan koleksi peninggalan Sultan Siak yang terjaga turun-temurun. "Begitu banyak kesan-kesan sejarah yang perlu kita tunjukkan kepada orang awam tentang sejarah yang telah lampau, karena itu perlu terus dikekalkan untuk masa depan. Barang-barang ini perlu terus dijaga karena dah sukar lagi nak lihat diluaran," harapnya.

Kata dia, bekas-bekas peninggalan yang tersimpan rapi ini amat menampakkan kekayaan Sri Sultan, "Yang paling berkesan itu tentu komet karena saya takkan jumpai lagi yang serupa diluaran sana, sebab ia hanya ada satu didunia. Belum lagi ada peti (brankas) besi yang tak bisa dibuka dan kita tak tahu apa isi sebenarnya. Tapi yang paling spesial itu karena saya jumpa gambar Sultan Johor disini, semisal gambar Sultan Abubakar dan Sultan Ibrahim," tutup pria berdarah bugis ini bahagia
Baca selengkapnya

Senin, 07 Maret 2016

Anak Siak Harus Bebas Polio


Anak Siak Harus Bebas Polio

PIN Siak dibuka Bupati Syamsuar.

Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, diharapkan dapat mengurangi resiko penularan virus polio, yang bisa jadi datang dari negara lain. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, merasa perlu menggalakkan gerakan imunisasi tambahan polio kepada seluruh balita, baik yang telah atau bahkan belum divaksin sebelumnya .

“Kita ingin memastikan tingkat kekebalan balita di Kabupaten Siak terhadap virus poliovirus (PV), sekaligus memberikan perlindungan optimal dan merata terhadap kemungkinan munculnya kasus Poliomielitis” kata Bupati Siak Syamsuar, saat meresmikan gerakan PIN Polio di Lapangan Sepakbola Kwalian Siak Sri Indrapura (08/03/16).

Ajakan Syamsuar itu, langsung dijawab antusias kaum ibu dengan membawa balitanya untuk diberi vaksin gratis. Mereka, rata-rata juga warga Kwalian, sisanya bahkan ada yang datang dari berbagai sudut lain Kota Siak Sri Indrapura. “Selaku oghang tuo mengaso senang dengan adonyo kegiatan imunisasi ini” ujar salah seorang ibu.

Indonesia, telah dinyatakan bebas polio bersama dengan negara anggota WHO di South East Asia Region (SEAR) bulan Maret 2014 yang lalu. Untuk mempertahankan keberhasilan dan upaya menjaga pelaksanaan komitmen mewujudkan Dunia Bebas Polio, Indonesia perlu terus memperkuat pelaksanaan program imunisasi rutin polio dan kegiatan imunisasi tambahan melalui Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang dilaksanakan serentak pada tanggal 8-15 Maret 2016, termasuk di Negeri Istana Kabupaten Siak.

Usai kegiatan PIN POLIO yang ditaja Dinas Kesehatan itu, Bupati Syamsuar juga berkesempatan menyerahkan simbolis unit mobil bioskop keliling. Mobil keliling ini merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan kepada Dinas Pendidikan, sebagai sarana penunjang edukasi ilmu pengetahuan kepada pelajar di daerah.


Baca selengkapnya

Jalan Anda Rusak, URC-BM Bertindak


Syamsuar ekspos inovasi reaksi cepat perbaikan kerusakan jalan di Jakarta.

Ketersediaan infrastruktur yang baik, turut memberikan gambaran akan tingkatan kualitas daya saing suatu daerah, sehingga diharapkan akan diperhitungkan pula posisi tawar daerah terhadap potensi investasi yang akan masuk.

Poin inilah yang menjadi simpulan paparan Bupati Siak Syamsuar, saat diminta menjelaskan inovasi URC-BM (Unit Reaksi Cepat Bina Marga) gagasan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak, sempena pekan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016.

Kegiatan ini merupakan tahap lanjutan dari desk evaluasi yang ditaja Kementerian Reformasi Birokrasi, untuk menguji kepiawaian sosok - sosok kepala daerah inovator dalam memberikan pelayanan publik berkualitas, yang berlangsung tanggal 29 Februari hingga 11 Maret 2016 ini.

"Program kami sejak terpilih 5 tahun lalu adalah mengutamakan pembangunan infrastruktur jalan, listrik dan air bersih." tutur Syamsuar dihadapan para panelis di Jakarta (07/03/16).

Cita-cita itu kata Syamsuar, bukan tanpa hambatan. Kerusakan jalan kerap kali terjadi karena mobil angkutan barang dan industri terus hilir mudik di jalanan Negeri Istana itu dengan muatan berlebih.

"Jalan-jalan sering dilewati angkutan industri termasuk milik industri pulp and paper yang kapasitasnya bisa overload sampai 30 ton, padahal jalan kita kapasitasnya cuma 8 ton" kata dia.

Untuk itu, diperlukan langkah cepat penanganan kerusakan jalan demi mendukung kemajuan dunia pariwisata dan perekonomian masyarakat, sekaligus memastikan akses transportasi ke kawasan strategis nasional, provinsi, dan kabupaten tetap terjaga.

"Asumsi kami, penanganan kerusakan jalan akan memakan biaya yang sangat besar jika tidak segera di tindaklanjuti. Dengan perbaikan yang cepat ini tingkat kerusakan jalan tidak bertambah" jelas orang nomor satu Kabupaten Siak ini.

Guna menjawab tuntutan masyarakat akan kinerja yang cepat dan berkualitas, kata Syamsuar, perbaikan infrastruktur itu dilakukan melalui pola kegiatan swakelola bersumber APBD melalui unit URC-BM, namun tentu didukung alat-alat yang mumpuni.

"Dengan pola ini, Alhamdulillah Sampai saat ini belum pernah ada teguran dari BPK. Dan kami masih memperoleh opini WTP berturut-turut empat tahun terakhir ini. Artinya apa yang kami kerjakan itu tak salah" katanya.

Pola pengerjaan kegiatan swakelola itu terang dia, efektif pula menekan angka kecelakaan lalu-lintas dijalan raya karena tak sampai sebulan, perbaikan jalan rusak bisa rampung.

"Inovasi ini pula yang mendukung kesuksesan pelaksanaan iven Tour de Siak tiga tahun terakhir" sebut pria tiga anak ini.

Untuk menyokong kinerja URC-BM, Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dengan melaporkan kerusakan jalan melalui akses call dan sms center 082329837744.

"Dengan menggunakan alat berat road maintenace truck dan alat lainnya, pekerjaan beaching atau normalisasi jalan rusak lekas terselesaikan" tutupnya.

Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system