Kamis, 17 Maret 2016

Syamsuar: Komunikasi Itu Sangat Penting




Siak - Inilah kebiasaan Bupati Siak, Syamsuar. Membangun dan menjaga komunikasi intens terhadap semua kalangan. Tak hanya kepada semua bawahannya, tapi juga kepada lembaga dan para tokoh, khususnya yang ada di Siak.

Kemarin (16/3) di ruang Pucuk Rebung Kantor Bupati Siak misalnya. Dia mengingatkan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sepak Takraw Kabupaten Siak yang kebetulan sowan kepada orang nomor satu di Siak itu, tentang pentingnya komunikasi.

"Biasanya ada perkembangan apa-apa saya pasti dapat kabar. Ini sudah lama ndak ada. Nanti kalau ada apa-apa, saya juga yang ketiban salah," kata Syamsuar dihadapan 13 orang tamunya; sejumlah atlit dan pelatih takraw. Syamsuar sendiri ditemani Kepala Dinas Pariwisata Siak, Hendrisan.

Syamsuar ngomong begitu lantaran sudah lama tak ada kabar dan perkembangan dari internal Sepak Raga itu meski sebenarnya PPLP Sepak takraw Kabupaten Siak sudah mengukir sederet prestasi.

Misalnya di tahun 2014 lalu, atlit PPLP Siak juara 1 di Popda Riau. Terus di Popwil Sumatera di Jambi, juga juara.

Di tingkat nasional malah dapat medali perunggu. Yang luar biasa itu, anak Siak malah terpilih masuk dalam Asian School di Filiphina serta dapat medali perunggu di Sea Games, Singapura.

"Saya ingin perkembangan para atlit, baik itu prestasinya ataupun keluh kesahnya di informasikan kepada saya. Jangan sungkanlah. Kalau komunikasi lancar, ndak ada masalah yang tak bisa selesai. Saya berharap semua kita begitu. Komunikasi diutamakan. Ini kan juga ciri khas orang melayu. Biasa berunding," kata Syamsuar. 

Pelatih Takraw, Rafli Dandi, yang ikut dalam rombongan hanya bisa terdiam mendengar omongan bupati itu.

Dia pun tak menyalahkan siapa-siapa saat PPLP Takraw ikut terpapar dampak rasionalisasi anggaran akibat penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) minyak. Lantaran ikut terpapar itulah makannya PPLP datang minta kejelasan. 

"Kondisi keuangan yang sangat terbatas yang membikin kita harus lebih jelimet memilah mana kegiatan yang menguntungkan dan tidak menguntungkan bagi daerah," kata Syamsuar.

Yang jelas kata dia, anak-anak jangan sampai berhenti latihan. "Paculah prestasi. Coba buat perlombaan di kampung-kampung atau seleksi di tingkat kecamatan. Bisa langsung kelihatan ada bibit berbakat untuk dilatih atau kita masukan ke PPLP," pinta Syamsuar.

"Insya allah kami akan pacu prestasi, Pak. Kami berjanji. Kami berharap PPLP ini jangan sampai bubar," ujar salah seorang atlit.

"Kalau nanti kalian bisa menunjukan prestasi di Popda Riau, PPLP Sepak Takraw akan jalan terus. Kalau ndak, ya mau gimana lagi," Syamsuar menimpali.

Meski begitu,"Saya berharap anak-anak bukan cuma berprestasi di olahraga, di sekolah juga musti berprestasi," tambahnya. (HMS)
Baca selengkapnya

Rabu, 16 Maret 2016

Geliat Olahraga Para Raja di 'Negeri Istana' 



Geliat Olahraga Para Raja di 'Negeri Istana' 

Siak - Dari Desember tahun lalu, olahraga para raja sudah hadir di Kabupaten Siak. Namanya Persatuan Panahan Indonesia (Perpani).

Dibilang olahraga para raja lantaran panahan sudah menjadi pengetahuan wajib di lingkungan kerajaan. 
Inilah yang membikin olahraga panahan ini akan menjadi lebih istimewa di Siak dibanding di kabupaten lain yang ada di Riau.
Sebab semua orang tahu, Siak adalah negeri para raja; Negeri Istana. 

"Dan ini pulalah yang membikin beban moral kami lebih besar untuk mengembangkan olahraga ini di Siak," cerita Siswanto, sekretaris Perpani Kabupaten Siak Kamis (17/3). Dia ditemani Ketua Perpani Siak, Alfarizi.  

Meski baru hitungan bulan, Perpani Siak kata Siswanto sudah menggeber banyak hal. Mulai dari perekrutan calon atlit, sosialisasi dan siap-siap menyusun pengurus minimal di lima kecamatan. 

"Sampai sekarang kami sudah punya 6 orang calon atlit. Mereka, 4 orang siswa SMP dan sisanya SMA. Mereka dilatih saban Senin, Selasa, Kamis dan Minggu oleh tiga orang pelatih. Dua orang pelatih lokal dan satu lagi dari provinsi. Saya juga ikut melatih. Kebetulan saya sudah punya sertifikat pelatih Traning ForTrainer Indonesian Archery School Program (TFT INASP)," kata lelaki 38 tahun ini. 

"Kalau anak-anak kami mau ikut latihan, datang saja ke pelataran parkir Gedung LAMR Siak di kawasan jalan Hang Tuah Siak Sri Indrapura di hari-hari yang disebut tadi," Alfarizi mengajak. 

Lelaki 43 tahun ini mengaku semangat mengembangkan olahraga panahan lantaran semangat Pemkab Siak untuk melestarikan kebudayaan melayu Siak.
"Seperti dibilang tadi, panahan ini olahraga tradisi kerajaan. Bahkan di jaman para nabi, mahir  memanah itu dianjurkan nabi. Kata nabi, ajarilah anakmu berenang, memanah dan berkuda," ujar Alfarizi. 
   
Ini pula kata Alfarizi yang membikin sejarah di Indonesia mencatat bahwa ketua pertama olahraga panahan dijabat oleh Sri Paku Alam VIII, dari keraton Yogya.   

"Saya berharap orang tua kami yang ada di Siak, menganjurkan anak-anaknya untuk mau belajar memanah. Sebab itu tadi, selain selaras dengan misi pemerintah dan tradisi kita sebagai orang melayu yang notabene beragama islam. Olaraga ini juga sangat bagus untuk meyehatkan tulang belakang, lho" ujar Alfarizi. 

Panahan juga kata Siswanto cocok dikembangkan di Siak Sri Indrapura yang sudah jadi destinasi wisata. "Kita bisa membikin panahan ini jadi semacam archery tag games. Ini kan bisa menambah warna objek wisata yang bisa dinikmati orang saat datang ke 'Negeri Istana," ujarnya. (hms)  

Baca selengkapnya

Syamsuar: Jangan Cuma Pandai Memakai Duit Yang Ada


Siak – Wajah Bupati Siak, Syamsuar, nampak sangat serius saat akan membuka Forum Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di ruang pertemuan Raja Indra Pahlawan di lantai dua Kantor Bupati Siak, Rabu (16/3).

Selain semua kepala SKPD dan camat, Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan dan Wakil Ketua DPRD Siak Hendri Pangaribuan juga ada di sana.

Banyak hal yang dia tegasi kepada semua anak buahnya itu. Mulai dari soal anggaran, hingga ke Pekan Imunisasi Nasional (PIN). Yang paling dia tegasi, para kepala SKPD tidak cuma bisa kreatif membikin dan menjalankan program. Tapi mencari duit untuk membiayai program tadi justru harus lebih kretaif.

Banyak duit yang bisa ditarik dari provinsi maupun pusat. Belum lagi kalangan swasta juga bisa. “Jangan cuma bisa mengandalkan duit yang ada di APBD Siak. Cari duit keluar. Saya baru mengatakan saudara hebat kalau saudara kreatif mencari pembiayaan. Kalau tak bisa cari duit, terjun ke Sungai Siak sajalah,” kata Syamsuar setengah bercanda.

Bukan lantaran Dana Bagi Hasil (DBH) yang berkurang saja yang membikin Syamsuar  menggeber semangat para anak buahnya itu. Tapi sudah sejak lama. Bahwa seorang kepala SKPD musti bisa mencocokan kegiatannya dengan apa yang menjadi rencana di provinsi maupun pusat biar anggaran bisa mengocor ke daerah.

“Dana bagi hasil sudah jauh berkurang. Saya minta kepada saudara untuk sangat berhati-hati menggunakan anggaran yang ada. Pakailah duit itu secara efektif, efisien dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Bikinlah kegiatan yang benar-benar bermanfaat, punya sasaran yang jelas dan cocok dengan visi jangka menangah dan panjang,” pintanya.

Bagi yang minta dinaikkan pagu anggaran, Syamsuar juga minta supaya kepala SKPD bisa menjelaskan secara detil, kenaikan pagu itu untuk apa. Jelas ndak outcomenya.

Selain itu, Syamsuar juga mengingatkan para kepala SKPD untuk tetap membikin program terhadap sekolah menengah dan atas, listrik desa serta kehutanan meski kewenangan ini sudah diambil oleh provinsi.

Biar semua program bisa jalan, Syamsuar minta supaya para kepala SKPD keroyokan. “Jangan kerja sendiri-sendiri,” katanya.

Soal ancaman kebakaran lahan dan hutan, giliran camat yang diingatkan. “Sampai bulan besok cuaca masih sangat panas terus. Tolong dipantau terus potensi-potensi yang akan memicu kebakaran lahan dan hutan. Di situ mendengar ada kejadian, langsung turun. Jangan dibiarkan membesar dan jangan suruh orang ke sana. Tapi saudara sendiri harus turun,” tegasnya.

Lantaran Pekan Imunisasi Nasional (PIN) masih jalan, Syamsuar juga minta supaya semua petugas medis turun hingga ke kampung-kampung. Datangi rumah-rumah mereka. Kasihan jika sampai ada bayi yang tak kebagian imunisasi. Anggap saja ini ibadah, biar semangat terus,” katanya. (hms)

Baca selengkapnya

Selasa, 15 Maret 2016

Potensi Ekraf Bakal Semakin Tergarap


Potensi Ekraf Bakal Semakin Tergarap

Siak – Peluang Siak untuk mengembangkan ekonomi kreatif (ekraf) yang selama ini sudah digeber, kian terbuka lebar. Sebab Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI sudah membikin komitmen untuk bekerja sama dengan daerah demi mengembangkan ekonomi kreatif.

Biar kerja sama itu terarah dan maksimal, kemarin (15/3) menggelar rapat koordinasi dan perumusan pola kerjasama ekonomi kreatif antara Bekraf dengan pemerintah daerah di Royal Kuningan Hotel Jakarta Selatan. Ketua Bekraf, Triawan Minaf, yang membuka langsung acara itu. “Kita berharap segera membikin regulasi yang pas untuk untuk penyelenggaraan ekonomi kreatif ini. Regulasi dan memorandum yang workable,” Triawan berharap.

Wakil Bupati Siak, Alfedri, yang ikut dalam rapat itu kemudian membeberkan sejumlah potensi di Siak yang bisa digarap lewat ekonomi kreatif. Salah satunya adalah tenun Siak. “Meski sebenarnya masih banyak lagi yang lain. Termasuk miniatur istana dan peninggalan sejarah lainnya yang sangat menjual,” katanya.

Jika regulasi dan memorandum sudah beres dengan kerja sama berjalan, Alfedri yakin ekonomi kreatif di Siak akan semakin menggeliat. “Soal produksi, saya pikir kita sudah memulai. Bahkan kita sudah menyiapkan banyak fasilitas untuk itu. Mulai dari balai pelatihan hingga pinjaman modal. Tapi soal pemasaran, ini yang menjadi kendala. Kita berharap lewat Bekraf, persoalan pemasaran akan bisa teratasi,” kata Alfedri. Dia ditemani Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Siak, Wak Bukhari.

Sebelumnya dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di ruang rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Bupati Siak, Syamsuar, kembali menyemangati masyarakat untuk mengembangkan jiwa enterpreneur . 

Tujuannya, selain akan membuka lapangan pekerjaan baru, masyarakat akan bisa lebih leluasa untuk menggarap peluang usaha yang ada. “Jangan malah ingin jadi pegawai honor yang gajinya sangat kecil dan kapan saat bisa diberhentikan,” katanya. 

Syamsuar mengaku sangat senang soal rencana kerjasama Bekraf dengan daerah. “Ini menjadi peluang yang sangat besar buat kita. Kita punya banyak potensi yang bisa dikembangkan. Tinggal lagi bagaimana kejelian dan semangat masyarakat untuk melihat peluang ini,” katanya. 

Kalau masyarakat Siak sudah mau berwira usaha dan mau pula ikut pelatihan kata Syamsuar, ini sudah menjadi modal besar untuk menghadapi situasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). (hms)

Baca selengkapnya

Pemkab Palas Belajar LPPD ke Siak



Siak – Meski Sumatera Utara (Sumut) punya 33 kabupaten/kota, tapi tak satupun dari daerah itu yang membikin Kabupaten Padang Lawas (Palas) kecantol untuk belajar soal penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD).

Kabupaten baru di Sumut yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau ini justru lebih memilih Kabupaten Siak. Jelang siang Selasa (15/3), Staf ahli Bidang Hukum dan Politik Pemkab Palas, Anwar Benni yang langsung memimpin rombongan.

Tim penyusun LPPD yang berjumlah 12 orang ini disambut Pelaksana Harian (Plh) Sekda Siak Fauzi Asni di Sri Indrapura Meeting Room Kantor Bupati Siak di kawasan perkantoran Tanjung Agung Siak Sri Indrapura.

“Kami diutus oleh Bupati ke sini untuk belajar soal kiat penyusunan LPPD. Sekaliguslah kami ingin berteman dan bekerjasama. Sebab daerah kami adalah daerah pemekaran. Kami ingin mengikuti jejak Siak. Mudah-mudahan sepulang dari sini, kami bisa lebih baik lagi dan bisa mendapat 20 besar soal penyusunan LPPD,” kata Anwar berterus terang.

Sebelum cerita teknis penyusunan LPPD, Fauzi pun cerita penjang lebar soal perjalanan Pemkab Siak hingga bisa menjadi kabupaten 20 besar terbaim penyusunan LPPD di Indonesia. “Tahun 2011 silam Pemkab Siak masih di posisi 119. Setahun kemudian peringkat Siak naik dua level. Tapi di tahun 2013, peringkat kita melonjak hingga di posisi 19,” terang lelaki yang juga Asisten I Setda Setdakab Siak ini.

“Kunci utamanya sih komitmen setiap Satuan Kerja (Satkermengisi formulir sesuai ketentuan. Kekompakan dan koordinasi yang kuat lintas Satker juga sangat penting. Termasuk dari kecamatan, desakelurahan hingga dusun.” katanya.

Secara garis besar, Fauzi akhirnya menjelaskan strategi penyusunan LPPD tadi. Dimulai dari pembentukan tim penyusun dan tim pengolahan data dari setiap SKPD. Penyusunan dimulai di awal tahun.

Selanjutnya, pengawasan terhadap pengendalian pencapaian kinerja setiap Indikator Kinerja Kunci (IKK). Nah SKPD yang belum menyerahkan data dan tidak bisa mencapai prestasi tinggi, dikasi teguran.

Soal studi banding, pemerintahan yang datang ke Siak tidak hanya belajar soal LPPD tadi. Tapi juga belajar tentang seperti apa Siak bisa membikin sistim Pelayananan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Sampai-sampai Kemendagri banyak merekomendasikan daerah untuk belajar ke Siak.

Selain itu ada juga sederet daerah yang datang untuk belajar soal reformasi birokrasi. Maklum, sejak dua tahun lalu Kemen PAN-RB sudah menetapkan Siak sebagai kabupaten percontohan reformasi birokrasi di Riau. (hms)

Baca selengkapnya

Senin, 14 Maret 2016

Kemenhub Puji Taman Lalulintas Siak


Sejumlah kelengkapan baru bakal dibangun oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Taman Lalulintas itu.
 
Siak – Taman Lalu Lintas yang berdekatan dengan komplek perkantoran Tanjung Agung Siak Sri Indrapura itu kedatangan tamu istimewa, kemarin (14/3); Kasubdit Promosi dan Kemitraan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Firdaus Rasyid.
 
Satu persatu rambu-rambu yang ada di taman seluas sekitar setengah hektar itu dia tengok. sesekali dia nampak manggut-manggut. “Kami sangat mengapresiasi Pemkab Siak yang sudah membikin taman sebagus ini. Lantaran ini pula kami datang ke sini. Melihat apa-apa saja yang sebaiknya diperbaiki dan apa yang bakal ditambah untuk melengkapi fasilitas yang ada di sini,” katanya usai menengok rambu-rambu lalulintas yang ada di taman itu.

Kementerian Perhubungan kata Firdaus sudah menyiapkan duit untuk membangun sejumlah fasilitas untuk melengkapi pengembangan taman lalulintas tadi. Ada miniatur jalur kereta api dan pelabuhan yang bakal dibikin. Kawasan tempat bersepada juga ada. Termasuk pedestrian untuk kaum difabel --- orang yang memiliki keterbatasan diri.
 
Biar pembangunannya tuntas tahun ini, Firdaus minta supaya Pemkab Siak segera menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) nya. “Hanya saja kita minta supaya kawasan ini disebut sebagai Taman Edukasi Lalulintas. Bukan lagi taman lalulintas. Sebab ilmu banyak di sini,” pintanya.
 
Jadi kata Firdaus, yang tadinya orang yang datang ke taman itu hanya bermain, nanti sudah tidak lagi. Tapi datang untuk belajar rambu-rambu lalulintas. “Makanya nanti tiap rambu dikasi penjelasan. Taman ini sangat penting jadi bekal bagi anak-anak untuk patuh berlalulintas di jalan raya,” katanya.
 
Baca selengkapnya

Harapan Syamsuar di Lapangan Sapta Taruna



Siak – Bola berwarna kuning berpadu merah muda itu langsung melesak ke salah satu gawang di lapangan futsal Sapta Taruna Siak Sri Indrapura jelang siang tadi Jumat (11/3). Bupati Siak, Syamsuar, yang jadi eksekutornya.

Dan tendangan itu pula menjadi pertanda resminya pelaksanaan turnamen futsal SDN 01 Suak Lanjut CUP III Tahun 2016. Ada 31 tim yang bakal memperebutkan piala bergilir turnamen itu. Mereka berasa dari empat kecamatan; Siak Sri Indrapura, Bunga Raya, Mempura dan Dayun.

Dalam sambutannya Bupati Siak mengatakan melalui kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada SDN 01 Suak Lanjut Kecamatan Siak yang menyelenggarakan pertandingan futsal tahun ini sudah memasuki tahun ketiga

Syamsuar kemudian menyalami para pemain. Dia ditemani Asisten III Setdakab Siak, Jamalludin, Kepala Dinas Pendidikan,  Kadri Yafis, Anggota DPRD Siak, Sujarwo, kepala Sekolah dan sejumlah undangan.

Bagi Syamsuar, turnamen ini menjadi bagian penting dari upaya Pemkab Siak yang selama ini konsen menempa atlit-atlit handal. Sebab lewat turnamen semacam ini bakal kelihatan mana anak-anak yang memang punya potensi dan mana yang hanya sekadar menyalurkan hobi.

“Ada pepatah bilang, di dalam tubuh yang sehat, ada jiwa yang sehat pula. Nah, lewat tubuh yang sehat inilah diharapkan tumbuh prestasi. Baik itu prestasi akademik, maupun olahraga. Jika sudah dimulai dari usia dini seperti sekarang, kelak akan menjadi potensi yang luar biasa,” ujar Syamsuar saat didapuk memberikan sambutan.

Syamsuar kemudian mengucapkan terimakasih kepada SDN 01 yang sudah rutin menggelar turnamen itu. “Saya senang dan bangga. Sebab apa yang dilakukan oleh Pemkab Siak dalam memajukan olahraga, kian didukung oleh sekolah-sekolah maupun kelompok-kelompok olahraga yang ada,” katanya.

Selama ini, Pemkab Siak kata Syamsuar rutin menggelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI). Turnamen-turnamen yang ada di luar dua kegiatan Pemkab ini tentu menjadi sarana pencarian bibit atlit yang kelak akan mengharumkan nama daerah di provinsi maupun nasional.

“Anak-anak ku, bermainlah dengan cantik dan junjung sportifitas. Bapak berharap semua kalian bisa menunjukkan kemampuan yang  terbaik,” pinta Syamsuar. (hms) 

Baca selengkapnya

Most Recent

Blue Fire Pointer

Facebook

Advertising

Disqus Shortname

Comments system