Minggu, 03 April 2016

Kandis Juara Umum POPDA, Dayun Jawara Sepakbola


Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke VII Tahun 2016 tingkat Kabupaten Siak resmi ditutup Bupati Siak Syamsuar di Stadion Sultan Ismail Siak Sri Indrapura, Sabtu (02/04).

Dari iven olahraga dua tahunan yang melibatkan 1202 pelajar dari 14 kecamatan itu,Kecamatan Kandis akhirnya keluar sebagai juara umum dengan mengumpulkan medali terbanyak dari tujuh cabor yang diperlombakan, yaitu 10 emas 9 perak 1 perunggu. Praktis di akhir kejuaraan yang digelar sejak tanggal 28 Maret lalu, Kandis memimpin klasemen perolehan medali.

Keberhasilan kandis sebagai juara, mematahkan dominasi Kecamatan Tualang yang keluar sebagai juara umum berturut-turut pada dua kali pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah yang lalu.

Sebelumnya prosesi seremonial penutupan POPDA Kabupaten Siak 2016 berlangsung, dilaksanakan partai final cabang olahraga sepakbola yang mempertemukan Kecamatan Dayun melawan Kecamatan Sungai Apit. Dari laga final ini, Dayun berhasil menyabet medali emas dengan mengalahkan Kecamatan Sungai Apit, skor akhir 3-2 untuk Kecamatan Sungai Apit. Keberhasilan ini sekaligus menempatkan Dayun pada peringkat keempat perolehan medali.

Dijelaskan Bupati Syamsuar, POPDA kali ini sekaligus menjadi ajang seleksi atlit Kabupaten Siak untuk mengikuti POPDA Provinsi Riau 2016 yang akan dilaksanakan Di Kabupaten Kampar pada Bulan Mei mendatang.

“Para pelajar yang berhasil menjadi yang terbaik, diharapkan terus berlatih. Persiapkan diri untuk menghadapi POPDA tingkat Provinsi Riau di Kampar nanti” kata Syamsuar saat menutup pelaksanaan POPDA.

Syamsuar menargetkan atlet Kabupaten Siak meraih dua besar pada POPDA Riau pada bulan Mei 2016 mendatang. Target ini naik satu tingkat dari perolehan Siak pada POPDA Riau dua tahun lalu, yakni menempati posisi ke-3.


Baca selengkapnya

Kamis, 31 Maret 2016

Inovasi Siak Menuju Peringkat 35 Besar Nasional



Sempena kegiatan Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Surabaya, Bupati Siak Syamsuar Terima Anugerah TOP 99 Inovasi Publik Nasional Tahun 2016 dari Menteri PAN RB Yudhi Chrisnandi.

SURABAYA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), resmi menerbitkan Surat Keputusan No. 51/2016, tentang penetapan 99 inovasi pelayanan publik terbaik, hasil penilaian dari 2.476 inovasi usulan peserta kompetisi inovasi pelayanan publik 2016.

Dari kumpulan 99 inovasi itu, terpilih 11 inovasi milik lembaga kementerian, 5 lembaga negara, 5 BUMN, 25 Provinsi, 13 Pemerintah Kota, dan 40 Kabupaten yang memiliki bobot penilaian terbaik. Termasuk diantaranya inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ yang digagas Dinas Bina Marga (BMP) Kabupaten Siak, setelah melalui tahapan Pekan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Ini kali kedua Kabupaten Siak jadi wakil Riau mengikuti penilaian ini. Tahun lalu, Sistem Perizinan Online dan Tracking System (SPOTS) Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Siak juga masuk 40 besar”, kata Bupati Siak Syamsuar, saat menghadiri Anugerah TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik di gedung Jatim Expo Kamis pagi (31/03).

Atas prestasi itu, orang nomor satu Kabupaten Siak ini juga berharap inovasi ini dapat terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Dari 1077 inovasi yang diusulkan kabupaten se-Indonesia, Alhamdulillah kita sudah tembus 40 besar untuk kategori Kabupaten, secara keseluruhan kita sudah masuk TOP 99 yang dapat penghargaan. Tapi yang jelas Inovasi ini outputnya kemudahan dan kenyamanan kepada masyarakat, tahun lalu juga begitu, tapi dalam hal kemudahan perizinan” jelas Syamsuar.

Nantinya, 99 inovasi terbaik ini, akan diseleksi kembali untuk menjadi 35 besar. "kalau sudah masuk 35 besar, nanti akan diumumkan sewaktu pelaksanaan Musrenbangnas mendatang, dan penghargaannya diserahkan langsung oleh Presiden Jokowi " sebut Syamsuar. 



Kedepan, Syamsuar juga menghimbau masyarakat luas agar dapat berpartisipasi aktif dengan melaporkan kerusakan jalan kabupaten yang ditemui untuk meminimalisir resiko kecelakaan maupun tingkat kerusakan kendaraan. “Ini berkaitan kenyamanan dijalan raya, apabila ada kerusakan jalan-jalan kabupaten, masyarakat bisa SMS melalui call center atau website, bisa langsung ditangani dinas BMP, biar jalannya jadi bagus” harapnya.

Syamsuar juga bercerita kalau inovasi ini sebenarnya sudah lama diterapkan di Kabupaten Siak. Namun berdasarkan arahan KemenPANRB yang mengharuskan tiap-tiap daerah mengajukan usulan program terobosan baru yang bermanfaat luas bagi masyarakat, tahun ini inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ baru diusulkan untuk dinilai. “Tahun depan, bakal adalagi inovasi yang akan digagas, tapi karena ada aturan-aturan yang mengikat, terkait persyaratan dan penilaian, nanti akan kita usulkan secara bertahap“ ungkap mantan Kepala Inspektorat Provinsi Riau ini.

Sementara itu Irving Kahar, Kepala Dinas BMP Kabupaten Siak, menceritakan dari mana ia dan tim mendapatkan ide untuk membuat inovasi ini. Kata dia, kondisi struktur tanah di Kabupaten Siak yang sebagian besarnya gambut, membuat Dinas BMP harus putar otak mengatasi kerusakan jalan yang seringkali muncul karena kendaraan angkutan industri dan perkebunan bertonase berat melintas setiap hari.

“Banyak yang menyumpah saya karena jalan berlubang, daripada merasa bersalah terus, akhirnya saya berfikir mencari jalan keluar bagaimana agar jalan berlubang bisa ditutup secepatnya’ kata dia.

Prosesnya kata Irving, pekerjaan dilaksanakan secara swakelola. Sebab dengan sistem kontrak, pengerjaan tidak akan bisa dilakukan dengan cepat. “Lelang itu saja prosesnya sudah makan waktu hingga 45 hari, sementara masyarakat ndak mau tau, yang penting jalan harus selalu bagus” ungkapnya.

Alhasil lanjut Irving, ‘Reaksi Perbaikan Jalan Rusak’ ini sudah berjalan sejak 2012 lalu. Ini pulalah yang disebut Ketua Harian Pengkab ISSI Siak ini menjadi salah satu faktor kunci perhelatan Tour de Siak tiga kali sukses digelar.

“Sejak pelaksanaan PON cabang Olahraga Balap Sepeda yang lalu, jalan di Siak sudah bagus, sayang kalau tak dirawat. Iven tahunan Tour de Siak yang selalu terlaksana tepat waktu jadi salah satu indikator, bahwa perawatan jalan harus kita laksanakan terus-menerus” sebutnya.

Senada dengan Bupati Syamsuar, sebenarnya Irving mengaku tak begitu ngotot inovasi ini harus sampai pada target berapa besar, namun ia melihat, visi dan misi pembangunan Kabupaten Siak untuk memberikan pelayanan publik terbaik di Riau tahun 2016, jauh lebih penting untuk terus dikembangkan. “Ini hanya salah satu upaya untuk mengukur, sejauh mana capaian kinerja kita mendukung mutu pelayanan publik” sebutnya.

Ia juga mengaku sebagaimana juga satuan-satuan kerja lain di Pemkab Siak, tim Dinas BMP tidak akan berhenti berinovasi. Sebut Irving, tahun depan ide yang digagas sudah beda lagi, ‘Merangkai Kampung Dengan Satu Jari’ namanya. “Dengan menggunakan teknologi informasi, kita akan bikin database jalan yang rusak di kampung-kampung. Saya dan tim sudah diskusi, bagaimana nanti kita ajukan lagi untuk diukur sebagai salah satu inovasi” tutupnya.

Kamis pagi (31/03), sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga negara, provinsi, serta kabupaten dan kota berbaur bersama 1600 orang undangan yang hadir, pada acara Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Jatim Expo (JX) Internasional Surabaya. Selain itu dilokasi yang sama, juga diadakan pameran gelar inovasi TOP 99 terbaik oleh lembaga dan daerah inovator.


Baca selengkapnya

Rabu, 30 Maret 2016

Kali Kedua Wakili Riau, Inovasi Siak Tembus 99 Besar Nasional


Sempena kegiatan Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Surabaya, Bupati Siak Syamsuar dijadwalkan terima Anugerah TOP 99 Inovasi Publik Nasional Tahun 2016.

SURABAYA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), resmi menerbitkan Surat Keputusan No. 51/2016, tentang penetapan 99 inovasi pelayanan publik terbaik, hasil penilaian dari 2.476 inovasi usulan peserta kompetisi inovasi pelayanan publik 2016.

Dari 99 kumpulan inovasi terbaik itu, 11 inovasi terpilih milik lembaga kementerian, 5 lembaga negara, 5 BUMN, 25 Provinsi, 13 Pemerintah Kota, dan 40 Kabupaten. Inovasi ‘Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak’ yang digagas Dinas Bina Marga (BMP) Kabupaten Siak, terpilih setelah melalui tahapan Pekan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Ini kali kedua Kabupaten Siak jadi wakil Riau mengikuti penilaian ini. Tahun lalu, Sistem Perizinan Online dan Tracking System (SPOTS) Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Siak juga masuk 40 besar”, kata Bupati Siak Syamsuar, saat meninjau persiapan pameran TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik di gedung Jatim Expo Rabu malam (30/03).

Orang nomor satu Kabupaten Siak ini berharap, inovasi dari negeri istana itu mampu membawa pencapaian prestasi yang lebih baik bagi Kabupaten Siak tahun ini. “Dari 1077 inovasi yang diusulkan kabupaten se-Indonesia, alhamdulillah kita sudah tembus 40 besar untuk kategori Kabupaten, untuk keseluruhan kita sudah masuk TOP 99. InsyaAllah besok akan diumumkan kita urutan keberapa persisnya” jelas Syamsuar.

Kamis pagi, sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga negara, provinsi, serta kabupaten dan kota diundang untuk menerima penghargaan TOP 99 Inovasi pelayanan publik terbaik, pada acara Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 di Jatim Expo (JX) Internasional Surabaya. Selain itu, juga diadakan pameran untuk mereplikasi inovasi yang telah dinilai Kementerian PANRB.    


Baca selengkapnya

Minggu, 27 Maret 2016

Doa Syamsuar untuk Suyatno


Doa Syamsuar Untuk Suyatno.








Suyatno dikukuhkan jadi Datuk Setia Amanah Rokan Hilir, Syamsuar doakan agar dimudahkan pikul amanah.

SIAK- Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Rokan Hilir (Rohil) resmi menabalkan gelar Datuk Setia Amanah kepada Bupati Rohil Suyatno, Kamis pagi (24/03/16).

Upacara adat Pengukuhan Gelar Kehormatan Melayu ini, berlangsung di gedung LAM Riau Rohil dengan disaksikan beberapa tamu penting dan undangan kehormatan.

Bupati Siak Syamsuar, tampak hadir berbaur dengan hadirin undangan sempena upacara penabalan gelar sahabatnya yang dilaksanakan di Batu Enam Bagan Siapi-api itu. Syamsuar dan Suyatno sebenarnya sudah kenal lama, keduanya sama-sama jebolan Akademi Pemerintahan Dalam Nageri (APDN) Pekanbaru.

Sebelum menjadi orang nomor satu di Siak dan Rohil, mereka juga pernah bertugas didaerah yang sama, tepatnya di Kabupaten Bengkalis sebelum dimekarkan menjadi beberapa Daerah Otonomi Baru (DOB) Siak dan Rokan Hilir.

Usai menyaksikan prosesi adat, Syamsuar secara khusus mendoakan Suyatno, setelah menjadi Datuk Setia Amanah, orang nomor satu Rohil itu dimudahkan dalam mengemban amanah, sesuai harapan masyarakat dan pengurus LAM Riau dan Rohil.

"Ini merupakan amanah dari lembaga adat Melayu yang harus kita jaga. Mudah-mudahan pak Suyatno bisa mengemban amanahnya dengan baik supaya bermanfaat bagi kepentingan masyarakat yang ada di Rohil" kata Syamsuar, Datuk Setia Amanah Negeri Istana.

Sementara itu, usai dikukuhkan menjadi Datuk Setia Amanah Rokan Hilir, Suyatno menyatakan komitmennya untuk mendorong agar peran dan kiprah LAM semakin dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

"Saya terharu dan bangga, ini pertama kali kepala daerah Rohil diberikan gelar itu," ungkapnya.
Kedepan, Suyatno juga bertekad mendukung cita-cita Provinsi Riau sebagai pusat kebudayaan melayu di Asia Tenggara 2020, sebagaimana halnya Kabupaten Siak dengan spirit "The Truly Malay" nya.
Baca selengkapnya

Kerjasama dengan BPN, Tiga Satker di ganjar Penghargaan



Hingga Mei 2016 nanti, Pemerintah Kabupaten Siak bekerjasama dengan Badan Pertananhan Nasional (BPN), akan membagikan 2500 sertifikat tanah Prona dan 350 persil tanah di Kabupaten Siak.

Dari 2500 sertifikat Program Nasional (Prona) itu, nantinya akan dibagikan pada masyarakat ekonomi menengah kebawah. Sementara dari jumlah total persil tanah yang turut dibagikan, 100 persil (bidang tanah) diantaranya telah diperuntukkan bagi nelayan, sedangkan 250 persil lagi telah diplot kepada usaha kecil menengah (UKM) yang ada.

Sekretaris Daerah Kabupaten Siak H.T.S Hamzah, bercerita bahwa Penyerahan sertifikat Prona ini terselenggara berkat bekerjasama Pemkab Siak dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten. Penerimanya tersebbar di 14 kecamatan se-Kabupaten Siak.

“Untuk prona, sudah terealisasi sekitar 800 sertifikat, sedangkan persil yang dimaksud bagi nelayan dan UKM sudah tuntas. Namun kita targetkan hingga bulan Mei ini, keseluruhan proses sertifikasi Prona sudah bisa kelar" kata Hamzah usai menghadiri kunjungan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan di Kantor Wilayah BPN Riau, Kamis (24/3/2016).

Kata dia, Pemkab amat mendukung keberlanjutan proses sertifikasi tanah masyarakat ini, karena sudah tentu masyarakat penerima akan langsung dapat merasakan kemudahan dan manfaatnya. “Dalam waktu dekat ini, juga akan dilaksanakn MoU sertifikat tanah desa dengan jumlah 643 persil" imbuhnya.

Kepala Badan Pertanahan Siak Martony juga membeberkan pola kerjasama yang telah terbentuk dengan Pemerintah Daerah di ‘Negeri Istana’. Kata dia, secara teknis data lahan yang disertifikasi sebelumnya telah diusulkan oleh masing-masing penghulu dan lurah di Kabupaten Siak.

"Kita hanya menerima usulan dari Penghulu Kampung dan Lurah saja, BPN kemudian akan menerbitkan sertifikat tanah dimaksud. Kecuali program nelayan dan UKM, teknisnya diserahkan kepada dinas terkait. Mudah-mudahan, bulan Mei atau paling lambat Juni, semuanya sudah kelar" jelas Martony.

Dalam kegiatan yang sama, tiga Satuan Serja (Satker, red) dilingkungan Pemkab Siak, diantaranya Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Peternakan dan Perikanan menerima penghargaan dari Kepala Kanwil BPN Provinsi Riau, H Armansyah Salam.

Penghargaan itu diraih atas dukungan dan partisipasi aktif satuan kerja tersebut dalam mensukseskan kegiatan program strategis pertanahan yang dicanangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN tahun 2016 ini.

Terkait itu, Sekda H.T.S Hamzah mengaku senang, karena dalam satu acara, tiga satuan kerja sekaligus berhasil meraih penghargaan yang sama. "Tentu prestasi ini menjadi kebanggaan bagi kita, karena 3 satker meraih penghargaan dalam menjalankan program strategis pemerintah pusat," ungkap Hamzah.

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Siak Susilawati menyebutkan, realisasi Program Nasional pada instansi yang dipimpinnya, ditujukan untuk memberikan bantuan sertifikat tanah pada nelayan di Kabupaten Siak.

"100 persil lahan ini sudah tuntas kita kerjakan semua, target yang diberikan sebenarnya hingga bulan Mei, tapi Alhamdulillah hingga pertengahan bulan Maret sudah kita tuntaskan semuanya," ujar Susi.

Hal yang sama kata dia, juga dilakukan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), yang turut menyelesaikan tugas pokok dan fungsinya dalam mendukung program strategis besutan Kementerian Agraria itu.
Baca selengkapnya

Al-Quran Benteng dari Kenakalan Remaja.




Agar terhindar dari persoalan kenakalan remaja, Wabup Alfedri himbau generasi muda agar selalu menghayati kandungan isi Al-Qur’an.

SIAK-  Wakil Bupati Siak berkeinginan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kecamatan Minas ke XV Tahun 2016 yang dibuka di Kampung Minas Timur Jumat (25/2) malam, tidak hanya menjadi ajang seremonial dan syiar semata. Namun lebih jauh dari itu, dia ingin hajat ini jadi momentum untuk menggalang kesadaran ummat, agar senantiasa waspada terhadap berbagai fenomena penyakit masyarakat yang merusak generasi muda.

Dihadapan Camat dan Upika, serta ratusan tokoh masyarakat Minas, Alfedri bercerita bahwa saat ini Pemkab Siak bersama aparat terkait tengah waspada dengan berbagai kasus kenakalan remaja. Termasuk diantaranya kasus penyalahgunaan zat dengan efek mirip narkoba, semisal lem perekat yang beredar bebas dipasaran.

“Beberapa laporan bahkan sudah ditindaklanjuti baik oleh Satpol PP maupun kepolisian” ungkap Alfedri.

Ketua Badan Narkotika Kabupaten Siak ini juga minta perhatian semua pihak terkait penyimpangan sosial ini, karena dampak negatifnya yang memiliki kemiripan dengan narkotika, dimana si pengguna akan terganggu akal sehatnya. 

“Para pedagang juga diminta lebih teliti, kalau ada indikasi disalahgunakan saya harap jangan dijual kepada yang bersangkutan. Kalau sudah setiap hari beli lem, untuk apa? ini harus jadi perhatian kita bersama” tegasnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung dua hari dengan memperlombakan 94 Qari dan Qari’ah dalam 6 perlombaan itu. Wabup juga menitipkan harapan kepada generasi muda, agar mampu melindungi diri agar tidak terjerumus pada persoalan kenakalan remaja, yang mulai marak akhir-akhir ini. Salah satu jalan keluar, kata Alfedri adalah kembali kepada Al-Quran.

“Kenakalan remaja saat ini sudah mengkhawatirkan, karena itu jadikan Al-Qur’an sebagai benteng diri dari pengaruh buruk dengan menghayati isi kandungannya” kata Alfedri.

Kegiatan MTQ, selain sejatinya menjadi salah satu metoda pembinaan generasi muda agar lekat dengan nilai-nilai Al-Quran, kata Camat Minas Afrizal juga bertujuan melahirkan qari dan qari’ah terbaik, untuk menghadapi pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Siak mendatang.

“Kita akui, Prestasi Minas naik turun, dan pernah berada di peringkat ke 12 MTQ tingkat Kabupaten Siak. Karena menjadi target kita untuk memperbaiki pencapaian sebelumnya dan meraih prestasi semaksimal mungkin” tutup Afrizal.
Baca selengkapnya

Rabu, 23 Maret 2016

Siak Gesa Persiapan Porseni Nasional



SIAK- Pasca ditetapkannya Kabupaten Siak sebagai tuan rumah pelaksana Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 2016, berbagai persiapan terus digesa panitia lokal. Bertempat di Siak Sri Indrapura Meeting Room Selasa petang (22/03/16), Pengurus PGRI Kabupaten Siak melaporkan progress terkini persiapan iven nasional itu kepada Bupati Siak Syamsuar.

Bupati Syamsuar yang saat itu ditemani Asisten Administrasi Umum Fauzi Azni, tampak serius mendengarkan laporan Ketua PGRI Kabupaten Siak Lukman. Satu-persatu rincian kegiatan dicrosscheck detil. Karena Syamsuar jelas tak ingin hajat ini terkesan tak siap nantinya.

“Yang datang ini kan tamu-tamu dari berbagai daerah, ya jangan sampai kita malu nantinya. Akomodasi, transport, peralatan, keamanan, medis, dan lain-lain harus dipersiapkan betul-betul menghadapi iven selama lima hari ini” kata Syamsuar.

Dalam waktu dekat kata Syamsuar, harus sudah ada rapat lanjutan dengan melibatkan seluruh panitia lokal dengan agenda memantapkan rencana pelaksanaan kegiatan.

“Nanti kira rapat lagi untuk kelanjutan sebelum ekspos kesiapan ditingkat provinsi dan nasional, libatkan tim medis, keamanan, dan seluruh panitia kegiatan” kata dia.  

Menurut Ketua PGRI Siak Lukman, diperkirakan seribuan orang anggota PGRI dari berbagai provinsi dan kabupaten/ kota tetangga akan meramaikan kegiatan yang rencananya dilaksanakan  tanggal 21-25 Agustus mendatang itu.

“Jumlah utusan peserta dari masing-masing provinsi saja diperkirakan 750 orang, belum termasuk pendamping dan undangan dari kabupaten dan kota tetangga” terang Kepala BKD Kabupaten Siak ini.

Pertengahan bulan Desember lalu kata dia, tim pemantau dari PB PGRI telah datang ke Siak untuk melihat kondisi tempat pelaksanaan kegiatan sebelum pelaksanaan Konferensi Kerja PGRI Nasional di Ambon.

“Kita sudah sampaikan kemarin kepada PB PGRI bahwa jalannya kegiatan akan lebih kurang sama dengan pelaksanaan kemah budaya nasional kemarin” jelasnya.

Dari ekspos panitia PGRI Siak, kegiatan Porseni PGRI tingkat nasional ini akan mempertandingkan tiga cabang olahraga, diantaranya bulutangkis, tenis meja, senam PGRI. Sementara dibidang seni, panitia akan mempertandingkan Nyanyian solo, melukis, tari tunggal, kreatifitas pembelajaran, seni baca Al Qur’an, dengan total kontingen dari masing-masing provinsi berjumlah 23 orang.

Sementara untuk lokasi seremonial pembukaan kegiatan direncanakan didepan Istana Siak, wellcome party di Balai Datuk Empat Suku, technical meeting di Aula SMAN 1 Siak, cabang olahraga bulutangkis di Siak Sport Hall, tenis meja aula SD Islamik center, dan senam PGRI di panggung belakang LAM Siak. “Khusus lokasi perlombaan cabang seni nyanyian solo dan bazaar ekraf, panitia masih dipertimbangkan dua alternatif lokasi, yaitu gedung LAM dan lapangan depan DPRD Siak” tutup Lukman.
Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system